Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Scroll to Top

Palontaraq

Bertindak Lokal Berpikir Global

Kalender Masehi-2019 (foto: jadwalliburnasional) Ternyata, penanggalan tahun Masehi yang dipakai saat ini berdasarkan Astrologi Mesopotamia yang dikembangkan oleh para astronum penyembah dewa. Maka nama-nama bulanpun memakai nama dewa dan tokoh pencetus penanggalan kalender Masehi. Lantas bagaimanakah sejarah penanggalan kalender Masehi bermula? Selama ini kita mengenal...

Ilustrasi-Perang Makassar 1667 (foto: KITLV) SEJARAH sebagai  peristiwa masa lampau  menyangkut manusia dan kebudayaannya, perlu terus menerus dikaji, dipelajari dan diteliti. Sejarah disusun berdasarkan peninggalan (artefak), sumber lisan dan mengonfirmasikannya dengan tradisi tutur dari berbagai peristiwa yang terjadi di masa lampau. Menggeledah sejarah penting dilakukan,...

Muara Sungai Pangkajene. (foto: mfaridwm/palontaraq)   SETIAP  Orang pasti memiliki ingatan tentang masa lalu yang pernah dilaluinya. Namun sangat sedikit orang yang melakukan pencatatan atas ingatan tersebut. Sejarah, menurut E.H. Carr adalah suatu interaksi berkesinambungan antara sejarawan (atau siapapun yang melakukan studi sejarah) dengan fakta masa lampau yang...

Field of Freedom, Arung Palakka Park at Bone.  (sumber foto: tribunnews_mksr) The writing of local history is still dominated by the disclosure of the three great kingdoms that once existed in South Sulawesi, namely First, the kingdom of Luwu whose king is called Mappajunge or Pajunge ‘meaning (king) that umbrella or shade. Also commonly called Datu Mappajunge ‘ri...

House of warlords, Bola Soba Petta Punggawae, Watampone, Bone. (foto: mfaridwm/palontaraq) – PART ONE OF TWO ARTICLES- IN THE HISTORY OF South Sulawesi, the three great kingdoms are Luwu, Gowa, and Bone are known. These three kingdoms have different titles for their Kings. The title of King Luwu is Datu Mappanjunge ‘ri Luwu, meaning the King who is shaded in...

Bola Soba Petta Punggawae, Watampone, Bone. (foto: mfaridwm/palontaraq) — BAGIAN PERTAMA DARI DUA TULISAN — DALAM Sejarah Sulawesi Selatan, dikenal tiga kerajaan besar, yaitu Luwu, Gowa, dan Bone. Ketiga kerajaan ini memiliki sebutan atau gelaran yang berbeda untuk Rajanya. Gelar Raja Luwu adalah Datu Mappanjunge’ ri Luwu, artinya Raja yang berpayung di Luwu atau...

Patung Arung Palakka di pusat kota Bone. Kerajaan Bone dengan semangat perjuangan dan politik Arung Palakka telah mampu merubah jalannya sejarah Sulawesi Selatan pada Abad XVII. Bagi masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat Bugis Bone-Soppeng, tidak ada yang tidak mengenal nama ini. Patungnya berdiri dengan gagah ditengah kota Watampone, Ibukota Kabupaten Bone....

Cho Tae Young – Aksara Serang dan Perkembangan Tamadun Islam di Sulawesi Selatan. (foto: mfaridwm/palontaraq) Judul Buku: Aksara Serang dan Perkembangan Tamadun Islam di Sulawesi Selatan Penulis: Cho Tae Young Pengantar : Dr. Edward L. Poelinggomang Jumlah Halaman: xx + 214 halaman Penerbit: Ombak Press ISBN: 978-602-7544-44-4 CUKUP mengagetkan bagi saya mendapati...

Ilustrasi – Menegakkan Ulu Ada. (foto: ist/palontaraq) Tulisan sebelumnya: Dimensi Sosial, Hukum, dan Agama dalam ‘Pappaseng’ Memahami ‘Lontaraq’: Aksara, Tulisan, atau Pustaka? Ayam dalam Sejarah dan Budaya Sulawesi Selatan MASYARAKAT Bugis Makassar adalah masyarakat yang suka membuat perjanjian (Bugis: Ulu Ada’, Makassar: Ulu Kana),...

Massaung Manu’. (foto: ist/palontaraq) This word, Manu ‘(in Bugis Languange) or Jangang (in Makassar Languange) meaning chicken, is a very close word in the life of Bugis Makassar people. Cultural Reasearcher, Gilbert Hamonic mentions that botanical culture thick with chicken mythology. If you get a balanced discussion then this word can be very coloring of...