Abdul Latif, Fisioterapis yang meramu Obat Tradisional

Abdul Latif

Penulis bersama Drs H. Abdul Latif, S.Kep.,M.Kes (foto: ist/palontaraq)

Dewasa ini, minat masyarakat terhadap herba dan pengobatan tradisional semakin tinggi. Pengobatan dengan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan berkhasiat tetap dibutuhkan sebagai salah satu upaya menempuh jalan kesembuhan di luar pengobatan medis. Meski begitu tak banyak orang yang benar-benar dapat dikatakan ahli atau pakar pengobatan tradisional, yang ucapan dan tulisannya menjadi rujukan ilmiah di kalangan para praktisi pengobat tradisional ataupun di kalangan akademisi untuk kepentingan pembelajaran dan penelitiannya.

Diantara yang sedikit ilmuwan itu adalah Drs H.Abdul Latief, AMd.Ft.,S.Kep, M.Kes, dosen dan penulis buku “Obat Tradisional” yang diterbitkan EGC, Penerbit Buku Kedokteran.  Alhamdulillah, Penulis berkesempatan bertemu dengan pakar herbal, Drs.H.Abdul Latif, Amd.Ft., S.Kep., M. Kes dan menikmati presentasi serta buku buah karyanya, “Obat Tradisional”, sebuah buku yang layak dijadikan rujukan bagi terapis dan penyehat tradisional.  Buku “Obat Tradisional” ini (330 halaman) memuat ratusan jenis tumbuh-tumbuhan berkhasiat, beberapa diantaranya dapat digunakan untuk Perawatan Diri, serta Ramuan untuk Terapi.

Buku Karya Abdul Latief

Buku Karya Abdul Latief (foto: mfaridwm/palontaraq)

Pak Latief, begitu panggilan akrabnya, Menurutnya, Indonesia kaya akan metode pengobatan tradisional. Karena itu, selayaknya Pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan perlu mengapresiasinya secara bijak. Pengobatan dengan Obat Tradisional hanya salah satu diantara 100.000 jenis pengobatan tradisional yang tersebar di lebih dari 65.000 desa di seluruh Indonesia.  Pengobatan Tradisional dimanfaatkan dan diakui keberadaannya di masyarakat sampai saat ini, sehingga perlu dibina, ditingkatkan, dikembangkan, dan diawasi agar menjadi pengobatan yang dapat dipertanggungjawabkan manfaat dan keamanannya sehingga tidak merugikan masyarakat.

Penulis terinspirasi dari beliau yang tak pernah berhenti untuk terus belajar dan menimba ilmu.  Pak Latief lahir pada tanggal 12 November 1950 di Tanete Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Riwayat Pendidikannya terdiri atas tamat Sekolah Penjenang Kesehatan (1969), Sekolah Pengatur Rawat di Ujungpandang (1976), Akademi Fisioterafi Departemen Kesehatan Makassar (1987), IKIP Ujungpandang FIP Program Pendidikan Luar Biasa (1993),  Pasca Sarjana UNHAS Program Studi Promosi Kesehatan (2004).

Selain itu, Pak Lathief dalam riwayat pekerjaannya, beberapa pelatihan dan pengembangan kapasitas keilmuan yang pernah diikutinya, antara lain: Program Akta III (1989), Akta IV (1993), PEKERTI (2001), Applied Approach (AA), 2005, Assesor (2005), Pelatihan Akupresur dan Obat Tradisional. Pak Lathief adalah seorang PNS (Aparatur Sipil Negara) yang memulai debut pengabdiannya sebagai Pelaksana Keperawatan di RSU Parepare (1970-1984).

Dari riwayat karirnya ini, tercermin kecintaan kepada profesi dan ketekunannya belajar untuk meningkatkan kapasitas keilmuannya dalam bidang yang sama. Boleh dibilang, Pak Lathief adalah Fisioterapis yang meramu Obat Tradisional. Saat ini sebagai Dosen Tetap Jurusan Fisioterapi Program Studi DIII dan DIV Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar, Dosen Tidak Tetap di AKPER Makassar, AK3 YAPMA, STIKMA Program Studi Kesehatan Masyarakat, AKBID YAPIKA Makassar, Program Studi S1 Fisioterapi UNHAS, dan Pascasarjana Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar, serta Pelatih Akupresur untuk Petugas Kesehatan Puskesmas dan Fisioterapis di Makassar.

 

Like it? Share it!

Leave A Response