Tips Berwisata ke Pulau Bunaken, Menado

Penulis di Pulau Bunaken. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Pulau Bunaken. (foto: ist/palontaraq)

Laporan:  Etta Adil

Tulisan sebelumnya:  Bagaimana Menulis Laporan Perjalanan?

PALONTARAQ.ID – Keterkenalan Bunaken sebagai Taman Laut Nasional membuatnya banyak dikunjungi wisatawan luar negeri, khususnya bagi yang senang dengan wisata bahari,  penikmat hobi diving dan snorkling.

Sejarah Singkat Bunaken

Taman Nasional Bunaken memang  sangat terkenal keindahan taman lautnya dan menjadi destinasi wisata andalan Menado, Sulawesi Utara. Sebenarnya Bunaken memiliki sejarah yang panjang, bahkan sejak dihuni Tahun 1400 oleh  imigran dari  Kerajaan Bowontehu (Manado Tua).

Bunaken sebenarnya adalah nama pulau, dan wilayah yang ditempati di sekitarnya juga adalah pulau yang sejak lama telah ditempati, yaitu Pulau Mantehage, Siladen, Naen, Talise, pulau Bangka, Gangga dan wilayah pesisir utara semenanjung Minahasa.

Sejak Tahun 1850-an, masyarakat yang menduduki Tanjung Parigi berpindah ke Arah Tenggara yang letaknya ditepi pantai dan tepat berhadapan dengan Kota Manado sendiri.

Lihat juga: Menikmati Wisata Bahari di Bunaken

Dalam perkembangannya,  masyarakat kemudian  mendirikan sebuah negeri yang oleh mereka diberi nama “Wunakeng”, singkatan dari nama “Kinawungakeng”. Kata “Kinawunakeng” sendiri mempunyai arti tempat tinggal.

Di belakang hari,  kata “Wunakeng” berganti  menjadi Bunaken,  singkatan dari “Pamunakeng”  yang mempunyai arti tempat mendarat dari sebuah perahu. Pada mulanya Taman Laut Nasional Bunaken ditemukan oleh sekolompok penyelam dari Kota Manado, dalam suatu  kegiatan ekspedisi penyelaman  pada  Tahun 1975.

Pada saat  melakukan kegiatan penyelaman, nelayan setempat memperingatkan kepada para penyelam tersebut bahwa tempat yang mereka selami banyak terdapat roh jahat, akan tetapi para penyelam tadi tidak gentar dan terus melakukan penyelaman.

Setelah mereka menyusuri tempat dibawah air laut Bunaken, para penyelam tadi menemukan tumbuhan laut di dinding karang masih murni dengan beraneka ragam  ikan langka, yang membuat mereka terpesona oleh pemandangan indah bawah laut tersebut.

Lihat juga: Mau Study Tour? Ini Perlengkapan yang Wajib kamu Bawa

Semenjak itulah mulailah diperkenalkan Bunaken sebagai destinasi wisata selam di Sulawesi Utara.  Pada tahun 1991, Bunaken ditetapkan  sebagai salah satu Taman Nasional di Indonesia dan pada tahun 2005 Taman Nasional Bunaken ditetapkan sebagai  salah satu situs warisan dunia setelah didaftarkan ke UNESCO.

Penulis di Pelabuhan Kota Menado sebelum bertolak ke Bunaken. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Pelabuhan Kota Menado sebelum bertolak ke Bunaken. (foto: ist/palontaraq)

Menuju Pulau Bunaken

Untuk pergi ke Bunaken,  sangatlah mudah. Bagi pengunjung dari luar Sulawesi Utara, setelah turun dari  pesawat di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi,  Kota Manado, dapat melanjutkan perjalanan menuju Pusat Kota Menado dengan  menggunakan transportasi taksi.

Lihat juga: Adab dalam Perjalanan, Muslim Wajib Tahu!

Jika ingin langsung ke  Pulau Bunaken sendiri,  wisatawan dapat langsung pelabuhan yang ada di Kota Manado, untuk selanjutnya menuju Marina Blue Banter dan Marina Nusantara Diving Centre (NDC) di Kecamatan Molas, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Setelah sampai di Marina Blue Banter masih diperlukan 10 sampai 15 menit perjalanan dengan menggunakan kapal pesiar menuju ke lokasi penyelaman, sementara jika  melewati Marina Nusantara Diving Centre (NDC) membutuhkan waktu 20 menit.

Penulis di Pulau Bunaken. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Pulau Bunaken. (foto: ist/palontaraq)

Alternatif lain untuk sampai ke Pulau Bunaken dari Kota Manado, bisa menggunakan transportasi kapal yang bisa disewa dari Marina dan Pasar Bersehati. Untuk tiket masuk kawasan wisata Taman Nasional Bunaken, bisa diperoleh di Kantor Taman Nasional Bunaken atau memperolehnya di beberapa counter penjualan tiket di Desa Liang (Pulau Bunaken) atau di Siladen.

Lihat juga: Menulis Travel Blogging

Kegiatan Wisata di Kawasan Pulau Bunaken umumnya adalah snorkeling atau menyelam.  Agar bisa  menikmati pesona keindahan Bunaken secara utuh dan jelas,  di sekitar pulau ini terdapat kurang lebih 23 tempat penyelaman (dive spot) yang bisa dikunjungi.

Untuk melakukan snorkeling, tidak usah repot membawa peralatan penyelaman karena di Pulau Bunaken sendiri  banyak penyedia peralatan selam yang bisa disewa. Harganya murah,  disewa dengan kisaran harga Rp. 100 ribu perhari.Pemandangan bawah laut Bunaken yang sangat mempesona memang sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Untuk merasakan sensasi penyelaman, para pengunjung dapat meminta bantuan para mentor atau guide untuk menemani penyelaman dan memandu titik penyelaman yang bagus. Pemandangan bawah laut Bunaken sangat kaya akan berbagai jenis spesies terumbu karang, dengan bentuknya yang unik membentuk lekukan karang yang indah, serta  terowongan mungil yang ada dibawah laut, menjadikan tempat ini surga bawah laut.

Lihat juga:  Menengok Eksotisme Tebing Apparalang di Bulukumba

Penulis di Bunaken. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Bunaken. (foto: ist/palontaraq)

Lokasi Penyelaman

Adapun lokasi penyelaman terbaik yang berada di sekitar Bunaken dan Manado Tua adalah Bunaken Timor, salah satu spot snorkeling yang direkomendasikan. Hanya saja perlu ditemani oleh penyelam profesional, mengingat dive spot ini memiliki arus bawah laut yang kuat.

Para penyelam  akan menemukan banyak species ikan yang hidup di kawasan ini, selain jenis terumbu karang dan hiasan  pesona bawah lautnya serta ikan-ikannya dari berbagai jenis.

Lihat juga:  Pesona Karts dan Wisata Sungai di Rammang-rammang

Spot berikutnya adalah Mandolin, yaitu sebuah wilayah taman laut yang mempunyai dinding dan puncak karang yang dihuni oleh ribuan ikan yang hidup bergerombol seperti unicornfish, surgeonfish, bannerfish, dan ikan penembak. Ikan-ikan disini sangat jinak sehingga mudah sekali untuk didekati.

Ada pula Muka Gereja. Wilayah penyelaman ini  sangat indah dan  sayang sekali untuk dilewatkan. Disini juga terdapat ribuan ikan yang berada di perairan dangkal serta palung-palung yang terbentang menuju ke dinding-dinding karang laut.

Ada lagi yang namanya Puncak Barakuda, yaitu salah satu tempat snorkeling terjauh,  terletak di barat laut Bunaken. Di tempat ini, akan ditemukan segerombolan Barakuda raksasa yang berenang di antara ikan tuna dan ikan jack. Oleh karena itu tempat ini disebut dengan Puncak Barakuda.

Lihat juga:  Pesona Wisata Bahari Pulau Badi Pangkep

Selain itu ada pula wilayah penyelaman yang merupakan reruntuhan kapal di Manado.  Di lokasi ini adalah Reruntuhan Kapal di Manado, Kapal panjang yang mempunyai ukuran 60 m ini berada di bawah laut dengan kedalaman 78 kaki, sekitar 23 meter dibawah laut.

Konon kapal ini dulunya adalah kapal milik pedagang Jerman yang tenggelam pada tahun 1942 di dekat Pantai Molas. Kapal ini terbelah bagian tengahnya sehingga memperlihatkan ruang kemudi serta pegangan kargonya, ditempat ini jarak pandang yang bisa dijangkau sekitar 10-15 meter.

Tempat snorkeling selanjutnya adalah Siladen. Tempat ini mempunyai dinding-dinding karang yang halus serta membentuk pemandangan yang indah dan akan terlihat hidup ketika arus datang. Lokasi Laut dangkalnya memperlihatkan keindahan tersendiri dengan ikan-ikan dan schooling snappers.

Lihat juga:  Eksotisme, Narasi Sejarah, dan Wisata Sungai di Pangkajene

Tujuan penyelaman lainnya adalah Tanjung Kopi, yaitu sebuah tembok kecil yang juga banyak di huni oleh segerombolan ikan barakuda dan ikan sweetlip. Jarak pandang di lokasi air dangkal kurang begitu baik, tetapi yang membuat menarik adalah banyaknya ikan yang bisa diamati, salah satunya species ikan Nudi branch dan Ikan Api Gobi.

Tembok Lekuan (I, II, III) merupakan sebuah tembok panjang yang ada di bawah laut Bunaken, merupakan lokasi penyelaman yang juga banyak diminati. Lokasinya  terbagi menjadi tiga tempat,  yaitu Lekuan I, II, dan III. Ketiganya memiliki sebuah taman laut yang bisa dikatakan terbaik dari tempat lain di Bunaken.

Tembok Lekuan memiliki dinding yang curam serta celah dinding yang dalam, tidak hanya itu disini Anda akan menemui kipas angin laut dan spons raksasa serta beberapa lokasi yang dangkal dan dipenuhi oleh ikan Kakak Tua Besar yang bergerombol berombongan serta penyu yang hidup di kawasan ini.

Lihat juga:  Memotret Pangkep dari Jepang dan Menikmati Sarabba di Paris

Pemandangan indah yang disuguhkan di kawasan Bunaken tidaklah itu saja, tetapi Anda juga bisa menikmati pesona keindahan di permukaan yang disuguhkan oleh keelokan lima pulau yang berada di kawasan Taman Nasional Bunaken. Diantara lima pulau tersebut adalah  pulau Bunaken, Manado Tua, Siladen, Mantehage dan Nain.

Selain berwisata bahari, di Bunaken juga dapat dinikmati wisata budaya Suku Bajo yang tinggal di Bunaken. Begitu pula bagi pengunjung yang tertarik mengenal  burung cagar alam, maka Tangkoko Dua Sudara Nature bisa dijadikan tujuan wisata lainnya di Bunaken.

Selain  menikmati keindahan alam Bunaken, juga tersedia  Oleh-oleh khas Manado, berupa Kacang Goyang, Klapertaart, Kue Lampu-Lampu, Kue Balapis Manado, Dodol Manado, Cakalang Fufu, dan Halua Kenari.

Penulis di Bunaken, Sulawesi Utara. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Bunaken, Sulawesi Utara. (foto: ist/palontaraq)

Tips Berwisata Ke Bunaken

Berwisata ke Bunaken Sulawesi Utara memang kedengarannya sangat menarik. Akan tetapi, jika serius ingin berwisata ke Bunaken, sebaiknya memperhatikan tips-tips berikut ini:

1. Pilih Bulan Kunjungan pada Bulan Mei-Agustus karena pada bulan  tersebut kondisi air laut disekitar kepualauan Bunaken sangat jernih dan suhunya hangat. Kondisi ini sangat baik sekali untuk melakukan kegiatan penyelaman karena jarak pandangnya yang bisa dijangkau bisa maksimal.

Pada bulan antara Desember sampai Januari kondisi air laut sedang pasang dan air lautpun kotor yang diakibatkan banyaknya sampah yang terbawa arus, sehingga kurang begitu bagus apabila melakukan kegiatan penyelaman.  Pada bulan Oktober, bisa juga dijadikan alternatif bulan kunjungan karena biasanya ada agenda  Festival Bunaken yang diselenggarakan oleh pemerintah setempat.

2. Rencanakan liburan jauh hari sebelumnya. Kebanyakan dari wisatawan yang mengunjungi Bunaken memang memilih rentan bulan Mei-Agustus, hal tersebut mengakibatkan banyak operator dan resort yang sudah tidak menerima wisatawan masuk lagi, dikarenakan pemesanan yang sudah penuh, oleh sebab itu bagi Anda yang berniat mengunjungi tempat ini usahakan merencanakan jauh hari dengan memesan akomodasi dan perlengkapan wisata ke Bunaken.

Penulis bersama pengunjung Bunaken lainnya. (foto: ist/palontaraq)

Penulis bersama pengunjung Bunaken lainnya. (foto: ist/palontaraq)

3. Sangat disarankan apabila Anda berwisata ke kawasan Taman Nasional Bunaken membawa uang tunai.  Hal ini untuk  mempermudah  transaksi  menyewa peralatan selam,  atau untuk menyewa foto bawah laut, dan lain sebagainya. Untuk pembayaran dengan menggunakan kartu kredit ataupun kartu debit sangat sulit untuk dilakukan karena kebanyakan masih belum menerima model pembayaran seperti itu di sana.

4. Jagalah Kebersihan Lingkungan dan kelestarian alam Kawasan Taman Laut Bunaken.  Di kawasan Pulau Bunaken, banyak sekali ditemukan papan  himbauan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai sarana untuk mengingatkan para wisatawan.

Demikianlah sekadar sharing tentang Sejarah singkat Taman Laut Nasional Bunaken, Cara menuju Pulau Bunaken, Lokasi Penyelaman dan Tips berwisata di Pulau Bunaken. Semoga bermanfaat adanya. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response