Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Scroll to Top

Palontaraq

Bertindak Lokal Berpikir Global

Halaman parkir depan Fort Rotterdam. (foto: ist/palontaraq) Oleh: Hudjolly PALONTARAQ.ID – Istilah ‘kekuasaan’ seringkali dihubungkan dengan batas-batas wilayah, padahal kekusaan tidak bermula dari batas wilayah atau teritorial. Pemahaman kekuasaan yang ada di setiap suku bangsa berbeda satu sama lain, perbedaan dalam hal cara pandang pada kekuasaan itu...

Ilustrated by: KITLV Leiden Oleh: Hudjolly PALONTARAQ.ID – Konsep hubungan patron dan klien telah berlangsung sejak lama yang diwarisi hingga masa kini dan kesadaran semacam itu terdapat dalam semua masyarakat dunia. Setiap “bangsawan” (patron) mempunyai sejumlah orang dari tingkat strata yang lebih rendah (klien), klien berharap perlindungan dari patron....

Sureq Galigo. (foto: ist) Oleh: Ashari Thamrin Tulisan sebelumnya:  Kitab La Galigo bukan Karya Sastra Orang Bugis PALONTARAQ.ID – Nama-Nama Raja Luwu yang yang terdapat dalam Silsilah Melayu dan Bugis pada masa Galigo menurut Buku Andi Djemma Datu Luwu 1. SITI MALANGKE (Datue ri Malangke’?) ratu di tanah Bugis Silayang, 2. DATU PALINGI’I (Datu Palinge’ ?)...

Sureq Galigo. (foto: ist) Oleh: M. Farid W Makkulau Related Post:  National Treasure, Ekspedisi Wilkes dan La Galigo PALONTARAQ.ID – Sureq Galigo or La Galigo is an epic creation myth of the Bugis (Buginese) from South Sulawesi, written down in manuscript form between the 18th and 20th century in the Bugis Language, based on an earlier oral tradition. It has become...

Walasuji. (foto: ist/palontaraq) Oleh: La Oddang Tosessungriu PALONTARAQ.ID – Semua suku bangsa di dunia ini memiliki landasan philosofi berpikir yang menjadi perspektif idealnya. Tak terkecuali Bugis sebagai hakekat. Ia memandang “manusia” (tau) diidentitaskan oleh 2 hal, yakni : Siri dan PessE. Siri adalah rasa malu yang mewujudkan harkat dan martabat....

Ilustrasi by: La Oddang Tosessungriu. Oleh: La Oddang Tosessungriu PALONTARAQ.ID –  Sebuah syair disenandungkan dengan rythm datar memanjang, bagai rapalan mantera dari lubuk nurani terdalam. Abaikan nada dan irama, ikuti ketukan gendang bertempo lambat. Rasakan itu adalah detak jantungmu, karena ini bukanlah lagu, melainkan sabda Sang Ininnawa sendiri. Ininnawa...

Badik/kawali hasil De’de Toasi. (foto/koleksi: La Oddang Tosessungriu) Oleh:  La Oddang Tosessungriu Tulisan sebelumnya:  Gareno SiwaliE PALONTARAQ.ID – De’DE’, jika ditransliterasi dari bahasa Makassar, kurang lebih berarti “tempaan”. Maka “de’dE TaEng” adalah berarti “tempaan TaEng” yang kemudian dipahami...

Ilustrasi by: La Oddang Tosessungriu Oleh: La Oddang Tosessungriu Tulisan sebelumnya: Pangulu dan Tokoh “Kulu-kulu” PALONTARAQ.ID – Setelah berhari-hari membicarakan hal yang rumit-rumit, tak ada salahnya jika sekali waktu kita obrolkan hal yang lebih santai. Tetap dalam ranah budaya, namun dipandang dari sisi kesenangan (hobby), terhatur kepada saudara-saudaraku...

Pasukan Senapati Nusantara dalam FKN di Luwu. (foto: ist/palontaraq) Oleh: La Oddang Tosessungriu PALONTARAQ.ID – “Apakah jabatan itu?” –  demikian pertanyaan salah seorang anak Cenranaku pada suatu ketika. “Ia adalah amanah yang diberikan oleh sekelompok manusia kepada seseorang yang Ditakdirkan Allah untuk melaksanakan suatu fungsi sesuai...

foto/dokumentasi: la oddang tosessungriu. Oleh:  La Oddang Tosessungriu PALONTARAQ.ID – “Titti atauwi Luwu’keng // Abiona kitonangi // Titti abiowi Luwu’keng // Ataunna kitonangi // Tellengngi kisitellengeng // MEne’ kisimEnereng // Kisiomporeng patimpa’ baja-baja // TebbakkE tongengngE // .. (Jikalau Luwu kami miring ke kanan // Sisi...