In Memoriam Shigeaki Hinohara: Hidup tak perlu Pensiun

by Penulis Palontaraq | Sabtu, Mar 9, 2019 | 98 views
Shigeaki Hinohara (foto: ist/palontaraq)

Shigeaki Hinohara (foto: ist/palontaraq)

Oleh:  Muhammad Farid Wajdi

ADA yang kenal Shigeaki Hinohara? Dari namanya dapat ditebak bahwa beliau adalah Orang Jepang. Ya, memang benar, tepatnya Prof dr. Shigeaki Hinohara, adalah seorang dokter asal Jepang, berusia 105 tahun (1911-2017).

Menarik untuk menyimak kisah dan perjalanan hidup dari dokter Shigeaki Hinohara ini. Bukan saja karena dapat bertahan hidup diatas usia 100 tahun, tentu patut dipelajari rahasia sehat dan prinsip hidupnya. Ditambah lagi, Hinohara yang lahir 4 Oktober 1911 di Distrik Yoshiki, Prefektur Yamaguchi ini sangat produktif berkarya dan bergelimang prestasi kemanusiaan selama masa hidupnya, termasuk di masa sulit Perang Dunia kedua.

Shigeaki Honohara lulus dari sekolah kedokteran di Kyoto Imperial University pada Tahun 1937. Selama karirnya, Hinohara dikenal karena bekerja selama banyak keadaan darurat medis seperti pemboman Tokyo selama Perang Dunia II dan serangan sarin kereta bawah tanah Tokyo. Namanya juga tercatat dalam Penerbangan 351 Japan Airlines ketika dibajak oleh Fraksi Tentara Merah Jepang.

Lihat juga:  Dokter Penulis ini Ingatkan Harga Lutut Rp.200 Juta

Pada tahun 1941 ia memulai hubungan kerjanya yang lama dengan Rumah Sakit Internasional St. Luke di pusat kota Tokyo dan bekerja sebagai dokter di seluruh kota selama perang. Sejak 1990 ia menjabat sebagai direktur kehormatan rumah sakit.

Shigeaki Hinohara juga Direktur emeritus Institut Kesedihan Universitas Sophia. Dia juga adalah ketua kehormatan Yayasan Kerjasama Kesehatan Sasakawa Memorial. Hinohara dikreditkan dengan membangun dan mempopulerkan praktik pemeriksaan kesehatan tahunan Jepang.

Shigeaki Hinohara adalah Professor medicine, pendiri paliatif pertama di Asia, menjadi anggota kehormatan Perhimpunan Kardiovaskular Jepang dan menerima Hadiah Kedua dan Tata Budaya. Dia dihormati oleh Kyoto Imperial University, Thomas Jefferson University dan oleh McMaster University dengan menerima gelar doktor kehormatan.

Lihat juga:  Abdul Latif, Fisioterafis yang meramu Obat Tradisional

Shigeaki Hinohara bukan dokter biasa. Beliau dijaga oleh pemerintah Jepang sebagai aset nasional. Beliau mungkin merupakan dokter, pendidik tertua dan terlama di dunia. Saking produktifnya, Hinohara telah menulis lebih dari 150 buku, salah satunya adalah best seller “Living Long, Living Good” yang terjual lebih dari 1,2 juta copy.

Shigeaki Hinohara (foto: ist/palontaraq)

Shigeaki Hinohara (foto: istimewa)

Ini adalah protokol (tips) menyegarkan dari Shigeaki Hinohara mengenai hidup dengan umur panjang dan bahagia, sangat jauh berbeda dari panduan gaya hidup sehat ala kedokteran barat, yaitu:

1. Energi berasal terutama dari perasaan yang baik. Anak-anak sering bersenang-senang sampai lupa makan atau tidur. Kita harus meniru anak-anak, mengurangi aturan seperti waktu makan dan tidur. Have more fun!

Lihat juga:  Lebih dekat dengan Prof dr. Veni Hadju

2. Jangan kelebihan berat badan. Orang-orang yang berumur panjang tidak overweight.  Dokter Hinohara berhati-hati dengan makanannya. Untuk sarapan, dia minum kopi dan susu, jus jeruk atau 1 sendok makan minyak zaitun. Ia percaya minyak zaitun sangat bagus untuk arteri dan kesehatan kulit. Untuk makan siang ia minum susu dengan beberapa kue atau tidak sama sekali kalau sangat sibuk. Untuk makan malam, ia memilih sayuran, ikan dan nasi. Dan 2x seminggu, dia ‘menghadiahkan’ dirinya dengan 100 gram daging.

3. Selalu membuat rencana kebaikan ke depan. Dokter Hinohara selalu membuat jadwal setahun, dengan ceramah dan kerja di Rumah Sakit dan Pertemuan-pertemuan. Ia suka menghibur dirinya dan merencanakan menghadiri Olimpiade Tokyo Tahun 2020!

4. Anda tidak harus pensiun. Jika ingin pensiun, lakukanlah pada usia yang lebih tua, bukan di umur 65 tahun.

5. Berbagilah apa yang anda ketahui. Dokter Hinohara memberikan 150 kuliah setahun, beberapa bahkan untuk Anak-anak SD dan komunitas bisnis. Ia memberikan kuliah sambil berdiri sampai 90 menit. Dia percaya berdiri membuatnya kuat.

Shigeaki Hinohara (foto: ist/palontaraq)

Shigeaki Hinohara (foto: ist/palontaraq)

6. Jangan percaya semua yang dikatakan/dianjurkan Dokter. Menurutnya, Dokter tidak dapat menyembuhkan semua orang. Coba tanyakan apakah dokter anda akan menyarankan orang yang dicintainya melalui prosedur yang disarankannya kepada anda? Mengapa harus menyebabkan rasa sakit dan penderitaan yang tidak perlu bagi pasien?

7. Agar tetap sehat, pilihlah tangga daripada lift dan bawa sendiri Barang-barang anda. Ini adalah bentuk latihan kaki dan otot-otot paha.

8. Carilah inspirasi. Dokter Hinohara terinspirasi oleh puisi Robert Browning “Abt Vogler” yang menyarankan untuk merencanakan sesuatu yang besar, bahkan yang anda tidak bisa menyelesaikannya saat masih hidup.

Lihat juga: Hamzah Leo, Hidup untuk Menjadi Wartawan

9. Rasa sakit itu misterius. Cobalah mengatasi rasa sakit dengan melupakannya. Jika seorang anak kecil sakit gigi, dan mengajaknya bermain, ia akan segera melupakan sakitnya. Di rumah sakit Dokter Hinohara, ada terapi musik dan kelas seni.

10. Jangan mabuk dengan materi (harta). Tidak ada yang tahu sampai kapan anda hidup, dan anda tidak dapat membawa apa-apa ketika meninggal.

11. Ilmu saja tidak dapat menyembuhkan orang sakit. Ilmu memperlakukan sama semua orang, padahal penyakit bersifat individual. Untuk dapat menyembuhkan seseorang, dokter perlu lebih liberal dan visual.

Shigeaki Hinohara (foto: ist/palontaraq)

Shigeaki Hinohara (foto: ist/palontaraq)

12. Hidup sukar diduga dan penuh dengan insiden. Ketika berusia 59 tahun, Dokter Hinohara berada di pesawat yang dibajak. Ia diborgol 4 hari di tempat duduknya di bawah panas 40 derajat. Ia menganggap itu sebagai eksperimen dan kagum bagaimana tubuhnya beradaptasi dengan situasi krisis.

13. Carilah Model Peran. Salah satu model peran Dokter Hinohara adalah ayahnya yang pergi ke Amerika Tahun 1900 untuk kuliah di Duke University. Seseorang itu harus punya tujuan untuk mencapai lebih dari yang ‘bisa’ dicapai.

14. Hidup lama itu sangat menyenangkan. Dalam usia lanjut, kita harus berusaha melayani masyarakat. Sejak usia 65 tahun, Dokter Hinohara telah bekerja sebagai sukarelawan. Dia masih aktif 18 jam sehari, 7 hari seminggu, dan ia menikmati setiap menit dr hidupnya. Menurutnya, “Hidup adalah Anugerah.”

Demikianlah, Dokter Hinohara yang hidupnya selalu dipenuhi dengan positif thinking dan positif feeling. Hanya dengan itu, kebahagiaan dapat dicapainya sampai di usianya yang lebih dari 100 tahun. Mari jalani dengan niat baik, berprasangka baik terhadap siapapun dan apapun itu. Semangat berkarya dan mengabdi untuk kebaikan sesama. (*)

 

 

Like it? Share it!

Leave A Response