Oleh: Etta Adil *)
Related Post: Menikmati Wisata Alam “Bantimurung”
PALONTARAQ.ID – Pernah mendengar Kerajaan Kupu-kupu (Kingdom of Butterfly)? Ya, di Bantimurung Kabupaten Maros tepatnya, segala jenis kupu-kupu bisa kita temukan dalam lingkungan Taman Nasional Bantimurung. Untuk memudahkan mempelajari dan meneliti segala jenis Kupu-kupu tersebut, maka Pemkab Maros membangun Museum Kupu-kupu Bantimurung.
Museum Kupu-Kupu Bantimurung (Lontara Indonesia: ᨆᨘᨔᨙᨕᨘ ᨀᨘᨄᨘ−ᨀᨘᨄᨘ ᨅᨈᨗᨆᨘᨑᨘ , transliterasi: Inggris: Bantimurung Butterfly Museum) adalah sebuah museum yang terletak pada titik koordinat 05°01’00,8″ LS dan 119°40’55,2″ BT di dalam kawasan Taman Wisata Alam Bantimurung, yang secara administratif berada di Dusun Bantimurung, Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Indonesia.
Museum Kupu-kupu Bantimurung ini merupakan museum yang dibangun khusus sebagai sarana dan prasarana peningkatan pengetahuan, kualitas pendidikan, penyebaran informasi dan juga sebagai media pembelajaran dan rekreasi terkait beragam jenis Kupu-kupu. Keberadaan Museum ini satu lokasi dengan penangkaran kupu-kupu sebagai media observasi dan pelatihan.
Museum Kupu-Kupu Bantimurung mulai didirikan dan diresmikan pada 1993 oleh Bupati Maros Alwy Rum di dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung. Bantimurung, sebagaimana disebut Alfred Russel Wallace, seorang naturalis terkenal asal Inggris pernah tinggal di kawasan Taman Wisata Alam Bantimurung pada 1856-1857, adalah kawasan hidup beragam jenis kupu-kupu.
Koleksi Museum Kupu-Kupu Bantimurung berupa ratusan kupu-kupu yang sudah diawetkan dan sebagian besar ditemukan dalam wilayah Taman Nasional Bantimurung, yang dikenal pula dengan nama “Bantimurung Nature Park” atau “Bantimurung-Kingdom of Butterfly”. Ada sekitar 240 spesies kupu-kupu yang hidup dalam Kawasan Bantimurung yang kemunculannya hanya terjadi dua kali dalam setahun, yaitu saat peralihan dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya.
Baca pula: Membanting Kemurungan di Bantimurung
Museum Kupu-Kupu berada dibawah kepemilikan dan pengelolaan bersama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros dibawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros dengan Balai Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung.
Museum Kupu-Kupu Bantimurung berjarak 26,1 km dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin dan 29,2 km dari Terminal Regional Daya Makassar. Museum ini terletak di dalam kawasan Taman Wisata Alam Bantimurung dan tentunya mudah diakses karena kawasan ini telah berstandar sebagai objek wisata skala internasional.
Museum dibuka setiap hari dengan tiket Rp.5000 per pengunjung, kecuali pada hari libur nasional, namun karena Museum berada dalam Taman Wisata Alam Bantimurung jadi untuk memasukinya harus membayar tiket Rp30.000 per pengunjung. Selain Museum Kupu-kupu, para pengujung dapat menikmati beragam pemandangan alam yang indah serta keseruan mandi dibawah air terjun Bantimurung. (*)
(* Etta Adil, Traveler/Penikmat Wisata Alam.




[…] Selengkapnya lihat di: Mengenal Museum Kupu-kupu Bantimurung Maros […]
[…] Mengenal Museum Kupu-kupu Bantimurung Maros […]