Hemat Traveling ala Etta Adil

by Penulis Palontaraq | Selasa, Apr 23, 2019 | 94 views
Penulis saat traveling ke Toraja Utara. (foto: hasbi/palontaraq)

Penulis saat traveling ke Toraja Utara. (foto: hasbi/palontaraq)

Oleh: Etta Adil

SELALU  ada alasan dibalik takutnya seseorang untuk traveling. Bukan karena keinginan untuk menundanya, tetapi lebih karena kekhawatiran budget yang tidak terkira dan tidak terukur.

Banyak orang melakukan traveling hanya untuk kepentingan berwisata, menghibur diri, lari dari kepenatan dan rutinitas kerja, dan lain sebagainya. Hal ini berbeda dengan penulis, traveling itu sebagai kebutuhan.

Lihat juga: Spot Sunset terbaik di Lombok

Bagi seorang penulis, traveling itu kebutuhan untuk mencari dan mendalami bahan penulisan.  Itulah sebabnya, seorang penulis setiap kali melakukan perjalanan, tidak pernah membuat destinasi tunggal.

Seorang penulis harus selalu menimbang 2-5 tujuan sampingan, selain tetap fokus pada ujuan utamanya. Hal ini sekaligus untuk menghemat budget dalam satu kali perjalanan, apalagi jika perjalanan jauh.

Seorang penulis yang traveler, atau traveler yang penulis, haruslah selalu ketat menimbang berbagai hal terkait perjalanan, diantaranya: tujuannya kemana, maksud dan tujuannya apa, dan budgetnya berapa (terukur).

Seorang penulis traveler juga harus menimbang moda transportasi yang digunakan, siapa saja yang bisa ditemani dan ditemui dalam tujuan perjalanan,  destinasi utamanya dimana dan bagaimana kondisinya?, sampai mendalami kondisi sosial, ekonomi, dan budaya warga setempat dari tujuan perjalanan.

Lihat juga: Tips Berwisata ke Pulau Bunaken, Menado

Traveling ke Jawa Tengah. (foto: ist/palontaraq)

Traveling ke Jawa Tengah. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Kali Paingan, Pekalongan, Jawa Tengah. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Kali Paingan, Pekalongan, Jawa Tengah. (foto: ist/palontaraq)

Lihat juga:  Bagaimana Menulis Laporan Perjalanan?

Penulis di Lokasi Candi Prambanan. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Lokasi Candi Prambanan, Jateng. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Bunaken, Sulawesi Utara. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Bunaken, Sulawesi Utara. (foto: ist/palontaraq)

Lihat juga: Kompleks Candi Borobudur dan Lingkungan Simbolistik Sekitarnya

Soal menginap dimana, ada banyak pilihan tentunya. Apakah di hotel, wisma, penginapan, rumah penduduk, rumah teman atau sahabat, atau dimana?

Sebelumnya sudah ada harus didapatkan informasi tentang tempat menginap tersebut, budgetnya berapa permalam, apa saja fasilitasnya, bagaimana lingkungannya, apakah dekat dari lokasi kunjungan dan memudahkan mobile dari tempat menginap, dan pertimbangan lainnya.

Umumnya traveler mengeluhkan budget pokok, yaitu penginapan dan tiket perjalanan (bus, pesawat atau kapal laut). Jika dua masalah kebutuhan budget ini sudah dapat diukur dan dipenuhi, maka yang lainnya pun bisa diatasi.

Itulah sebabnya seringkali para traveler,  kita dengar mengumbar ucapan berikut, “ah nggak ah, nggak bisa traveling. Bulan ini nggak ada budget yang cukup buat traveling.”

Lihat juga:   Berwisata ke Museum Angkut Malang

Penulis di Taman Pintar, Yogyakarta. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Taman Pintar, Yogyakarta. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Pantai Tritis, Yogyakarta. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Pantai Tritis, Yogyakarta. (foto: ist/palontaraq)

Lihat juga: Menengok Kedhaton Kesultanan Yogyakarta

Penulis di Kesultanan Yogyakarta. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Kesultanan Yogyakarta. (foto: ist/palontaraq)

Pokok persoalan yang dikeluhkannya biasanya hanya seputar hotel dan tiket pesawat yang naik.  Untuk tiket pesawat lebih murah, cobalah flight (penerbangan) pada hari kerja.

Coba deh terbang pada hari kerja, bukan pas weekend ketika tarif penerbangan umumnya lebih tinggi. Untuk hotel dan penginapan, biasanya ada banyak penawaran promo di hari-hari khusus dan tertentu.

Lihat juga: Menemukan “Lost Paradise” di Apparalang

Persoalan budget lain, diluar penginapan dan tiket perjalanan, hanya persoalan ‘selera’ sebetulnya.  Ada banyak traveler yang berbeda selera berwisata.  Karena ada yang murni traveler, hanya ingin berwisata, namun ada pula traveler yang juga penulis dan blogger, atau yang sering kita sebut “travel blogger”.

Penulis di Pantai Apparalang, Bulukumba. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Pantai Apparalang, Bulukumba. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Kawasan Adat Ammatoa Kajang, Bulukumba. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Kawasan Adat Ammatoa Kajang, Bulukumba. (foto: ist/palontaraq)

Lihat juga: Tips Traveling ke Kawasan Adat Tana Toa Kajang

Ungkapan seperti, “Sayang ah uangnya, sudah jauh-jauh pergi, hanya itu yang didapat. Ndak seru banget!” seringkali masih terdengar karena tidak adanya perencanaan yang matang soal perjalanan yang dilakukan.

Nah, gaes, Sebenarnya untuk traveling, oleh siapapun itu,  dimanapun kita suka, harus ada strategi budget sebelum berangkat. Traveler harus merencanakan pengeluarannya dengan cermat, dari sebelum berangkat sampai kembali pulang.

Biasanya penulis mengunjungi suatu daerah dalam rangka mengikuti/mengisi seminar, pelatihan, atau workshop, dan setelahnya melakukan liburan atau perjalanan ke tempat wisata yang ada di daerah itu.  Ungkapan yang cocok mengenai hal ini seringkali kita dengar, “sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.”

Penulis di salah satu hotel di Kota Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di salah satu hotel di Kota Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Lihat juga:  Explore the History of Makassar in Fort Rotterdam

Salah satu sudut kota Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Salah satu sudut kota Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Lihat juga: Menelusuri Obyek Wisata Sejarah Budaya di Barru

Traveling ke destinasi yang jaraknya dekat bisa juga menjadi pertimbangan.  Selain menghemat biaya,  bisa juga menghabiskan lebih banyak waktu di satu tempat atau berpergian ke destinasi lain yang saling berdekatan.  Traveler juga menghemat biaya transportasi, atau sekalian menggunakan kendaraan sendiri ala-ala backpackers, sehingga bisa mobile dari satu tempat ke tempat lain lebih mudah, praktis dan cepat.

Menginap di guesthouse jika biaya untuk penginapan termasuk cukup besar.  Selain bisa menghemat,  traveler juga bisa mendapatkan pengalaman lokal dan untuk mobilitasnya dapat menggunakan transportasi umum, sekaligus membangun kebersamaan dan kedekatan dengan banyak orang di daerah, juga bisa  merasakan jadi penduduk lokal.

Penulis di Museum Kupu-kupu, Maros, Sulsel. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Museum Kupu-kupu, Maros, Sulsel. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Sungai Pute, Rammang-rammang, Maros, Sulsel. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Sungai Pute, Rammang-rammang, Maros, Sulsel. (foto: ist/palontaraq)

Lihat juga:Pesona Karst dan Wisata Sungai di Rammang-rammang

Internet penting banget  buat kita para traveler dan penulis yang mobile.  Karena itu, menjelajahi  kota, daerah, atau tujuan wisata, perlu akses internet yang cepat dan murah.  Manfaatkanlah fasilitas akses internet gratis di warkop, kafe, tempat umum, atau perpustakaan yang ada di daerah itu.

Jangan pernah berdiam lama di hotel atau penginapan, tanpa mengetahui kondisi dan situasi sekitar.  Carilah aktivitas gratis.  Siapa bilang aktivitas yang gratis itu nggak seru? Little did you know, ada banyak hotel atau taman yang biasanya menawarkan pemutaran film gratis, pentas seni,  festival budaya, dan lain sebagainya.  Sekedar jalan-jalan keliling kota, bersantai di taman dan ke pasar tradisional juga seru loh!

Penulis di Malang, Jawa Timur. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Malang, Jawa Timur. (foto: ist/palontaraq)

Lihat juga: Pesona Cinta Taman Bunga Selecta

Penulis di Pinggir Sungai Pangkajene, Pangkep, Sulsel (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Pinggir Sungai Pangkajene, Pangkep, Sulsel (foto: ist/palontaraq)

Lihat juga: Sejarah dan Kultur Perniagaan di Sungai Pangkajene

Penulis di Tanah Lot, Bali. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Tanah Lot, Bali. (foto: ist/palontaraq)

Thrift store.  Biasanya ada pula pasar atau toko-toko kecil yang menjual souvenir dan pernak-pernik, sebagai ‘buah tangan’ untuk dibawa pulang, yang harganya jauh lebih murah daripada  souvenir di toko-toko yang besar.  Jika  beruntung, ada banyak barang-barang otentik yang vintage yang bisa ditemukan di tempat seperti itu.

Lihat juga: Mau Study Tour? Ini Perlengkapan yang Wajib Kamu Bawa

Ok, gaes!  Traveling dengan biaya murah itu bukan mimpi.  JIka mau enaknya berwisata kemana-mana, ya sesekali jadilah travel guide yang bekerja secara part-time.  Jika tidak, maka manfaatkanlah kupon, poin hadiah, dan cashback. Gunakan kupon potongan harga dan poin hadiah yang didapatkan dan selalu stay tuned di media sosial milik maskapai penerbangan dan hotel.  Traveler biasanya tahu cara bisa ke halaman Promo untuk tahu promo apa aja yang sedang diselenggarakan. Rajin-rajin cek ya! (*)

Like it? Share it!

1 Comment so far. Feel free to join this conversation.

Leave A Response