Adab dalam Perjalanan, Muslim Wajib Tahu!

Perhatikan dan jagalah Adab ketika bepergian. (foto: ist/palontaraq)

Perhatikan dan jagalah Adab ketika bepergian. (foto: ist/palontaraq)

Oleh:  Etta Adil

BEPERGIAN  atau melakukan perjalanan (traveling) sudah menjadi bagian dari kebutuhan dan  lifestyle masyarakat.  Entah itu bepergian dalam jarak dekat ataupun jauh, baik itu mencari rezeki, dalam rangka perjalanan dinas, study tour, menjalani pendidikan di luar kota ataupun luar negeri, silaturrahim ke sanak saudara di suatu daerah, hingga melakukan perjalanan haji dan umroh.

Lihat juga:  Bagaimana Menulis Laporan Perjalanan

Bagi seorang muslim yang melakukan perjalanan tersebut hendaknya memahami  Adab-adab bepergian dan perjalanan dalam Islam agar yang dilakukan berberkah, lebih bernilai dan tetap mendatangkan pahala.  Islam mengatur segala hal secara menyeluruh, termasuk soal Adab bepergian atau melakukan perjalanan.

Perjalanan

Perhatikanlah Adab-adab Perjalanan/ (foto: ist/palontaraq)

Adab  Bepergian dalam Islam itu adalah:

1.  Istikharah

Berniat untuk bepergian dengan niat yang baik. Sangat dianjurkan bagi setiap muslim yang akan bepergian, terutama untuk haji atau umroh, untuk melakukan Shalat Istikharah. Do’a yang paling utama dibaca dalam Istikharah adalah:

اَسْتَخِيْرُ اللهَ بِرَحْمَتِهِ خِيَرَةً فِي عَافِيَةٍ

Astakhîrullâha bi rahmatihi khiyaratan fî ‘âfiyatin.

Artinya: Aku memohon pilihan kepada Allah dengan rahmat-Nya pilihan dalam keselamatan.

Doa ini dibaca 3 kali, 7 kali, 10 kali, 50 kali, 70, atau 100 kali.

Perjalanan

Pilihlah waktu yang baik saat bepergian atau melakukan Perjalanan. (foto: ist/palontaraq)

2. Memilih Waktu

Waktu yang baik untuk bepergian adalah hari Sabtu, Selasa, atau Kamis. Hari yang tidak baik untuk bepergian adalah hari Senin, Rabu, dan hari Jumat, tepatnya sebelum sholat Jumat. Demikian juga tidak baik untuk bepergian pada tanggal 3, 4, dan 5 bulan Hijriyah.

Jika terpaksa harus melakukan bepergian pada hari-hari atau tanggal yang tidak baik itu, maka hendaknya bersedekah dan membaca Surat Fatihah, Surat Falaq dan An-Nas, ayat Kursi, Surat Al-Qadar, dan Surat Ali-Imran dari kalimat: “Inna fi khalqis samawati wal ardhi, hingga akhir Surat.”

Lihat juga: Mau Study Tour? Ini Perlengkapan yang wajib Kamu Bawa

3. Wasiat

Dianjurkan untuk setiap orang yang akan bepergian, terutama untuk haji, agar menyampaikan wasiat kepada keluarganya. Wasiat itu bisa berkenaan dengan urusan yang harus dilakukan, kewajiban, atau utang piutang. Ia juga dapat menyampaikan amanat yang harus dilakukan oleh anggota keluarganya.

Perjalanan

Sebelum melakukan Perjalanan, harus memperbanyak doa, istighfar dan shalawat.   (foto: ist/palontaraq)

4. Pemberitahuan

Bagi yang ingin bepergian hendaknya mengembalikan hak-hak orang lain atau meminta izin mereka, meminta maaf kepada orang yang telah ia aniaya atau dengan orang yang pernah berselisih dengannya, karena orang yang akan bepergian tidak tahu apakah dia akan kembali lagi atau tidak.

Disunnahkan bagi orang yang baru dari bepergian mendatangi keluarganya pada siang hari bukan pada malam hari. Juga disunnahkan bagi orang yang baru datang dari bepergian memberikan informasi kepada keluarga atas kedatangannya dengan cara menelepon atau mengirim surat. Mempersiapkan bekal untuk perjalanannya, dan mempersiapkan bekal kepada keluarga yang akan ditinggalkan.

Nabi SAW bersabda, “Apabila seorang muslim akan bepergian, ia harus memberitahukan saudara-saudaranya. Begitu pula wajib bagi saudara-saudaranya menemui ketika ia kembali.”

5. Bersedekah

Hendaknya bersedekah sebelum bepergian untuk memperoleh keselamatan dan bersedekah lagi ketika kembali sebagai ungkapan syukur. Setelah bersedekah ucapkan doa ini:

اَللَّهُمَّ اِنِّي اِشْتَرَيْتُ بِهَذِهِ الصَّدَقَةِ سَلاَمَتِي وَسَلاَمَةَ سَفَرِي وَمَامَعِي

اَللَّهُمَّ احْفَظْنِي وَاحْفَظْ مَامَعِي، وَسَلِّمْنِي وَسَلِّمْ مَامَعِي وَبَلِّغْنِي وَبَلِّغْ مَامَعِي بِبَلاَغِكَ الْحَسَنِ الْجَمِيْل

Allahumma inni isytaraytu bi hadzi-hish shadaqati salamati wa salamata safari wama ma’i, Allahumma wahfazhni wahfazh ma ma’i wa sallimni wa sallim ma ma’i wa ballighni wa balligh ma ma’i bi baghikal hasanil jamil.

Artinya: Ya Allah, aku membeli dengan sedekah ini keselamatanku dan keselamatan perjalananku dan apa saja yang bersamaku. Selamatkan aku dan selamatkan yang bersamaku. Sampaikan aku dan yang bersamaku dengan cara penyampaianmu yang indah dan baik.

Lihat juga: Keutamaan dan Manfaat Sedekah

6. Mandi sunnah dan Shalat Safar.

Shalat Safar (Perjalanan) disunnahkan untuk dilakukan dua rakaat sebelum melakukan perjalanan.  Rakaat pertama, setelah Al-Fatihah baca Surat Al-Ikhlash. Rakaat kedua setelah Al-Fatihah baca Surat Al-Qadar. Setelah shalat, sujudlah lalu baca doa berikut (100 kali):

اَسْتَخِيْرُ اللهَ بِرَحْمَتِهِ خِيَرَةً فِي عَافِيَةٍ

Astakhîrullâha bi-rahmatihi khiyara-tan fî ‘âfiyatin.

Artinya: Aku memohon pilihan kepada Allah dengan rahmat-Nya pilihan dalam keselamatan.

Kemudian membaca: Ayat Kursi, tahmid, dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya. Kemudian membaca doa ini:

اَللَّهُمَّ اِنِّي اَسْتَوْدِعُكَ نَفْسِي وَاَهْلِي وَمَالِي وَذُرِّيَّتِي وَدُنْيَايَ وَآخِرَتِي وَاَمَانَتِي وَخَاتِمَةَ اَعْمَالِي

Allâhumma innî astauwdi`uka nafsî wa ahlî wa mâlî wa dzurriyyatî wa dun-yâya wa âkhiratî wa amânatî wa khâtimata a`malî.

Artinya:
Ya Allah, aku titipkan kepadamu diriku, keluargaku, hartaku, keturunanku, duniaku dan hartaku, amanatku, dan penutup amalku. Baca juga Surat Al-Fatihah, Al-Falaq, Al-Nas, AL-Qadar, ayat kursi dan akhir surat Ali-Imran dimulai dari Inna fi Khalqis samawati wal ardhi.

Lihat juga: Tips Traveling ke Kawasan Adat Tana Toa Kajang

7.  Baca Do’a Keluar Rumah

Ketika keluar rumah bacalah: Tasbih Az-Zahra’, Surat Fatihah,  Ayat Kursi, kemudian baca Do’a ini:

اَللَّهُمَّ اِلَيْكَ وَجَّهْتُ وَجْهِي، وَعَلَيْكَ خَلَّفْتُ اَهْلِي وَمَالِي وَمَاخَوَّلْتَنِي

وَقَدْ وَثِقْتُ بِكَ فَلاَتُخَيِّبْنِي يَا مَنْ لاَيُخَيِّبُ مَنْ اَرَادَهُ وَلاَيُضَيِّعُ مَنْ حَفِظَهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَاحْفَظْنِي فِيْمَا غِبْتُ عَنْهُ وَلاَتَكِلْنِي اِلَى نَفْسِي يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allâhumma ilayka wajjahtu wajhî, wa ‘alayka khallaftu ahlî wa mâli wamâ khawwaltanî, wa qad wa-tsiqtu bika falâ tukhayyibnî yâ man lâ yukhayyibu man arâdahu walâ yudhayyi’u man hafizhahu. Allâhumma shalli `alâ Muhammadin wa âlihi wahfazhnî fîmâ ghibtu`anhu walâ takilnî ilâ nafsî yâ Arhamar râhimîn.

Artinya:
Ya Allah, kepada-Mu kuhadapkan wajahku; kepada-Mu kutinggalkan keluargaku, hartaku, dan apa yang telah Kau anugerahkan kepadaku. Sungguh aku mempercayai-Mu, maka jangan kecewakan aku wahai Yang Tidak Mengecewakan orang yang berkendak kepada-Nya, dan Yang Tidak Menyia-nyiakan orang yang dipelihara-Nya. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, dan peliharalah aku selama pepergianku serta jangan serahkan aku kepada diriku wahai Yang Mahakasih dari segala yang mengasihi.

Perjalanan

Salah satu doa perjalanan yang wajib dihafalkan adalah do’a naik kendaraan. (foto: ist/palontaraq)

8.  Do’a naik Kendaraan

Ketika mengendarai kendaraan, bacalah doa berikut ini:

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَاكُنَّالَهُ مُقْرِنِيْنَ

Subhânalladzî sakhkhara lanâ hâdzâ wamâ kunnâ lahu muqrinîn.

Artinya:
Mahasuci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. (Az-Zukhruf: 13).

Kemudian membaca zikir ini:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلاَ اِلَهَاِلاَّ اللهُ

Subhânallâh wal-hamdulillâh wa lâ ilâha illâh

9.  Bagi yang musafir  atau traveler dalam istilah kekinian,  hendaknya selalu bertakwa kepada Allah SWT dan  memahami Hukum Islam (khususnya masalah amaliah) ibadah yang dilakukan ketika bepergian, seperti shalat musafir, qashar, jama’ dan lain-lain.

Juga dianjurkan untuk memilih teman yang baik dalam perjalanan, yang selalu mengingatkan akan shalat dan melakukan kebaikan selama dalam perjalanan

10. Hendaknya memulai perjalanan pada siang hari. Senantiasa bersabar, berakhlak, memelihara dan menjaga adab yang baik, serta menghormati adat atau budaya daerah yang dikunjungi.  Ketika sampai atau pulang, maka disunnahkan bagi orang yang habis bepergian melaksanakan shalat sunnah dua rakaat. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response