BerandaNarasi SejarahKaraeng Pattingaloang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional

Karaeng Pattingaloang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional

Oleh: M. Farid W Makkulau

Related Post:  Karaeng Pattingaloang, Malu (Aku) Mengetahuinya

PALONTARAQ.ID – Siapa yang tidak kenal Karaeng Pattingaloang dalam sejarah dan perkembangan Kerajaan Makassar? Kehadirannya bersamaan dengan perkembangan dan kemasyhuran sebagai salah satu Kerajaan Islam terkemuka di Nusantara.

Nama lengkapnya adalah I Mangadacinna Daeng Sitaba Karaeng Pattingalloang Sultan Mahmud Syah, adalah Raja Talloq dimasanya yang juga merangkap pabbicara butta (mangkubumi; perdana menteri) dalam Tahun (1639-1653) di masa kekuasaan Raja Gowa, Sultan Muhammad Said, ayahanda dari Sultan Hasanuddin.

Di masa itu, kepemimpinan Sultan Muhammad Said dan Karaeng Pattingaloang, Kerajaan kembar Gowa-Talloq yang juga disebut sebagai “Kerajaan Makassar” mengalami puncak kejayaan sebagai kerajaan Islam terkemuka di Nusantara.

Pada Hari Kamis kemarin (15/8), Presiden RI, Joko Widodo atas nama Negara dan Pemerintah resmi memberikan tanda penghargaan, pengakuan dan penetapan Karaeng Pattingaloang sebagai Pahlawan Nasional.

Karaeng Pattingaloang di sudut kanan atas peta (Sumber foto: The Guardian)
Karaeng Pattingaloang di sudut kanan atas peta (Sumber foto: The Guardian)

Pemberian gelar Pahlawan Nasional tersebut ditandai dengan penyerahan penghargaan tertinggi kepahlawanan yang disebut “Bintang Budaya Parama Dharma” oleh Presiden RI, Joko Widodo, di Istana Negara, Kamis (15/8).

Tanda pemberian gelar Pahlawan Nasional tersebut diterima oleh Andi Kumala Andi Idjo Daeng Sisila Karaeng Lembang Parang, Raja Gowa ke-38 didampingi permaisurinya, Andi Hikmawati Andi Kumala Patta Umba.

Lihat pula:  Knowing Pattingaloang Through Vondel Poetry

Menurut Andi Kumala Andi Idjo, Karaeng Pattingalloang adalah Raja yang tersohor dalam Bidang Sains. Karaeng Pattingalloang itu suka ilmu sains karena rasa ketertarikan yang tinggi pada ilmu pengetahuan dari barat pada abad ke-17.

Sejumlah cendekiawan barat pun mengakui kecintaan Raja Tallo ini pada ilmu pengetahuan. Para cendekiawan dan ilmuwan mengaku sulit menemukan Raja-raja di Nusantara yang punya karakter sama dengannya.

Penulis di Museum Karaeng Pattingaloang. (foto: ist/*)
Penulis di Museum Karaeng Pattingaloang. (foto: ist/*)

Penghargaan Pahlawan Nasional ini, tambah Andi Kumala Andi Idjo, nantinya kembali akan diserahkan kepada Gubernur Sulawesi Selayan dan kemudian dilanjutkan penyerahannya kepada Bupati Gowa untuk nantinya disimpan di Museum Istana Balla Lompoa.

Sementara itu, secara terpisah, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengungkapkan kebahagiaannya atas pengakuan dan penghargaan Pahlawan Nasional itu kepada Karaeng Pattingaloang.

“Sebagai bupati dan sebagai orang Gowa saya sangat berbangga. Ini tentu menjadi motivasi bagi kita di Gowa. Karena Gowa mendapatkan pengakuan kepahlawanan lagi dari Presiden dan negara mengakuinya. Kita harap Gowa tetap menjadi contoh bagi daerah lainnya di Sulsel maupun luar Sulsel,” ujar Adnan.

”Setelah Karaeng Pattingaloang ini mendapat pengakuan sebagai pahlawan nasional maka kita (Gowa) telah memiliki tiga pahlawan nasional. Dua lainnya, yakni Sultan Hasanuddin Raja Gowa ke-16 dan Syekh Yusuf Al Makassari,” tambah Adnan. (*)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT