Highlight Menulislah dan Engkau akan Bisa Biayai Dirimu Sendiri

Menulislah dan Engkau akan Bisa Biayai Dirimu Sendiri

-

- Advertisment -

Bersama Wijaya Kusumah (Omjay), Penulis Buku, "Menulislah Setiap Hari dan Rasakan Apa yang Terjadi". (foto: ist/palontaraq)
Bersama Wijaya Kusumah (Omjay), Penulis Buku, “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi”. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Etta Adil

Tulisan sebelumnya:  Karena Menulis, Saya ke Jakarta!

PALONTARAQ.ID – Bagi seorang mahasiswa, tentu tugas utamanya adalah kuliah. Jadikanlah itu sebagai prioritas. Buatlah komitmen agar bisa selesai tepat waktu, atur dengan baik jumlah SKS mata kuliah yang harus diambil dan dituntaskan persemesternya.

Menjadi sarjana tepat waktu adalah satu kebanggaan tersendiri bagi orangtua dan masa depanmu sendiri. Karena itu, sangat penting bagi seorang mahasiswa untuk tidak terlena di perantauan. Hindarilah kegiatan tidak produktif, baik di kampus maupun di luar kampus.

Di luar kegiatan kuliah, sebenarnya banyak jalan wirausaha tanpa modal (uang) bagi seorang mahasiswa di perantauan. Banyak mahasiswa di perantauan bisa menghidupi dirinya sendiri dari beasiswa, aktif mengorganisir kegiatan, blogging, youtuber atau dari menulis.

Buku "Surat Cinta untuk Bidadari Kecilku di Surga" di tangan pembaca. (foto: ist/palontaraq)
Buku karya Etta Adil, “Surat Cinta untuk Bidadari Kecilku di Surga” di tangan pembaca. (foto: ist/palontaraq)

Semuanya akan menjadi lebih mudah, jika menjadikan kegiatan itu sebagai hobi.  Ya, hobi menulis itu seperti kebutuhan makan.  Disisi lain, menulis memang bisa jadi hobi yang mendatangkan manfaat finansial.  Jika memang dirasa perlu untuk menambah uang saku, membeli kebutuhan kuliah, menabung, atau untuk membayar biaya kos.

Kegiatan menulis, blogging, video making, design grafis, bisnis online, dan lain sebagainya adalah usaha bertahan hidup yang baik dan perlu diseriusi, selama tidak mengganggu kegiatan utama: kuliah!

Lihat pula: Berpikir Bebas, Menulis Bebas

Buku karya Etta Adil, "Penjara Suci". (foto: ist/palontaraq)
Buku karya Etta Adil, “Penjara Suci”. Perbanyaklah membaca buku agar tidak mati gaya.  (foto: ist/palontaraq)

Menulis, hobi yang dibayar. (foto: ist/palontaraq)
Menulis, hobi yang dibayar. (foto: ist/palontaraq)

Menjadi mahasiswa perlu kuat membaca dan menulis. Dengan membaca, engkau akan mengenal dunia. Dan dengan menulis, engkau akan dikenal dunia. Membaca dan menulis adalah pokok kegiatan dari Literasi.

But, you must remember: a good writer is a best reader, not a best gamer. Kalau mau jadi penulis, seriuslah!  Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi. Akrabkan pula diri dengan buku dan perpustakaan.

Keseriusan seorang penulis itu terbaca dari konsistensi tulisannya, kaya data, menguasai informasi terkini dan baik dalam membahasakan sesuatu.

Karena itu, jangan habiskan waktu gaming di warkop, di kamar kos, atau dimana saja, karena itu membekukan pikiran dan menumpulkan analisa saat menulis.

Menulis itu perlu latihan, tentang bagaimana menulis kata demi kata dengan baik, tentang bagaimana membentuk kalimat yang bernas dan ‘bernyawa’, tentang bagaimana mengeksplorasi tema dan menganalisis persoalan, serta harus update informasi. Intinya, ikatlah ilmu dengan menulis.

Sebuah pesan agar tidak mementingkan gaya dan gengsi dibanding esensi. (foto: ist/palontaraq)
Sebuah pesan agar tidak mementingkan gaya dan gengsi dibanding esensi. (foto: ist/palontaraq)

Sebagaimana menulis, kegiatan lainpun seperti itu. Kalau ada waktu yang lowong, silakan ikuti training atau workshopnya jika ada. Pertimbangkan untuk selalu naik level, dari penulis pemula menjadi penulis mahir dan kenamaan.

Tidak ada jalan pintas untuk keahlian khusus. Harus selalu latihan, buat komunitas untuk bisa share dengan penulis lain, ikut lomba-lomba menulis, dan harus berani mengirimkan tulisan di media mainstream, surat kabar atau majalah.

Menulislah dan engkau akan bisa membiayai dirimu sendiri. Menulis di koran atau majalah, ada honornya tersendiri. Baca dan perhatikan dengan baik ketentuan pengiriman tulisan dari masing-masing media.

Penulis dan buku Antologi Puisi "Penjara Suci"/ (foto: ist/palontaraq)
Penulis dan buku Antologi Puisi “Penjara Suci”/ (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula:  Saya Menulis, maka Saya (masih) Ada!

Untuk penulis pemula, mungkin honornya akan tak seberapa, tapi paling tidak dengan itu bisa menciptakan ‘branding image’ dirimu sendiri. Pelajarilah semua teknik menulis, baik fiksi maupun non fiksi.

Menjadi mahasiswa berarti menjadi dewasa dan bertanggung jawab terhadap kegiatan kuliahmu sendiri. Jika sudah menjadi mahasiswa yang penulis, harus tahu konsekuensi dari setiap ucapan, perbuatan, dan tulisanmu sendiri.

Menjadi penulis berarti menjadi dewasa dan bertanggung jawab terhadap tulisanmu sendiri. Karena itu buatlah dirimu cendekia dan terpercaya dengan menulis, lewat tulisanmu! (*)

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Khutbah Idul Fitri 1441 H: Pemimpin yang Menyengsarakan Rakyat

Oleh: Ustadz Miftahul Ihsan, Lc إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ...

Berpisah dengan Ramadan

  Oleh: Habib Quraisy Baharun Related Post: Doa Rasulullah SAW ketika Berpisah dengan Ramadan PALONTARAQ.ID - Akhirnya sampailah kita dipenghujung Ramadhan 1441...

Fatwa MUI tentang Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19

  Laporan: Etta Adil  Related Post: Khutbah Idul Fitri 1440 H: Madrasah Ramadan, Membentuk Pribadi yang Tunduk Syariat Allah PALONTARAQ.ID - Ditengah...

Do’a Puasa Ramadan Hari Ke-30

  Oleh: Muhammad Farid Wajdi Tulisan sebelumnya: Do'a Puasa Ramadan Hari Ke-29 PALONTARAQ.ID - Entah harus bersyukur, antara bahagia dan sedih. Kita...

Malam Terakhir Ramadan

  Oleh: Prof dr. Veni Hadju, Ph.D PALONTARAQ.ID - Inilah malam terakhirku bersama Ramadhan di tahun ini. Kubaca doa terkahir di malam...

Pemerintah tidak Boleh Menyerah!

  Oleh: Andi Lutfi A. Mutty PALONTARAQ.ID - Saya terperangah membaca berita yg beredar di media. Ketua Gugus Tugas Covid 19...

Must read

Do’a Puasa Ramadan Hari Ke-29

Oleh: Muhammad Farid Wajdi Tulisan sebelumnya: Do'a Puasa Ramadan Hari...

Berpisah dengan Ramadan

  Oleh: Habib Quraisy Baharun Related Post: Doa Rasulullah SAW ketika...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you