Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
PALONTARAQ.ID – Tak mudah untuk menguasai Ilmu-ilmu kepesantrenan, jika standar penilaiannya adalah tingginya adab, mahir berbahasa arab, hafidz Qur’an (minimal 6 Djuz), hafidz hadits (minimal Hadits Arbain An-Nawawiyah, Lihat: DISINI), menguasai nahwu-shorof dan bisa membaca kitab kuning, serta menghafal beberapa kitab matan ilmiah.
Meski tak mudah, tapi tidak juga sesulit yang dibayangkan sebagian besar santri. Buktinya banyak santri yang sukses menguasai ilmu-ilmu kepesantrenan dengan standar penilaian sebagaimana disebutkan diatas, terutama sekali bagi mereka yang mondok di Pesantren Salafiyah. Hanya sedikit dari santri Pesantren Modern yang mampu menguasai secara keseluruhannya, karena mereka juga harus berjuang menaklukkan mata pelajaran umum.
Lihat pula: Hadits tentang Menuntut Ilmu dan Menghargai Waktu

Ilmu yang paling tinggi sebenarnya adalah Ilmu-ilmu agama, atau kadang disebut: Ilmu-ilmu keislaman, yaitu ilmu yang sejatinya menghantarkan kita kepada pemahaman dan pengamalan ajaran Islam, yang pada akhirnya menyelamatkan (baca: membahagiakan) hidup kita, di dunia maupun di akherat kelak.
Ilmu-ilmu keislaman yang banyak dan beragam itulah, seperti Aqidah-Akhlak, AlQur’an-Hadits, Fikih, Bahasa Arab, Sejarah Kebudayaan Islam, dan lain sebagainya, itulah yang harus ditaklukkan ketika memilih melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren, baik Pesantren Modern maupun Pesantren Salafiyah.
Pondok Pesantren, apapun nama dan kategorinya, sejatinya adalah lembaga pendidikan unggulan. Bukan hanya karena mata pelajaran yang didapatkannya lebih banyak, tetapi juga karena tidak mudah untuk menguasainya, terkhusus dalam hal penguasaan nahwu-shorof, mahir berbahasa arab, serta penghafalan (Al-Qur’an-Hadits, Qawaid, dan Kitab Mutun Thalibiil Ilmi). Meski sulit untuk dikuasai bukan berarti tidak bisa dikuasai.
Lihat pula: Fadhilah Kecerdasan dari Membaca Al-Qur’an
Bagaimana Tips Sukses menguasai Ilmu-ilmu Kepesantrenan? Sabar, jangan terburu-buru! Segala keterburu-buruan itu datangnya dari Syaitan. Untuk menguasai satu bidang ilmu itu perlu diperhatikan tingkatan, mustawa atau levelnya (Lihat: DISINI), tidak boleh lompat-lompat. Itulah sebabnya para ulama senantiasa mengingatkan bahwa menuntut ilmu itu harus lama, tidak boleh instan, harus sabar, butuh keikhlasan, dan yang lebih penting: menjaga adab terhadap Guru/Ustadz, Kyai, Syekh atau Mursyid. Terkait adab ini, seorang santri harus ngaji dulu Kitab Ta’lim Muta’allim, yaitu Kitab yang menjelaskan Adab-adab Penuntut Ilmu.

Berikut ini Tips sukses menguasai Ilmu-ilmu Kepesantrenan:
Tips Pertama, Disiplin Mengikuti Pelajaran di Kelas
Mata Pelajaran Kepesantrenan yang diajarkan di Ruang Kelas adalah mata pelajaran yang sudah terjadwal. Itulah sebabnya butuh kedisiplinan dan kerajinan dalam mengikutinya. Mapel yang diajarkan di Kelas adalah Pendidikan Agama Islam (PAI), Al-Qur’an-Hadits, Bahasa Arab, Mapel Rumpun Bahasa Arab seperti: Nahwu Shorof, Muthalaah, Muhadatsah, dan Mahfudzat, Mapel Fikih, Aqidah Akhlak, Tafsir, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).
Waktu jualah nanti yang akan menguji seberapa disiplin dan rajin seorang santri mengikuti Mapel Kepesantrenan di Kelas. Ujian terhadap Pemahaman dan Pengamalan terhadap Mapel Kepesantrenan itu tidak hanya di dalam Pesantren, tapi dalam kehidupan sehari-hari, menyangkut adab, ibadah dan muamalah sehari-hari.
Satu tahun pertama berada di Pondok Pesantren, sudah harus tahu cara bersuci (Thaharah) dan Shalat yang benar, hafal Al-Qur’an minimal 1 Djuz, tahu Adab terhadap Orangtua, Guru dan sesama teman, mampu memahami perbedaan pendapat dan keragaman sikap dalam pergaulan sosial, sudah hafal hadits terkait ibadah sehari-hari, sudah tahu memperkenalkan diri, orang lain dan sekolah dalam Bahasa Arab, dan lain sebagainya.
Lihat: Keutamaan Mempelajari Ilmu Agama

Tips Kedua, Rajin Mengikuti Pengajian di Masjid
Mengikuti pengajian kitab (kitab turats; kitab kuning) di Mesjid itu wajib bagi santri, kecuali bagi santriwati yang berhalangan (haidh). Santri dituntut tak hanya mengikuti, tapi juga mencatat dan aktif bertanya jika memang ada yang belum dipahami.
Beberapa Pengajian Kitab yang dilaksanakan umumnya mendukung atau memperjelas Ilmu-ilmu kepesantrenan yang diberikan di Kelas, seperti Pengajian Kitab Matan Al-Ajurumiyah (Nahwu-Shorof), Tafsir Jalalain (terkait Mapel Al-Qur’an-Hadits), Irsyadul Ibad dan Fathul Qarib (terkait Mapel Fikih), Ta’lim Muta’allim (terkait Mapel Akhlak; Adab), dan lain sebagainya.

Lihat pula: Pembelajaran Kitab Kuning
Tips Ketiga, Membiasakan Diri Berbahasa Arab
Kunci Penguasaan Bahasa Arab adalah perbanyak hafalan kosakata dan pembiasaan berkomunikasi atau percakapan (Hiwar). Karena itu bentuklah kelompok atau grup percakapan Bahasa Arab, di dalam kampus dan atau bisa juga di luar kampus.
Biasakan pula menyapa, bertanya, menjawab, menegur atau meminta sesuatu dengan Bahasa Arab. Jika sudah semakin mahir berkomunikasi, latih pula dirimu untuk percaya diri tampil berdakwah Bahasa Arab. Agar terbiasa berbahasa Arab, sebaiknya seorang santri setiap hari harus memegang buku percakapan bahasa arab sehari-hari serta harus memiliki Kamus Bahasa Arab.
Beberapa Materi Percakapan Bahasa Arab, bisa dilihat: DISINI
Tips Keempat, Atasi Masalah Tahsin, lalu sering Muraja’ah (Tahfidz)
Saat melangkahkan kaki memasuki gerbang Pondok Pesantren, bertekadlah agar menjadi santri yang memiliki hafalan Al-Qur’an dan Hadits. Jika belum lancar mengaji, berusahalah untuk terus menerus memperbaiki bacaan. Mintalah bimbingan guru untuk ikut Tahsin dan jika sudah meningkat, perbaiki tajwidnya, dan selanjutnya daftarkan diri untuk mengikuti Program Tahfidz Qur’an.
Lihat: Keutamaan Besar bagi Penghafal Al-Qur’an dan Keistimewaan Penghafal Al-Qur’an
Tips Kelima, Menguasai Nahwu-Shorof
Ciri santri yang harus melekat pada dirinya adalah akrab dengan Qawaid, kaidah-kaidah Bahasa Arab yang lazim disebut Nahwu-Shorof. Tidak menguasai Nahwu-Shorof berarti diragukan kesantriannya. Tidak menguasai Nahwu-Shorof berarti tidak bisa membaca kitab kuning. Menguasai Nahwu-Shorof berarti bisa membaca tulisan arab tanpa baris/harakat dan paham maksud bacaannya.
Untuk menguasai Nahwu-Shorof perlu waktu lama, penuh perjuangan dan kesabaran. Bagi sebagian besar santri, Nahwu-Shorof lebih sulit dari Matematika, karena rumusnya banyak dan memang harus dihafalkan. Tapi, jika serius juga tidak sesulit yang dibayangkan. Itulah sebabnya para ulama menulis kaidah-kaidah Nahwu-Shorof itu dalam bentuk nadhom, layaknya dinyanyikan (syair/puisi) pada banyak kitab matan.
Beberapa kitab rujukan yang populer terkait penguasaan Nahwu Shorof di Pondok Pesantren adalah dari Imrithi (Muqaddimah Ajurumiyah), Al-Ajurumiyah, Mulhatul I’rab, sampai Matan Alfiah Ibnu Malik.
Lihat pula: Pengantar Mengakrabi Nahwu

Tips Keenam, Menghafal Kitab Mutun Thalibil Ilmi/Kitab Mandzumah
Beberapa kitab matan ilmiah/mandzumah yang penulis rekomendasikan untuk dihafalkan adalah:
- Matan Imrithi’ (Al-ajurumiyah);
- Nadhom Amtsilatut Tashrifiyah dan Nadhom Maqsud (Shorof/Tashrif);
- Nadhom Aqidatul Awwam dan Khoridatul Bahiyah (Aqidah/Ilmu Tauhid);
- Matan Hidayatus Sibyan, Jazariyah, dan Matan Tuhfatul Athfal (Ilmu Tajwid);
- Mandzumah Baiquniyyah (Musthalah Hadits);
- Nadhom Fiqih Thoriqiy (Fikih), dan;
- Matan Alfiah Ibnu Malik (Nahwu-Shorof; Lihat pula: Persembahan Nadhom Alfiah Ibnu Malik dan DISINI).
Tips Ketujuh, Rajin Mengikuti Majelis Taklim/Daurah/Pelatihan dan Ujian Sanad Kitab
Seorang santri sejatinya adalah penuntut ilmu yang selalu mengejar dua hal, yaitu pemahaman ilmu dan keberkahan ilmu, dari ulama (guru, mursyid, kyai atau ustadz) dan dari fadhilah kitab yang dibacanya.
Karena itu, rajinlah mengikuti majelis taklim, daurah atau pelatihan untuk memburu pemahaman dan keberkahan ilmu-ilmu keislaman tersebut. Jika sudah siap diuji, ikutilah Ujian Sanad Kitab atau Tasmi Hafalan Qur’an-Hadits.
Lihat: Daftar Kitab dan Kitab Kuning yang Wajib dipelajari Santri dan Ustadz

Tips Kedelapan, Mengikuti Lomba Qira’atul Qutub; Lihat: Kitab Kuning yang diujikan dalam Lomba Qira’atul Qutub dan DISINI
Lomba Qira’atul Qutub adalah lomba keren dan bergengsi bagi seorang santri. Dalam lomba inilah, terbaca penguasaan Nahwu-Shorof yang jelas dan tangguh dari seorang santri. Puncak keren keilmuan seorang santri adalah ketika sudah dapat membaca kitab kuning (kitab turats), menjelaskan makna dan maksudnya.
Demikianlah Tips sukses menguasai Ilmu-ilmu Kepesantrenan. Semoga bermanfaat adanya. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Pemegang Ijazah Sanad Kitab at-Tibyan fi Adabil Hamalatil Qur’an, Kitab Arba’in Hadits fi Syahr Ramadhan, Kitab Qatrunnada wa Ballushada, Kitab Mulhatul I’rab, dan Kitab Tuhfatul Athfal.




Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Saya MEUTHYA KAMARATIH
Alhamdulillah setelah membaca blog ini saya jadi tahu ilmu ilmu pesantren dan setelah membaca blog ini saya juga jadi bertambah semangat untuk belajar serta tak sabar untuk masuk kedalam pesantren modern putri IMMIM Pangkep
Terimakasih
Was’salamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Assalamualaikum wr wb
Dari blog di atas saya bisa belajar mengenai tips-tips bagaimana bisa sukses menguasai ilmu-ilmu kepesantrenan. insyaallah saya akan menerapkannya nanti di pesantren. Agar bisa cepat dan mudah mempelajari ilmu-ilmu kepesantrenan.
Waalaikumsalam wr wb
Assalamualaikum….alhamdulillah setelah saya membaca blog teks di atas saya jadi tau cara yang benar untuk menguasai ilmu ilmu pesantren,saya akan terapkan jika di pesantren nanti inn syaa allah.
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
setelah saya membaca blog di atas saya jadi tau ilmu ilmu pesantren dan semakin semangat untuk mempelajari nya
Assalamualaikum
Alhamdulillah setelah membaca bacaan diatas saya jadi lebih mengetahui tips tips dan cara mudah menguasai ilmu ilmu ke pesantrenan dan tentu saja tidak mudah untuk menguasainya dengan waktu yang singkat tapi memiliki proses dan kita juga di ajarkan bahwa mempelajari ilmu ilmu ini tidak instan dan secara cepat tapi juga harus memiliki tekad yang kuat dan juga menguasai suatu ilmu itu memiliki tingkatan
Mulai dari dasar nya hingga ke tingkatan paling tinggi saya pikir sekian Wassalamualaikum.
Assalamualaikum wr wb
Alhamdulillah setelah saya membaca bloq di atas saya menjadi tau cara mempelajari ilmu pesantren dengan baik dan benar
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah setelah membaca blog diatas saya jadi tahu ilmu ilmu pesantren dan cara mempelajari ilmu nya dengan baik dan benar in shaa Allah saya bisa melakukannya
Wassalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh
Assalaumaikum wr.wb
Alhamdulillah setelah membaca bacaan d atas. Sy lebih bersemangat lagi tuk masuk pesantren dan mendalami ilmu ilmu masuk pesantren dan semogah kedepan nya lebih banyak lagi yg ingin dan ikut masuk pesantren seperti sy. Wassalamualikum warahmatullahi wabarakatu🙏😇
assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh setelah membaca bacaan diatas saya jadi tau cara menguasai ilmu ilmu kepesantrenan dan saya akan mempelajari ilmunya dengan baik wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu.
Setelah membaca blog d atas saya jd Thu cara menguasai ilmu ilmu kepesantrenan yang baik dan benar.dan insyaallah saya akan menerapkan nya nanti jika masuk pesantren.dan saya juga SDH TDK sbr untuk masuk ke psntren.skian wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatu.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah setelah membaca blog diatas setidaknya saya sudah dapat beberapa gambaran mengenai tips-tips menguasai ilmu-ilmu kepesantrenan yang akan kita pelajari setelah kita lulus kedepannya insyaallah di pompes terbaik IMMIM Pangkep. Terimakasih
Alhamdulillah setelah membaca blog di atas saya jadi tau ilmu ilmu pesantren dan cara mempelajari ilmu dengan baik dan benar.insyaallah sy akan bisa melakukannya.
Assalamualaikum setelah membaca bacaan di atas saya saya lebih mengetahui cara menguasai ilmu kepesantrenan yang insyaallah saya akan mempelajari dan rajin belajar ilmu” kepesantrenan wassalamu’alaikum
Assalamu’alaikum
Setelah membaca bacaan di atas sy lebih mengetahui cara menguasai sy akan mempelajari dan rajin belajar ilmu kepesantern
Wassalamu’alaikum
Assalamualaikum
Alhamdulillah setelah membaca blog di atas saya jdi tau dan mengerti ilmu kepesantrenan dengan baik
Wassalamualaikum
assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh
setelah saya membaca artikel diatas, saya telah mengetahui ilmu kepesantrenan dan cara menguasainya. terima kasih
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Setelah membaca blog di atas saya mengetahui cara menguasai ilmu kepesantrenan.
Terima kasih🙏🏻
Assalamu’alaikum, Alhamdulillah setelah membaca blog ini saya mengetahui cara menguasai ilmu kepesantrenan yaitu sabar dan istiqamah. sekian terimakasih, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Saya MEUTHYA KAMARATIH
Alhamdulillah setelah membaca blog ini saya jadi tahu tips sukses menguasai ilmu kepesantrenan ,sekian terimakasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh