Berwisata ke Museum Angkut Malang

by Penulis Palontaraq | Kamis, Mar 21, 2019 | 169 views
Museum Angkut Kota Batu, Malang. (foto: ist)

Museum Angkut Kota Batu, Malang. (foto: ist)

Oleh: Etta Adil

Museum Angkut merupakan museum transportasi dan tempat wisata modern yang terletak di Kota Batu, sekitar 20 km dari Kota Malang, Jawa Timur, tepatnya di jalan Terusan Sultan Agung Atas. Museum ini terletak di kawasan seluas 3,8 hektar di lereng Gunung Panderman dan memiliki lebih dari 300 koleksi jenis angkutan tradisional hingga modern.

Bagi wisatawan dari luar kota Malang yang akan ke Museum Angkut dapat menggunakan transportasi umum. Dari stasiun Malang, naik angkutan umum tanya kenek atau supir angkot tujuan museum Angkut. Turun di terminal Ledung Sari naik bus Puspa Jurusan Jombang dan terakhir turun di destinasi wisata.

Bebas berfoto dengan kendaraan antik koleksi  Museum Angkut, Batu, Malang. (foto: ist/palontaraq)

Pengunjung dengan salah satu koleksi kendaraan yang dipamerkan dalam kompleks Museum Angkut, Malang, Jawa Timur. (foto: ist/palontaraq)

Salah satu kendaraan era Tahun 60-an yang dipamerkan dalam kompleks Museum Angkut, Malang, Jawa Timur. (foto: ist/palontaraq)

Pengunjung dan salah satu angkutan (helikopter) yang dipamerkan dalam kompleks Museum Angkut, Malang, Jawa Timur. (foto: ist/palontaraq)

Salah satu kendaraan era Tahun 60-an yang dipamerkan dalam kompleks Museum Angkut, Malang, Jawa Timur. (foto: ist/palontaraq)

Kereta Kencana, salah satu kendaraan para bangsawan Jawa, koleksi angkutan yang dipamerkan dalam kompleks Museum Angkut, Malang, Jawa Timur. (foto: ist/palontaraq)

Lihat juga: Bagaimana Menulis Laporan Perjalanan?

Museum Angkut Kota Batu Malang ini tergolong baru, sehingga antrian pengunjung biasanya cukup panjang. Jam buka mulai Pukul 12.00-20.00 WIB. Pengelola Museum sengaja buka agak siang, karena semua petugas diharuskan sering cek properti dan kebersihan.

Salah satu kendaraan era Tahun 60-an yang dipamerkan dalam kompleks Museum Angkut, Malang, Jawa Timur. (foto: ist/palontaraq)

Salah satu kendaraan era Tahun 60-an yang dipamerkan dalam kompleks Museum Angkut, Malang, Jawa Timur. (foto: ist/palontaraq)

Museum Angkut, Malang. (foto: ist)

Museum Angkut, Kota Batu, Malang. (foto: ist)

Salah satu Koleksi Museum Angkut, Batu, Malang. (foto: ist)

Salah satu Koleksi Museum Angkut, Batu, Malang. (foto: ist)

Koleksi Museum Angkut, Kota Batu, Malang. (foto: ist)

Koleksi Museum Angkut, Kota Batu, Malang. (foto: ist)

Salah satu kendaraan era Tahun 60-an yang dipamerkan dalam kompleks Museum Angkut, Malang, Jawa Timur. (foto: ist/palontaraq)

Salah satu Koleksi Museum Angkut, Malang, Jawa Timur. (foto: ist/palontaraq)

Harga tiket masuk Museum Angkut Batu Malang cukup mahal. Hari Senin-Jumat, tiketnya Rp. 60.000, sedangkan di musim liburan atau akhir pekan harga tiket Rp. 80.000 per orang. Bahkan bagi pengunjung membawa kamera pribadi diwajibkan membayar Rp.30.000 per kamera.

Lihat juga: Menulis Travel Blogging

Museum Angkut Malang merupakan wisata baru yang cukup populer di Malang, menyandang predikat sebagai wisata kreatif pertama yang memegang konsep wisata angkutan di Indonesia. Para pengunjung bisa rekreasi dan belajar tentang berbagai model jenis Angkutan di Indonesia hingga seluruh dunia.

Dengan kehadiran Museum Angkut Malang ini menjadi bukti Kota Batu Malang memiliki banyak objek wisata museum yang menarik. Museum Angkut diresmikan pada tanggal 9 Maret 2014, dibangun sebagai apresiasi terhadap perkembangan dunia transportasi nusantara bahkan dunia.

Para Pengunjung di Museum Angkut, Malang, Jatim. (foto: ist/palontaraq)

Para Peserta Study Comparative dengan Tujuan Malang kerapkali menjadikan Museum Angkut, sebagai salah satu destinasi. (foto: ist/palontaraq)

Para Peserta Study Comparative dengan Tujuan Malang kerapkali menjadikan Museum Angkut, sebagai salah satu destinasi. (foto: ist/palontaraq)

Salah seorang pengunjung berfoto dengan latar belakang kendaraan yang dipamerkan di Museum Angkut,  Malang, Jawa Timur.   (foto: ist/palontaraq)

Salah satu kendaraan era Tahun 60-an yang dipamerkan dalam kompleks Museum Angkut, Malang, Jawa Timur. (foto: ist/palontaraq)

Beragam jenis kendaraan mobil Eropah era Tahun 1960-an, menjadi koleksi yang dipamerkan dalam Museum Angkut, Malang, Jawa Timur. (foto: ist/palontaraq)

Museum Angkut Malang ini merupakan tempat wisata pertama yang mengusung konsep angkutan pertama di Asia Tenggara. Disini akan ditemukan beraneka jenis kendaraan dari berbagai merk, dipamerkan di dalam ruangan museum. Koleksinya keren-keren, dari alat transportasi tradisional dan tanpa mesin sampai kendaraan modern menggunakan tenaga listrik semua ada disini.

Lihat juga:  Pesona Cinta Taman Bunga Selecta

Pengunjung Museum Angkut juga akan dibuat takjub oleh berbagai bangunan landmark khas dari negara produsen kendaraan tersebut sebagai background, sehingga berasa keliling dunia. Penataannya keren, mengusung konsep lingkungan serupa asal negara kendaraan itu diproduksi, sehingga para pengunjung benar-benar menikmati suasana museum.

Koleksi kendaraan di Museum Angkut berada pada tiap-tiap ruangan, dibagi per zona di gedung berlantai tiga. Sensasinya tiap zona begitu terasa pencinta otomotif, sesuai tema kendaraan.

Salah satu Koleksi Museum Angkut, Batu, Malang

Bebas berfoto dengan kendaraan antik koleksi  Museum Angkut, Batu, Malang. (foto: ist/palontaraq)

Museum Angkut Malang. (foto: ist)

Zona Main Hall, Interior dalam Museum Angkut Malang. (foto: ist)

Museum Angkut Malang. (foto: ist)

Zona Main Hall, Interior dalam Museum Angkut Malang. (foto: ist)

Pada Zona Hall Utama, pengunjung akan mendapati aula utama yang memberikan kesan mewah. Disini terdapat berbagai koleksi kendaraan populer dari jaman ke jaman di seluruh belahan dunia.

Lihat juga:  Mengenal Kampung Turis Sosrowijayan di Simpang Malioboro

Pada Zona Edukasi, terpamer alat angkutan yang memiliki sejarah, di Indonesia dan luar negeri. Penyuka sejarah otomotif tentu akan berlama-lama disini. Salah satu koleksi kendaraan favorit disini ialah mobil Chrysler Windsor Deluxe, merupakan mobil pernah dipakai presiden Sukarno.

Pada Zona Sunda, akan terasa nuansa Jakarta (Batavia) tempo dulu. Tergambar sebuah pelabuhan yang didominasi penduduk Belanda, khususnya Menara Syahbandar serta berbagai tipe angkutan di jaman itu. Berbeda halnya dengan Zona Gangster Town and Broadway Street, pengunjung seakan dibawa pada suasana mirip berada di dalam film gangster Amerika.

Salah satu Koleksi Museum Angkut, Batu, Malang

Bebas berfoto dengan kendaraan antik koleksi  Museum Angkut, Batu, Malang. (foto: ist/palontaraq)

Bebas berfoto dengan kendaraan antik koleksi  Museum Angkut, Batu, Malang. (foto: ist/palontaraq)

Bebas berfoto dari berbagai angkutan tradisional sampai mobil antik koleksi  Museum Angkut, Batu, Malang. (foto: ist/palontaraq)

Bebas berfoto dengan kendaraan antik koleksi  Museum Angkut, Batu, Malang. (foto: ist/palontaraq)

Pengunjung juga bebas berfoto dari kokpit / dalam pesawat terbang koleksi  Museum Angkut, Batu, Malang. (foto: ist/palontaraq)

Di Zona Eropa, ada nuansa suasana malam dikombinasikan berbagai koleksi angkutan terkenal di dataran benua Eropa yang pernah menghiasi jalan-jalan Perancis, Inggris, Italia dan German.

Lihat juga:  Mengapa Mesti Traveling? Ini 10 Alasannya!

Seperti halnya Zona Istana Buckingham, seperti berada di Buckingham Inggris dengan berbagai angkutan tersohor seperti Mini Coper, Raligh, Filir dan lain sebagainya. Bahkan terdapat mobil yang pernah digunakan Ratu Elizabeth ketika parade di Australia, lengkap suasana kota Inggris pada malam hari dan kemewahan istana Buckingham.

Pada Zona Las Vegas, suasana Amerika latin akan mewarnai malam indah para pengunjung, berasa di gerbang Las Vegas, sedangkan pada Zona D’Topeng Kingdom digambarkan warisan budaya Indonesia yang banyak sensasi keindahan serta kekayaan warisan bangsa.

Ada pula Zona Pasar Apung, zona yang menyajikan pemandangan transaksi jual beli antara wisatawan dengan penjual di pasar apung. Penjual tak hanya menjual berbagai makanan namun juga menjual berbagai merchandise museum Angkut Malang dan oleh-oleh khas nusantara.

Bebas berfoto dengan kendaraan antik koleksi  Museum Angkut, Batu, Malang. (foto: ist/palontaraq)

Bebas berfoto di depan gerbang zona pasar apung dalam kompleks Museum Angkut, Batu, Malang. (foto: ist/palontaraq)

Zona Pasar Apung, Museum Angkut Malang. (foto: ist)

Zona Pasar Apung, Museum Angkut Malang. (foto: ist)

Lihat juga: Eksotisme, Narasi Sejarah, dan Wisata Sungai di Pangkajene

Ada lagi Zona Hollywood dimana para pengunjung akan mendapati berbagai kendaraan yang pernah digunakan di film-film Hollywood. Zona Fligh Training lain lagi, disini para pengunjung akan belajar menjadi seorang pilot di ruangan cockpit pesawat yang sudah didesain semenarik mungkin dan persis seperti aslinya. Namun di zona ini para pengunjung diwajibkan membayar tiket wahana terlebih dahulu.

Wisata Museum Angkut kerap kali digunakan sebagai area menggelar berbagai acara seperti pameran, syuting video klip, foto prewedding serta tak jarang digunakan sebagai lokasi kompetisi modifikasi kendaraan.

Salah satu kendaraan era Tahun 60-an yang dipamerkan dalam kompleks Museum Angkut, Malang, Jawa Timur. (foto: ist/palontaraq)

Banyak pengetahuan yang bisa didapatkan pelajar dan masyarakat umum, khususnya terkait angkutan dari masa ke masa, dengan mengunjungi Museum Angkut, Malang, Jawa Timur. (foto: ist/palontaraq)

Di luar gedung Museum Angkut, dekat zona Pasar Apung, para pengujung bisa mencoba naik kapal di pasar apung ini dengan harga tiket hanya Rp. 10.000. Disini tersaji pemandangan pasar unik dengan berbagai jajanan pasar dan makanan tradisional khas Malang. Juga disediakan berbagai merchandise dan souvenir oleh-oleh.

Nah, demikian sekilas tentang Museum Angkut Kota Batu, Malang. Selamat berlibur dan semoga liburnya menyenangkan. Terima kasih. (*)

 

 

Like it? Share it!

Leave A Response