Mengenal Kampung Turis Sosrowijayan di Simpang Malioboro

sosro1

Pintu gerbang memasuki kawasan Sosrowijayan (foto: mfaridwm)

Oleh:  Etta Adil

JARUM jam baru menunjukkan Pukul 06.00 WIB, ketika penulis lari-lari pagi di kawasan wisata Sosrowijayan. Penulis menyempatkan sarapan nasi goreng di simpang jalan Malioboro yang dikenal juga dengan sebutan Kawasan Sosromenduran ini.

Sungguh sangat kontras dengan pemandangan pada malam harinya yang bertabur cahaya dan dipenuhi pedagang souvenir, pakaian, serta tawaran wisata keliling kota dengan Andong.

Yogyakarta memang pantas digelari ‘kota budaya’ yang siap menerima kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Setelah Prawirotaman, keterkenalan Kawasan Wisata Sosrowijayan yang berada di simpang Jalan Malioboro ini juga selalu menarik simpati dan kunjungan.

Kawasan simpang tiga Sostrowijaya dan Jalan Malioboro pada malam hari(foto: mfaridwm)

Jalan Malioboro pada malam hari di Simpang Sosrowijayan ramai dipenuhi lapak pedagang (foto: mfaridwm)

Jika pada malam hari, kawasan ini sangat padat dan ramai, pengunjung masuk keluar hotel di kawasan ini, dan ada begitu banyak tawaran barang dan jasa, hal ini sangat berbeda jauh pada pagi harinya yang sunyi dan sepi meski tetap geliat ekonomi dan ketertiban kawasan tetap terlihat.

Terletak di pusat Kota Yogyakarta, Sosrowijayan menawarkan banyak peniginapan dan hotel dengan harga terjangkau (Hotel Merbabu, Indonesia Hotel,Losmen Siti, Gloria Amanda, Rama Hotel, Oryza Hotel, Monica, Karunia Hotel, Maliboro Inn, Pyreness, Kartika Hotel, Wisma Gembira, Family Homestay, dan yang lainnya), begitu pula tawaran dan fasilitas perjalanan wisata, dari dalam kota sampai luar kota Yogyakarta.

sosro5

Kampung Turis, Multi-Cultural Tourism Kawasan Sostromenduran. (foto: mfaridwm)

Pada pagi hari yang cerah, ada begitu banyak juga tawaran untuk menikmati Gudeg, kuliner khas Kota Pelajar ini, selain Nasi Pecel, dan ragam jenis minuman.

Kawasan wisata Sosrowijayan hanya berjarak sekitar 200 meter dari Stasiun Tugu dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Kawasan ini ditandai oleh jalan kecil ke arah barat yang bernama sama, menghubungkan Jalan Jogonegaran dan Jalan Malioboro.

Kawasan wisata Sosrowijayan dibagi dua daerah, Sosrowijayan Wetan dan Sosrowijayan Kulon. Keterkenalan Sosrowijayan Wetan-lah yang kemudian dikenal sebagai kampung turis kedua setelah Prawirotaman di Yogyakarta.

SD Negeri dalam kawasan wisata Sostrowijayan dan Kantor Lurah Sostromenduran (foto: mfaridwm)

SD Negeri dalam kawasan wisata Sostrowijayan dan Kantor Lurah Sostromenduran (foto: mfaridwm)

Kalau pada malam hari, yang kita temukan adalah Andong yang siap mengantar keliling Kota Yogyakarta, maka pada pagi hari yang banyak nongkrong di depan hotel adalah pengayuh becak.

Mereka dengan ramah siap mengantarkan kemana saja dengan tarif murah hanya Rp.10.000,-para pengunjung sudah dapat keliling kota Yogyakarta, membantu mencari penginapan, menelusuri Jalan Malioboro, atau mengantarkan ke tempat produksi Bakpia Pathuk atau ke Pusat ‘Buah Tangan’ Yogyakarta lainnya.

 Jalan Malioboro yang menunjuk Jalan masuk kawasan wisata Sostromenduran (foto: mfaridwm)


Jalan Malioboro yang menunjuk Jalan masuk kawasan wisata Sostromenduran (foto: mfaridwm)

sosro9

Hotel dan Penginapan dalam kawasan Sostrowijayan/Selalu ada becak yang menunggu depan hotel dalam kawasan wisata Sostrowijayan (foto: mfaridwm)

Selain terdapat SD dan Kantor Lurah di kawasan ini, SD Negeri Sosrowijayan dan Kantor Lurah Sosromenduran sebagai area pendidikan/pelayanan publik bagi warga setempat, Kampung Sosrowijayan juga menawarkan tempat kursus membatik pada studio batik yang terdapat di gang kedua, khususnya batik lukis yang sangat vatiatif dan multi-corak dengan desain modern.

Selain itu di Sosrowijayan juga terdapat cottage dan kolam renang, money changer, warnet dan wartel, persewaan sepeda motor dan mobil, agen travel, agen perjalanan wisata petualangan (yogya adventure), dan lain sebagainya.

sosro11

Yogya Adventure menawarkan jasa traveling bagi penikmat wisata di Yogya

Jika ingin mengunjungi Yogyakarta, maka Kawasan “Multi-Cultural Tourism” Sosrowijayan adalah pilihan tepat dalam memilih tempat menginap, Hotel dan Penginapan bertabur dengan harga variatif dan letaknya sangat dekat dengan pilihan tempat wisata yang ingin dikunjungi: Malioboro, Keraton, Taman Sari, Taman Pintar, Kaliurang, Stasiun Tugu, Pasar Beringharjo, dan yang lainnya.

Kawasan Sosrowijayan juga disebut Kampung Internasional, dikarenakan telah tempat lalu-lalangnya turis mancanegara yang sedang berada di Yogyakarta, karena itu kawasan ini juga tempat yang sangat tepat bagi pelajar, mahasiswa, dan siapa saja yang ingin menguji kecakapannya berbahasa asing. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response