Imam Shamsi Ali: A whisper to my beloved friends!

by Penulis Palontaraq | Jumat, Mei 31, 2019 | 52 views
Imam Shamsi Ali. (foto: ist/palontaraq)

Imam Shamsi Ali. (foto: ist/palontaraq)

همسه للأحباب

‎قال حبر اﻷمة وترجمان القرآن

‎عبدالله بن عباس رضي الله عنهما

‎أربعة لا أقدر على مكافأتهم

‎١- رجل بدأني بالسلام

‎٢- ورجل وسع لي في المجلس

‎٣- ورجل أغبرت قدماه يمشي في حاجتي

‎٤- فأما الرابع فما يكافئه عني إلا الله عز وجل .. قيل : ومن هو ؟

‎قال رضي الله عنه  : رجل نزل به أمر فبات ليلته يفكر فيمن يقصده .. ثم رآني أهلاً لحاجته فأنزلها بي

‎إن في قضاء حوائج الناس لذة لا يَعرفها إلا من جربها،فأفعل الخير مهما أستصغرته ، فإنك لا تدري أي حسنة تدخلك الجنة

Means:

A whisper to my beloved friends!

Abdullah Ibnu Abbas said: there are four types of people that I can not pay them back properly.

– A person who begins to me with salam

– A person provides me a space in a majlis

– A person whose feet are dusty (poor) fulfills my needs (helps me)

– But the fourth type of person is only Allah can reward him. It is said to him, who that person is? He said: “a person who is sleeping with a very difficult situation, he doesn’t even know whom to talk to for help. Then he saw me that I am in need more than himself. And so he helps me out instead!

Remember! Indeed helping others in need is a sweetness that no one knows it without experiencing it. Do good to others, no matter how small it is in your eyes. Because you never know which goodness will be the key for you to enter to Jannah (paradise).

Artinya:

Sebuah bisikan untuk Teman-teman tercinta!

Abdullah Ibnu Abbas berkata: ada empat orang yang sulit untuk saya balas (kebaikannya).

– Seseorang yang memulai mengucapkan salam kepadaku

– Seseorang yang meluaskan tempat bagiku dalam majlis

– Seseorang yang kakinya berdebu (miskin), tetapi tetap memenuhi hajatku (membantuku).

– Tapi orang yang keempat hanya Allah yang bisa membalasnya.

Beliau ditanya: siapakah gerangan orang keempat itu? Beliau menjawab: seseorang yang tertidur dalam keadaan kesulitan yang sangat. Bahkan tidak tahu lagi kemana harus berbicara untuk meminta bantuan. Tapi melihatku dan mengetahui bahwa kesulitanku melebihi dirinya. Maka diapun tergerak untuk membantuku.

Ingatlah, sesungguhnya menolong orang lain itu adalah sebuah “kebahagiaan” yang tidak akan pernah dirasakan kecuali dengan pengalaman langsung. Berbuat baiklah kepada orang lain, sekecil apapun itu di mata anda. Karena engkau tidak tahu amalan mana yang akan menjadi kunci syurgamu.

Semoga Allah memberkahi kita dengan  “Laelatul Qadr”. Amin!

Shamsi Ali, New York City, 31 Mei 2019

 

Like it? Share it!

Leave A Response