Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Scroll to Top

Palontaraq

Bertindak Lokal Berpikir Global

Prof Nurdin Abdullah dalam Pilkada Gubernur Sulsel, 27 Juni 2018. (foto: IG Nurdin Abdullah) Author: M. Farid W Makkulau, Culture Social Observer. Living in Pangkep, South Sulawesi. (Diterjemahkan dari artikel M. Farid W Makkulau, “Kepemimpinan dalam Diskursus Demokrasi dan Good Governance”) LEADERSHIP is the most essential thing in the discourse and practice...

Massaung Manu’. (foto: ist/palontaraq) This word, Manu ‘(in Bugis Languange) or Jangang (in Makassar Languange) meaning chicken, is a very close word in the life of Bugis Makassar people. Cultural Reasearcher, Gilbert Hamonic mentions that botanical culture thick with chicken mythology. If you get a balanced discussion then this word can be very coloring of...

Penilaian Kekalabbirangan saat ini tidak lagi ditentukan oleh status kebangsawanan. (foto: mfaridwm) Kalau dahulu orang bertanya, itu anaknya karaeng siapa? Ketika disebut bahwa orang tersebut anaknya Karaeng A atau Karaeng B, maka orang langsung hormat dan segan terhadapnya, apalagi kalau orang tuanya tersebut mapparenta (karaeng maggau’). Kini tentu jika pertanyaan...

Bagi keturunan melayu, pantang baginya makan olahan udang kecil yang disebut Ronto. (foto: ettaadil/palontaraq) Makan malamku menjadi kurang nyaman karena diatas meja tersaji irisan mangga muda dicampur dengan udang kecil (ebi) sebagai teman makan ikan laut masakan khas Bugis Makassar yang disebut “pallu ce’la”. Udang kecil itu dalam kosa kata Makassar sering pula...