Mau Study Tour? Ini Perlengkapan yang Wajib Kamu Bawa

by Penulis Palontaraq | Jumat, Mar 1, 2019 | 153 views
Traveler - Penulis di acara FesTIK, Menado. (foto: ist)

Traveler – Penulis di acara FesTIK, Menado. (foto: ist)

Oleh:  Muhammad Farid Wajdi

STUDY  Tour adalah salah satu cara yang paling menyenangkan untuk menimba ilmu, sekaligus menambah teman, pengalaman, sharing budaya dan pemikiran, dan banyak lagi yang lainnya. Study Tour atau Study Comparative hanya akan berhasil jika sejak awal direncanakan dengan baik, apalagi jika agenda kunjungan di luar propinsi atau lintas daerah.

Agenda kunjungan harus sudah matang dan mantap sebelum berangkat, menyangkut tempat/lokasi kunjungan, pengelola pendidikan atau obyek wisata sudah dihubungi, termasuk kesediaan pihak yang akan menerima rombongan, siapa dan dalam kapasitas sebagai apa, jumlah, serta teknis acara.

Untuk obyek wisata, harus dipastikan semua anggaran tercukupi per destinasi dan perhitungan biaya yang kemungkinan muncul, makanan, tempat, parkiran, tiket masuk, dan lain sebagainya.

Lihat juga: Menulis Travel Blogging

Untuk kebutuhan personal, peserta rombongan, beberapa hal yang perlu dipersiapkan, terkait perlengkapan yang wajib dibawa saat mengikuti Study Tour adalah:

1. Uang Saku

Hal yang paling penting ketika kita melakukan perjalanan yang sangat jauh adalah dengan membawa uang, tidak harus dalam bentuk uang tunai, tetapi memastikan isi ATM mencukupi.  Pelajari setiap rute perjalanan dan kondisi daerah, bisa jadi uang saku kita habis dan tidak menemukan ATM untuk mengambil uang.

Karena itu penting untuk menyiapkan uang tunai secukupnya dalam perjalanan.  Jangan membawa uang berlebih-lebihan karena dapat memancing kejahatan atau tindakan kriminal, apalagi jika study tournya di Kota-kota besar.

Lihat juga:  Menengok Kedhaton Kesultanan Yogyakarta

2. Pakaian Seperlunya

Untuk Study Tour dalam sepekan, dipertimbangkan untuk tidak terlalu banyak membawa pakaian. Secukupnya saja berdasarkan kebutuhan dalam sepekan.  Beratnya perjalanan biasa kita rasakan karena beratnya kopor atau tas yang dibawa, yang isinya adalah aneka pakaian yang kesemuanya tidak ada waktu untuk memakainya karena waktu habis dalam perjalanan.

Lihat juga: Romantisme “Buttu Kabobong” dalam Narasi To Enrekang

Jika jadwal Study Tour sepekan, maka dapat dipertimbangkan kebutuhan pakaian untuk 4-5 hari saja. Hal ini karena kemungkinan akan ada pakaian tambahan selama Study Tour, entah itu pakaian ‘Study Tour’ gratis dari Travel atau pakaian hasil belanja (shopping) di sela-sela kunjungan Study Tour.

Ada baiknya sisakan ruang dalam tas atau kopor kita untuk Oleh-oleh yang dibeli.  Pakaian yang dibawa hendaknya juga menyesuaikan dengan kondisi atau cuaca daerah yang dikunjungi.

3. Alat Komunikasi

Alat komunikasi, Gadget atau Smartphone ini sangat penting sekali.  Hendaknya buat kesepakatan sesama peserta selama dalam Study Tour untuk membuat grup Whatsapp atau Telegram.  Setiap peserta study tour harus menyimpan nomor pembina, guru, atau tour guide yang menjadi pemandu atau pemimpin rombongan.

Lihat juga: Pesona Cekong menguji Adrenalin

Karena sering kali dari kita yang terpisah dari rombongan pada saat  Study Tour. Oleh karena itu pada saat study tour jangan lupa menyimpan nomor-nomor penting seperti nomor tour guide.  Gunakanlah alat komunikasi ini dengan bijak. Jangan sampai handphone kita lowbat pada saat yang tidak tepat. Selain itu simpanlah handphone di tempat yang menurut kita aman.

Penulis saar mendampingi Study Tour Santriwati Ponpes Putri IMMIM ke Surabaya-Yogyakarta. (foto: ist/palontaraq)

Penulis saar mendampingi Study Tour Santriwati Ponpes Putri IMMIM ke Jawa Timur-Yogyakarta. (foto: ist/palontaraq)

Lihat juga:  Mengenal Kampung Turis Sosrowijayan di Simpang Malioboro

4. Kamera

Wah yang satu ini jangan sampai ketinggalan yah. Sayang banget jika moment penting dan kebersamaan pada saat Study Tour tidak diabadikan. Karena akan punya kenangan tersendiri dan suatu saat nanti, kita dapat menceritakan pengalaman study tour kepada orang lain bahkan kepada anak cucu kita nanti. Kamera tidak perlu yang mahal. Jika kita tidak punya DSLR, maka cukup menggunakan kamera pocket. Minimal menggunakan kamera handphone kita masing-masing.

Lihat juga: Menelisik Sejarah dan Arsitektur Monas

5. Uang Receh

Karena ketika kita study tour uang kecil sangat dibutuhkan. Seringkali ada pengamen atau pengemis yang menghampiri kita. Maka tidak lupa kita sisihkan rezeki yang kita punya untuk mereka. Uang receh juga berguna pada saat kita ingin membeli sesuatu seperti makanan atau minuman untuk cemilan sepanjang perjalanan. Pokoknya uang receh ini sangat penting selalu ada dalam tas atau travel bag. 

Lihat juga: Eksotisme Budaya Megalitik di Kete’ Kesu Toraja

6. Makanan Ringan

Karena pada saat kita study tour, travel yang kita gunakan tidak berhenti setiap saat. Oleh karena itu, membawa makanan ringan sangat diperlukan untuk menahan rasa lapar kita ketika di perjalanan. Membawa makanan ringan juga harus selektif. Bawalah makanan ringan yang memiliki standar gizi untuk tubuh kita. Karena jika kita sakit pada saat study tour, kita akan merepotkan orang lain.

Untuk kunjungan yang tidak resmi, gunakan sendal jepit saja selama Study Tour, lebih praktis dan lebih bebas bergerak. (foto: ist/palontaraq)

Untuk kunjungan yang tidak resmi, gunakan sendal jepit saja selama Study Tour, lebih praktis dan lebih bebas bergerak. (foto: ist/palontaraq)

Lihat juga:  Pesona Wisata Bahari Pulau Badi Pangkep

7. Obat-obatan

Membawa obat-obatan ini sangat diperlukan, khususnya untuk yang punya penyakit tertentu. Yang terpenting selalu sediakan antimo jika sewaktu-waktu kita mabuk dalam perjalanan. Meletakkan obat-obatan juga jangan sembarangan. Simpanlah obat-obatan di tempat yang mudah di akses seperti dompet atau tas kecil.

8. Power Bank

Powerbank sangat bermanfaat ketika handphone kita sedang lowbat.  Jika handphone kita mati, maka akan sulit untuk kita untuk berkomunikasi.  Biasanya orang tua, keluarga, atau teman kelabakan dan khawatir jika tidak bisa menghubungi kita yang sedang dalam perjalanan jauh.  Bawalah power bank yang sesuai dengan daya baterai handphone kita karena akan mempengaruhi kondisi baterai tersebut.

Lihat juga: Traveling to Traditional Village of Tana Toa Kajang

9. Peralatan Mandi

Bawalah peralatan mandi secukupnya, karena mandi adalah kebutuhan dasar manusia pada umumnya untuk menyegarkan diri setelah perjalanan jauh. Khususnya untuk kaum wanita yang selalu ingin tampil bersih dan perfect.  Hendaknya tidak membawa peralatan mandi yang berlebihan, termasuk kosmetik dan  bahan perias diri lainnya bagi perempuan muslimah.

Selalu siapkan pakaian santai atau pakaian rombongan study tour untuk kunjungan ke obyek wisata. (foto: ist/palontaraq)

Selalu siapkan pakaian santai atau pakaian rombongan study tour untuk kunjungan ke obyek wisata. (foto: ist/palontaraq)

10. Headset

Biasanya ketika dalam perjalanan kita sering kali merasa bosan dan kesepian. Oleh karena itu membawa headset sangat diperlukan untuk menghibur diri kita selama dalam perjalanan. Sebaiknya yang didengarkan adalah Murattal Alqur’an atau Nasyid (lagu-lagu islami) agar hati lebih tenteram dalam perjalanan, juga  agar tidak membuat  ‘masalah baru’  akibat mendengarkan hal yang tidak penting.

Lihat juga: Pesona Karst dan Wisata Sungai di Rammang-rammang

11. Sandal Jepit

Kelihatannya sangat sederhana banget, tapi sandal jepit ini sangat berguna sekali untuk kita. Entah itu untuk beribadah, mandi, ataupun pada saat berjalan-jalan santai.

12. Peralatan Tulis

Pada dasarnya Study Tour itu untuk belajar.  Karena itu jangan lupa membawa pulpen, buku catatan atau buku tulis.  Catatlah segala hal yang penting dalam perjalanan, terkait kunjungan ke sekolah, universitas, atau destinasi wisata, baik untuk pembelajaran pribadi maupun untuk bahan membuat Laporan Perjalanan (Traveling Report).  Catatlah segala hal yang kamu lihat, alami, dan rasakan.

Yang paling penting dalam keseluruhan perjalanan Study Tour adalah menjaga adab.  Ucapan, perilaku, atau adab kita adalah cerminan karakter diri.  Jangan bikin malu sekolah, keluarga, atau daerah asal.  Juga agar setiap peserta menjaga diri dan barang bawaan masing-masing.  Gunakanlah waktu study tour dengan sebaik-baiknya, karena  belum tentu kita bisa mengikuti  Study Tour untuk yang kedua kalinya. (*)

 

 

Like it? Share it!

Leave A Response