Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Scroll to Top

Palontaraq

Bertindak Lokal Berpikir Global

Ilustrated by: ist/palontaraq) Ati Raja Karya: Ho Eng Dji  Dipopulerkan oleh: Iwan Tompo Se’re – Se’re ji batara baule Ati raja na ki jai pa’nganroi baule Rajale elele kerea  minjo ati…ati…ati raja Ki tarima pappala’na baule Mannamo ki minasai baule Ati raja ki panai’ ri palatta rikodong Rajale ellele ta’balle tonji...

Ilustrated by: ist/palontaraq   Pangngai Le’ba Laloa Ciptaan: Rachmansyah/Latif Basir Vocal:  Iwan Tompo‘ Apai saba’ lanrinna Nanubokoa’ ri ati Nia kutaeng Pangngainnu ri maraeng Ka’deji kuasseng memang Nanubokoja’ ri ati A’boya tonja Isseng-isseng ri maraeng Nia’ tonja antu sallang Nanuboya’ ri pa’mai Nu...

Sastra Pitutur, “Syair Elong Sagala”. (foto: ist/palontaraq) Oleh: La Oddang Tosessungriu Tulisan sebelumnya: La Galigo, Sutranya Sastra PALONTARAQ.ID – Bahasa dan sastra, ibarat logam dan emas. Bahwa emas pastilah logam adanya, namun tak semua logam adalah emas. Maka sastra sesungguhnya adalah monumen peradaban manusia yang paling agung, sehingga mu’jizat...

Air terjun Bantimurung. (foto: ist/palontaraq) Oleh: M. Farid W Makkulau Tulisan sebelumnya: Tracing the Prehistoric Trail in Sumpang Bita Pangkep PALONTARAQ.ID – Siapa yang tak mengenal kawasan wisata alam Bantimurung di Maros? Rasa-rasanya, destinasi wisata ini merupakan wisata pertama dan favorit rekreasi di era Tahun 90-an, pada saat semua kabupaten di Sulsel...

Kota Makassar pada malam hari. (foto: ist/palontaraq) Oleh: M. Farid W Makkulau Tulisan sebelumnya:  Asal Usul Perubahan Nama Makassar dan Ujungpandang (1) PALONTARAQ.ID – Kenapa disebut Makassar sebagai nama bagi Kerajaan kembar Gowa-Talloq?  Bermula Raja Gowa IV, Karaeng Tunatangka Lopi, membagi wilayah kerajaan Gowa menjadi dua agar tidak terjadi perang saudara...

De Passarstraat, Makassar 1930-1942 (foto: KITLV Leiden) Oleh: M. Farid W Makkulau Tulisan sebelumnya: Menelusuri Sejarah Makassar di Fort Rotterdam PALONTARAQ.ID – Kata “Makassar” seringkali disalahpahami ketika berupaya dijelaskan sebagai suatu nama suku, kerajaan, daerah, dan bahasa. Sejak kapan nama “Makassar” ini bermula, bagaimana sejarahnya...

Ilustrasi – Fragmen Perang Makassar (1667) Oleh: M. Farid W Makkulau 1) Tulisan Sebelumnya: Pusat Kekuasaan Kerajaan Makassar: ‘Pocci Butta’ PALONTARAQ.ID – Siapapun yang pernah membaca dengan serius buku, “Sejarah dan Kebudayaan Pangkep” (Infokom, 2015; 2017) pasti akan menemukan satu kata ‘kasiwiang’ atau ‘kasiwiyang’...

Kata “Makassar” di Pantai Losari. (foto: mfaridwm/palontaraq) Oleh: M. Farid W Makkulau Tulisan Sebelumnya:  Pakkio Bunting: Keindahan Puitis Memanggil Pengantin PALONTARAQ.ID – Kelong dalam pengertian umum sekarang ini sering diartikan sama dengan nyanyian. Seperti kata akkelong yang artinya (sedang) menyanyi. Tapi yang dimaksudkan kelong dalam pengertian...

Sureq Galigo. (foto: ist) Oleh: Ashari Thamrin M, SS PALONTARAQ.ID –  Kritik pedas yang dilontarkan Penulis buku “Gurita Cikeas” George Aditjondro dalam makalahnya berjudul: Terlalu Bugis Sentris-Kurang Perancis”, atas klaim orang Bugis terhadap Kitab Lagaligo, seperti termuat dalam buku “The Bugis”, karya Christian Pelras, patut dipertimbangkan oleh orang-orang...

Ilustrasi – Pengantin Adat Makassar. (foto: afifah_s/*) Oleh: M. Farid W Makkulau Pengantar Tulisan ini pernah dimuat sebelumnya di Social Blog Kompasiana, tertanggal  03 May 2011  Pukul 14:27 dengan seratusan view dan komentar.  Tulisan ini dengan judul yang sama tidak lagi bisa ditemukan di Kompasiana, karena penulis (baik atas nama penulis: M. Farid W Makkulau...