Beranda Literasi Yuk, Menulis Setiap Hari!

Yuk, Menulis Setiap Hari!

Oleh:  Etta Adil

Judul Buku: Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi

Penulis: Wijaya Kusumah, S.Pd,M.Pd.

Pengantar: Prof Conny R Semiawan dan Prof Arief Rahman

Cetakan: Pertama

Jumlah Halaman: xii + 290 halaman

Penerbit: Indeks Jakarta

Related Post: SYL, Mata Air Peradaban dari Sulsel

PALONTARAQ.ID – Banyak orang yang memiliki kemampuan menulis yang baik namun tidak mampu menulis atau mempublish tulisannya setiap hari. Apa yang menjadi kendalanya? Larut dalam rutinitas, Tidak ada Ide, Bad Mood, Menulis tidak bisa dijadikan pekerjaan yang menghasilkan uang. Menulis hanya menghabiskan waktu dan tidak menghasilkan apa-apa, dan beragam alasan lainnya.

Buku “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi” buah tangan kompasianer Wijaya Kusumah, S.Pd,M.Pd yang familiar dipanggil Omjay ini berusaha memberikan motivasi bahwa menulis setiap hari akan mendatang begitu banyak manfaat.

Lewat buku ini Omjay berupaya menginspirasi setiap orang agar tidak meremehkan kegiatan menulis. Dengan mengambil contoh dirinya sendiri, Omjay berupaya menuturkan dengan bahasa yang lugas bahwa saat ini sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak menulis.

Dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang begitu pesat, termasuk diantaranya pemanfaatan jejaring sosial dan blog di internet dapat menjadi wadah penyaluran kreatifitas dalam menulis.

Kalau dahulu orang hanya mengenal diary untuk menulis catatan harian, kini sudah ada blog (internet) dan itu bisa dibuat atau dipunyai secara gratisan.

Menulis di blog tidak hanya bisa membuat seseorang dikenal dan mengenal banyak orang, namun juga berpotensi untuk mendapatkan manfaat lain, pengembangan profesi dan tentu saja, Uang!

Ada sekitar 75 tulisan tematik yang menarik dalam buku Omjay ini. Sebagian besar diantaranya pernah diposting di social blog Kompasiana, blog keroyokan dimana Omjay mengabdikan diri sebagai penulis harian.

Beberapa diantara tulisan tersebut berkisah tentang Omjay sebagai seorang blogger, pendidik, pembicara seminar dan motivator, yang kesemua profesi dan aktivitas yang dijalaninya tersebut akan semakin produktif jika dibarengi dengan aktifitas menulis setiap hari.

Menulis bagi Omjay, harus dilakoni dalam kondisi apapun, sebelum tidur atau sesudah tidur. Mencatatkan apa saja yang dialami, dipikirkan dan dirasakan, Menuliskan hasil perbincangan dengan seorang teman ataupun sekedar merekam apa yang menjadi mimpi dan cita-cita.

Bahkan dalam keadaan bad mood pun sebenarnya bisa menjadi bahan menulis, yaitu menulis apa saja yang kurang baik kita rasakan, dalam hati atau apa yang terjadi di sekitar kita.

Pengalaman bertemu pertama kali dengan orang yang kita idolakan atau menyiar radio bersama orang penting dapat pula menjadi bahan menulis. Kegiatan mengunjungi tempat atau daerah baru juga dapat menjadi bahan tulisan yang menarik.

Buku “Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi” ini bukanlah buku tentang Teknik Menulis, tetapi lebih kepada memberi motivasi agar setiap orang rajin menulis. Minimal menulis setiap hari. “Satu tulisan dalam sehari”.

Buku ini juga bukanlah buku tentang bagaimana menulis yang baik, tetapi lebih kepada memberi inspirasi setiap orang agar tidak usah takut untuk menulis.

Tulislah tentang apa saja, persoalan kaidah dan gaya tulisan bisa diperbaiki kemudian dan jika menulis sudah menjadi rutinitas, otomatis dengan sendirinya akan terjadi pengembangan potensi diri.

Dalam konteks itulah, jika Menulis dilakukan terus menerus, Omjay mengatakan, “Lihat saja Apa yang akan terjadi!” Apalagi saat ini kita tidak bisa lagi menutup diri dalam dunia tanpa batas.

Penilaian saya, Buku ini layak dibaca dan dapat menjadi inspirasi tersendiri agar pada setiap kita agar lebih rajin menulis.

Yuk, menulis setiap hari seperti Omjay. (*)

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...

Ketua TP PKK Sulsel Kunjungi Ponpes Putri IMMIM

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan Lies F Nurdin secara mendadak melakukan kunjungan silaturrahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Putri...