Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Memahami Museum
PALONTARAQ.ID – Banyak pelajar dan mahasiswa ketika berkunjung ke Museum, sama sekali tak meninggalkan kesan dan pelajaran yang mendalam. Begitu pula masyarakat umum yang tanpa sadar meninggalkan museum tanpa pemahaman yang berarti tentang museum dan isinya. Mengapa bisa terjadi demikian?
Salah satu sebabnya karena kunjungan ke museum tanpa perencanaan yang matang sebelumnya. Kunjungan ke museum harusnya dinilai sebagai agenda pembelajaran, sehingga pada setiap apa yang dilihat, diamati, didengar dan dipertanyakan selama di museum, keseluruhannya adalah catatan pembelajaran.

Karena itu idealnya, setiap pengunjung museum harusnya mencatat, membawa buku kecil untuk mencatat dan kamera untuk memotret apa-apa yang diperlukan. Selayaknya demikianlah jika kunjungan ke museum itu adalah agenda resmi dari sekolah atau kampus, entah itu untuk pembelajaran sejarah, sosial budaya, seni dan lain sebagainya.
Hal-hal apa saja yang harus ada dalam catatan atau laporan kunjungan ke museum? Bagaimana membuat laporannya?
- Potretlah gedung museum secara keseluruhan, kemudian carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang sejarah gedung itu berdiri, didirikan oleh siapa, lembaga pemerintah atau non pemerintah, museum dikelola oleh siapa/lembaga apa, siapa penanggung jawabnya, berapa luasnya, maksud dan tujuan didirikannya museum itu apa?
- Kenali, amati, dan rasakanlah bagaimana sistem pelayanan dalam museum itu. Potret poster syarat dan ketentuan kunjungan, jam pelayanan, suasana pelayanannya, dan dekati pemandu dan beberapa pengunjung untuk mempertanyakan hal-hal apa saja yang membuat mereka ada di museum.
- Pelajari setiap ruang dalam museum dan koleksinya. Potret, kenali dan amati setiap koleksi, dan jika ada hal yang kurang dimengerti yang mana hal yang tidak dimengerti tersebut tidak ada penjelasannya di pameran, maka segera dekati pemandu museum dan pertanyakan.
- Pelajari bagaimana setiap koleksi dan isi museum itu dijaga, dipelihara dan diawetkan. Catat dan kalau perlu rekam video penjelasan dari pemandu museum (Untuk kegiatan videografi ini harus terlebih meminta izin kepada yang bersangkutan).
- Jika ada hal spesifik yang ingin ditulis dan kemudian dipublikasikan di media, cari tahu lebih mendalam tentang hal tersebut. Misalnya, ingin tahu lebih mendalam mengapa ada potret atau lukisan pahlawan di dalam museum itu, lalu ingin menuliskan biografinya, maka perdalamlah informasi, data dan fakta tentang pahlawan tersebut.
- Tempelkan Link/Referensi sebagai bahan pemerkaya dalam Tulisan/Laporan Kunjungan ke Museum.
- Catatlah semua informasi layanan museum itu, seperti No. Telpon/Email Museum, Media Sosial dan Website Museum serta No. Telpon Pemandu Museum, sehingga jika ada hal-hal yang terlupa dipertanyakan, bisa dicari tahu lewat layanan informasi museum itu.
Demikianlah beberapa hal yang penting untuk diperhatikan jika ditugaskan membuat laporan kunjungan ke museum. Sesungguhnya laporan kunjungan itu bisa bersifat fleksibel, bisa dijelaskan secara deskriptif dan naratif, sebagaimana informasi yang didapatkan selama kunjungan ke museum.

Berikut ini contoh laporan kunjungan ke Museum:
Wisata Sejarah ke Museum Nasional RI
Menengok Koleksi Museum Kota Makassar
Mengenal Museum Kota Makassar dan Koleksinya
Sejarah Pemerintahan di Museum Kota Makassar
Mengenal Museum Kupu-kupu Bantimurung Maros
Mengenal Museum Negeri Sulawesi Tengah
Berwisata ke Museum Angkut Malang
“Santet” dalam Museum Kesehatan
Demikianlah beberapa contoh laporan kunjungan ke Museum yang penulisannya agak lebih fleksibel jika dituangkan di Blog atau Web Blog.
Semoga bermanfaat adanya. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Pencinta dan Pemandu Museum



[…] Related Post: Bagaimana Membuat Laporan Kunjungan Museum? […]