Kelong bukan Nyanyian

Kata Makassar di Pantai Losari. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Kata “Makassar” di Pantai Losari. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Oleh: M. Farid W Makkulau

Tulisan Sebelumnya:  Pakkio Bunting: Keindahan Puitis Memanggil Pengantin

PALONTARAQ.ID – Kelong dalam pengertian umum sekarang ini sering diartikan sama dengan nyanyian. Seperti kata akkelong yang artinya (sedang) menyanyi. Tapi yang dimaksudkan kelong dalam pengertian Sastra Daerah Makassar adalah sejenis pantun, tetapi dapat pula diucapkan seperti orang yang menyanyi.

Kelong dapat pula dikategorikan sebagai sastra lisan yang diwariskan secara turun temurun, makanya seringkali disebut Kelong Turiolo. Jenis kelong dapat dikelompokkan berdasarkan isi atau ungkapannya, di dalamnya ada pesan yang ingin disampaikan, baik dalam keadaan gembira atau sedih, juga tergantung bagaimana keadaan si penuturnya.

Sebagai sastra tutur, sebuah kelong dapat pula dipertunjukkan di depan publik, dengan iringan alat musik tradisional seperti kecapi atau kesok-kesok. Kelong dapat mengantarkan pesan pribadi kepada khalayak, layaknya cerita pendek yang diperdengarkan atau dibacakan. Keseruannya tergantung kemampuan si penutur, bahwa cerita yang sifatnya pribadi dan terwariskan secara turun temurun dari keluarganya pada dasarnya juga adalah milik publik, karena pada cerita (kelong) yang sama juga dialami dan dirasakan oleh orang lain.

Contoh-contoh Kelong: Kelong Teknek Pa’mai (Nyanyian gembira), Kelong Susa Pakmai, Kelong Sare (Nyanyian Nasib), Kelong Boto-botoang (Nyanyian teka-teki), Kelong Padolangang (Nyanyian Pelaut), kelong Agama, Kelong Pangajarak, Kelong Tupabbiring, Kelong Sibokoi, Kelong Palloserang, Kelong Pamarri, Kelong Tulembang, Kelong Palabbak.

Lihat pula: Mengenal Paruntuk Kana dalam Sastra Makassar

Macam-macam Kelong:

Kelong Teknek Pa’mai (Kelong Gembira)

Battu ratema ri Bulang
Makkuta’nang ri Bintoeng
Apa kananna
Bunting lompojako Sallang.

Artinya:

Telah datang aku dari bulan
Bertanya kepada bintang-bintang
Apa katanya?
Kawin ramailah engkau kelak.

Kelong Susa Pakmai (Kelong Susah Hati)

Punna Kucinik taua
Nirurungang ri ammakna
Makgiling mamak
Mangkere Jeknek Matangku

Artinya:

Kalau aku lihat orang
Diiringi oleh ibunya
Terpaksa aku berpaling
Mengusap air mataku

Kelong Sare (Kelong Nasib)

Tauwa manna kamase
Ri boriknaji kamase
Nakke rikong
Kuerangi sekreang bori’.

Artinya:

Orang walau hidup melarat
Di negerinya saja melarat
Aku kasihan
Kubawa ke negeri lain.

Kelong Boto-botoang (Kelong Teka-teki)

Punna Nukana kalennu,
Caraddeko Nu Mangasseng
Botoi bedeng
Minro-minroi na tianang

Artinya:

Kalau engkau anggap dirimu,
Pintar dan berpengetahuan
Cobalah terka
Sambil berputar dia mengandung

Kelong Padolangang (Kelong Pelaut)

Kubantunna Sombalakku
Kutantang baya-bayaku, Takminayak
Toali tannga dolangang

Kelong Agama

Assambayangko nutambung
Pakajai amalanu
Na nujarreki
Kananna Anrong Gurunnu

Artinya:

Bersembahyang dan Berserah Dirilah
Perbanyaklah amalmu
Dan Yakini
Ajaran Gurumu.

Kelong Pangngajarak (Kelong Pendidikan)

Tutu Laloko ri kana
Ingakko ri panggaukang
Kodi gauknu
Kodi todong balasakna

Artinya:

Berhati-hatilah dalam perkataan
Ingatlah selalu perbuatanmu
Buruk perbuatanmu
Buruk juga balasannya.

Kelong Sibokoi (Kelong Perpisahan)

Punta Sallang sibokoi
Teakik sirampe kodi
Rampea golla
Nakurampeko kaluku.

Artinya:

Kalau nanti kita berpisah
Janganlah saling mengungkap kejelekan
Anggaplah aku gula
Dan Aku anggap kau kelapa.

Kelong Palloserang (Kelong Menidurkan Anak)

O Anak, tinromako naung
Siloserang sumangaknu
Mata takdokdok
Paklungang manakkuk tommi

Artinya :

Tidurlah wahai anakku
Bersama semangatmu
Mata mengantuk
Bantalpun sudah rindu.

Kelong Pamarri (Kelong Petani)

Ussuko-ussuko dongik
Teako kanrei ‘sengku
Ase karaeng
Pammariang tunisomba

Artinya:

ENyahlah engkau burung ketitir
Jangan makan padiku
Padi raja
Sawahnya yang dipertuan

Kelong Tulembang (Kelong Orang Pedalaman/Pegunungan)

Tasangkakapi bulunna
Tattimboapi kaknyikna
Naerok tommo
Manri ‘bak mappangkle kayu.

Artinya:

Belum lengkap bulunya.
Belum tumbuh sayapnya
Ia sudah ingin juga
Terbang ke dahan kayu.

Kelong Tupabbiring (Kelong Orang Pantai)

Gossea punna mammanyuk
Niak gusung narampei
Inakke iya
Arusukaji kupinawang

Artinya:

Gosse (rumput laut) kalau hanyut
Ada pantai tempat terdampar
Tetapi saya
Hanya arus saya ikuti.

Kelong Palabbak

Nakkukma ‘nne ri kampongku
Kuring-kuring ri ballakku
Apa gaukku
Ka nasimbangak dolangang

Artinya:

Telah aku rindukan kampungku
Telah aku dambakan rumahku
Apa dayaku
Samudera menghalangiku.

Demikianlah Kelong ala Orang Makassar, bukan akkelong-akkelong, menyanyi, sebagaimana dikenal generasi muda selama ini. Kelong adalah salah satu jenis Sastra Makassar yang kini mulai dilupakan dan terlupakan, disamping karena sudah banyak penuturnya yang hilang di masyarakat, juga karena jarang atau tidak pernah lagi diajarkan di sekolah, dalam bentuk pelajaran muatan lokal.

Semoga suatu saat penulis dalam membukukannya, sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap upaya menjaga dan melestarikan khazanah sastra daerah. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

Artikulli paraprak
Artikulli tjetër

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT