Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Scroll to Top

Palontaraq

Bertindak Lokal Berpikir Global

Museum La Galigo dalam Kompleks Fort Rotterdam (foto: mfaridwm/palontaraq) Oleh: M. Farid W Makkulau Tulisan sebelumnya:  Bercermin dari Sejarah PALONTARAQ.ID – Untuk mengenal dan mengakrabkan diri dengan Sejarah Kota Makassar, salah satu kegiatan yang bisa dilaksanakan adalah jalan-jalan ke Bangunan Bersejarah, sebut saja namanya jappa-jappa, traveling atau city...

Lukisan ilustrasi Pangeran Diponegoro ditipu dan ditangkap oleh Belanda dalam suatu perundingan damai. (foto: ist/palontaraq) Oleh: M.Farid W Makkulau Tulisan sebelumnya:  Mengakrabi Sejarah Sultan Hasanuddin PALONTARAQ.ID – Siapa yang tak kenal Pangeran Diponegoro? Perjuangan Pahlawan Nasional yang gigih melawan Belanda ini sudah dikenalkan sejak bangku Sekolah...

Ilustrated by: KITLV Leiden Oleh: Hudjolly PALONTARAQ.ID – Konsep hubungan patron dan klien telah berlangsung sejak lama yang diwarisi hingga masa kini dan kesadaran semacam itu terdapat dalam semua masyarakat dunia. Setiap “bangsawan” (patron) mempunyai sejumlah orang dari tingkat strata yang lebih rendah (klien), klien berharap perlindungan dari patron....

Sureq Galigo. (foto: ist) Oleh: Ashari Thamrin Tulisan sebelumnya:  Kitab La Galigo bukan Karya Sastra Orang Bugis PALONTARAQ.ID – Nama-Nama Raja Luwu yang yang terdapat dalam Silsilah Melayu dan Bugis pada masa Galigo menurut Buku Andi Djemma Datu Luwu 1. SITI MALANGKE (Datue ri Malangke’?) ratu di tanah Bugis Silayang, 2. DATU PALINGI’I (Datu Palinge’ ?)...

Gereja Immanuel di Pusat Kota Makassar, samping timur Balaikota. (foto: ist/palontaraq) Oleh: Muhammad Ruslailang *) Related Post:  Menelisik Sejarah Keberadaan Gereja Immanuel Makassar PALONTARAQ.ID – Sebelum Abad 17 M, sebahagian masyarakat Bugis pernah memeluk Agama Kristen Katholik yang didakwahkan oleh pedagang dan pendeta Portugis. Meski diduga berlatar belakang...

Potret Sultan Hasanuddin, Arung Palakka dan Cornelis Speelman dipajang berdampingan dalam Museum Kota Makassar, ketiganya tokoh dalam Sejarah Perang Makassar. (foto: ist/palontaraq) Oleh: La Oddang Tosessungriu PALONTARAQ.ID – Sejarah adalah alur jejak roda takdir yang berputar tiada henti sepanjang zaman. Manusia tak lain adalah rerumputan yang tumbuh diatas tanah...

Foto/ilustrasi by: WIM Poli Oleh: WIM Poli Tulisan sebelumnya:  Sofa Bung Karno di Tondano PALONTARAQ.ID – Sebagai pendeta muda, Isaak Samuel Kijne (1899-1970) berpikir keras, bagaimana memperoleh tenaga guru untuk membantunya di sekolah yang dipimpinnya di Miei, Papua. Terbetik berita bahwa di Kuranga, Tomohon, ada Sekolah Guru Kristen yang sudah berdiri sejak...

Peta Kota Makassar Abad 16-17, di Museum Kota Makassar. (foto: mfaridwm/palontaraq) Oleh: Prof. Dr. S.M. Noor, S.H., M.H. PALONTARAQ.ID – Dari segi hukum internasional setidak-tidaknya ada dua hal yang membawa pengaruh besar terhadap Perang Makassar (1660-1670) yaitu pengaruh dari Perjanjian Westhpalia 1648 dan yang kedua adalah pengaruh dari perkembagan Doktrin...

Kebiadaban Komunis PKI. (foto: ist/palontaraq) Oleh: Asyari Usman, Wartawan senior PALONTARAQ.ID – Pada 30 September 2019 dinihari, genap 54 tahun pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI). Tujuh jenderal TNI diculik dan dibunuh dalam pengkhianatan yang disebut Gerakan 30 September PKI (G30S/PKI). Ketujuh perwira tinggi itu adalah Jenderal Ahmad Yani, Letjen...

foto/dokumentasi: la oddang tosessungriu. Oleh:  La Oddang Tosessungriu PALONTARAQ.ID – “Titti atauwi Luwu’keng // Abiona kitonangi // Titti abiowi Luwu’keng // Ataunna kitonangi // Tellengngi kisitellengeng // MEne’ kisimEnereng // Kisiomporeng patimpa’ baja-baja // TebbakkE tongengngE // .. (Jikalau Luwu kami miring ke kanan // Sisi...