Highlight Berpikir bebas, Menulis lepas

Berpikir bebas, Menulis lepas

-

- Advertisment -

Tulislah Apa yang Kamu Sukai, dengan referensi yang sudah ada dalam alam pikiranmu. (foto: adil/doc.palontaraq)
Tulislah Apa yang Kamu Sukai, dengan referensi yang sudah ada dalam alam pikiranmu. (foto: adil/doc.palontaraq)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi 

Tulisan Sebelumnya: Menulis sebagai Interaksi Sosial

PALONTARAQ.ID – SEBENARNYA  tidak ada tips terbaik dalam menulis selain segera mengambil pulpen dan kertas lalu tuliskan apa saja yang terbersit dalam pikiran. Ataukah segera hidupkan komputer, buka Word-nya lalu segera bebaskan pikiran anda untuk menangkap segala pengalaman yang pernah kita lalui. Setelah itu, tuliskan!

Tips Menjadi Penulis. (sumber: ist/palontaraq)
Tips Menjadi Penulis. (sumber: ist/palontaraq)

Menulis adalah pekerjaan  “membumi”, yaitu membumikan pengetahuan yang telah kita pahami. Menulis bisa jadi berarti mendalami ulang pengalaman yang telah kita lalui, alami serta rasakan. Dengan menulis, ingatan kita bisa menjadi lebih panjang.

Menulis yang termudah adalah menuliskan apa saja yang terdekat dengan kita. Tulislah apa saja yang pernah kita lihat, alami dan rasakan. Biasanya kegiatan menulis menjadi siksaan kalau kita memaksakan diri menjangkau hal-hal yang tidak bisa kita jangkau, baik oleh pikiran, nalar, maupun menganalisanya.

Lihat juga:  Saya Menulis, maka Saya (masih) Ada!

Misalnya kita mau menulis tentang “Langit”, sementara kita berpijak di “Bumi”. Mau menulis tentang Korea, sementara kita ada di Makassar. Kita tentu tak utuh menulis tentang Korea jika hanya berdasar banyaknya film drama korea yang ditonton,  terkecuali kita pernah punya pengalaman berada disana, ya itu sih bisa saja sepanjang alur penceritaannya tidak mengawan-awan diangkasa.

Menulis itu tidak ada teorinya, yang ada hanya gaya penulisan.  Soal gaya penulisan ini bisa tercipta dengan sendirinya karena faktor pembiasaan. “ala Bisa karena Biasa”.

Menulislah seperti orang berbicara dan tentunya akan sangat mudah menulis jika yang anda “bicarakan” adalah pengetahuan yang telah anda pahami dan pengalaman yang telah anda lalui. Jika  masih kesulitan juga, tulislah tentang diri, sekolah, lingkungan atau prestasi anda, siapa tahu diri anda bisa menjadi inspirasi bagi orang lain.

Ilustrasi - Berpikir bebas Menulis bebas. (foto: ist/palontaraq)
Ilustrasi – Berpikir bebas Menulis bebas. (foto: ist/palontaraq)

Lihat juga:  Menulis: Kebutuhan untuk Berkembang

Menulis itu tak mesti yang baik-baik. Belajarlah pula menulis apa yang kamu tidak sukai, kemukakan kenapa kamu tidak menyukainya. Kalau kamu punya pengalaman buruk atau trauma berteman dengan typical orang tertentu, ya tuliskan.

Bebaskan pikiran anda untuk menuliskannya dan supaya tidak menekan perasaan anda, maka penulisan nama, kejadian dan tempat peristiwanya bisa disamarkan. Terakhir sarankanlah kepada pembaca agar menjauhi atau berhati-hati terhadap teman dengan sifat dan typical seperti yang anda kemukakan, dengan begitu kita semua (penulis dan pembaca) sama-sama dapat merasakan manfaat dari tulisan tersebut.

Menulislah dan bebaskan pikiran untuk menuliskan segala sesuatu dengan bebas, sebebas pengetahuan dan pengalaman yang melingkupi pikiran.  Jika kamu tidak bisa menjadi narator atau penutur yang baik dalam tulisan, persingkat tulisan itu dan rangkai menjadi kalimat yang puitis.

Jangan pernah putus asa dalam menulis. Tak bisa jadi artikel ataupun esai, maka padatkan menjadi puisi.  Rangkum pengetahuan, pengalaman, dan perasaan kamu dalam susunan kalimat puitis.  Jika kamu lebih menyukai fiksi, misalnya menulis puisi, maka jangkaulah apa saja dengan imajinasimu, dan sayapun akan menyarankan sebaliknya, “Silahkan melangit, terbanglah ke angkasa, dan jangan lagi pijak bumi”. (*)

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Khutbah Idul Fitri 1441 H: Pemimpin yang Menyengsarakan Rakyat

Oleh: Ustadz Miftahul Ihsan, Lc إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ...

Berpisah dengan Ramadan

  Oleh: Habib Quraisy Baharun Related Post: Doa Rasulullah SAW ketika Berpisah dengan Ramadan PALONTARAQ.ID - Akhirnya sampailah kita dipenghujung Ramadhan 1441...

Fatwa MUI tentang Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19

  Laporan: Etta Adil  Related Post: Khutbah Idul Fitri 1440 H: Madrasah Ramadan, Membentuk Pribadi yang Tunduk Syariat Allah PALONTARAQ.ID - Ditengah...

Do’a Puasa Ramadan Hari Ke-30

  Oleh: Muhammad Farid Wajdi Tulisan sebelumnya: Do'a Puasa Ramadan Hari Ke-29 PALONTARAQ.ID - Entah harus bersyukur, antara bahagia dan sedih. Kita...

Malam Terakhir Ramadan

  Oleh: Prof dr. Veni Hadju, Ph.D PALONTARAQ.ID - Inilah malam terakhirku bersama Ramadhan di tahun ini. Kubaca doa terkahir di malam...

Pemerintah tidak Boleh Menyerah!

  Oleh: Andi Lutfi A. Mutty PALONTARAQ.ID - Saya terperangah membaca berita yg beredar di media. Ketua Gugus Tugas Covid 19...

Must read

Khutbah Idul Fitri 1441 H: Pemimpin yang Menyengsarakan Rakyat

Oleh: Ustadz Miftahul Ihsan, Lc إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ...

Do’a Puasa Ramadan Hari Ke-30

  Oleh: Muhammad Farid Wajdi Tulisan sebelumnya: Do'a Puasa Ramadan Hari...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you