Oleh: Santo Saba Piliang *)
PALONTARAQ.ID – lslam masuk ke Nusantara di awali dari Aceh oleh orang yang bernama “Abdullah Khattab” yang datang karena diminta langsung oleh Kesultanan di Loksmawe aceh kepada Nabi ﷺ
“Abdullah Khattab” makam nya di Pidie Loksmawe Aceh, beliau yang diminta kepada rosulullah langsung oleh Raja Loksmawe, Raja loksmawe merasa bersaudara dengan belajar kepadanya 3 tahun kemudian ia pergi ke Mekah, Sultan Loksmawe berjumpa dengan rosul, komando syiar pertama nusantara awal abad 6 saat hijrah pertama nabi di 1/3 akhir usia nabi
Abdullah masuk melalui Barus saat itu sebagai pelabuhan internasional, yaitu pintu utama untuk izin masuk yang harus ke barus sebelum ke daerah lain, Abdullah dari Barus ke gunung tua yang di sini ada candi portibi/padang lawas terus ke “Parlak” atau deli tua
Selanjutnya ke “Joho” atau Jorok tanah yang men jorok ke laut di sebut tanjung atau semenanjung malysia dahulu dekat dengan malaka saat ini masuk dalam Malaka,ia bersahabat di Perlak bertemu dengan kesultanan “Joho” yang bernama
“Maharajadiraja Sariputra” yang mempunyai ibu dan berkakak di kadatuan
Makam para pendakwah islam berurutan dari sejak awal masuk ke Nusantara
1.Pasai
2.Johor
3.Malaka
4.Perlak
5.Pidie
6.Langsa
7.Lamuri
Nama “Koto tuo” adalah berasal dari kata “Kato Tuo” literasi teks “Koto” bukan berarti “Kota” tapi berarti “Kata” dalam dialek lokal yaitu “Kato Tuo” nama awal di sebut “Kako Nan Tua” ,kata yang tua adalah “Dua Kalimat Syahadat”..di tempat inilah sejarah mencatat saat “Kadatuan” ber Islam dan ajaran yang di anut nya juga seluruh kerajaan di Nusantara
Bukan Hindu atau Buddha, tapi ajaran leluhur Nusantara itulah ajaran yang mendasari lahir nya Buddha, Jaina Hindu di india, ajaran leluhur kita kaum Arya atau Saka/Cakya/Schytia yang di bawa ke 3/4 muka bumi mewarnai india, jauh sebelum “Vedic” di tuliskan
Di Nusantara ajaran itu bernama “Dharma” di cirikan sudah percaya pada “Monotheisme” dan tokoh terakhir yang menganut nya yaitu saat “Shang Hyang Maharajadiraja Indra Brahman” ,belajar islam abad 7 tahun ke 2 atas perintah ibunya “Puti Bungsu” generasi ke 3 “Si Ompu” trah kadatuan sebelum dan sesudah di sebut Srivijaya,Memerintahkan menulis surat kepada Umar Bin Abdul Aziz untuk di kirimkan seorang “Ahli Islam”
25 tahun kemudian pada abad ke 7 tahun ke 27 datanglah utusan atas permintaan “Indra Brahman” kepada “Abdullah Khattab” melalui surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Kekhalifahan Umayyah,didatangkan utusan bernama “Abdurrahman bin Abdullah bin Abdul Jabar”
“Shang Hyang Datu Indra Brahman” pada abad ke 7 tahun ke 40 menganut islam setelah mempelajarinya selama 13 tahun dan mengganti nama menjadi “Abdullah Amirullah”….
“Kato Tuo” nama awal di sebut “Kako Nan Tua” yang di kenal “Sobay Nan Alui” kemudian terpublikasi “Sobay” dari kata “Sobariah” Nama pra islamnya “Shang Hyang Dewi Puti Sobay Nan Alui”,Keponakan dari “Indra Brahman” yang ibunya adalah kakak sulungnya dari generasi ke 3, _Shang Hyang Dewi Puti Sobay Nan Alui”
Masjid nya ada di bukit Katangka ada sejak masa awal masuk nya Islam dari “Malim Putiah”,anaknya ber islam kepada “Abdurrahman”,sudah sejak umur 16 tahun
di lanjutkan kemudian oleh “Bujang Malim”
(* Santo Saba Piliang, Revicionist History, Exploration & Research #INDONËSIARYĀ
True Back History of Indonesia
eBook, Chat on :
https://santosaba.catalog.to


