Ngabuburit di Wirsal Pangkajene

by Etta Adil | Senin, Jun 26, 2017 | 832 views
Sungai Pangkajene. (foto: mfaridwm)

Sungai Pangkajene. (foto: mfaridwm)

Masih ingat tentang Sungai Pangkajene, yang membelah Kota Pangkajene ibukota kabupaten Pangkep? Di pusat Kota Pangkajene ini, pada pinggiran Sungai Pangkajene ini berdiri beberapa bangunan penting, seperti di sebelah selatannya terdapat Rumah Jabatan Bupati Pangkep dan Tugu Bambu Runcing, di sebelah timurnya terpampang pemandangan pegunungan karts, sedangkan di sebelah utaranya berdiri ratusan ruko yang merupakan kawasan ekonomi strategis Palampang.

Ngabuburit - Penulis saat berbuka puasa di Tugu Bambu runcing, sekitaan pinggir Sungai Pangkajene. (foto: adil)

Ngabuburit- Penulis saat berbuka puasa di Tugu Bambu runcing, sekitaan pinggir Sungai Pangkajene. (foto: adil)

Sungai Pangkajene yang dalam bahasa lokal ini umum disebut Salo’ Pangkajene adalah salah satu akses sungai yang pernah menandai masa pertumbuhan dan kejayaan Kerajaan Siang dan Barasa’. Di pusat kota Pangkajene ini, pada malam hari di pinggiran Sungai Pangkajene yang berhadapan langsung dengan Tugu Bambu Runcing tersebut ramai dijadikan tempat ngabuburitnya remaja dan anak muda Pangkep, bahkan tak sedikit kalangan orang tua menjadikan pinggir sungai sebagai tempat berkumpul bersama keluarga dan komunitas.

Ngabuburit di Pelataran Tugu Bambu Runcing, sekitar Wirsal Pangkajene. (foto: udhin)

Ngabuburit di Pelataran Tugu Bambu Runcing, sekitar Wirsal Pangkajene. (foto: udhin)

Di kalangan anak muda Pangkep, singkatan yang populer untuk menyebut Sungai Pangkajene sebagai tempat nonkrong adalah Wirsal (Wiring Salo’= pinggir sungai) atau Birsal (Biring Salo=Pinggir Sungai). Di pinggir sungai ini, berjejer penjual makanan dan minuman khas dari sore hingga malam. Jenis minuman khas seperti Sarabba (minuman khas penghangat badan dari jahe, gula merah dan telur) dan gorengan akan mudah didapatkan di lokasi ini. Juga tersedia nasi goreng, pisang goreng, tahu goreng, dan ubi goreng. Ada pula penjaja makanan dari yang sifatnya tradisional sampai yang populer seperti sop saudara, ayam goreng lalapan, ayam bakar, putu cangkiri, bakso, nasi campur, sate dan lontong, dan lain sebagainya. Untuk minuman, selain sarabba, kita bisa menikmati aneka jus, teh, kopi, es buah, dan lain sebagainya.

Sungai Pangkajene. (foto: mfaridwm)

Sungai Pangkajene. (foto: mfaridwm)

Suasana Ngabuburit di Wirsal Pangkajene. (foto: mfaridwm)

Suasana Ngabuburit di Wirsal Pangkajene. (foto: mfaridwm)

Wirsal Pangkajene dengan sendirinya menjadi pilihan wisata kuliner masyarakat Pangkajene yang asyik, selain bisa menikmati suasana sungai dan perahu yang lewat juga menikmati suasana kota Pangkajene yang ramai. Beberapa warga sekitar sungai banyak juga memanfaatkan waktu senggangnya untuk memancing ikan di wirsal Pangkajene ini. Saat bulan suci Ramadhan, kawasan ini sangat ramai sebagai lokasi ngabuburit dan narzis bareng.

Wirsal Pangkajene menjadi tempat narzis para pegiat sosial media di Pangkep. (foto: mfaridwm)

Wirsal Pangkajene menjadi tempat narzis para pegiat sosial media di Pangkep. (foto: mfaridwm)

Kawasan Pinggir Sungai Pangkajene ini menjadi berkah tersendiri bagi penjual jajanan makanan dan minuman. Kawasan yang tak pernah sepi, malahan saat senja, pinggir sungai Pangkajene ini menjadi spot yang bagus bagi peminat fotografi untuk mengambil gambar senja di sebelah barat Jembatan Pangkajene. Bukan hanya masyarakat Pangkajene yang menyempatkan singgah menikmati buka puasa bersama di wirsal Pangkajene ini tapi juga ratusan pengendara mobil dan motor yang melewati Kota kecil Pangkajene, dari dan ke Makassar-Toraja.

Tugu Bambu Runcing dan penjaja makanan di sekitarnya. (foto: mfaridwm)

Tugu Bambu Runcing dan penjaja makanan di sekitarnya. (foto: mfaridwm)

Tak jauh dari Wirsal Pangkajene, berdiri kokoh Tugu Bambu Runcing yang menjadi penanda nol kilometer Pangkep. Pusat Kota Pangkajene ini terletak sekitar 55 km arah selatan Kota Makassar atau sekitar 50 km dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin. Sebagai salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan, Kota Pangkep ini biasanya menjadi tempat persinggahan pemudik atau pengendara yang melewatinya dengan tujuan beberapa kabupaten sebelah utara Kabupaten Pangkep, seperti Barru, Sidrap, Pinrang, Pare-pare, sampai Toraja.

Buka puasa bersama di Pelataran Tugu Bambu Runcing. (foto: hasbihtc)

Buka puasa bersama di Pelataran Tugu Bambu Runcing. (foto: hasbihtc)

Jika anda sedang dalam perjalanan ke Kabupaten sebelah utara Pangkep tersebut atau sebaliknya, dalam perjalanan ke Makassar melewati Kota Pangkajene dan berada pada waktu yang berbuka puasa, tak ada salahnya anda menyempatkan singgah berbuka puasa di Wirsal Pangkajene. Beberapa penjaja makanan dan penjual minuman di Wirsal Pangkajene ini menyediakan air minum gratis untuk berbuka puasa dan akan terasa lebih segar menikmati perjalanan setelah menikmati segelas Sarabba dan semangkuk Sop Saudara. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response