BerandaFiksiSurat Cinta Buat Bidadari Kecilku di Surga

Surat Cinta Buat Bidadari Kecilku di Surga

Oleh: Etta Adil

…..

Duhai Putriku

Cukup lama ayah menanti kehadiran mungilmu

Pada dinihari yang sunyi dan gelap

Menuju rumah bidan, mengebut motor yang hampir habis bensinnya

Bersama Ibumu dengan ketuban yang meleleh sampai di betis.

Menembus gelap dan menahan dingin malam tak jadi soal

Membayang jerit tangismu di benak, ayah sungguh bahagia.

Putri Etta (foto: mfaridwm/palontaraq)
Putri Etta (foto: mfaridwm/palontaraq)

Duhai putriku

Ayah tak tahu kalau untuk mendengar jerit tangismu, ayah harus menerima cobaan

Kata bidan, engkau harus dioperasi, Nak!

Posisi kepalamu dalam kandungan menyulitkanmu dilahirkan dalam kondisi normal

Kata bidan, siapkan saja uang tujuh jutaan

Ayah melarikanmu ke rumah sakit sesuai saran bidan, meski ayah sendiri tak tahu harus kemana mencari uang tujuh juta di subuh hari yang gelap itu.

Putri Etta (foto: mfaridwm/palontaraq)
Putri Etta (foto: mfaridwm/palontaraq)

Duhai putriku

Sesampainya di ruang perawatan rumah sakit, ibumu terus berkuat meski dilarang oleh Suster

Kata sang suster, jangan berkuat, bu! Tunggu dokter ahli. Kandungan ibu berbahaya

Ibumu sungguh tak peduli. Ibumu terus berkuat, berkuat, dan berkuat

Jerit tangismu kemudian memecah kesunyian subuh yang dingin itu

Tak ada yang bisa menduga, bahwa ibumu senekad itu.

Senyum bahagia tersungging dari ibumu yang masih berpeluh keringat dan air mata

Ayah menikmati arti kehadiran indahmu, Nak!

Putri Etta (foto: mfaridwm/palontaraq)
Putri Etta (foto: mfaridwm/palontaraq)

Duhai putriku

Jika sampai hari ini, engkau tak lagi bersama ibu dan ayahmu

Sungguh itu karena Tuhan lebih mencintaimu, Nak!

Engkau ditakdirkan menjadi bidadari penghias taman surga

Yang kelak menjemput ibu dan ayahmu

Ayah tak ingin lagi menyalahkan siapa-siapa atas kehadiranmu yang hanya sebentar di dunia ini

Maafkan Ayah, Nak! Ayah ikhlas!

Sebagaimana Ibumu juga telah belajar banyak mengikhlaskanmu.

Putri Etta (foto: mfaridwm/palontaraq)
Putri Etta (foto: mfaridwm/palontaraq)

Puisi Etta Adil, Pangkajene, 25 Februari 2015

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT