Beranda Feature Bersabarlah dalam Ketaatan, Sebentar lagi kita masuk Fase kelima

Bersabarlah dalam Ketaatan, Sebentar lagi kita masuk Fase kelima

Ustadz Zulkifli M. Ali. (UZMA). (foto: ist/palontaraq)
Ustadz Zulkifli M. Ali. (UZMA). (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Nasrudin Joha

Related Post: Benarkah Kalender Islam tak sampai Tahun 1500 Hijriyah

PALONTARAQ.ID – Ustadz Zulkifli Muhammad Ali (UZMA) menjelaskan dalam orasinya saat Reuni Akbar 212 di Monas, Jakarta, bahwa umat ini sebentar lagi memasuki fase kelima, yakni fase kekhilafahan ‘ala Minhajin Nubuwah.

Pernyataan UZMA ini disandarkan pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Hudzaifah Ibnu Yaman yang dikeluarkan dalam kitab Musnad Imam Ahmad bin Hambal.

Menurut hadis tersebut, periode Sejarah Umat Manusia itu diawali dengan masa kenabian, ini fase pertama. Selanjutnya, fase khilafah ala minhajin Nubuwah, ini fase kedua. Kemudian, fase Mulkan Adzon, penguasa yang menggigit, ini fase ketiga. Dan diujung sebelum masuk periode fase ke lima, ada fase keempat yakni fase Mulkan Jabriyatan atau penguasa Tiran, diktator.

Fase kelima adalah fase terakhir sebelum kiamat tiba. Fase ini akan kembali pada fase kedua, yakni fase khilafah ‘ala minhajin Nubuwah.

Karena itu, UZMA berpesan agar umat ini tidak takut disebut radikal, bahkan wajib menjadi radikal dan bangga menjadi radikal. Sebab, radikal itu mengakar, ingin penerapan syariat yang kaffah, menyeluruh. Dan, syariah kaffah itu hanya terwujud dalam bingkai khilafah.

Menyongsong fase kelima ini, atau era 5.0, Umat Islam wajib terikat pada Ajaran Rasulullah SAW. Tak peduli, meskipun dibenci manusia dan diperangi penguasa, umat wajib terikat dengan Syariah Islam yang dibawa Rasululah SAW.

Khilafah adalah ajaran Nabi SAW, jadi tak perlu dukungan dan pembelaan dari profesor teori baku tak baku. Mau dibilang tak baku, bodo amat, yang penting Allah SWT ridha, dan perjuangannya mengikuti teladan Rasulullah SAW.

Jadi saat ini semua umat Islam wajib tahu apa itu khilafah, dan terus membincangkan khilafah. Khilafah ini menjadi solusi dari kebuntuan politik pragmatis demokrasi liberal.

Khilafah adalah masa depan Umat Islam, penting bagi umat ini untuk memahami secara rinci masa depannya. Khilafah adalah institusi yang menerapkan Syariah Islam secara kaffah dan mengemban misi dakwah Islam ke seluruh penjuru alam.

Khilafah itu ajaran mulia, bukan seperti yang ditudingkan rezim sebagai ISIS, pemecah belah, anti keberagamaan, intoleran, mengajak kekerasan, dan fitnah keji lainnya. Kalau mau tahu kemuliaan khilafah ya baca sejarah kekhilafahan Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali hingga Umar bin Abdul Azis.

Jangan membahas khilafah kok yang dijadikan teladan ISIS, Al Baghdadi, apa yang dijelaskan Amerika, China dan negara kafir penjajah lainnya. Memangnya kita tidak punya akal sehat, untuk memilah, menilai dan memilih pendapat?

Terakhir, saya suka sekali mengutip hadits ini. Semoga, dengan membacanya kita semua semakin bersemangat menyongsong datangnya khilafah.

 تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ

فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا

فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ

أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ

Artinya:

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan yang zhalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR. Ahmad). []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT