BerandaKesehatanKasus Corona mengonfirmasi Kebohongan Rezim! Indonesia dalam Bahaya

Kasus Corona mengonfirmasi Kebohongan Rezim! Indonesia dalam Bahaya

Oleh: Nasrudin Joha

PALONTARAQ.ID – “Orang Jepang ke Indonesia bertemu siapa, ditelusuri dan ketemu. Ternyata orang yang terkena virus corona berhubungan dengan dua orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun,” [Jokowi, 2/3/2020]

Presiden Joko Widodo akhirnya mengumumkan adanya dua orang di Indonesia yang positif terjangkit virus corona. Menurutnya dua warga negara Indonesia (WNI) tersebut sempat kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia.

Warga Jepang itu terdeteksi virus corona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia. Meskipun demikian, Jokowi enggan mengungkapkan identitas pasien suspek Corona itu.

Terpisah, Dinkes Kota Depok mengumumkan Dua warganya terpapar virus Corona beberapa hari lalu. Satu warga dari Kecamatan Cinere dan satu lagi warga Kecamatan Pancoran Mas.

Namun, hal itu baru pertama kali disampaikan ke publik oleh Dinas Kesehatan Depok (Dinkes Depok) melalui rilis yang dimuat di dinkes.depok.go.id pada Kamis 30 Januari 2020.

Sedangkan berdasarkan rilis tersebut, temuan kasus pasien terduga pertama terjadi pada Rabu 22 Januari lalu, bahkan pasien sudah masuk ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso, Jakarta.

Pengumuman Jokowi ini sangat mengejutkan. Pasalnya, banyak pejabat negara sebelumnya berulang kali menyatakan Indonesia zero Corona.

Pengumuman Jokowi mengonfirmasi Ucapan dan Tindakan Gubernur DKI Anies Baswedan. (foto: ist/palontaraq)
Pengumuman Jokowi mengonfirmasi Ucapan dan Tindakan Gubernur DKI Anies Baswedan. (foto: ist/palontaraq)

Juru Bicara Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Masduki Baidlawi mengatakan Indonesia bebas dari virus Corona. Hal tersebut diungkapkan sebagai respons dari Kerajaan Arab Saudi yang menghentikan sementara umrah untuk mengantisipasi penyebaran Corona.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan juga ingin tenaga kerja asing (TKA) asal Cina untuk bisa segera kembali ke Indonesia.Terhambatnya arus balik TKA Cina di Indonesia yang pulang saat imlek disebut memberi dampak negatif ke perekonomian Indonesia.

Mengingat dampak itu, dan Corona yang diklaim telah mereda. Luhut ingin TKA Cina Segera Masuk Lagi ke Indonesia.

Bahkan yang paling heboh adalah pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD. Saat di media sosial netizen ramai menuding pemerintah menutupi atau menyembunyikan fakta terkait penyebaran virus Corona (COVID-19).

Menko Polhukam Mahfud MD membantah tudingan itu dan memastikan Indonesia masih bebas virus Corona. Bahkan, Mahfud menghimbau agar jangan percaya hoax.

Menko Pulhukam Mahfud MD sempat menyebut isu wabah Corona di Indonesia yang beredar di sosial media tidak bisa dipercaya. Lantas, apa makna pengumuman Jokowi tentang adanya warga Indonesia yang positif Corona?

Virus Corona di Indonesia? (foto: ist/palontaraq)
Virus Corona di Indonesia, dinyatakan oleh siapa dibantah oleh siapa? (foto: ist/palontaraq)

Jika kita telaah, ada beberapa kesimpulan yang bisa kita ambil. Pertama, jelas pernyataan ini -setelah adanya ketidakpercayaan dunia internasional atas klaim Indonesia zero Corona- adalah bentuk konfirmasi kebohongan rezim Jokowi.

Semua statement pejabat pemerintah sebelumnya, yang mengklaim Indonesia zero Corona adalah klaim dusta belaka. Sebenarnya, tentang kedustaan rezim ini sudah masyhur dan diketahui umum oleh publik. hanya saja, dampak kebohongan terkait virus Corona ini menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan segenap rakyat Indonesia.

Jika dunia internasional sedang berjibaku melawan virus Corona, rakyat Indonesia dipaksa melawan dua musuh sekaligus. Yakni melawan virus Corona dan melawan kedustaan rezim Jokowi.

Jika rakyat internasional merasa tenteram dengan arahan, antisipasi, dan sejumlah tindakan kuratif untuk mencegah dan menanggulangi virus Corona yang diambil pemerintahannya, tidak demikian dengan rakyat di negeri ini.

Rakyat justru khawatir pada dua hal, khawatir terhadap virus Corona dan khawatir tentang langkah dan kebijakan yang ditempuh rezim Jokowi.

Rakyat dihantui ketakutan dan kecemasan, karena khawatir tindakan pencegahan dan penanggulangan virus Corona yang diambil rezim Jokowi hanya tipu-tipu saja.

Alih-alih menyelamatkan rakyat dari wabah virus Corona, bisa saja tindakan kedustaan rezim justru menenggelamkan rakyat pada kubangan virus Corona.

Apalagi, Jokowi secara terbuka akan berdiri bersama China untuk menghadapi Corona. Padahal, dunia internasional justru mengambil tindakan isolasi terhadap China, karena khawatir tertular virus Corona.

Tindakan ini, yakni pernyataan Jokowi akan bersama China menghadapi Corona ditambah pernyataan Luhut yang ingin TKA China segera kembali ke Indonesia, bukankah sama saja membaurkan potensi sumber penularan virus ke seluruh rakyat Indonesia ?

Disaat Saudi mengisolasi warganya dari bahaya Corona, membatalkan sejumlah jadwal umroh meskipun akan merugikan secara finansial, kenapa Jokowi justru menggelontorkan insentif kepada buzzer untuk mengundang wisman agar datang lagi ke Indonesia ?

Kedua, pernyataan Jokowi ini mengkonfirmasi bahwa kedaulatan negara tidak lagi mandiri. Negara, tidak mampu mengambil kebijakan berdasarkan asas dan kepentingan nasional.

Semestinya, atas dasar keamanan nasional Pemerintah sudah sejak awal melakukan tindakan antisipasi, meskipun Korban virus Corona belum ditemukan. Bukan malah membiarkan TKA China dan wisman dari China, datang dan membaur bersama rakyat Indonesia.

Jokowi baru mengumumkan korban Corona, setelah otoritas kesehatan internasional dan beberapa negara menyatakan keraguannya atas klaim zero Corona di Indonesia.

Nampak jelas, pengumuman ini juga lebih karena dampak tekanan opini internasional. Bukan atas dasar kebijakan negara yang berporos pada kepentingan nasional.

Ketiga, pernyataan ini mengkonfirmasi seluruh rakyat Indonesia sedang dalam bahaya dibawah kepemimpinan Jokowi. Entah sampai kapan situasi bahaya ini akan hilang.

Nampaknya, sepanjang Jokowi masih memimpin Indonesia, bayang-bayang ketakutan dan kecemasan akan terus menerus menghantui seluruh rakyat Indonesia. [*]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT