Mau Studi Wisata Sejarah Makassar, Baca Dulu ini!

Museum La Galigo dalam Kompleks Fort Rotterdam (foto: mfaridwm/palontaraq)

Museum La Galigo dalam Kompleks Fort Rotterdam (foto: mfaridwm/palontaraq)

Oleh: M. Farid W Makkulau

Tulisan sebelumnya:  Bercermin dari Sejarah

PALONTARAQ.ID – Untuk mengenal dan mengakrabkan diri dengan Sejarah Kota Makassar, salah satu kegiatan yang bisa dilaksanakan adalah jalan-jalan ke Bangunan Bersejarah, sebut saja namanya jappa-jappa, traveling atau city tour.

Saat ini banyak sekali sekolah, lembaga atau komunitas yang melakukan pengenalan bangunan bersejarah atau studi wisata sejarah sebagai salah satu bentuk kegiatan pembelajaran mengenal Sejarah Makassar.

Studi Wisata Sejarah pada dasarnya bertujuan mengakrabkan diri dengan sejarah sambil berwisata, termasuk mengenal kebudayaan masyarakat di masa lampau, warisan peradaban dan legacy yang ditinggalkan, jejak dan artefak sejarah yang bisa dipelajari, begitu pula dengan tokoh sejarah serta kearifan lokalnya.

Fort Rotterdam te Makassar vanuit de lucht gezien 1932

Fort Rotterdam te Makassar vanuit de lucht gezien 1932

FortRotterdam1910

Fort Rotterdam te Makassar vanuit de lucht gezien 1910

Fort Rotterdam 1946

Fort Rotterdam te Makassar vanuit de lucht gezien 1946

Lihat pula: Santri Putri IMMIM Studi Wisata Sejarah ke Makassar-Gowa

City of Makassar

‘City of Makassar’ di Pantai Losari. (foto: ist/palontaraq)

Fort Rotterdam. (foto: ist/palontaraq)

Fort Rotterdam. (foto: ist/palontaraq)

Untuk mendapatkan pembelajaran sejarah yang komprehensif, berikut ini beberapa destinasi yang penulis rekomendasikan untuk dikunjungi, yaitu:

1. Museum Kota Makassar  (Klik DISINI)

Salah satu sudut ruang sejarah dalam Museum Kota Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Salah satu sudut ruang sejarah dalam Museum Kota Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Salah satu sudut ruang sejarah dalam Museum Kota Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Salah satu sudut ruang sejarah dalam Museum Kota Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Salah satu sudut ruang sejarah dalam Museum Kota Makassar. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Salah satu sudut ruang sejarah dalam Museum Kota Makassar. (foto: mfaridwm/palontaraq)

2. Museum La Galigo/Fort Rotterdam

Museum La Galigo Gedung D

Museum La Galigo Gedung D. (foto: mfaridwm/palontaraq)

3. Gedung Kesenian Makassar (Societet de’ Harmonie)

Gedung Kesenian Societet de' Harmonie. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Gedung Kesenian Societet de’ Harmonie. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Penulis dan karya seni instalasi dalam Gedung Kesenian Societet de Harmonie, Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Penulis dan karya seni instalasi dalam Gedung Societet de Harmonie, Makassar. (foto: ist/palontaraq)

4. Gedung RRI

Gedung RRI Makassar. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Gedung RRI Makassar. (foto: mfaridwm/palontaraq)

5. Gedung Balaikota

Gedung Balaikota/Kantor Walikota Makassar. (foto: sindo/*)

Gedung Balaikota/Kantor Walikota Makassar. (foto: sindo/*)

6. Gereja Immanuel (Klik DISINI)

Gereja Immanuel di Pusat Kota Makassar, samping timur Balaikota. (foto: ist/palontaraq)

Gereja Immanuel di Pusat Kota Makassar, samping timur Balaikota. (foto: ist/palontaraq)

7. Vihara Ibu Agung Bahari (Klik DISINI)

Penulis di Lantai 2 Vihara Ibu Agung Bahari. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Lantai 2 Vihara Ibu Agung Bahari. (foto: ist/palontaraq)

9. Taman Tokoh Sejarah di Pantai Losari (Samping Masjid Amirul Mukminin)

Taman Tokoh Sejarah disamping Masjid Amirul Mukminin. (foto: ist/palontaraq)

Taman Tokoh Sejarah disamping Masjid Amirul Mukminin. (foto: ist/palontaraq)

Patung Sultan Hasanuddin di Taman Tokoh Sejarah Pantai Losari. (foto: ist/palontaraq)

Patung Sultan Hasanuddin di Taman Tokoh Sejarah Pantai Losari. (foto: ist/palontaraq)

10. Museum Pattingaloang/Benteng Sombaopu (Lihat pula: Karaeng Pattingaloang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional)

Museum Karaeng Pattingaloang. (foto: ist/palontaraq)

Museum Karaeng Pattingaloang. (foto: ist/palontaraq)

11. Makam Syekh Yusuf

Makam Syekh Yusuf di Kobbang, Gowa. (foto: ist/palontaraq)

Makam Syekh Yusuf di Kobbang, Gowa. (foto: ist/palontaraq)

12. Makam Raja-raja Gowa

Pintu masuk Kompleks Makam Raja-raja Gowa. (foto: ist/palontaraq)

Pintu masuk Kompleks Makam Raja-raja Gowa. (foto: ist/palontaraq)

Gazebo Sultan Hasanuddin dalam Kompleks Makam Raja-raja Gowa. (foto: ist/palontaraq)

Gazebo Sultan Hasanuddin dalam Kompleks Makam Raja-raja Gowa. (foto: ist/palontaraq)

Kompleks Makam Raja-Raja Gowa. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Kompleks Makam Raja-raja Gowa. (foto: mfaridwm/palontaraq)

13. Masjid Katangka

Masjid Katangka dan Beberapa Makam Bangsawan Gowa. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Masjid Katangka dan Beberapa Makam Bangsawan Gowa. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Beberapa Makam Raja/Bangsawan Gowa yang dimakamkan disamping Masjid Katangka. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Beberapa Makam Raja/Bangsawan Gowa yang dimakamkan disamping Masjid Katangka. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Tak mudah menghubungkan sejarah antara satu bangunan/benteng/makam peninggalan sejarah dengan bangunan bersejarah lainnya, kecuali sedikit yang memahaminya.

Terkait hal tersebut, berikut ini penulis juga menyarankan agar setiap guru dan akademisi, pendamping studi wisata sejarah agar memperbanyak referensi bacaan tentang jalannya Sejarah Sulawesi Selatan, khususnya Sejarah Kerajaan Gowa-Talloq.

Begitu pula pemahaman yang baik tentang Latar belakang Sejarah Perang Makassar dan lahirnya Perjanjian Bungaya, Sejarah Masuknya Islam di Sulawesi Selatan, Sejarah Melayu dan Tionghoa di Makassar, Sejarah Pemerintahan Hindia Belanda dan kekaraengan serta Perkembangan Kota Makassar itu sendiri.

Hal yang tak kalah pentingnya, tentunya adalah pemahaman yang baik terkait Tokoh-tokoh Sejarah yang paling banyak ditemukan siswa/mahasiswa dalam Studi Wisata Sejarah, diantaranya ialah Sultan Hasanuddin, Arung Palakka, Sultan Alauddin, Karaeng Pattingaloang, Syekh Yusuf al-Maqassary, Cornelis Speelman, dan lain sebagainya.

Potret Sultan Hasanuddin, Arung Palakka dan Cornelis Speelman dipajang berdampingan dalam Museum Kota Makassar, ketiganya tokoh dalam Perang Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Potret Sultan Hasanuddin, Arung Palakka dan Cornelis Speelman dipajang berdampingan dalam Museum Kota Makassar, ketiganya tokoh dalam Perang Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Mengakrabi Sejarah Sultan Hasanuddin

Arung Palakka, Inspirasi Perjuangan Rakyat Bone

Kecendekiawanan Pattingaloang: Malu (Aku) Mengetahuinya

Mencari Pustaka tentang Syekh Yusuf al-Maqassary

Pertanyaan yang seakan terlupakan, dilupakan, dan banyak guru/dosen Sejarah adalah terkait Apa dan bagaimana itu La Galigo, serta siapa itu Sawerigading. Menggelitik, namun penuh selidik. Faktanya, memang hanya sedikit orang yang memahami dengan baik tentang La Galigo dengan tokoh utamanya Sawerigading.

Alqur'an tua, salah satu koleksi dalam Museum La Galigo Makassar. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Alqur’an tua, salah satu koleksi dalam Museum La Galigo Makassar. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Baik siswa dan mahasiswa maupun guru dan dosen Sejarah, ataupun siapapun peminat studi sejarah, hendaknya dapat memahamkan dengan baik fragmen pemahaman sejarah dari tiap destinasi wisata sejarah dengan banyak membaca buku/literatur sejarah yang ada.

Sebagai masukan dan bahan sederhana, sebaiknya dibuka dan dibaca ulasan dalam link-link berikut ini. Tulisan (link tulisan) tersebut hasil kunjungan dan pemahaman penulis sebagai peminat dan penikmat Studi Sejarah.

Asal Usul Perubahan Nama Makassar dan Ujungpandang (1)

Asal Usul Perubahan Nama Makassar dan Ujungpandang (2)

Menelusuri Sejarah Makassar di Fort Rotterdam

Wisata Sejarah ke Benteng Sombaopu

Untuk lebih memerkaya wawasan kesejarahan dalam Studi Wisata Sejarah, penulis juga merekomendasikan untuk membaca link tulisan berikut ini, tulisan dari  Budayawan La Oddang Tosessungriu, Sejarawan Suriadi Mappangara dan Pakar Hukum Internasional  S.M. Noor.

La Galigo, Sutranya Sastra

Bugis Makassar dalam Lintasan Sejarah

Perang Makassar – Studi Modern Awal Kebiasaan dalam Hukum Perang

Demikian, Semoga bermanfaat adanya. Salamaki Tapada Salamaq’. (*)

 

(* M. Farid W Makkulau, Peminat dan Penikmat Studi Sejarah. Menulis Buku, Sejarah dan Kebudayaan Pangkep, Sejarah Kekaraengan di Pangkep, dan Biografi beberapa tokoh Sejarah. Saat ini lagi menyusun buku “Sejarah Islam di Kota Makassar”.

 

Like it? Share it!

Leave A Response