Scroll to Top

Palontaraq

Bertindak Lokal Berpikir Global

Istana Datu Luwu. (foto: ist/palontaraq) Oleh: La Oddang Tosessungriu Tulisan sebelumnya: Kedaulatan Adat Istiadat Setiap Negeri PALONTARAQ.ID – “Naiyya akkarungengngE, tania galung, taniato dare’, enrengngE tania kalobeng. Naiyya galungngE, asE ritanengritu lise’na. “Naiyya dare’E, otti na kaluku arE’gatu lise’na. Nenniya kalobengngE, balE tessirupaE...

Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq) Oleh: La Oddang Tosessungriu PALONTARAQ.ID – “Pangngaderreng” (etika normatif, adat dan istiadat) adalah bukan hanya tentang bangsawan dan bukan bangsawan. Bukan pula tentang iman dan taqwa. Terlebih bukan lagi tentang kebaikan hati. Melainkan tentang : sikap dan perkataan suatu indifidu terhadap indifidu lainnya....

Hamparan persawahan di Biraeng, Minasatene-Pangkep. (foto: mfaridwm/palontaraq) Oleh: M. Farid W Makkulau *) Tulisan sebelumnya:  Bercermin dari Kearifan Lokal Ammatoa Kajang PALONTARAQ.ID – Konsep kearifan lingkungan dan tradisi menjaga keseimbangan ekologi sebenarnya banyak tersebar dalam kelompok masyarakat etnik Bugis Makassar. Khazanah pengetahuan dan pengalaman...

Ilustrated by: ist/palontaraq) Oleh: La Oddang Tosessungriu Related Post: Relasi Simbolik Kalompoang dan Pusaka PALONTARAQ.ID – Diambil dari sebutan perkakas bajak sawah, yakni seperangkat alat dari kayu yang dipasang melintang diatas tengkuk sepasang sapi/kerbau agar keduanya terikat satu sama lain hingga dapat berjalan seiring. Kiranya inilah salahsatu kata...

Potret Sultan Hasanuddin, Arung Palakka dan Cornelis Speelman dipajang berdampingan dalam Museum Kota Makassar, ketiganya tokoh dalam Sejarah Perang Makassar. (foto: ist/palontaraq) Oleh: La Oddang Tosessungriu PALONTARAQ.ID – Sejarah adalah alur jejak roda takdir yang berputar tiada henti sepanjang zaman. Manusia tak lain adalah rerumputan yang tumbuh diatas tanah...

Datu Luwu XL, H. La Maradang Mackulau, SH, (foto: ist/palontaraq) Oleh: La Oddang Tosessungriu Tulisan sebelumnya: Makna Busana Adat dalam Pangngaderreng Ugi PALONTARAQ.ID – Lontaraq Attoriolong pada berbagai negeri di Sulawesi Selatan dan Barat menuliskan kronik tentang kejatuhan dan kebangkitan suatu negeri hingga meraih era keemasannya. Riwayat kesejarahan ini...

Dihadapan Opu Datu Luwu, La Maradang Mackulau. (foto: ist/dok.pribadi La Oddang Tosessungriu) Oleh:  La Oddang Tosessungriu Tulisan sebelumnya: Letak Jabatan (2) PALONTARAQ.ID – “Naiyya DatuE // Mattukku ulu // Mattukku AjE // Tennairi anging // Tennawellang tikka // Ade’pa teddu’i namoto’ ” Artinya: Sesungguhnya raja itu // Tertutupi...

Pohon Kelapa. (foto: ist/palontaraq)   Oleh: La Oddang Tosessungriu Tulisan sebelumnya: Menakar Martabat PALONTARAQ.ID – Bahwa keteladanan bahkan diletakkan oleh Sang Maha Pencipta kepada tetumbuhan, tak lain dimaksudkan sebagai pembelajaran kepada manusia yang ditakdirkan oleh-Nya sebagai khalifah di permukaan bumi. Salahsatu dalam hal ini adalah kelapa. Buah...

Datu Luwu XL, H. La Maradang Mackulau, SH Opu To Bau’. (foto: ist/palontaraq) Oleh: La Oddang Tosessungriu Tulisan sebelumnya:  Letak Jabatan (1) PALONTARAQ.ID – Petta La Manussa Toakkarangeng adalah seorang RAJA selaku mahkamah elite yang menjatuhkan vonis hukuman denda 4 ekor kerbau terhadap dirinya selaku PRIBADI. Bahwa DATU SOPPENG-lah yang menjatuhkan...

Ilustrasi – Pelantikan Pejabat Negara. (foto: ist/palontaraq) Oleh: Ahmad Ubbe Related Post: Siapa tak bisa dipegang Kepalanya, Pantas dicekik Lehernya PALONTARAQ.ID – Banyak pengajaran dan renungan leadership menurut Lontaraq orang Bugis Makassar kepada Para Pemimpin, diantaranya ialah Pesan To Meggu Maccae ri Luwuq. Berikut ini dialog antara To Meggu MacaE...