Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Scroll to Top

Palontaraq

Bertindak Lokal Berpikir Global

Bissu Show. (foto: mfaridwm/palontaraq) BEFORE attempting to understand the mysteries of the ‘Bissu Dewatae’ Community, one must have some understanding of who and what they are. Their sphere of influence deals with the spiritual but outside the teachings of Islam. They are preservers of the ‘Old ways’ practiced by the people prior to the coming of Islam. In the...

To Balo, Manusia Belang Di Pedalaman Barru (foto: makassarguide.com) Oleh: M. Farid W Makkulau, Pemerhati Budaya Sulsel SECARA harfiah, Dalam Bahasa Makassar, To Balo berarti “manusia belang”, to artinya orang dan balo artinya belang. Sebutan ini diperuntukkan bagi komunitas tradisional yang bermukim di sekitar pegunungan Bulu Pao yang terbentang luas melintasi...

Sureq Galigo. (foto: ist)   Penulis: La Oddang Tosessungriu, Opu Matoa Cenrana Kedatuan Luwu   INILAH  sekilas geliat hidup mereka, para Anak Bangsa ini yang kupersebutkan baginya, jika sekiranya sebutan “bangsawan” terkesan menjauhkan dirinya dari ridha Tuhannya. Kututurkan dengan santun, baginya yang mencintai Allah SWT, melebihi atas segala atribut duniawi,...

Penulis bersama Bapak Andi Nur Alim, SH, MH, Kepala Bidang Industri Non Agro Pemkab Bulukumba saat bertamu di Rumah Kepala Desa Tana Toa, Kajang, Bulukumba. (foto: hasbitube/palontaraq)   Oleh: M. Farid W Makkulau SEBELUMNYA NONTON DISINI: Berkunjung ke Kawasan Adat Ammatoa Kajang Bulukumba Sulsel  Tulisan Terkait: Bercermin dari Kearifan Lokal Ammatoa Kajang ADA ...

Silariang The Movie 2018 PALONTARAQ.ID – Film “SILARIANG”  – Cinta Yang (Tak) Direstui adalah  film Indonesia garapan Wisnu Adi (Kekasih, Miracle Jatuh dari Surga) dan Kunun Nugroho (Identitas) bergenre drama romantis yang diangkat dari Tradisi dan Adat Bugis Makassar. Film ini  berkisah tentang cinta sepasang kekasih asal Bugis, Yusuf-Zulaikha...

Prof Nurdin Abdullah dalam Pilkada Gubernur Sulsel, 27 Juni 2018. (foto: IG Nurdin Abdullah) By:  M. Farid W Makkulau, Culture Social Observer. Living in Pangkep, South Sulawesi. (Diterjemahkan dari artikel M. Farid W Makkulau, “Kepemimpinan dalam Diskursus Demokrasi dan Good Governance”) LEADERSHIP is the most essential thing in the discourse and practice...

(sumber foto: hdwallpapers/palontaraq) Oleh:  M. Farid W Makkulau SEJAK  masa kanak-kanak sampai remaja, penulis sering bertanya kepada pak guru di sekolah atau pada orang tua di rumah, “Benarkah Tuhan (baca: Allah SWT) itu memiliki  sifat adil dalam menilai dan memperlakukan hambanya, dan seterusnya memasukkan hambanya tersebut ke dalam neraka sedangkan hamba (baca: ...

Massaung Manu’. (foto: ist/palontaraq) By: M. Farid W Makkulau THIS  word, Manu ‘(in Bugis Languange) or Jangang (in Makassar Languange) meaning chicken, is a very close word in the life of Bugis Makassar people. Cultural Reasearcher, Gilbert Hamonic mentions that botanical culture thick with chicken mythology. If you get a balanced discussion then this word...

Penilaian Kekalabbirangan saat ini tidak lagi ditentukan oleh status kebangsawanan. (foto: mfaridwm) Kalau dahulu orang bertanya, itu anaknya karaeng siapa? Ketika disebut bahwa orang tersebut anaknya Karaeng A atau Karaeng B, maka orang langsung hormat dan segan terhadapnya, apalagi kalau orang tuanya tersebut mapparenta (karaeng maggau’). Kini tentu jika pertanyaan...

Bagi keturunan melayu, pantang baginya makan olahan udang kecil yang disebut Ronto. (foto: ettaadil/palontaraq) Oleh:  M. Farid W Makkulau Makan malam penulis menjadi kurang nyaman karena diatas meja tersaji irisan mangga muda dicampur dengan udang kecil (ebi) sebagai teman makan ikan laut masakan khas Bugis Makassar yang disebut “pallu ce’la”. Udang kecil itu dalam...