Asal Usul Nama Candi Borobudur

by Penulis Palontaraq | Jumat, Mar 22, 2019 | 72 views
Perjalanan menakrabkan diri dengan Sejarah Borobudur. (foto: ist/palontaraq)

Perjalanan menakrabkan diri dengan Sejarah Borobudur. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Etta Adil

Tulisan Sebelumnya:  Wisata Sejarah ke Candi Borobudur

Nama Borobudur pertama kali ditulis dalam buku “Sejarah Pulau Jawa” karya Sir Thomas Stamford Raffles menulis tentang monumen bernama borobudur, akan tetapi tidak ada dokumen yang lebih tua yang menyebutkan nama yang sama persis. Satu-satunya naskah Jawa kuno yang memberi petunjuk mengenai adanya bangunan suci Budha yang mungkin merujuk kepada Borobudur adalah Nagarakertagama karya Mpu Prapanca pada 1365.

Nama Bore-Budur, yang kemudian ditulis BoroBudur, kemungkinan ditulis Raffles dalam tata bahasa Inggris untuk menyebut desa terdekat dengan candi itu yaitu Desa Bore (Boro).  Umumnya candi memang seringkali dinamai berdasarkan desa tempat candi itu berdiri. Raffles juga menduga kata ‘Budur’ berkaitan dengan istilah Buda (Bahasa Jawa) yang berarti “purba”– maka bermakna, “Boro purba”. Akan tetapi arkeolog lain beranggapan bahwa nama Budur berasal dari istilah bhudhara yang berarti gunung.

Penulis di Candi Borobudur (baju merah). (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Candi Borobudur (baju merah). (foto: ist/palontaraq)

Candi Borobudur. (foto: ist/palontaraq)

Bagian puncak Candi Borobudur. (foto: ist/palontaraq)

Ada pula asumsi yang menyatakan bahwa nama “Borobudur” berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya “gunung” (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu, ada pula beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata Borobudur berasal dari ucapan “para Budha” yang karena pergeseran bunyi menjadi  “Borobudur”.

Penjelasan lain tentang nama Borobudur, diduga berasal dari dua kata “bara” yang berasal dari kata vihara dan “beduhur”. Ada pula penjelasan lain dimana “bara” berasal dari Bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur yang artinya “tinggi”, atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti “di atas”.  Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.

Lihat juga:  Mau Study Tour? Ini Perlengkapan yang Wajib Kamu Bawa

Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasi doktornya pada Tahun 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan Prasasti Karangtengah dan Tri Tepusan, Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah Raja Mataram dari  Wangsa Syailendra bernama Samaratungga, yang melakukan pembangunan sekitar Tahun 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani.

Bagian puncak Candi Borobudur. (foto: ist/palontaraq)

Bagian puncak Candi Borobudur. (foto: ist/palontaraq)

Bagian puncak Candi Borobudur. (foto: ist/palontaraq)

Bagian puncak Candi Borobudur. (foto: ist/palontaraq)

Lihat juga: Sumpang Ralla, Sejarah Zaman Megalitikum dalam Kompleks Makam

Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad. Dalam Prasasti Karangtengah pula disebutkan mengenai penganugerahan tanah sima (tanah bebas pajak) oleh Çrī Kahulunan (Pramudawardhani) untuk memelihara Kamūlān yang disebut Bhūmisambhāra.

Istilah Kamūlān sendiri berasal dari kata mula yang berarti tempat asal muasal, bangunan suci untuk memuliakan leluhur, kemungkinan leluhur dari wangsa Sailendra. Casparis memperkirakan bahwa Bhūmi Sambhāra Bhudhāra dalam bahasa Sanskerta yang berarti “Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa”, adalah nama asli Borobudur. (*)

 

 

 

Like it? Share it!

Leave A Response