Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Scroll to Top

Palontaraq

Bertindak Lokal Berpikir Global

Indonesia Tanah Sajadah. (foto: ist/palontaraq) Oleh: D. Zawawi Imron   Sebelum kita lahir ke dunia ini Rahmat Allah telah menjelma di air susu dada ibu Lalu kita diturunkan pada sebidang tanah dan air Yang membentang dari Aceh sampai Papua Itulah Indonesia Yang gunungnya biru berselendang awan Ada hamparan padi menguning keemasan Diatasnya burung-burung kecil yang...

Ilustrasi – Merayakan Kemerdekaan Sajak Erwan Juhara   Masih tercium bau amis darah para Martir bangsa Membentang sepanjang gerak nusa Tjut Nyak Dien hingga Martina Tiahahu Di Jawadwipa, jantung Nusantara amis darah itu membuncah Laksana pupuk semangat para patriotis negeri zamrud Menegakkan merah putih niat dalam dada hina inlander Mengibarkan merah putih kain...

Merayakan Kemerdekaan (Ilustrasi) Karya: Ahmad Sastra Negeri ini masih dicekik ribuan triliun hutang berbunga haram Jika negeri ini telah mampu melunasi hutang itu Silahkan teriak merdeka ! Jika belum mampu, lebih baik diam dan berfikir Malu kita ! Banyak anak negeri yang hanya jadi babu di negeri orang Mereka, seringkali disiksa dan dianiaya Jika negeri ini belum mampu...

Ketika rindu tak lagi menjamu. (foto: mfaridwm/palontaraq) Oleh: Etta Adil   Apa kabar kamu? Rindu tak lagi menjamu Itu katamu, setelah itu pergi entah kemana Hanya bertanya kabar, setelah itu tak berkabar.   Aku disini Tetap merindu dalam sepi Menyeduh kopi dalam dingin Di pinggir sungai, aku mengeja nama.   Pada siapa kuharus berkabar Banjir beberapa...

Ilustrasi by: mfaridwm Oleh: Twins   Wahai jiwa, kubawa kau diambisiku Terjalin di ragaku yang rapuh Disegenap tubuh milik semesta Bersaing untuk mengapainya Wahai jiwa, kau harus kuat Karena rintangan akan selalu ada Disetiap langkah ini menapak Ditanah kehidupan yang bergejolak Wahai jiwa, akhirnya kau menyerah Keadaan tidak mengizinkan Memenuhi ambisi tuanmu Terkalahkan...

Ilustrasi   Oleh: Idmasari   Tentang kamu. Ya, kamu Dalam sunyi kutersadar Akan cinta yang tak pernah terucap dengan lisan Aku hanya mampu berbisik dalam diam Memandang senyummu dari kejauhan Dalam gelap kuterbuai Mengintip bahagiamu saat hati perih Yang tak pernah sadar akan hadirnya rasa ini Yang tak pernah mampu melihat rindu Dalam hening kuterdiam Karenamu...

Ilustrasi (foto: ist/palontaraq)   Oleh: Idmasari   Pada hening Hanya suaramu menjadi teman dalam lamunanku Hanya suaramu yang mengisi ruang dalam malamku Menjadikan malamku lebih romantis Menemani dalam sepi Pada gelap Aku tak mengenalmu Aku tak tahu pemilik suara indah yang terdengar Entah kamu darimana Aku hanya tahu bahwa kamu hadir di malamku Pada sunyi Hanya...

Ilustrasi   Oleh: Idmasari   Engkau hadir bagai pengantar dalam rinduku Bagaikan perantara dalam jarak yang jauh Mengaliri hati yang menanti kasih Setiap tetesanmu seolah mengerti akan rinduku Merasuki ruang dalam hati dengan lamunan Terkadang dinginmu menjadi duri dalam hati yang mampu membuatku lebih mengenal akan rinduku Hujan… Hujan…. Ya itu...

Ilustrasi   Oleh: Idmasari   Tuan, Izinkan aku mencintaimu dalam diam. Izinkan aku merindumu dalam doa. Biarkan hati ini selalu setia menanti kehadiranmu. Tuan, Aku tahu bagaimana engkau berjuang untuk menemukan tempatku Bagaimana langkah yang harus kamu tempuh untuk lebih dekat denganku Tuan, Jika kelak engkau melangkah ke arah yang salah Izinkan doaku menuntunmu...

Penulis bersama Anak-anak jalanan binaan KPAJ Arbin Kerung-kerung. (foto: ist/palontaraq) Oleh:  Etta Adil   Bukan mau kami ada di jalanan Berdiri, dan kadang berlari dibawah panas terik Menyapa riuh gemuruh kendaraan lalu lalang Bersama nasib yang tak seharusnya kami terima Bukan mau kami ada di jalanan Terpaku, dan kadang meratap dibawah guyuran hujan Menengadah...