BerandaKuliner RamadhanBukber, Jalangkote dan Keseruan Berburu Takjil

Bukber, Jalangkote dan Keseruan Berburu Takjil

Oleh: Etta Adil

PALONTARAQ.ID – SALAH  satu kebahagiaan menjalani aktifitas di Bulan Suci Ramadan adalah kegembiraan saat berbuka puasa. Kebahagiaan itu semakin lengkap jika berada pada suasana buka puasa bersama.

Ramadan semakin indah dan membahagiakan jika tiada hari dilewatkan tanpa buka puasa bersama atau membahagiakan Orang-orang yang berpuasa dengan menyediakan takjil, penganan berbuka puasa.

Lihat juga: Ngabuburit di Wirsal Pangkajene

Berbuka puasa bersama atau lazim yang kita sebut Bukber, bisa bermacam-macam bentuknya.

Pertama, Ada yang tinggal kita datang di suatu acara bukber yang diselenggarakan orang, tetangga, kerabat atau keluarga lain. Pokoknya kita tinggal makan saja.

Bukber di Kampung. (foto: ist/palontaraq)
Bukber di Kampung. (foto: ist/palontaraq)
Bukber di Kampung
Bukber di Kampung (foto: ist/palontaraq)

Kedua, ada pula yang patungan dana dan sama-sama bertanggung jawab untuk kesuksesan buka puasa bersama.

Yang kedua ini, umumnya adalah bukber komunitas dan yang diundang bukber juga adalah anggota komunitas.

Lihat juga:  Build Your Community

Ketiga, Bukber dengan cara mengumpulkan donasi atau melakukan penggalangan dana, bisa sehari-dua hari, bisa juga pekanan sampai sebulan Ramadan.

Bukber jenis inipun biasa dilakukan oleh komunitas atau organisasi tertentu. Biasa juga dilakukan bukber antar komunitas, sebagai salah satu bentuk sinergi kepedulian sosial dan lingkungan.

Hasil pengumpulan donasi itulah yang kemudian dipergunakan untuk Bukber Komunitas bersama dengan anak yatim, fakir miskin, anak jalanan, musafir, jamaah masjid, atau dengan siapa saja.

Buka bersama anak yatim. (foto: act)
Buka bersama anak yatim. (foto: act)
Buka bersama anak-anak jalanan dibawah flyover Makassar. (foto: kpajmakassar)
Buka bersama anak-anak jalanan dibawah flyover Makassar. (foto: kpajmakassar)
Pembagian takjil gratis bagi pejalan/musafir di jalan poros Minasatene oleh Pembina dan santriwati Putri IMMIM Pangkep. (foto: ist/palontaraq)
Pembagian takjil gratis bagi pejalan/musafir di jalan poros Minasatene oleh Pembina dan Santriwati Putri IMMIM Pangkep. (foto: ist/palontaraq)

Lihat juga: KPAJ gandeng 5 Komunitas, Bukber Anak Jalanan

Yang ketiga ini banyak dilakukan dalam skala luas dan massif oleh organisasi kemanusiaan dan kepedulian sosial, seperti MRI-Aksi Cepat Tanggap (ACT), Dompet Dhuafa, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), dan berbagai organisasi/komunitas peduli dan berbagi lainnya.

Penyalurannya paket buka puasa ini untuk di dalam negeri misalnya menyalurkannya ke permukiman kumuh dan terpencil yang rawan kemiskinan, sampai ke luar negeri, mengirimkan paket berbuka puasa di Palestina, dan negara korban perang lainnya.

Khusus untuk wilayah Kota Makassar dan sekitarnya, banyak sekali komunitas yang melakukan kegiatan Bukber, baik dengan usaha sendiri, pengumpulan donasi, kerjasama dengan TNI-Polri, sinergi antar komunitas, dan lain sebagainya.

Kegiatan Bukber yang dilaksanakan juga beragam, ada misalnya Komunitas Pangkep Peduli dan Berbagi, yang mengumpulkan uang dari donatur dan relawan.

Selanjutnya, membeli dan memesan takjil dan paket buka puasa, kemudian membawakannya langsung ke Rumah-rumah Dhuafa, Fakir Miskin, dan mereka yang tinggal sebatang kara.

Bukber anak lorong. (foto: ist/palontaraq)
Bukber anak lorong. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Hikmah Ramadhan: “Dialog Nabi Musa”

Ada pula Komunitas Peduli Anak Jalanan (KPAJ) Makassar di berbagai area binaan, mengumpulkan donasi dan mengadakan bukber bersama anak jalanan dan warga sekitar area binaannya.

Begitu pula berbagai komunitas lainnya, seperti Relawan Pendidikan Indonesia (RPI),Kurir Langit, Sedekah Makanan Indonesia, Ayo Sedekah Makassar serta berbagai organisasi sekolah dan kampus, komunitas hobi, dan yang lainnya.

Ada pula komunitas yang menjual berbagai merchandise, souvenir, kurma, dan pakaian komunitasnya.

Hasil keuntungan sekian persen dari penjualannya tersebut kemudian dialokasikan untuk membelikan bingkisan Ramadan atau paket takjil ke kaum dhuafa, anak jalanan, fakir miskin, dan lain sebagainya.

Lihat pula:  Kurma dan Makanan Manis saat Berbuka Puasa

Tak Biasa Bukber tanpa Jalangkote

Pada setiap acara buka puasa bersama (Bukber), nampaknya penganan Jalangkote selalu hadir di sela-sela jamuan.

Jalangkote telah menjadi penganan favorit dan “juara bertahan” di setiap perhelatan buka puasa. Selalu saja ada dan tak pernah kehilangan penggemar.

Jalangkote dengan sendirinya menjadi penganan Ramadan saat berbuka puasa. Berbeda dengan gorengan lainnya yang cenderung untuk dihindari, jalangkote malahan semakin diminati dengan berbagai varian isinya.

Jalangkote, bukan pastel biasa. (foto: ist/palontaraq)
Jalangkote, bukan pastel biasa. (foto: ist/palontaraq)

Banyak orang menyebutkan jika kuliner khas Makassar satu ini memiliki bentuk yang sangat menyerupai pastel.

Bedanya, jika pada umumnya pastel berisi bihun dengan wortel, isian dari jalangkote adalah wortel, kentang, tauge, dan juga laksa yang dipadu dengan bawang putih, bawang merah, dan diberi bumbu.

Lihat pula: Puasa itu Menyehatkan – 14

Ada juga yang membuat jalangkote dengan bahan-bahan dari telur rebus dan daging cincang.

Untuk kulit Jalangkote terbuat dari tepung terigu, santan, telur, mentega dan tidak lupa garam.

Kulit pastel juga lebih tebal dibandingkan dengan jalangkote, sehingga lebih garing atau crispy dibanding pastel pada umumnya.

Bedanya yang lain, kalau pastel dicamil dengan cabai rawit, maka jalangkote ini disantap dengan sambal cair, kombinasi cabai dan cuka.

Jalangkote diminati selain karena harganya murah, juga disukai karena beragam olahan isinya bersama irisan telurnya dan karena sifatnya yang gorengan dan bisa tahan lama.

Jalangkote kerapkali dijadikan buah tangan antar daerah, bahkan sering dipesan sebagai oleh-oleh bagi mereka yang tinggal di Jakarta dan Surabaya.

Isian Jalangkote. (foto: ist/palontaraq)
Isian Jalangkote. (foto: ist/palontaraq)
Jalangkote. (foto: ist/palontaraq)
Jalangkote. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Budaya Kuliner dalam Pandangan Islam

Selain jalangkote, penganan sejenis yang diminati adalah lumpia dan kroket kentang. Ada sebenarnya jalangkote (biasa disingkat jalkot) yang khas Makassar.

Yaitu jalkot versi hitam pekat yang warnanya berasal dari zat arang aktif, tapi tak banyak ditemukan selain di Jalangkote Lasinrang, jalangkote yang paling terkenal di Kota Makassar.

Keterkenalan jalangkote sebenarnya juga tak lepas dari sejarahnya. Jika menyebut jalangkote, maka secara Bahasa Makassar, dapat diduga bahwa muasal katanya dari kata ‘jalang’ yang berarti jalan, dan ‘kote’ yang berarti berkotek-kotek atau berteriak.

Demikianlah awalnya jalangkote dipopulerkan dengan cara dijual keliling di jalan-jalan sembari berteriak-teriak.

Lihat pula:  Ngumpul Seru dengan Menu Barobbo

Keseruan Berburu Takjil

Keseruan Ramadan lainnya sebelum berbuka puasa adalah keseruan berburu takjil dan lauk pauk.

Ini yang penulis rasakan, ada kegembiraan tersendiri mendapati begitu beragam pilihan lauk pauk dan sayur yang siap saji yang dijajakan sebagai pelengkap penganan berbuka puasa.

Lihat juga: Nikmatnya Berbuka Puasa dengan Kadoppe

Tape dan Mandura. (foto: ist/palontaraq)
Tape dan Mandura. (foto: ist/palontaraq)
Penganan Tradisional khas Bugis Makassar
Burasa, Penganan Tradisional khas Bugis Makassar (foto: ist/palontaraq)
Putu, Penganan khas Bugis Makassar
Putu, Penganan khas Bugis Makassar. (foto: ist/palontaraq)
Menu tradisional berbuka puasa. (foto: ist/palontaraq)
Menu tradisional berbuka puasa. (foto: ist/palontaraq)

Lihat juga: Nikmatnya Berbuka Puasa dengan Es Pisang Ijo khas Makassar

Jika menyempatkan waktu untuk berbelanja ke pasar, membeli lauk pauk, bahan sayur, dan kelengkapan sajian berbuka puasa lainnya, maka siap-siaplah merogoh kocek dalam-dalam, itupun ditambah capeknya mengolah sendiri.

Sementara jika membeli lauk pauk dan sayur yang siap saji, maka pengeluaran bisa diukur tak sampai Rp 50.000,- dan sudah cukup untuk hidangan berbuka puasa dan sahur.

Penulis melihat di banyak sudut kota Makassar, banyak yang menjajakan makanan, lauk pauk dan sayur yang siap saji.

Harganya lebih murah, dan sudah mencukupi untuk kebutuhan buka puasa dan sahur. Tinggal dihangatkan jika berlebih, secukupnya untuk kebutuhan sahur.

Putu khas Bugis Makassar. (foto: ist/palontaraq)
Putu khas Bugis Makassar. (foto: ist/palontaraq)
Sajian menu ikan goreng dan telur ikan terbang. (foto: ist/palontaraq)
Sajian menu ikan goreng dan telur ikan terbang. (foto: ist/palontaraq)
Putu, Lumpur Surga dan Bikang Doang. (foto: ist/palontaraq)
Putu, Lumpur Surga dan Bikang Doang. (foto: ist/palontaraq)

Lihat juga: Menikmati Bubur Menado di Tanah Makassar

Uniknya, dan hal ini yang penulis sukai, yaitu dijajakannya penganan tradisional, lauk pauk yang diolah dengan cara tradisional serta sayur siap saji yang khas ‘hidangan ala orang kampung’ bagi orang Bugis Makassar.

Serasa kembali ke masa kecil, yang hidangan siap saji tersebut tidak kita dapati dalam keseharian di luar bulan suci Ramadan.

Jadi, Ramadan ini bukan hanya bulan berkah dikarenakan segala aktifitas ibadah kita dilipat-gandakan pahalanya, tetapi juga membahagiakan karena dapat bersilaturrahim dengan teman, sahabat, keluarga dan kerabat pada setiap saat acara bukber.

Selain itu, Ramadan ini juga menggembirakan karena pada setiap bukber tersebut kita bisa dapati sajian kuliner tradisional di meja hidangan buka puasa.

Penganan tradisional berbuka puasa tersebut diolah khas ala ‘orang kampung’, tapi menyehatkan dan menghangatkan kenangan masa kecil.

Entah dengan anak milenial saat ini yang lebih menyukai nonkrong dan ngabuburit di mall, dengan makanan jajanan yang serba instan?

Selamat bukber, dan semoga amal ibadah puasa kita diterima disisiNYA. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT