Oleh: M. Farid W Makkulau *)
Related Post: Tantangan Penulisan Sejarah Daerah Sulawesi Selatan
PALONTARAQ.ID – KABUPATEN Barru merupakan salah satu kabupaten dalam lingkup wilayah Propinsi Sulawesi Selatan. Ibukota kabupaten ini terletak di Kota Barru, memiliki luas wilayah 1.174,71 km² dan berpenduduk sebanyak 173.683 jiwa dengan sebaran penduduk 148 jiwa/km². (BPS Barru, 2017)
Secara geografis, Kabupaten Barru terletak pada 4°00′ – 5°35′ Lintang Selatan dan 199°35′-119°49′ Bujur Timur. Wilayahnya berada di bagian barat daratan Pulau Sulawesi sekitar 102 km sebelah utara Kota Makassar, Ibukota Propinsi Sulawesi Selatan.
Kabupaten Barru mempunyai ketinggian antara 0-1.700 meter diatas permukaan laut dengan bentuk permukaan sebahagian besar daerah kemiringan berbukit hingga bergunung-gunung.
Wilayah Kabupaten Barru yang bertopografi perbukitan hingga pegunungan berada di sebahagian besar wilayah tengah hingga timur dan selatan yang sebagiannya juga merupakan kawasan karst.

Sebahagian lainnya wilayah Kabupaten Barru merupakan daerah datar, landai hingga daerah pesisir pantai yang cukup panjang. Garis pantai mencapai 87 km sehingga merupakan pesisir pantai terpanjang di Sulawesi Selatan.
Di Kabupaten Barru, terdapat 21 sungai yang tersebar di 7 kecamatan. Sungai Jampue di Kecamatan Mallusetasi merupakan sungai terpanjang di Kabupaten Barru dengan panjang sungai 45,55 km.
Lihat pula: Celebes Canyon, Wisata Alam Tersembunyi di Tanete Riaja
Di Kabupaten Barru terdapat seluas 71,79 % wilayah atau sekitar 84.340 hektar dengan tipe iklim C yakni mempunyai bulan basah berturut-turut 5-6 bulan (Oktober-Maret) dan bulan Kering berturut-turut kurang dari 2 bulan (April-September).
Curah hujan di Kabupaten Barru, sebagaimana juga pada kabupaten terdekatnya, berdasarkan hari hujan terbanyak pada bulan Desember-Januari dengan jumlah curah hujan 1.335 mm dan 1.138 mm.
Kabupaten Barru berbatasan dengan Kota Parepare di sebelah utaranya, di sebelah selatannya berbatasan dengan Kabupaten Bone, sebelah baratnya berbatasan dengan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dan Selat Makassar, dan sebelah timurnya berbatasan dengan Kabupaten Bone, Soppeng dan Sidenreng Rappang (Sidrap).

Lihat juga: Sumpang Ralla, Sejarah Zaman Megalithikum dalam Kompleks Makam
Kabupaten Barru yang bermotto Hibrida (Hijau, Bersih, Asri dan Indah), bukan hanya kaya akan sumber daya alam (SDA), tapi juga wilayahnya merupakan jejak abadi yang terukir dalam sejarah pemerintahan Kerajaan Tanete, Berru, Soppeng Riaja dan Mallusetasi.
Pada masa pemerintahan Belanda, wilayah Barru dimasukkan dalam wilayah Onderafdeeling Barru yang bernaung dibawah Afdelling Parepare, yang dikepalai seorang controlleur Belanda yang berkedudukan di Barru, sedangkan ketiga bekas kerajaan (Barru, Tanete dan Soppeng) diberi status sebagai Selfbestuur, pemerintahan kerajaan sendiri yang mempunyai hak otonom.
Lihat juga: Rekam Jejak Berita di Pantai LojiE Bojo dan Tawaran Seruni Resort Barru
Dari sejarahnya, sebelum menjadi daerah Swapraja pada permulaan Kemerdekaan Indonesia, keempat wilayah Swapraja ini merupakan 4 bekas Selfbestuur di dalam Afdelling Parepare, yaitu: bekas Self bestuur Mallusetasi beribukota Palanro, yang merupakan penggabungan kerajaan Lili dibawah kekuasan Kerajaan Ajattapareng yang oleh Belanda diakui sebagai Selfbestuur, yaitu Kerajaan Lili Bojo dan Lili Nepo.

Untuk Selfbestuur Soppengriaja, merupakan penggabungan 4 Kerajaan Lili di bawah bekas Kerajaan Soppeng (Sekarang Kabupaten Soppeng) sebagai Satu Selfbestuur, yaitu bekas Kerajaan Lili: Siddo, Kiru-Kiru, Ajakkang dan Balusu.
Bekas Selfbestuur Barru (Kecamatan Barru sekarang beribukotakan Sumpang Binangae) sejak semula memang merupakan satu kerajaan kecil yang otonom. Lain halnya dengan bekas Selfbestuur Tanete dengan pusat pemerintahannya di Pancana, daerahnya sekarang menjadi 3 Kecamatan, yaitu Tanete Rilau, Tanete Riaja dan Pujananting.
Seiring dengan perjalanan waktu, maka pada tanggal 20 Februari 1960 merupakan tonggak sejarah kelahiran pemerintahan daerah Kabupaten Barru berdasarkan tinjauan hukum formal, yaitu berdasarkan UU Nomor 229 tahun 1959 tentang pembentukan Daerah-daerah Tingkat II di Sulawesi Selatan.
Kabupaten Barru terbagi dalam 7 Kecamatan (Balusu, Barru, Mallusetasi, Pujananting, Soppeng Riaja, Tanete Riaja, Tanete Rilau) yang melingkupi wilayah pemerintahan 40 Desa dan 14 Kelurahan. (*)
(* M. Farid W Makkulau, Pimred palontaraq.id dan ettapedia.org/Pemerhati Sejarah dan Budaya Sulawesi Selatan.




[…] KABUPATEN Barru bukan hanya kaya akan sumber daya alam (SDA) di daerah pesisir, dataran rendah, dan pegunungannya, […]
[…] Related Post: Menelisik Sejarah Kelahiran Pemerintah Kabupaten Barru […]