Menikmati Bubur Menado di Tanah Makassar

by Etta Adil | Rabu, Mei 30, 2018 | 622 views
Membuat Bubur Menado (sumber foto: youtube)

Membuat Bubur Menado (sumber foto: youtube)

Tulisan Sebelumnya:

Ngumpul Seru dengan Menu Barobbo

“Kapurung Pangkep”, Citarasa beda dari Kapurung Palopo

Menikmati Sop Kikil di Pangkep

PERKEMBANGAN Kuliner di Makassar semakin pesat, dari munculnya resto mewah ala timur tengah, warung bakso yang  punya bakso sebesar mangkuk, resto bertema penjara, serta beragam ekspansi wisata kuliner lainnya memperkaya daya tarik Makassar sebagai kota kuliner di Indonesia timur.  Boleh dibilang hampir semua makanan khas nusantara ada di Makassar. Meski begitu makanan khas Makassar seperti coto, pallubasa, pallumara, dan banyak lagi, juga tetap eksis dan bertebaran dimana-mana.

Rubrik Kuliner Palontaraq kali ini menyajikan Bubur Menado. Sekilas Bubur Menado ini mirip dengan Barobbo khas Bugis Makassar. Bedanya hanya pada beberapa bahan, yaitu kalau Bubur Manado itu bahan dasarnya adalah nasi, sayur, dan jagung, sedang Barobbo berbahan dasar beras yang dicampur dengan  jagung. Pada Barobbo, jagung yang dipakai adalah yang sudah dikeringkan dan dikupas kulit arinya. Itulah sebabnya tampilannya tetap warna putih bersih. Campuran Barobbo’ sendiri, toppingnya sangat ramai dari seafood, ayam, sayur, atau campur.

Bubur Menado (sumber foto: oliviacookinholland)

Bubur Menado (foto: oliviacookinholland)

Dari segi rasa, Barobbo rempahnya lebih kuat. Hal ini berbeda dengan Bubur Menado yang menggunakan ubi dan daun gedi untuk mengentalkan bubur. Dua bahan utama Bubur Manado ini tidak dipakai pada menu Barobbo. Yang paling berbeda juga mungkin di tampilan warnanya, Bubur Menado cenderung kuning karena menggunakan pipilan jagung segar dan potongan ubi, sedang Barobbo putih bersih.  Bubur Menado rasanya lebih fokus. Tidak bercampur terlalu banyak dengan rasa yang lain.

Bubur manado ini sangat sehat dan  sangat baik dikonsumsi untuk pencernaan.  Masih jauh lebih baik dibanding makanan makanan khas Makassar yang lumayan  berlemak dan tak boleh dikonsumsi tiap hari. Bisa dibandingkan jika mengonsumsi  Coto atau Pallubasa tiap hari selama sepekan dengan makan  bubur manado tiap hari. Maka dijamin yang harus segera ke medical check up .

Barobbo hasil praktek pelajar/santri putri IMMIM. (foto: mfaridwm)

Bubur Menado hasil praktek pelajar/santri putri IMMIM. (foto: mfaridwm)

Menikmati bubur menado tiap hari juga sangat sehat, bahkan sekalipun menjadi menu harian.  Bubur Menado  dapat menjadi hidangan spesial untuk sarapan pagi yang sehat karena sejatinya Bubur Manado merupakan kombinasi bubur dengan aneka sayur-sayuran dan umbi-umbian.

Adapun bahan dan bumbu Bubur Menado yang perlu dipersiapkan adalah 500 gram beras, cuci dan tiriskan, air secukupnya, 300 gram labu kuning potong, 2 buah jagung (sisir dari tongkolnya), 200 gram ubi jalar potong, 100 gram daun melinjo muda, 100 gram daun bayam dicuci bersih, 100 gram daun kangkung, 2 ikat kacang panjang petik 2 cm, 50 gram daun kemangi, dan 4 sdt garam (sesuai selera)

Para Siswi/Santri Penyaji Kuliner Khas Barobbo di sekolahnya. (foto: mfaridwm)

Para Siswi/Santri Penyaji Kuliner Khas Bubur Menado di sekolahnya. (foto: mfaridwm)

Untuk membuatnya cukup praktis. Masukkan air 3-5 cm di permukaan beras yang telah dicuci bersih. Rebus hingga setengah matang. Setelah itu masukkan potongan labu kuning, jagung dan ubi jalar. Rebus kembali sampai matang. Lanjutkan dengan masukkan satu persatu sayuran ke dalam bubur. Masak terus sampai seluruhnya matang dan bubur cukup kental. Seterusnya, angkat dan siap dihidangkan.

Bubur manado biasa dihidangkan dengan berbagai pelengkap, antara lain ikan bakar, ikan asin goreng, perkedel nike, sambal roa (rica roa, dabu-dabu roa), ikan cakalang fufu atau tuna asap, dan perkedel jagung. Selamat Mencoba! (*)

Like it? Share it!

Leave A Response