Aliansi Relawan Pendidikan Sulsel Bantu Lombok-NTB

Masyarakat Lombok-NTB di Camp Pengungsian. (foto: detikNews)

Salah satu sisi pemandangan Masyarakat Lombok-NTB di Camp Pengungsian. (foto: detikNews)

PALONTARAQ.ID, LOMBOK — Nusa Tenggara Barat sampai hari ini masih berselimut duka. Gempa yang mengguncangnya setidaknya telah menyita banyak perhatian publik, baik di media Televisi Nasional maupun di media-media sosial lainnya, meski begitu masih sangat membutuhkan bantuan dari luar. Setidaknya ada empat kawasan yang paling besar terkena dampak, yaitu Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara, dan Pulau Sumbawa.

Menurut Sutopo, sebagaimana dilansir dari Pos-Kupang, taksiran kerusakan dan kerugian ekonomi ini meliputi sektor permukiman Rp 6,02 triliun, sektor infrastruktur Rp 9,1 miliar, dan sektor ekonomi produktif Rp 570,55 miliar. Kemudian, sektor sosial Rp 779,82 miliar dan lintas sektor Rp 72,7 miliar. Belum lagi dampak sosial pendidikan serta secara secara psikologis, masyarakat masih diselimuti kekhawatiran dan ketakutan akan gempa susulan. Data sementara, terdapat 71.962 unit rumah rusak, di mana 32.016 rusak berat, 3.173 rusak sedang, dan 36.773 rusak ringan.

Tenda-tenda Pengungsian Korban Gempa Lombok-NTB. (foto: ahmadyani)

Tenda-tenda Relawan Peduli Korban Gempa Lombok-NTB. (foto: ahmadyani)

Relawan BSMI survey lokasi untuk Relawan Aliansi Pendidikan. (foto: ahmadyani)

Relawan BSMI survey lokasi untuk Relawan Aliansi Pendidikan. (foto: ahmadyani)

Untuk prasarana pendidikan, terdapat 671 unit fasilitas pendidikan rusak. Masing-masing 124 PAUD, 341 SD, 95 SMP, 55 SMA, 50 SMK, dan 6 SLB. Sektor permukiman adalah penyumbang terbesar dari kerusakan dan kerugian akibat bencana yaitu mencapai 81 persen,” kata Sutopo. Selain itu, terdapat kerusakan 52 unit fasilitas kesehatan (1 rumah sakit, 11 puskesmas, 35 pustu, 4 polindes, 1 gedung farmasi), 128 unit fasilitas peribadatan (115 masjid, 10 pura, 3 pelinggih), 20 unit perkantoran, 6 unit jembatan, dan jalan-jalan rusak dan ambles akibat gempa.

Menyikapi kondisi Lombok yang masih membutuhkan bantuan dan penanganan terpadu, Aliansi Relawan Pendidikan Sulawesi Selatan berencana akan menerjungkan relawan dari berbagai organisasi dan komunitas, sebelumnya beberapa organisasi ini telah terjun terlebih dahulu dalam penanganan bantuan medis dan logistik. Aliansi Relawan Pendidikan Sulsel berencana akan mengadakan sekolah dan mengirim relawan untuk anak-anak korban Gempa Lombok-NUTB di kamp-kamp pengungsian.

Salah satu kepiluan masyarakat Lombok-NTB. (foto: ahmadyani)

Salah satu sisi kepiluan masyarakat Lombok-NTB. (foto: ahmadyani)

Gempa Lombok telah menghancurkan Prasarana Pendidikan dan Ibadah. (foto: ist/palontaraq)

Gempa Lombok telah menghancurkan Prasarana Pendidikan dan Ibadah. (foto: ist/palontaraq)

Aliansi Relawan Pendidikan Sulsel ini terdiri dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Makassar, Sekolah Alam Luwu, KPAY FM (Komunitas Peduli Anak yatim dan Fakir Miskin), Rumah Dongeng Makassar, SCP-Indonesia.org, HIPPERMAKU (Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia Kolaka Utara), Rumah Qur’an, PB, WILPALA, HIPERMAWA, KPAJ Makassar, GERAKAN PENCINTA ALAM (GANPALA), Immbu, KPA Anomali indonesia, KPA IPA AK, KALAM LANGIT, Komunitas Palontaraq, Al-Kahfi Care, Apoteker UMI, SUN (Sedekah untuk Negeri). Berbagai komunitas ini aktif menggalang dana dan donasi bantuan untuk Lombok dengan berbagai cara. Ada yang melakukan Bakti Sosial, Roadshow Mendongeng, Pelatihan Menulis, dan lain sebagainya.

Aliansi Relawan Pendidikan Sulsel Peduli Lombok. (foto: ist/palontaraq)

Aliansi Relawan Pendidikan Sulsel Peduli Lombok. (foto: ist/palontaraq)

Mengutip pesan Ustadz Dr. H. Rahmat Abdul Rahman, “Apapun yang terjadi, pendidikan harus terus berjalan. Generasi bangsa ini harus cerdas, agar mampu mengetahui hikmah yang dikandung oleh setiap peristiwa. Duka harus diringankan dari ingatan mereka, mesti dihapus dari wajah mereka, biarlah mereka bahagia dengan bermain sambil belajar. Pendidikan adalah hak mereka.” Lombok harus tetap menjadi prioritas, sampai benar-benar pulih dan kondusif kembali, termasuk kondisi sosial ekonomi dan pendidikannya. (*)

Like it? Share it!

1 Comment so far. Feel free to join this conversation.

Leave A Response