Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Scroll to Top

Palontaraq

Bertindak Lokal Berpikir Global

Field of Freedom, Arung Palakka Park at Bone.  (sumber foto: tribunnews_mksr) The writing of local history is still dominated by the disclosure of the three great kingdoms that once existed in South Sulawesi, namely First, the kingdom of Luwu whose king is called Mappajunge or Pajunge ‘meaning (king) that umbrella or shade. Also commonly called Datu Mappajunge ‘ri...

House of warlords, Bola Soba Petta Punggawae, Watampone, Bone. (foto: mfaridwm/palontaraq) – PART ONE OF TWO ARTICLES- IN THE HISTORY OF South Sulawesi, the three great kingdoms are Luwu, Gowa, and Bone are known. These three kingdoms have different titles for their Kings. The title of King Luwu is Datu Mappanjunge ‘ri Luwu, meaning the King who is shaded in...

Bola Soba Petta Punggawae, Watampone, Bone. (foto: mfaridwm/palontaraq) — BAGIAN PERTAMA DARI DUA TULISAN — DALAM Sejarah Sulawesi Selatan, dikenal tiga kerajaan besar, yaitu Luwu, Gowa, dan Bone. Ketiga kerajaan ini memiliki sebutan atau gelaran yang berbeda untuk Rajanya. Gelar Raja Luwu adalah Datu Mappanjunge’ ri Luwu, artinya Raja yang berpayung di Luwu atau...

Patung Arung Palakka di pusat kota Bone. Kerajaan Bone dengan semangat perjuangan dan politik Arung Palakka telah mampu merubah jalannya sejarah Sulawesi Selatan pada Abad XVII. Bagi masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat Bugis Bone-Soppeng, tidak ada yang tidak mengenal nama ini. Patungnya berdiri dengan gagah ditengah kota Watampone, Ibukota Kabupaten Bone....

Cho Tae Young – Aksara Serang dan Perkembangan Tamadun Islam di Sulawesi Selatan. (foto: mfaridwm/palontaraq) Judul Buku: Aksara Serang dan Perkembangan Tamadun Islam di Sulawesi Selatan Penulis: Cho Tae Young Pengantar : Dr. Edward L. Poelinggomang Jumlah Halaman: xx + 214 halaman Penerbit: Ombak Press ISBN: 978-602-7544-44-4 CUKUP mengagetkan bagi saya mendapati...

Ilustrasi – Menegakkan Ulu Ada. (foto: ist/palontaraq) Tulisan sebelumnya: Dimensi Sosial, Hukum, dan Agama dalam ‘Pappaseng’ Memahami ‘Lontaraq’: Aksara, Tulisan, atau Pustaka? Ayam dalam Sejarah dan Budaya Sulawesi Selatan MASYARAKAT Bugis Makassar adalah masyarakat yang suka membuat perjanjian (Bugis: Ulu Ada’, Makassar: Ulu Kana),...

Massaung Manu’. (foto: ist/palontaraq) This word, Manu ‘(in Bugis Languange) or Jangang (in Makassar Languange) meaning chicken, is a very close word in the life of Bugis Makassar people. Cultural Reasearcher, Gilbert Hamonic mentions that botanical culture thick with chicken mythology. If you get a balanced discussion then this word can be very coloring of...

Ilustrasi Karaeng Pattingaloang pada Atlas Joan Blaeau, 1664 (source: jubek, saungvisualdesainisme). NAMANYA kalah populer dari Sultan Hasanuddin, Raja Gowa XVI. Nama Sultan Hasanuddin diabadikan menjadi nama perguruan tinggi terbesar di Indonesia Timur, yaitu Universitas Hasanuddin (UNHAS) di Makassar. Padahal jika kita menilik sejarahnya, dari segi kecendekiawanan sebenarnya...

Vondel Park, Amsterdam (sumber foto: Tripadvisor) In the Netherlands, who does not know Vondel? I think all Dutch people recognize this name, complete Joost van den Vondel, well. His name is immortalized to be the biggest park name in Amsterdam, Vondel Park. The statue of the Dutch poet and playwright who lived in the 17th century (1587-1679) stands proudly in the northern...

Lontaraq (sumber: wacana.co) Suatu waktu penulis berada dalam posisi menjadi ‘wasit’ diantara dua teman yang terlibat diskusi seru. Akh, penulis lebih senang menyebutnya debat kusir. Mereka saling membanggakan moyangnya sebagai seorang bangsawan yang besar dan disegani di masa lampau. Dan seperti biasa, sangat sulit bagi penulis untuk menjadi wasit yang baik....