Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Scroll to Top

Palontaraq

Bertindak Lokal Berpikir Global

Kata “Makassar” di Pantai Losari. (foto: mfaridwm/palontaraq) Oleh: M. Farid W Makkulau Tulisan Sebelumnya:  Pakkio Bunting: Keindahan Puitis Memanggil Pengantin PALONTARAQ.ID – Kelong dalam pengertian umum sekarang ini sering diartikan sama dengan nyanyian. Seperti kata akkelong yang artinya (sedang) menyanyi. Tapi yang dimaksudkan kelong dalam pengertian...

Foto:  Datu Luwu, La Maradang Mackulau Opu To Bau (tengah). (foto: ist/palontaraq) Oleh: La Oddang Tosessungriu Related Post:  Baju Bodo dalam Pesta Adat Bugis Makassar PALONTARAQ.ID – Selain berfungsi sebagai “Penanda Identitas”, Busana Adat berfungsi pula sebagai “Pemuliaan” terhadap orang lain. Bahkan fungsi pemuliaan kiranya lebih utama daripada sekedar...

Ilustrasi – Khitanan Adat. (foto: Eryvia Maronie) Oleh : M. Farid W Makkulau Tulisan Sebelumnya:  ‘Ma’barazanji’ dalam Kultur Bugis Makassar PALONTARAQ.ID – Salah satu bentuk sosialisasi yang masih dikenal oleh masyarakat hukum adat adalah upacara adat (custom ceremony). Fungsi upacara adat adalah untuk mengukuhkan norma dan nilai budaya. Secara...

Pertunjukan Sendratari “Putri We Tadang Mpali”. (foto: ist/gramha.net) Laporan: M. Farid W Makkulau PALONTARAQ.ID – Pertunjukan Seni Drama dan Tari (Sendratari), “Putri We Tadang Mpali” yang mengisahkan Legenda Cikal Bakal Lahirnya Kerajaan Wajo berlangsung semarak dan mengundang decak kagum. Pertunjukan Sendratari “Putri We Tadang Mpali”...

Sureq Galigo. (foto: ist) Oleh: Ashari Thamrin M, SS PALONTARAQ.ID –  Kritik pedas yang dilontarkan Penulis buku “Gurita Cikeas” George Aditjondro dalam makalahnya berjudul: Terlalu Bugis Sentris-Kurang Perancis”, atas klaim orang Bugis terhadap Kitab Lagaligo, seperti termuat dalam buku “The Bugis”, karya Christian Pelras, patut dipertimbangkan oleh orang-orang...

Ilustrasi – Pengantin Adat Makassar. (foto: afifah_s/*) Oleh: M. Farid W Makkulau Pengantar Tulisan ini pernah dimuat sebelumnya di Social Blog Kompasiana, tertanggal  03 May 2011  Pukul 14:27 dengan seratusan view dan komentar.  Tulisan ini dengan judul yang sama tidak lagi bisa ditemukan di Kompasiana, karena penulis (baik atas nama penulis: M. Farid W Makkulau...

Ilustrasi – Monumen Kawali (Besi Luwu) dengan motto, “Toddopuli Temmalara.” (foto: ist/palontaraq) Oleh: La Oddang Tosessungriu PALONTARAQ.ID – “Naiyya bessiE, engka Puengna, engkato parolana, naEkiya ulempulengngE, polEi ri langi’E appongengna, toto madEcEng natiwi”. Artinya: Sesungguhnya besi itu, memiliki pertuanan, serta ada pula pengikutnya,...

Foto bersama Kadis Diknas dengan Peserta Lomba dan Juri. (foto: ist/palontaraq) Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID, PANGKEP – Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep kembali menggelar Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMP. Hal ini disampaikan Dra Hasbirah, Ketua Panitia FLS2N SMP. “FLS2N SMP tingkat kabupaten ini merupakan agenda rutin setiap tahun...

Ilustrasi – Minasa ri Boritta. (foto: ist/palontaraq) Oleh: Etta Adil PALONTARAQ.ID – Lagu Makassar ini salah satu lagu Makassar favorit penulis, diciptakan oleh Abdullah Sijaya (alm). Secara harfiah, Minasa ri Boritta, bermakna Harapan di Kampung Kita. Artis Daerah yang mempopulerkan lagu ini, diantaranya ialah Iwan Tompo dengan iringan musik Losquin yang...

Rumah Adat Kedatuan Luwu di Palopo. (foto: ist/palontaraq) Oleh: La Oddang Tosessungriu PALONTARAQ.ID – Salah seorang murid To Ciung To Tongeng MaccaE ri Luwu yang taraf kecendekiaannya hampir menyamai gurunya tersebut adalah La Pagala NEnE Mallomo, negarawan Kerajaan Sidenreng yang hidup dalam paruh pertama abad XVI. NEnE Mallomo yang adalah ahli hukum tata negara...