Tips Praktis Menulis Artikel

by Penulis Palontaraq | Kamis, Mei 17, 2018 | 28 views
Pelatihan Kepenulisan. (foto: ist/palontaraq)

Pelatihan Kepenulisan. (foto: ist/palontaraq)

Oleh:  Muhammad Farid Wajdi

BANYAK Orang tak cukup memiliki kesabaran untuk belajar lama untuk menguasai macam-macam bentuk penulisan, termasuk diantaranya artikel. Bagaimana sih sebenarnya artikel itu?  Apa sih syarat-syaratnya sebuah tulisan dapat dikategorikan sebagai artikel?

Artikel (menurut wikipedia) adalah karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan (melalui koran, majalah, buletin, dsb) dan bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur.

Artikel menurut KBBI (1999) didefinisikan sebagai karya tulis lengkap, surat kabar, dan sebagainya. Sementara, menurut Asep Samsul M Romli(2003) artikel diartikan sebagai sebuah karangan faktual (nonfiksi) tentang suatu masalah secara lengkap, yang panjangnya tidak tentu, untuk dimuat di surat kabar, majalah, buletin dan sebagainya dengan tujuan untuk menyampaikan gagasan dan fakta guna untuk meyakinkan, mendidik, menawarkan pemecahan suatu masalah atau menghibur.

Artikel dikalangan dunia jurnalistik diartikan sebagai karangan prosa yang dimuat dalam media massa yang membahas isu tertentu (bukan dalam arti desas desus atau kabar burung) dimana lebih dimaksudkan untuk menyampaikan fakta, analisis terhadap fakta, penelian dan melontarkan ide atau gagasan alternatif pribadi dengan tujuan meyakinkan, membujuk atau menghibur pembaca megambil posisi terhadap pokok gagasan.

Dengan kerangka penulisan, sang penulis akan lebih mudah menyusun tulisannya menjadi lebih sempurna. Untuk sampai pada tingkat mahir, maka harus berlatih terus menerus, bergelut dan memperbaiki tulisannya.

Bagian I. Awal

Pada bagian awal, elemen yang harus ada ialah:  Pernyataan atau tesis,  Argumen 1, Argumen 2,  Argumen 3, dan  Kalimat penutup

Bagian II.  Tengah Isi

Pada bagian tengah, elemen yang harus ada ialah:

Topik A. Kalimat (berdasarkan argumen 1), Pendukung contoh 1, Pendukung contoh 2, Pendukung contoh 3, dan kalimat penutup.
Topik B pendukung (berdasarkan argumen 2), Pendukung contoh 1, Pendukung contoh 2, Pendukung contoh 3, dan Kalimat penutup
Topik c. Kalimat (berdasarkan argumen 3), Pendukung contoh 1, Pendukung contoh 2, Pendukung contoh 3, dan Kalimat penutup

Bagian III.  Akhir

Pada bagian akhir, elemen yang harus ada ialah: Ringkasan poin utama(tiga kalimat topik-A,B,C), Komentar atau saran tentang pernyataan atau tesis, serta Kalimat penutup.

Dalam Buku Aku Bisa Menulis karangan Didik Komaldi, struktur Artkel ilmiah sebagai berikut :

1. Judul ( bead).
2. Nama penulis ( by line ).
3. Prolog , pembuka, tulisan atau intro.
4. Bridge, pengail, atau jembatan antara intro dan pokok bahasan. (Bisa berupa 2-3 pertanyaan.
5. Isi ( body), paparan masalah, bisanya berupa subjudul.
6. Penutup (closing)bisa berupa kesimpulan atau ajakan.
7. Keterangan atau identitas penulis.

Syarat-syarat sebuah artikel antara lain:

1. Isi artikel harus mengandung nilai informatik, menarik, memecahkan masalah, menjawab pertanyaan, dan ditulis dengan baik.
2. Panjang sebuah artikel berkisar antara 700 dan 1.200 kata
3. Menggunakan pilihan kata yang akrab dengan segmen pembaca.
4. Terdapat fakta, analisis terhadap fakta, penilaian (setuju atau tidak setuju), melontarkan ide atau gagasan pribadi dengan tujuan meyakinkan, membujuk, atau menghibur pembaca, agar pembaca mengambil posisi tertentu terhadap pokok-pokok gagasannya.

Untuk  sebuah penulisan artikel, sebagai langkah awal pembelajaran dapat mengikuti tahapan berikut ini:

1. Menemukan ide bisa didapat dari bacaan obrolan pengamatan dan sebagainya.
2. Mencari bahan referensi bisa berupa buku, kliping koran , majalah data internet dan sebagainya.
3. Membuat outline yaitu berupa kerangka karangan yang membantu si penulis dalam menulis karangannya
4. Free writing (menulis bebas) berupa penulisan naskah awal (first draft) seoarang penulis tidak bisa langsung bagus, tapi butuh ketekenun dan mengulang membacanya untuk menemukan kesalahan- kesalahan penulisan.
5. Menulis ulang naskah atau rewriting atau revisi tulisan dengan menulis ulang dari tulisan yang sudah ada akan membuat tulisan lebih sempurna
6. Menyunting naskah (editing) yakni memperbaiki naskah secara redaksional dan subtansial. Dalam tahap ini diperlukan kecermatan sehingga terjaga subtansi tulisan, keakuratan data, tetap faktual dan tidak ada kata/kalimat yang sulit dipahami, termasuk mengoreksi kesalahan pengetikan, dan lain sebagainya.

Demikianlah tips praktis menulis artikel untuk pemula. Untuk sampai ke tingkatan yang lebih mahir, harus dibarengi dengan banyak membaca artikel dari berbagai media, baik dari media mainstream maupun dari media online, serta harus banyak belajar dari karya tulis orang lain. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response