Tips NgeBlog ala Etta Adil

by Penulis Palontaraq | Rabu, Apr 17, 2019 | 176 views
Ilustrasi - Tulislah apa yang kamu alami, lihat dan rasakan, sesuai passionmu. (foto: ist/palontaraq)

Ilustrasi – Tulislah apa yang kamu alami, lihat dan rasakan, sesuai passionmu. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Etta Adil

PALONTARAQ.ID – PERNAH  dengar ungkapan, “Ngebloglah dengan Cinta.”  Emang mau ngapain di Blog, kok mesti pakai Cinta? Ya, segala sesuatu yang dilakukan dengan cinta itu, bakalan menarik dan mengundang perhatian.

Ngeblog dengan cinta akan memberikan sensasi yang berbeda. Karena menulisnya dengan penuh rasa. Tahukah kamu bagaimana cara menulis blog dengan cinta? Ups, sebelumnya, emang kamu sudah mengenal dunia tulis menulis di Blog?

Bagi kamu yang sampai saat ini belum mengenal dunia blog, berarti kamu sudah ketinggalan banget, pada saat yang sama di kekinian banyak emak-emak yang meluangkan waktu menulis dan berbisnis online dengan media blog.

Lihat juga:  Etta Adil ajarkan Cara “Memulung Kata” di SMANSA Pangkep

Ngumpul dan Sharing dengan Para Blogger. (foto: ist/palontaraq)

Ngumpul dan Sharing dengan Para Blogger. (foto: ist/palontaraq)

Di Blog, kamu akan temukan tulisan yang enak dibaca, namun tak sedikit pula tulisan yang tak enak dibaca. Wah sayang banget ya? Padahal kalau kamu sering menulis dengan alur yang pasti dan enak, of course tulisan itu menarik pembaca.

Banyak hal yang mesti diperhatikan saat ngeblog, seperti pencarian bahan tulisan, tema yang menarik dan beberapa ide sebelum menulis.

Berikut ini Tips Ngeblog ala Etta Adil:

1. Tema yang menarik

Cari dan temukanlah tema tulisan yang menarik. Tema merupakan benang merah dari sebuah tulisan dan menentukan isi tulisan.

Lihat juga:  Ikatlah Ilmu dengan Menulis

Temukan dan kenali passionmu sebelum menulis. (foto: ist/palontaraq)

Temukan dan kenali passionmu sebelum menulis. (foto: ist/palontaraq)

2. Tentukan Passion Menulis

Tahu arti passion? Seseorang yang memiliki hobi tertentu pasti tahu apa passionnya. Nah, passion seseorang juga bisa diketahui dari tulisannya. Misalkan, kamu suka hobi kuliner dan traveling, maka tulislah tentang itu. Paling enteng menulis jika kamu menuliskan pengalaman dan perasaanmu.  Pengalaman dan Perasaan setiap orang berbeda-beda, kan terhadap sesuatu. Jadi, tulislah apa yang kamu lihat, alami dan rasakan, sesuai passionmu.

Passion bisa juga mendukung ide hanya dari melihat sebuah cover buku yang menarik. Seperti saat sebelum menulis, biasanya menulis sebuah step hanya di notes atau diary merupakan hal yang mudah dilakukan sebelum menulis.

Lihat juga:  Berpikir bebas, Menulis bebas

Tetapkan goalmu sebelum menulis. (foto: ist/palontaraq)

Sangat penting seorang penulis, menulis sesuai passionnya.  (foto: ist/palontaraq)

3. Memiliki Goal yang Tepat

Memiliki goal yang tepat sangat penting terhadap kegiatan apapun, tak hanya menulis. Ketika menulis tanpa goal, maka tulisan cenderung akan mengambang, lari kemana-mana, tidak fokus, bias, tak jelas mau bahas apa, dan pada akhirnya berantakan.

Nah, karena itu tentukanlah apa sih titik goal atau tujuanmu dalam menulis? Selain memerhatikan segmentasi/sasaran pembaca.

Set goals dalam Menulis. (foto: ist/palontaraq)

Set goals dalam Menulis. (foto: ist/palontaraq)

Kalau kamu menulis tanpa tahu apa tujuannya, maka sayang banget, kan? Itu sama saja menulis tanpa cinta, dan terutama pertimbangkanlah juga kuota yang habis percuma.

Selain itu menulis juga harus ditambahkan dengan rasa. Menulis dengan cinta merupakan salah satu shutter terbaik saat menulis.

Lihat juga: Menulis sebagai Terapi Kejiwaan

Menetapkan Premis

Tujuan menulismu akan membantumu ‘berbicara’ dalam tulisan, sebagaimana yang kamu harapkan. (foto: ist/palontaraq)

4. Taati Premisnya sebelum Menulis

Premis itu sama halnya dengan guide (pembimbing) atau kerangka sebelum menulis, sama halnya membuat Poin-poin penting dalam satu tulisan, termasuk apa yang mau dicapai dari tulisan itu?

Dalam menulis, sangat penting untuk memahami alasan menginginkan suatu premis tercapai, serta bagaimana prosesnya terjadi. Barulah setelah itu, mengembangkan tulisan dari premis tersebut.

Jangan lupa untuk sertakan foto pendukung atau ilustrasi tulisan sebagai unsur penarik dalam tulisan. Umumnya orang akan cepat bosan jika yang dilihatnya hanya sederet tulisan demi tulisan tanpa selingan foto diantara tulisan.  Jadi, siapkanlah selalu foto pendukung atau ilustrasi tulisan.

Lihat juga:  Bagaimana Menulis Laporan Perjalanan?

Menulislah

Taatilah premis sebelum menulis dan siapkan selalu foto pendukung/ilustrasi tulisan. (foto: ist/palontaraq)

5. Menguasai Materi Tulisan

Sebagai blogger, tulislah tentang sesuatu yang benar-benar sudah dikuasai dan dipahami. Jangan sampai ada pembaca yang bertanya, dan kamu tidak paham dengan materi tulisanmu sendiri. Duh, gimana sih? bisa parah, kan?

Dari memahami materi tulisan itu, kamu bisa memberikan ide atau gagasan dari tulisan, selain tentu mempromosikan diri sendiri atau menetapkan brand bagi diri.  Entah sebagai design grafis, freelancer, citizen journalist, atau sebagai apa? Intinya, Tulisanmu adalah cerminan dirimu.

Teruslah menulis dan perbaiki setiap saat cara dan gaya bertuturmu dalam Menulis. (foto: ist/palontaraq)

Teruslah menulis dan perbaiki setiap saat cara dan gaya bertuturmu dalam Menulis. (foto: ist/palontaraq)

Lihat juga:  Menulis: Kebutuhan untuk Berkembang

Demikianlah tips Ngeblog dengan cinta, penulis buat ringkas supaya mudah dipraktekkan. Model dan jenis tulisan berlimpah contohnya di internet, entah itu artikel, esai, laporan perjalanan, cerita pendek, dan lain sebagainya.

Seorang Blogger biasanya menyesuaikan tulisannya dengan segmentasi pembacanya. Kamu misalnya yang masih remaja, dengan pembaca blogmu sebagian besarnya adalah teman sebayamu, maka gunakanlah bahasa dan diksi yang mudah dipahaminya.

Nah, sebaik apapun tips, kalau tidak ada tindak lanjutnya, maka sampai kapanpun tidak akan menghasilkan apa-apa. Saran penulis, mulailah menulis dan latihan terus menulis.

Writing, writing, and keep on writing. Ok! Selamat mencoba. (*)

 

 

Like it? Share it!

Leave A Response