Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Sekilas Sejarah Sulawesi Tengah
PALONTARAQ.ID – Ada yang sudah pernah berkunjung ke Museum Negeri Sulawesi Tengah? Museum ini berada di Jalan Kemiri No. 23, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia.
Perintisan pendirian Museum Negeri Sulawesi Tengah dimulai dengan usaha perlindungan terhadap peninggalan sejarah dan purbakala pada tahun 1960. Sesuai dengan Surat Instruksi Mendagri/Otonomi Daerah Tanggal 5 Februari 1960. Isi surat memerintahkan kepada Gubernur di Seluruh Indonesia untuk melindungi peninggalan sejarah dan purbakala di wilayahnya masing-masing.

Salah satu tokoh penggagas didirikannya Museum Sulawesi Tengah adalah Budayawan Sulawesi Tengah yaitu Masyhuddin Masyuda BA, dalam tulisannya yang berjudul Perspektif Pembangunan Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tengah yang mempresentasikan pada penataran di Museum Nasional tahun 1975.
Upaya menyelamatkan warisan budaya dimulai dengan usaha pengumpulan koleksi dengan bantuan Gubernur Sulawesi Tengah. Tim Pra Survey Kebudayaan Propinsi Sulawesi Tengah terbentuk pada tahun 1972 dengan tugas mengobservasi ke lokasi peninggalan sejarah dan purbakala serta mengumpulkan data-data tentang benda-benda budaya yang akan dikumpulkan untuk menjadi koleksi museum. Wilayah yang pertama menjadi sasaran adalah Kabupaten Poso dan Kabupaten Donggala.

Pembangunan Gedung Museum dimulai pada tahun 1977 di areal tanah seluas 18.330 m2, dan selesai dibangun pada tahun 1978. Jumlah koleksi telah bertambah menjadi 138 buah. yang terdiri dari koleksi Etnografika 103 buah. Historika 10 buah, dan Keramologika 25 buah.
Berdasarkan dari Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor : 0754/0/ 1987, Tanggal 2 Desember 1987 Museum Negeri Propinsi Sulawesi Tengah resmi menjadi Unit Pelaksana Teknis dalam lingkungan Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Selanjutnya, SK Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 6 Tahun 2001 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) pada Dinas-dinas Propinsi, maka Museum beralih status pengelolaan dari Pemerintah Pusat menjadi UPTD di bawah koordinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Sulawesi Tengah dan bernama UPTD Museum Sulawesi Tengah.
Peraturan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 27 Tahun 2013 Tanggal 27 Februari 2013 Tentang Uraian Tugas Fungsi Dan Kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah menyebutkan bahwa Pengelolaan museum berada dalam lingkungan kerja Dinas pendidikan Dan Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah dengan nama UPT Museum Sulawesi Tengah.

Arti penting dari pendirian museum di Provinsi Sulawesi Tengah merupakan amanat dan UUD 1945 yang tertera dalam Alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945. yaitu “Mencerdaskan kehidupan Bangsa”. Karena peranan museum sebagai lembaga pendidikan non formal yang berbasis kebudayaan merupakan pusat informasi ilmu pengetahuan dan jendela kebudayaan Sulawesi Tengah.
Museum Sulawesi Tengah dilengkapi dengan fasilitas dan sarana seperti ruang pameran tetap, ruang pameran temporer, ruang auditorium, ruang administrasi, ruang penyimpanan koleksi dan toilet. Untuk koleksi museumnya sendiri, sudah berjumlah delapan ribuan lebih, dari berbagai objek sejarah budaya, geologi, biologi, etnografi, arkeologi, numismatic, filologi, keramik seni rupa, dan teknologi modern.

Beberapa barang koleksi Museum Sulawesi Tengah ini, yang dipamerkan diantaranya koleksi unggulan, seperti kain tenun Donggala, pakaian kulit kayu, taingaja atau patung kerbau yang terbuat dari perunggu, serta fosil rahang gajah purba yang diperkirakan berumur 1,9 juta tahun.
Dalam kompleks Museum Sulawesi Tengah ini juga terdapat 4 taman, yaitu Taman Lore, Taman Tuva, Taman Pekurehua dan Taman Gawalise dimana keempatnya dipadati patung-patung arca yang menjadi objek menarik yang difoto oleh pengunjung. Di Taman Megalitik Lore misalnya, disini dapat disaksikan sejumlah patung dan peninggalan khas jaman prasejarah yang terdapat di Lore Kabupaten Poso seperti Patung Tadulako, Palindo, Lengke Bulava dan lainnya. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Ketua DPD Ikatan Pemandu Museum Indonesia (IPMI) Provinsi Sulawesi Tengah



[…] Related Post: Mengenal Museum Negeri Sulawesi Tengah […]