Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Scroll to Top

Palontaraq

Bertindak Lokal Berpikir Global

‘Ulumul Hadits. (foto: ist/palontaraq) Oleh: Muhammad Farid Wajdi Related Post:  Pengantar Ilmu Hadits PALONTARAQ.ID – Hadits Nabi SAW adalah sumber hukum dan rujukan kedua setelah Al-Qur’an. Sebagai sumber hukum, Hadits seharusnya dipahami dengan baik oleh umat Islam, yang shahih maupun dhaif, riwayat dan kedudukannya, serta pengamalannya. Tulisan ini mengkhususkan...

Ilustrasi: SumberL KITLV Oleh: Prof Dr. A. Rasyid Asba, MA, Sejarawan UNHAS Tulisan Sebelumnya: Demokrasi yang Merana: Terabaikannya Nilai-nilai Lokal dalam Pengembangan Demokrasi di Indonesia (5) Pangaderreng sebagai Kekuatan Hukum Konsepsi kekuasaan kepemimpinan To-Manurung di Gowa, di Bone dan di Wajo yang dijadiken sasaran perhatian, masing-masing memiliki ciri-ciri...

Ilustrasi: SumberL KITLV Oleh: Prof Dr. A. Rasyid Asba, MA, Sejarawan UNHAS Tulisan Sebelumnya:  Demokrasi yang Merana: Terabaikannya Nilai-nilai Lokal dalam Pengembangan Demokrasi di Indonesia (4) 4. Kerajaan Luwu Kerajaan Luwu pada awalnya berpusat di Ware adalah salah satu kerjaan tertua di Sulawesi Selatan dan merupakan cikal bakal kerjaan-kerajaan psisir di Sulawesi...

Ilustrasi: SumberL KITLV Oleh: Prof Dr. A. Rasyid Asba, MA, Sejarawan UNHAS Tulisan Sebelumnya: Demokrasi yang Merana: Terabaikannya Nilai-nilai Lokal dalam Pengembangan Demokrasi di Indonesia (3) (Lanjutan) …… 2. Kerajaan Bone Sebelum terbentuknya “Kawerrang Tanah Bone” (Kerajaan Bone) tardapatlah tujuh buah negeri yang disebut wanua, tempat bergabungnya...

Ilustrasi: SumberL KITLV Oleh: Prof Dr. A. Rasyid Asba, MA, Sejarawan UNHAS Related Post:  Tana Luwu, Negeri terbit Fajar Peradaban I La Galigo dan Islam Demokrasi “Manngele’ Pasang, Massolompawo” Sekitar abad ke XIV konsepsi To-Manurung berhasil menyatukan sejumlah kaum membentuk wanua (negeri), dan menggabungkan beberapa wanua negeri, menjadi tanah...

Ilustrasi: SumberL KITLV Oleh: Prof Dr. A. Rasyid Asba, MA, Sejarawan UNHAS Related Post: Menyoal “Kalabbirang” dalam Pandangan Adat Bugis Makassar Budaya Politik Orang Bugis Makassar Dalam tatanan kultural birokrasi berbagai kerajaan di Sulawesi Selatan di masa lampau, adat menempati posisi dan kekuasaan yang tertinggi, raja hanyalah pelaksana adat, seperti...

Ilustrasi- Dalam penulisan artikel harus teliti soal aspek kebahasaan. (foto: ist/palontaraq) Oleh: Wahya, Staf Pengajar Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Padjajaran (UNPAD), Bandung 1. Pendahuluan Dunia pendidikan tinggi identik dengan dunia keilmuan dan penelitian ilmiah dalam berbagai disiplin, baik sebagai syarat kelulusan jenjang studi maupun...

Ilustrasi: SumberL KITLV Oleh: Prof Dr. A. Rasyid Asba, MA, Sejarawan UNHAS Related Post: Kedatuan Luwu, Benteng Terakhir Pelestarian Nilai Budaya Sulsel PALONTARAQ.ID – Membicarakan nilai-nilai kelokalan, khususnya masalah demokrasi/ hidup berkelompok (wanua) masih dapat dikatakan belum dibuka secara bebas karena dapat mengancam integrasi nasional, khusunya kelompok...

Hadits Riwayat Muslim (foto: ist/palontaraq) Pengantar Ilmu Hadits ini merupakan sehimpun catatan Penulis saat mengikuti Kuliah Tertulis Ilmu Hadits pada Yayasan Islamic College (YIC), Tangerang, dalam Tahun 1997. – Muhammad Farid Wajdi – Oleh:  Muhammad Farid Wajdi PALONTARAQ.ID – ISLAM sebagai Agama sempurna yang mengatur disegala aspek kehidupan...

Foto Makassar Tempo Doeloe – Pasar Boetoeng (Pasar Butung, 1907) Oleh:  Siti Junaeda, Dosen Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Makassar A. Pengantar Abad ke-20 sering disebut sebagai zaman modern, oleh Furnivall diterjemahkan sebagai zaman ”ekspansi, efisiensi, dan kesejahteraan”.[1] Salah satu penanda zaman ini adalah perluasan sistem pendidikan...