Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Scroll to Top

Palontaraq

Bertindak Lokal Berpikir Global

Ustadz Fadzlan Garamatan ditengah Masyarakat Muslim Papua. (foto: ist/palontaraq) Oleh: Joko Prasetyo “Lihat siapa mereka-mereka yang memberontak? Siapa mereka-mereka yang ingin melepaskan diri dari NKRI? Bukan kami Muslim Papua toh?” (Ustadz Fadzlan Garamatan) PALONTARAQ.ID – Masyarakat Indonesia dan luar negeri menganggap Papua sebagai daerah Kristen. Agama...

Router Water Bombing Pemadaman Karhutla Taman Nasional Gunung Ciremai, 12 Agustus 2019. (foto: BNPB/TNGC) Oleh: Agus Wibowo, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB PALONTARAQ.ID, JAKARTA – Berdasarkan pantauan Tim Apuy, satu titik api di hutan Gunung Ciremai belum padam hingga sore tadi (12/8), pukul 17.00 WIB. Titik api teridentifikasi berlokasi di sebelah...

Foto ilustrasi: A. Fahry Makkasau Oleh: Andi Fahry Makkasau Tulisan Sebelumnya:  Legenda Tobarani dari Tanralili:  Karaeng Tallua ri Marusu PALONTARAQ.ID – Memasuki Abad XX di Maros berkembang situasi yang sangat fluktuatif karena terjadinya persaingan antar elite. Simbang yang sejak 1870 melebur ke dalam Turikale ketika masa La Umma Daeng Manrapi sebagai Regent...

Tiga bersaudara tobarani dari Tanralili, dijuluku, “Karaeng Tallua ri Marusu”/ (foto: KITLV/dok.A.Fachry Makkasau) Oleh: Andi Fahry Makkasau Tulisan Sebelumnya:  Dari Gilingkanayya menjadi Biringkanayya PALONTARAQ.ID – Awal tahun 1900 terjadi Krisis Ekonomi di Maros, produksi padi rakyat jauh menurun diakibatkan aliran air dari Bantimurung tidak dapat...

Ilustrasi Foto by: Andi Fahry Makkasau Oleh: Andi Fahry Makkasau Tulisan Sebelumnya: Maros Abad XIX: Integrasi, Struktur Kekuasaan dan Perlawanan Rakyat PALONTARAQ.ID – Biringkanaya awalnya hanya sebuah perkampungan kecil bernama Daya, dan menjadi bagian dari kekuasaan Karaeng Loe ri Bira. kemudian berubah menjadi Daerah otonom berpemerintahan adat sendiri dengan...

Stempel Inggris saat pendudukan di wilayah Sulawesi Selatan. (foto: KITLV/dok.A.Fahry Makkasau) Oleh: Andi Fahry Makkasau Tulisan Sebelumnya: Sekilas tentang Langkanaya, Balla Lompoa ri Marusu PALONTARAQ.ID – Pada tahun 1816, Inggris resmi meninggalkan Sulawesi Selatan, Onderafdeling Maros yang tadinya termasuk dalam penguasaan Inggris diserahkan ke dalam penguasaan...

Ilustrasi – Balla Lompoa ri Gowa. (foto: KITLV/palontaraq) Oleh: Andi Fahry Makkasau Tulisan Sebelumnya: Gallarang Appaka, dari Gowa-Tallo ke Maros PALONTARAQ.ID – Istana Raja yang disebut Balla Lompoa, dalam Bahasa Makassar atau disebut SaorajaE dalam Bahasa Bugis, adalah unsur terpenting dalam eksistensi kekuasaan Raja-raja Suku Makassar. Balla Lompoa, tidak...

Kata “Makassar” di Pantai Losari. (foto: mfaridwm/palontaraq) Oleh: M. Farid W Makkulau Tulisan Sebelumnya:  Pakkio Bunting: Keindahan Puitis Memanggil Pengantin PALONTARAQ.ID – Kelong dalam pengertian umum sekarang ini sering diartikan sama dengan nyanyian. Seperti kata akkelong yang artinya (sedang) menyanyi. Tapi yang dimaksudkan kelong dalam pengertian...

Map Sudiang saat ini, masuk dalam wilayah Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. (sc.foto: ist/palontaraq) Oleh: Andi Fahry Makkasau Tulisan Sebelumnya: Pitu Bila-bila, Awal Sejarah Lebbo TengngaE PALONTARAQ.ID – Kisah sejarah daerah ini diawali dengan kedatangan Tomanurung yang datang melalui sebuah pohon keladi raksasa yang dalam Bahasa setempat disebut Pacco “Balira”...

Foto: Andi Tari Karaeng Laiya, salah satu Karaeng di awal thn 1900 dalam wilayah Lebbo TengngaE. (foto: dok.pribadi A. Fachry M) Oleh: Andi Fahry Makkasau Tulisan Sebelumnya: Putra Daerah Maros, Siapa Dia, Yang Mana Dia? PALONTARAQ.ID – Kerajaan-kerajaan Lebbotengngae adalah kerajaan-kerajaan yang berada di wilayah Pegunungan Maros. Nama Lebbotengngae sendiri bermakna...