Beranda Pesantren Ujian Semester Ganjil Mapel SKI Kelas XII

Ujian Semester Ganjil Mapel SKI Kelas XII

Tulisan sebelumnya: Peristiwa Penting dalam Sejarah Nusantara Abad ke-17

Mata Pelajaran (Mapel): Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)

Kelas/Semester: XII/Ganjil

Guru Mapel: Muhammad Farid Wajdi, S.H.i

Pengawas: Guru/Pembina Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep

Waktu: 60 Menit

Sifat Ujian: Open Book (Diperbolehkan Menggunakan Perangkat Smartphone, dengan pengawasan Guru/Pembina)

Related Post: Materi Pembelajaran SKI Kelas 12 SMA Kurikulum 2013

Pengantar

Bahwa sesuai dengan Rencana Program Pembelajaran (RPP) K-13 untuk Mapel Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kelas XII Semester Ganjil, maka Hal-hal pokok yang wajib dijelaskan/dijawab oleh siswa(i)/santriwati adalah sebagai berikut:

Related Post: Materi Pelajaran SKI Kelas XII Kurikulum 2013

Jawablah Pertanyaan-pertanyaan berikut ini

1. Jelaskan Perbedaan Bangsa dan Negara dalam Konteks Kemerdekaan Indonesia!

2. Jelaskan Latar Belakang Lahirnya Gerakan Pembaharuan Dunia Islam

3. Sebutkan Tokoh-Tokoh Pembaharuan/Modernisasi Dunia Islam, Asal Negara dan Pemikiran Besarnya?

4. Jelaskan secara ringkas Sejarah Masuknya Islam di Indonesia

5. Jelaskan Jalur Masuknya Islam di Indonesia

6. Jelaskan Strategi Dakwah Islam di Indonesia

7. Tuliskan Fase Perkembangan Islam di Indonesia

8. Jelaskan secara ringkas Sejarah Masuknya Islam di Sulawesi Selatan!

Ketentuan Menjawab:

Jawablah di kolom komentar postingan dan Setelah menjawab, harapkan dituliskan Nama Lengkap, Kelas, dan NIS-nya.

Selamat Bekerja!

36 KOMENTAR

  1. NUR AULIA RESKI
    XII IPA

    1. Perbedaan bangsa dan negara memiliki beberapa aspek. Pada Kongres Pemuda ke-II yang berlangsung 28 Oktober 1928 nama Indonesia mulai melekat. Jauh sebelum nama Indonesia muncul, Indonesia bernama Nusantara yang terkenal sebagai sumber rempah-rempah. Pada abad 17 masih ada 55 negara di Sulawesi Selatan, dengan begitu bangsa dan negara memiliki perbedaan, jauh sebelum bangsa Indonesia ada, sudah ada negara di dalamnya. Bangsa merupakan orang-orang yang memiliki kesamaan asal, bahasa, adat, sejarah, dan berpemerintahan sendiri. Dengan kata lain, bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan dalam wilayah tertentu di muka bumi. Sedangkan negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan. Adapula syarat-syarat negara ialah memiliki wilayah, memiliki pemerintahan, memiliki dasar negara serta pengakuan dari negara lain.
    2. Latar belakang Lahirnya Gerakan Pembaharuan Dunia Islam, Jamaluddin al-Afghani (1839-1897), Muhammad Abduh (1849-) dan Rasyid Ridla (1865-) adalah tokoh-tokoh utama dalam pembaharuan Islam. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu Turki adalah pintu masuk menuju Eropa. Dengan demikian mereka paling tahu apa perkembangan yang tengah berlangsung di Eropa. Oleh sebab itu, latar belakang dari (kesadaran) pembaharuan tsb karena kontak langsung yang terjadi antara masyarakat muslim (Ottoman) dengan masyarakat Nasrani (Eropa). Sehingga menghasilkan hipotesis bahwa umat islam harus berbenah. Dan kalangan umat Islam yang progresif kala itu menganggap bahwa Islam tengah berada pada masa kegelapannya.
    3. Tokoh-tokoh pembaharuan dunia islam dan pemikiran besarnya:
    a) .Jamaluddin Al Afghani, Seorang tokoh dalam pembaharu dalam Islam yang penting beliau dilahirkan di As’adabad lebih tepatnya di Afganistan pada tahun 1839. Pemikirannya, Menurut Jamaluddin ilmu pengetahuan ialah ilmu yang bisa menguasai dunia. Dan beliau dikenal sebagai pejuang prinsip Egaliter yang dimaksud ialah harus ada persamaan antara laki-laki dan perempuan karena pada waktu itu perempuan dipandang sebelah mata. Menurut nya pula bahwasanya filsafat ialah ilmu yang sangat tinggi kedudukannya dari pada ilmu yang lain.
    b). Tahtawi, dilahirkan pada tahun 1801 di tahta lebih tepatnya berada pada Selatan kota Mesir. Pemikirannya Ialah mengenai tentang pendidikan karena dengan ratanya pendidikan laki laki dan perempuan baginya sangat berguna dan bermanfaat untuk membuka pembaharuan dalam Islam. Tahapan Menurut Tahtawi dalam pendidikan dibagi menjadi 3: pertama pendidikan dasar,yang kedua pendidikan menengah dan yang terakhir pendidikan tinggi.
    c). Muhammad Abduh dilahirkan pada tahun 1850 M di Mesir. Pemikirannya, Mengenai pendidikan sangat strategis dan sistematis. Ditujukan kepada universitas Al Azhar Yang man kurikulum nya harus dirubah karena ilmu pengetahuan yang umum itu sangat penting juga dan harus dipelajari dan dikuasai untuk menyampaikan bangsa bangsa barat dalam soal pemikiran.
    d). Rasyid Ridha dilahirkan pada tahun 1864 M atau pada bulan Jumadil ula 1282 H. Pemikirannya mengenai pendidikan ialah bahwasanya umat Islam dituntut untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan umum juga karena pada hakikatnya ilmu yang berasal dari barat tidak bertentangan dengan hukum Islam. Rasyid Ridha dalam sebuah lembaga mencampurkan kurikulum barat dan agama menjadi satu di lembaga tradisional nya.
    4. Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 M. Agama Islam dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (sekarang India).Para pedagang-pedagang dari negara tersebut singgah di kota-kota dekat pelabuhan selat malaka. Sambil berdagang, mereka menyebarkan Agama Islam. Berkembangnya Agama Islam terjadi beberapa cara, seperti perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.Diterimanya Agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu:
    1). Ajarannya mudah diterima
    2). Cara masuk Agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat
    3). Islam memandang semua manusia memiliki derajat yang sama, tidak berkasta.
    5. Jalur masuknya islam ke Indonesia, Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.
    6. Strategi dakwah islam di indonesia dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan. Dalam perkembangan Islam di indonesia ada faktor yang mempengaruhinya, yaitu
    1). Melalui Perdagangan : Para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia dtg ke Indonesia sambil berdagang berupaya mencari simpati dari masyarakat. Mereka bergaul akrab dgn penduduk yg mendatanginya. Dari upaya itu, transaksi jual beli menjadi sangat menguntungkan. Setelah hubungan sosial – ekonomi lancar, mereka sedikit demi sedikit memperkenalkan nilai Islam ke penduduk.
    2). Melalui Proses Perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3). Melalui Ajaran Tasawuf : Sebelum Islam masuk, sebagian masyarakat telah memiliki dasar ajaran kebatinan. Kedatangan ahli tasawuf disambut dgn baik oleh masyarakat. Nah, byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    4). Melalui Kegiatan Pendidikan : Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.
    5). Melalui Sarana Kesenian : Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.
    7. Fase perkembangan islam di bangsa indonesia, fase pertama yakni adanya kontak komunitas Nusantara dengan para pedagang dan musafir dari Arab, Persia, Turki, Suriah, India, Pegu, Cina, dan bangsa-bangsa lainnya. Fase ini berlangsung pada awal abad Masehi hingga abad ke-3 sampai ke-9 Masehi. Fase kedua, akibat adanya perdagangan ini, para pedagang asing yang memeluk agama Islam mengadakan kontak dan bergaul dengan masyarakat lokal Nusantara. Fase ini berlangsung antara abad 9 hingga 11 Masehi. Fase ketiga, ialah tumbuhnya permukiman Muslim di Nusantara baik yang berada di wilayah pesisir maupun yang berada di pedalaman. Fase ini berlangsung antara abad 11 hingga 13 Masehi. Adapun bukti-bukti tersebut ditemukan di pesisir Sumatra, Jawa Timur, Ternate, dan Tidore. Sedangkan fase keempat, adalah fase tumbuhnya pusat-pusat kekuatan politik dan kesultanan Islam di Nusantara. Fase ini terjadi pada abad 13 hingga 16 Masehi. Kerajaan bercorak Islam yang tumbuh dan berkembang di sekitar fase ini mulai mengadakan hubungan dengan tradisi besar Eropa.
    8. Sejarah masuknya islam di sulawesi selatan, Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya  agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para  pedagang Muslim dari Arab, Parsia, India, Cina, dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gow, Somba Opu. Di Mangallekana, Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel. Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.

  2. Nama : Andi Berlian
    Kelas : XII MIPA
    Mapel: SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM
    1. Bangsa adalah orang-orang yang memiliki kesamaan keturunan, asal, sejarah, dan bahasa. Sementara itu, negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan.
    2. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu Turki adalah pintu masuk menuju Eropa. Dengan demikian mereka paling tahu apa perkembangan yang tengah berlangsung di Eropa. Oleh sebab itu, latar belakang dari (kesadaran) pembaharuan tsb karena kontak langsung yang terjadi antara masyarakat muslim (Ottoman) dengan masyarakat Nasrani (Eropa). Sehingga menghasilkan hipotesis bahwa umat islam harus berbenah. Dan kalangan umat Islam yang progresif kala itu menganggap bahwa Islam tengah berada pada masa kegelapannya.
    3. Tokoh-tokoh pembaharuan Islam diantaranya adalah sebagai berikut:
    – Muhammad bin Abdul Wahab
     Ia adalah pencetus aliran Wahabiyah yang berpusat di Arab Saudi. Tokoh kelahiran Nejd, Arab Saudi ini memfokuskan gagasan dan pemikirannya pada ajaran tauhid yang merupakan ajaran paling dasar dalam Islam. Beberapa idenya berpotensi memicu kekeliruan dan cenderung agak ekstrim dan kontroversial. Contoh buah pemikirannya diantaranya
    – Hanya Al-Quran dan hadits yang merupakan sumber asli ajaran islam, bukan pendapat ulama.
    – Orang yang tidak beriman kepada Allah boleh dibunuh.
    – Menginterprestasi Al-Quran secara bebas dianggap kufur.
    – Belajar atau memperoleh pengetahuan dari luar Quran, Hadits dan qias adalah kufur.

    – Syah Waliyullah
       Tokoh pembaharu ini berasal dari India. Syah Waliyullah mendapat ilmu dari madrasah milik orang tuanya dan kemudian mengajar juga di madrasah tersebut. Buah pemikiran yang paling menonjol adalah penerjemahan Al-Quran sesuai dengan bahasa masyarakat setempat. Hal ini didasarkan pada perlunya pemahaman yang menyeluruh mengenai Quran, bukan hanya membaca saja tanpa mengerti isinya.

    – Al Tahtawi
    Tokoh pembaharu ini berasal dari Mesir. Al-Tahtawi yang menyelesaikan studinya di Al-Alzhar ini memiliki gagasan yang moderat dan dinamis. Beberapa idenya adalah sebagai berikut:
    – Perlunya mempelajari filsafat dan ilmu pengetahuan modern untuk menunjang syariat di kehidupan modern.
    – Pendidikan harus bersifat setara dan universal, baik bagi laki-laki maupun perempuan.
    – Islam bukan hanya mengajarkan fokus ke kehidupan akhirat namun juga dunia.
    – Umat islam perlu berkembang lebih dinamis, bukan statis yang hanya mengandalkan doktrin tanpa pemahaman yang mendalam.

    4. Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 M. Agama Islam dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (sekarang India).Para pedagang-pedagang dari negara tersebut singgah di kota-kota dekat pelabuhan selat malaka. Sambil berdagang, mereka menyebarkan Agama Islam. Berkembangnya Agama Islam terjadi beberapa cara, seperti perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.Diterimanya Agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu:
    – Ajarannya mudah diterima
    – Cara masuk Agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat
    – Islam memandang semua manusia memiliki derajat yang sama, tidak berkasta.

    5. Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.
    6. Dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan.
    – Dakwah Secara Sembunyi – Sembunyi, strategi dakwah yg dilakukan dan hanya diketahui oleh kerabat terdekatnya, seperti Sahabatnya, temannya, para pengikut, dan lainnya. Saat itu belum terlalu byk yg mengetahui ajaran dakwahnya.
    – Dakwah Secara Terang – Terangan, strategi dakwah yg dilakukan dan akhirnya diketahui oleh masyarakat luas. Setelah mulai byk pengikutnya, akhirnya dakwahnya pun diajarkan kepada masyarakat luas (mulai disebarluaskan).

    7. Fase Masuknya Islam Di Indonesia
    – Fase perdagangan
    Islam masuk ke Indonesia melalui proses perdagangan di perkirakan abad ke-7 M sampai dengan abad ke-11 M, begitu pula perkembangan Islam. Melalui para pedagang dari luar Indonesia maupun pedagang Indonesia sendiri, Islam disebarkan di pelabuhan-pelabuhan sepanjang jalur perdagangan, misalnya di sekitar selat Malaka, Samudra, Palembang, menyusul Cirebon, Demak, Tuban, Gresik, Makasar, serta Indonesia Timur.

    – Fase perkawinan
    Penyebaran agama Islam juga ditempuh melalui perkawinan. Cara ini ditempuh oleh para penyebar sekitar abad ke-11 M sampai dengan abad ke-13 M. Para pedagang Gujarat, Benggala, Arab, dan sebagainya kawin di Indonesia. Karena mereka orang-orang kaya dan terhormat maka mereka memperistri orang-orang terhormat, raja-raja, pejabat-pejabat, dan sebagainya.
    Cara ini ternyata cukup strategis, sebab wanita yang dikawin oleh para penyebar Islam itu di Islamkan terlebih dahulu, dan ini merupakan modal pada usaha penyebaran Islam.

    – Fese Akulturasi Budaya
    Kurang lebih abad ke-12 M sampai dengan abad ke-14 M, cara akulturasi budaya ditempuh untuk memberi kesan adanya persesuaian dan agar masyarakat tidak merasa adanya keterpaksaan dalam memeluk agama Islam. Seperti cara para Sunan wali songo dalam menyebarkan agama Islam melalui seni wayang, lagu-lagu, permainan dan lain sebagainya

    8. SULAWESI=awal abad ke-17 M, Kesultanan Gowa memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di wilayah Sulawesi.

    – Kerajaan Gowa-Tallo berhasil menaklukkan beberapa kerajaan di Pulau Sulawesi. Salah satu tujuannya untuk melakukan Islamisasi.

    – Menurut Lontara Bilang catatan raja-raja Gowa-Tallo pada masa pemerintahan Raja Gowa X (1546-1565), Tunipalangga, telah ditemukan sebuah perkampungan Muslim di Makassar, yang penduduknya terdiri dari pedagang Melayu yang berasal dari Campa, Patani, Johor, dan Minangkabau.

    – Berdasarkan catatan itu pula, pada masa pemerintahan Tunijallo (1565-1590) telah didirikan sebuah masjid di Mangallekanna, tempat para pedagang itu bermukim.

    – Kehadiran para pedagang Muslim tersebut membawa pengaruh terhadap penduduk setempat. Di antara mereka ada yang tertarik dengan ajaran Islam. Berawal dari sinilah kemudian ajaran Islam berkembang luas di seluruh wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa-Tallo.

    – Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan, menurut Ensiklopedi Islam, melalui dua tahapan. Pertama, secara tidak resmi penyebaran Islam terjadi melalui jalur perdagangan. Banyak pedagang asal Sulawesi yang berdagang ke luar pulau dan bertemu dengan para saudagar Muslim. Lewat pertemuan itu, para saudagar Sulawesi memeluk Islam.

  3. 1. Perbedaan bangsa dan negara memiliki beberapa aspek. Pada Kongres Pemuda ke-II yang berlangsung 28 Oktober 1928 nama Indonesia mulai melekat. Jauh sebelum nama Indonesia muncul, Indonesia bernama Nusantara yang terkenal sebagai sumber rempah-rempah. Pada abad 17 masih ada 55 negara di Sulawesi Selatan, dengan begitu bangsa dan negara memiliki perbedaan, jauh sebelum bangsa Indonesia ada, sudah ada negara di dalamnya. Bangsa merupakan orang-orang yang memiliki kesamaan asal, bahasa, adat, sejarah, dan berpemerintahan sendiri. Dengan kata lain, bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan dalam wilayah tertentu di muka bumi. Sedangkan negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan. Adapula syarat-syarat negara ialah memiliki wilayah, memiliki pemerintahan, memiliki dasar negara serta pengakuan dari negara lain.

    2. Latar belakang Lahirnya Gerakan Pembaharuan Dunia Islam, Jamaluddin al-Afghani (1839-1897), Muhammad Abduh (1849-) dan Rasyid Ridla (1865-) adalah tokoh-tokoh utama dalam pembaharuan Islam. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu Turki adalah pintu masuk menuju Eropa. Dengan demikian mereka paling tahu apa perkembangan yang tengah berlangsung di Eropa. Oleh sebab itu, latar belakang dari (kesadaran) pembaharuan tsb karena kontak langsung yang terjadi antara masyarakat muslim (Ottoman) dengan masyarakat Nasrani (Eropa). Sehingga menghasilkan hipotesis bahwa umat islam harus berbenah. Dan kalangan umat Islam yang progresif kala itu menganggap bahwa Islam tengah berada pada masa kegelapannya.

    3. Tokoh-tokoh pembaharuan dunia islam dan pemikiran besarnya:
    a.Jamaluddin Al Afghani, Seorang tokoh dalam pembaharu dalam Islam yang penting beliau dilahirkan di As’adabad lebih tepatnya di Afganistan pada tahun 1839. Pemikirannya, Menurut Jamaluddin ilmu pengetahuan ialah ilmu yang bisa menguasai dunia. Dan beliau dikenal sebagai pejuang prinsip Egaliter yang dimaksud ialah harus ada persamaan antara laki-laki dan perempuan karena pada waktu itu perempuan dipandang sebelah mata. Menurut nya pula bahwasanya filsafat ialah ilmu yang sangat tinggi kedudukannya dari pada ilmu yang lain.
    b. Tahtawi, dilahirkan pada tahun 1801 di tahta lebih tepatnya berada pada Selatan kota Mesir. Pemikirannya Ialah mengenai tentang pendidikan karena dengan ratanya pendidikan laki laki dan perempuan baginya sangat berguna dan bermanfaat untuk membuka pembaharuan dalam Islam. Tahapan Menurut Tahtawi dalam pendidikan dibagi menjadi 3: pertama pendidikan dasar,yang kedua pendidikan menengah dan yang terakhir pendidikan tinggi.
    c. Muhammad Abduh dilahirkan pada tahun 1850 M di Mesir. Pemikirannya, Mengenai pendidikan sangat strategis dan sistematis. Ditujukan kepada universitas Al Azhar Yang man kurikulum nya harus dirubah karena ilmu pengetahuan yang umum itu sangat penting juga dan harus dipelajari dan dikuasai untuk menyampaikan bangsa bangsa barat dalam soal pemikiran.
    d. Rasyid Ridha dilahirkan pada tahun 1864 M atau pada bulan Jumadil ula 1282 H. Pemikirannya mengenai pendidikan ialah bahwasanya umat Islam dituntut untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan umum juga karena pada hakikatnya ilmu yang berasal dari barat tidak bertentangan dengan hukum Islam. Rasyid Ridha dalam sebuah lembaga mencampurkan kurikulum barat dan agama menjadi satu di lembaga tradisional nya.

    4. Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 M. Agama Islam dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (sekarang India).Para pedagang-pedagang dari negara tersebut singgah di kota-kota dekat pelabuhan selat malaka. Sambil berdagang, mereka menyebarkan Agama Islam. Berkembangnya Agama Islam terjadi beberapa cara, seperti perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.Diterimanya Agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu:
    1. Ajarannya mudah diterima
    2. Cara masuk Agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat
    3. Islam memandang semua manusia memiliki derajat yang sama, tidak berkasta.

    5. Jalur masuknya islam ke Indonesia, Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.

    6. Strategi dakwah islam di indonesia dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan. Dalam perkembangan Islam di indonesia ada faktor yang mempengaruhinya, yaitu
    1. Melalui Perdagangan : Para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia dtg ke Indonesia sambil berdagang berupaya mencari simpati dari masyarakat. Mereka bergaul akrab dgn penduduk yg mendatanginya. Dari upaya itu, transaksi jual beli menjadi sangat menguntungkan. Setelah hubungan sosial – ekonomi lancar, mereka sedikit demi sedikit memperkenalkan nilai Islam ke penduduk.
    2. Melalui Proses Perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3. Melalui Ajaran Tasawuf : Sebelum Islam masuk, sebagian masyarakat telah memiliki dasar ajaran kebatinan. Kedatangan ahli tasawuf disambut dgn baik oleh masyarakat. Nah, byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    4. Melalui Kegiatan Pendidikan : Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.
    5. Melalui Sarana Kesenian : Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.

    7. Fase perkembangan islam di bangsa indonesia, fase pertama yakni adanya kontak komunitas Nusantara dengan para pedagang dan musafir dari Arab, Persia, Turki, Suriah, India, Pegu, Cina, dan bangsa-bangsa lainnya. Fase ini berlangsung pada awal abad Masehi hingga abad ke-3 sampai ke-9 Masehi. Fase kedua, akibat adanya perdagangan ini, para pedagang asing yang memeluk agama Islam mengadakan kontak dan bergaul dengan masyarakat lokal Nusantara. Fase ini berlangsung antara abad 9 hingga 11 Masehi. Fase ketiga, ialah tumbuhnya permukiman Muslim di Nusantara baik yang berada di wilayah pesisir maupun yang berada di pedalaman. Fase ini berlangsung antara abad 11 hingga 13 Masehi. Adapun bukti-bukti tersebut ditemukan di pesisir Sumatra, Jawa Timur, Ternate, dan Tidore. Sedangkan fase keempat, adalah fase tumbuhnya pusat-pusat kekuatan politik dan kesultanan Islam di Nusantara. Fase ini terjadi pada abad 13 hingga 16 Masehi. Kerajaan bercorak Islam yang tumbuh dan berkembang di sekitar fase ini mulai mengadakan hubungan dengan tradisi besar Eropa.

    8. Sejarah masuknya islam di sulawesi selatan, Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya  agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para  pedagang Muslim dari Arab, Parsia, India, Cina, dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gow, Somba Opu. Di Mangallekana, Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel. Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.

  4. Fadila Ainil Mutmainnah

    1. Perbedaan bangsa dan negara memiliki beberapa aspek. Pada Kongres Pemuda ke-II yang berlangsung 28 Oktober 1928 nama Indonesia mulai melekat. Jauh sebelum nama Indonesia muncul, Indonesia bernama Nusantara yang terkenal sebagai sumber rempah-rempah. Pada abad 17 masih ada 55 negara di Sulawesi Selatan, dengan begitu bangsa dan negara memiliki perbedaan, jauh sebelum bangsa Indonesia ada, sudah ada negara di dalamnya. Bangsa merupakan orang-orang yang memiliki kesamaan asal, bahasa, adat, sejarah, dan berpemerintahan sendiri. Dengan kata lain, bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan dalam wilayah tertentu di muka bumi. Sedangkan negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan. Adapula syarat-syarat negara ialah memiliki wilayah, memiliki pemerintahan, memiliki dasar negara serta pengakuan dari negara lain.

    2. Latar belakang Lahirnya Gerakan Pembaharuan Dunia Islam, Jamaluddin al-Afghani (1839-1897), Muhammad Abduh (1849-) dan Rasyid Ridla (1865-) adalah tokoh-tokoh utama dalam pembaharuan Islam. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu Turki adalah pintu masuk menuju Eropa. Dengan demikian mereka paling tahu apa perkembangan yang tengah berlangsung di Eropa. Oleh sebab itu, latar belakang dari (kesadaran) pembaharuan tsb karena kontak langsung yang terjadi antara masyarakat muslim (Ottoman) dengan masyarakat Nasrani (Eropa). Sehingga menghasilkan hipotesis bahwa umat islam harus berbenah. Dan kalangan umat Islam yang progresif kala itu menganggap bahwa Islam tengah berada pada masa kegelapannya.

    3. Tokoh-tokoh pembaharuan dunia islam dan pemikiran besarnya:
    a.Jamaluddin Al Afghani, Seorang tokoh dalam pembaharu dalam Islam yang penting beliau dilahirkan di As’adabad lebih tepatnya di Afganistan pada tahun 1839. Pemikirannya, Menurut Jamaluddin ilmu pengetahuan ialah ilmu yang bisa menguasai dunia. Dan beliau dikenal sebagai pejuang prinsip Egaliter yang dimaksud ialah harus ada persamaan antara laki-laki dan perempuan karena pada waktu itu perempuan dipandang sebelah mata. Menurut nya pula bahwasanya filsafat ialah ilmu yang sangat tinggi kedudukannya dari pada ilmu yang lain.
    b. Tahtawi, dilahirkan pada tahun 1801 di tahta lebih tepatnya berada pada Selatan kota Mesir. Pemikirannya Ialah mengenai tentang pendidikan karena dengan ratanya pendidikan laki laki dan perempuan baginya sangat berguna dan bermanfaat untuk membuka pembaharuan dalam Islam. Tahapan Menurut Tahtawi dalam pendidikan dibagi menjadi 3: pertama pendidikan dasar,yang kedua pendidikan menengah dan yang terakhir pendidikan tinggi.
    c. Muhammad Abduh dilahirkan pada tahun 1850 M di Mesir. Pemikirannya, Mengenai pendidikan sangat strategis dan sistematis. Ditujukan kepada universitas Al Azhar Yang man kurikulum nya harus dirubah karena ilmu pengetahuan yang umum itu sangat penting juga dan harus dipelajari dan dikuasai untuk menyampaikan bangsa bangsa barat dalam soal pemikiran.
    d. Rasyid Ridha dilahirkan pada tahun 1864 M atau pada bulan Jumadil ula 1282 H. Pemikirannya mengenai pendidikan ialah bahwasanya umat Islam dituntut untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan umum juga karena pada hakikatnya ilmu yang berasal dari barat tidak bertentangan dengan hukum Islam. Rasyid Ridha dalam sebuah lembaga mencampurkan kurikulum barat dan agama menjadi satu di lembaga tradisional nya.

    4. Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 M. Agama Islam dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (sekarang India).Para pedagang-pedagang dari negara tersebut singgah di kota-kota dekat pelabuhan selat malaka. Sambil berdagang, mereka menyebarkan Agama Islam. Berkembangnya Agama Islam terjadi beberapa cara, seperti perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.Diterimanya Agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu: 1. Ajarannya mudah diterima 2. Cara masuk Agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat 3. Islam memandang semua manusia memiliki derajat yang sama, tidak berkasta.

    5. Jalur masuknya islam ke Indonesia, Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.

    6. Strategi dakwah islam di indonesia dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan. Dalam perkembangan Islam di indonesia ada faktor yang mempengaruhinya, yaitu
    1. Melalui Perdagangan : Para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia dtg ke Indonesia sambil berdagang berupaya mencari simpati dari masyarakat. Mereka bergaul akrab dgn penduduk yg mendatanginya. Dari upaya itu, transaksi jual beli menjadi sangat menguntungkan. Setelah hubungan sosial – ekonomi lancar, mereka sedikit demi sedikit memperkenalkan nilai Islam ke penduduk.
    2. Melalui Proses Perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3. Melalui Ajaran Tasawuf : Sebelum Islam masuk, sebagian masyarakat telah memiliki dasar ajaran kebatinan. Kedatangan ahli tasawuf disambut dgn baik oleh masyarakat. Nah, byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    4. Melalui Kegiatan Pendidikan : Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.
    5. Melalui Sarana Kesenian : Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.

    7. Fase perkembangan islam di bangsa indonesia, fase pertama yakni adanya kontak komunitas Nusantara dengan para pedagang dan musafir dari Arab, Persia, Turki, Suriah, India, Pegu, Cina, dan bangsa-bangsa lainnya. Fase ini berlangsung pada awal abad Masehi hingga abad ke-3 sampai ke-9 Masehi. Fase kedua, akibat adanya perdagangan ini, para pedagang asing yang memeluk agama Islam mengadakan kontak dan bergaul dengan masyarakat lokal Nusantara. Fase ini berlangsung antara abad 9 hingga 11 Masehi. Fase ketiga, ialah tumbuhnya permukiman Muslim di Nusantara baik yang berada di wilayah pesisir maupun yang berada di pedalaman. Fase ini berlangsung antara abad 11 hingga 13 Masehi. Adapun bukti-bukti tersebut ditemukan di pesisir Sumatra, Jawa Timur, Ternate, dan Tidore. Sedangkan fase keempat, adalah fase tumbuhnya pusat-pusat kekuatan politik dan kesultanan Islam di Nusantara. Fase ini terjadi pada abad 13 hingga 16 Masehi. Kerajaan bercorak Islam yang tumbuh dan berkembang di sekitar fase ini mulai mengadakan hubungan dengan tradisi besar Eropa.

    8. Sejarah masuknya islam di sulawesi selatan, Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya  agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para  pedagang Muslim dari Arab, Parsia, India, Cina, dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gow, Somba Opu. Di Mangallekana, Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel. Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.

  5. Nama : Nur Wahyu Diyanti
    Kelas : XII IPA

    1. Negara merupakan integrasi dari kekuasaan politik, negara adalah organisasi pokok dari kekuasaan politik. Negara adalah alat (agency) dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan-hubungan manusia dalam masyarakat dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat (Budiardjo 2008).
    Menurut Jutmini dkk (2007), kelompok manusia yang besar adalah bangsa. Istilah bang-sa merupakan terjemahan dari kata nation (bahasa Inggris). Kata nation berasal dari bahasa La-tin, natio, yang artinya sesuatu telah lahir. Kata itu bermakna keturunan, yaitu kelompok orang yang berada dalam satu garis keturunan.
    2. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu Turki adalah pintu masuk menuju Eropa. Dengan demikian mereka paling tahu apa perkembangan yang tengah berlangsung di Eropa. Oleh sebab itu, latar belakang dari (kesadaran) pembaharuan tsb karena kontak langsung yang terjadi antara masyarakat muslim (Ottoman) dengan masyarakat Nasrani (Eropa). Sehingga menghasilkan hipotesis bahwa umat islam harus berbenah.
    3. – Jamaluddin Al Afghani, Afganistan
    Pemikirannya
    Menurut Jamaluddin ilmu pengetahuan ialah ilmu yang bisa menguasai dunia. Dan beliau dikenal sebagai pejuang prinsip Egaliter yang dimaksud ialah harus ada persamaan antara laki-laki dan perempuan karena pada waktu itu perempuan dipandang sebelah mata
    – Tahtawi, kota Mesir
    Pemikirannya
    Ialah mengenai tentang pendidikan karena dengan ratanya pendidikan laki laki dan perempuan baginya sangat berguna dan bermanfaat untuk membuka pembaharuan dalam Islam. Tahapan Menurut Tahtawi dalam pendidikan dibagi menjadi 3: pertama pendidikan dasar,yang kedua pendidikan menengah dan yang terakhir pendidikan tinggi .
    – Muhammad Abduh, Mesir
    Pemikirannya
    Mengenai pendidikan sangat strategis dan sistematis. Ditujukan kepada universitas Al Azhar Yang man kurikulum nya harus dirubah karena ilmu pengetahuan yang umum itu sangat penting juga dan harus dipelajari dan dikuasai untuk menyampaikan bangsa bangsa barat dalam soal pemikiran.
    – Rasyid Ridha, Mesir
    Pemikirannya
    Pemikirannya mengenai pendidikan ialah bahwasanya umat Islam dituntut untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan umum juga karena pada hakikatnya ilmu yang berasal dari barat tidak bertentangan dengan hukum Islam.
    – Qasim Amin, Kairo
    Pemikirannya
    Mengenai seorang wanita yang dianggap kedudukannya tidak dihargai berkat Qasim Amin martabat dan harkat wanita sekarang sudah terangkat.
    – Thaha Husein, Mesir
    Pemikirannya
    Dalam bidang pendidik negara Mesir harus merubah kurikulum yang tradisional supaya lebih baik kedepannya dikarenakan dengan merubah sistem perguruan tinggi Mesir bisa menyaingi perguruan tinggi di barat.
    – Muhammad Iqbal, Sialkot
    Pemikirannya
    Mengenai kemunduran umat Islam dikarenakan pemikirannya yang beku dalam menanggapi dunia. Dan runtuhnya kota Baghdad yang menjadi pemicu utama dalam pemikiran Islam yang beku. Kaum konservatif yang beranggapan bahwa dunia itu bersifat statis padahal menurut Muhammad Iqbal bahwasanya dunia ini dengan mengikuti dengan perkembangan zaman yang selalu berkembang atau dinamis.
    4. islam masuk ke Indonesia melalui para pedagang yang singgah di Sumatra utara pada abad ke 7 masehi atau sekitar 9 tahun setelah rosulullah ﷺ mengumumkan dakwah secara terbuka kepada kaum quraisy di mekkah. Islam awalnya dibawa oleh para sufi atau pedagang dari mekkah atau mesir kesumatera utara, dan lama kelamaan akhirnya para sufi itu mendirikan kampung arab di barus, Sumatera utara, yang dikenal juga dengan nama Bandar khalifah.
    Dengan menetapnya para sufi atau saudagar dibandar khalifah terjadilah akulturasi antara orang nusantara dengan orang orang dari mekkah dan mesir itu. Selain itu juga islam mudah menyebar di nusantara karena raja dari kerajaan samudra pasai memeluk islam, hingga membantu dalam penyebaran agama islam ini.
    5. Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.
    6. Dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan.

    > Dakwah Secara Sembunyi – Sembunyi => strategi dakwah yg dilakukan dan hanya diketahui oleh kerabat terdekatnya, seperti Sahabatnya, temannya, para pengikut, dan lainnya. Saat itu belum terlalu byk yg mengetahui ajaran dakwahnya.

    > Dakwah Secara Terang – Terangan => strategi dakwah yg dilakukan dan akhirnya diketahui oleh masyarakat luas. Setelah mulai byk pengikutnya, akhirnya dakwahnya pun diajarkan kepada masyarakat luas (mulai disebarluaskan).
    7. 1.Melalui fase kesenian
    2.melalui fase perkawinan
    3.melalui fase jalur pendidikan
    8. Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel.
    Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.

  6. Aisyah saleh XII(IPS)

    02.pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperi ottoman di turki seperti kita tahu turki adalah pintu masuk menuju eropa

    03.-Jamaluddin Al Afghani
    Seorang tokoh dalam pembaharu dalam Islam yang penting beliau dilahirkan di As’adabad lebih tepatnya di Afganistan pada tahun 1839.Paradiqma atau Madzhab yang telah dipilih dan dijadikan sebagai pandangannya berserta keluarga ialah madzhab imam yang pertama yakni Hanafi.
    PEMIKIRANNYA: Menurut Jamaluddin ilmu pengetahuan ialah ilmu yang bisa menguasai dunia. Dan beliau dikenal sebagai pejuang prinsip Egaliter yang dimaksud ialah harus ada persamaan antara laki-laki dan perempuan karena pada waktu itu perempuan dipandang sebelah mata.
    -Tahtawi
    Tahtawi dilahirkan pada tahun 1801 di tahta lebih tepatnya berada pada Selatan kota Mesir. Beliau adalah seorang pembaharu dalam Islam pada pertengahan permulaan abad 19. Pada berusia 16 tahun tahtawi mulai menuntut ilmu di Al Azhar. Dan beliau wafat pada tahun 1873 di kairo.
    PEMIKIRANNYA: Ialah mengenai tentang pendidikan karena dengan ratanya pendidikan laki laki dan perempuan baginya sangat berguna dan bermanfaat untuk membuka pembaharuan dalam Islam
    -Muhammad Abduh
    Muhammad Abduh dilahirkan pada tahun 1850 M di Mesir beliau termasuk bukan golongan kaya, lingkungan nya ialah di pedesaan atau pertanian. Beliau mulai belajar di masjid Al Ahmadi thahta.
    PEMIKIRANNYA: Mengenai pendidikan sangat strategis dan sistematis. Ditujukan kepada universitas Al Azhar Yang man kurikulum nya harus dirubah karena ilmu pengetahuan yang umum itu sangat penting juga dan harus dipelajari dan dikuasai untuk menyampaikan bangsa bangsa barat dalam soal pemikiran
    -Rasyid Ridha
    Rasyid Ridha dilahirkan pada tahun 1864 M atau pada bulan Jumadil ula 1282 H. Beliau keturunan dari bangsawan yakni Husein dari putra Ali bin Abi Thalib dengan Fatimah Az-Zahra yakni putri Rasulullah SAW.
    PEMIKIRANNYA: Pemikirannya mengenai pendidikan ialah bahwasanya umat Islam dituntut untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan umum juga karena pada hakikatnya ilmu yang berasal dari barat tidak bertentangan dengan hukum Islam.
    -Qasim Amin
    Biografi nya Qasim Amin dilahirkan pada tahun 1863 di kairo. Beliau seorang keturunan dari bangsawan dan termasuk golongan kaya. Beliau dikenal sebagai seorang intelektual yabg yang mempunyai pendidikan serta relasi yang luas.
    PEMIKIRANNYA: Mengenai seorang wanita yang dianggap kedudukannya tidak dihargai berkat Qasim Amin martabat dan harkat wanita sekarang sudah terangkat.

    04. islam masuk ke Indonesia melalui para pedagang yang singgah di Sumatra utara pada abad ke 7 masehi atau sekitar 9 tahun setelah rosulullah saw.mengumumkan dakwah secara terbuka kepada kaum quraisy di mekkah.

    05. Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.

    06. -Dakwah Secara Sembunyi” strategi dakwah yg dilakukan dan hanya diketahui oleh kerabat terdekatnya, seperti Sahabatnya, temannya, para pengikut, dan lainnya. Saat itu belum terlalu byk yg mengetahui ajaran dakwahnya.
    -Dakwah Secara TerangTerangan strategi dakwah yg dilakukan dan akhirnya diketahui oleh masyarakat luas. Setelah mulai byk pengikutnya, akhirnya dakwahnya pun diajarkan kepada masyarakat luas (mulai disebarluaskan
    – Melalui Proses Perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    – Melalui Ajaran Tasawuf : Sebelum Islam masuk, sebagian masyarakat telah memiliki dasar ajaran kebatinan. Kedatangan ahli tasawuf disambut dgn baik oleh masyarakat. Nah, byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    -Melalui Kegiatan Pendidikan : Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.
    – Melalui Sarana Kesenian : Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.

    07.
    Fase Masuknya Islam Di Indonesia
    Fase perdagangan
    Islam masuk ke Indonesia melalui proses perdagangan di perkirakan abad ke-7 M sampai dengan abad ke-11 M, begitu pula perkembangan Islam. Melalui para pedagang dari luar Indonesia maupun pedagang Indonesia sendiri, Islam disebarkan di pelabuhan-pelabuhan sepanjang jalur perdagangan, misalnya di sekitar selat Malaka, Samudra, Palembang, menyusul Cirebon, Demak, Tuban, Gresik, Makasar, serta Indonesia Timur.1
    Agama Islam tersebar pertama kali di pulau Sumatera kira-kira abad ke-7 M (abad I H).2 Yang mana disebabkan letak geografinya dan dalam alur pelayaran serta adanya pelabuhan alam yang menjadi persinggahan para pedagang, baik untuk memasarkan atau untuk mencari barang dagangan.

    08. Kronologis keberadaan Islam sebagai bukti sejarah, Islam di Sulsel masih membutuhkan pengkajian yang mendalam supaya sejarahnya lebih objektif. Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para pedagang Muslim dari Arab, Parsia, India, Cina, dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gow, Somba Opu.
    -Di Mangallekana
    Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel.

  7. Nihal Rahadatul ‘Aisy S
    XII IPA

    1. bangsa adalah orang-orang yang memiliki kesamaan keturunan, asal, sejarah, dan bahasa atau sekelompok manusia dalam jumlah yang sangat besar yang mendiami suatu wilayah tertentu. Sementara itu, negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan. adalah suatu organisasi yang terdiri atas sekelompok orang pada suatu wilayah yang berfungsi mengatur dan memiliki kekuasaan atas wilayah tersebut.
    2. -Adanya sifat jumud (stagnan) yang telah membuat umat Islam berhenti berpikir dan berusaha.
    -Persatuan di kalangan umat Islam mulai terpecah belah
    -Hasil adanya kontak yang terjadi antara dunia Islam dan Barat. Dengan adanya kontak ini mereka sadar bahwa mereka mengalami kemunduran dibandingkan Barat
    -Meski demikian, pembahuran dalam Islam berbeda dengan renaissance dalam dunia Barat. Jika renaissance Barat muncul dengan cara “menyingkirkan” peran agama dari kehidupan masyarakat, maka pembaharuan Islam sebaliknya, yakni untuk tujuan memperkuat prinsip dan ajaran Islam itu sendiri demi kemashlahatan dunia secara lebih luas.

    3. ⁃ Muhammad bin Abdul Wahab, Ia adalah pencetus aliran Wahabiyah yang berpusat di Arab Saudi. Tokoh kelahiran Nejd, Arab Saudi ini memfokuskan gagasan dan pemikirannya pada ajaran tauhid yang merupakan ajaran paling dasar dalam Islam. Beberapa idenya berpotensi memicu kekeliruan dan cenderung agak ekstrim dan kontroversial.
    -Syah Waliyullah, tokoh pembaharu ini berasal dari India. Syah Waliyullah mendapat ilmu dari madrasah milik orang tuanya dan kemudian mengajar juga di madrasah tersebut. Buah pemikiran yang paling menonjol adalah penerjemahan Al-Quran sesuai dengan bahasa masyarakat setempat. Hal ini didasarkan pada perlunya pemahaman yang menyeluruh mengenai Quran, bukan hanya membaca saja tanpa mengerti isinya.
    -Al Tahtawi, tokoh pembaharu ini berasal dari Mesir. Al-Tahtawi yang menyelesaikan studinya di Al-Alzhar ini memiliki gagasan yang moderat dan dinamis. Beberapa idenya adalah sebagai berikut: Perlunya mempelajari filsafat dan ilmu pengetahuan modern untuk menunjang syariat di kehidupan modern, Pendidikan harus bersifat setara dan universal, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Islam bukan hanya mengajarkan fokus ke kehidupan akhirat namun juga dunia. Umat islam perlu berkembang lebih dinamis, bukan statis yang hanya mengandalkan doktrin tanpa pemahaman yang mendalam.

    4. gama Islam datang ke Republik Indonesia berasal saat negeriini merupakan inti perdagangan di benua Asia bahkan bahkan seluruh dunia. Terutama di daerah kesultanan Sriwijaya, pulau Sumatra. Disini lokasi mampir para pedagang yang berlayar dari beragam tempat asal terliput juga dari asal timur tengah yang pada saat itu warganya telah terlebih dahulu beragama agama Islam. Rata-rata para pedagang itu menentukan berdiam sesaat di negara Indonesiauntuk menunggu angin yang cocok yang akan mengantarkan para pedagan tersebut bersama kapal mereka balik ke negaranya semula. Selama di Indonesia, pedagagang tersebut mulai menjalin yang pergaulan sangat bagus dengan penduduk lokal yang saat itu sebagian besar masih beragama Hindu. Pedagang-pedagang itu menceritakan tentang agama Islam. masyarakat aslipun merasakan ketertarikan pada Islam ini. Sebagian besar dari wargaasli berpindah memeluk agama islam. Perwakilanantara pedagang arab dan warga asliun berkontribusi dalam menebarkan pengaruh Islam di negara Indonesia.

    5. Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.

    6. strategi dakwah terbagi menjadi 2 yaitu Dakwah Secara Sembunyi – Sembunyi => strategi dakwah yg dilakukan dan hanya diketahui oleh kerabat terdekatnya, seperti Sahabatnya, temannya, para pengikut, dan lainnya. Saat itu belum terlalu byk yg mengetahui ajaran dakwahnya. Dakwah Secara Terang – Terangan => strategi dakwah yg dilakukan dan akhirnya diketahui oleh masyarakat luas. Setelah mulai byk pengikutnya, akhirnya dakwahnya pun diajarkan kepada masyarakat luas (mulai disebarluaskan).

    7.- fase perdagangan
    – fase perkawinan
    – fase akulturasi budaya

    8. Ribuan pulau yang ada di Indonesia, telah sejak lama terjalin hubungan satu sama lain, baik atas motivasi ekonomi maupun motivasi politik dan kepentingan kerajaan. Hubungan ini pula yang mengantarkan aktivitas dakwah dapat menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan perusahaan dagang Portugis yang datang pada tahun 1540, saat mereka datang ke Sulawesi di pulau itu sudah bisa ditemui pemukiman muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa di Makassar. Raja Goa pertama yang memeluk Islam adalah Sultan Alaudin al-Awwal dan Perdana Menteri atau Wazir, Karaeng Matopa, pada tahun 1603. Sebelumnya, dakwah Islam telah sampai pula pada ayah Sultan Alaudin yang bernama Tonigallo dari Ternate yang lebih dulu memeluk Islam.Namun Tonigallo khawatir jika ia memeluk Islam kerajaannya akan di bawah pengaruh kerajaan Ternate. Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaudin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk Ri Bandang, Datuk Patimang dan Datuk Ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar Datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar. Pusat-pusat dakwah yang dibangun oleh Kerajaan Goa pada proses selanjutnya berhasil melanjutkan dakwah hingga ke wilayah lain sampai ke Kerajaan Bugis, Wajo Sopeng, Sidenreng, Tanete, Luwu dan Palopo.

  8. 1. Perbedaan bangsa dan negara memiliki beberapa aspek. Pada Kongres Pemuda ke-II yang berlangsung 28 Oktober 1928 nama Indonesia mulai melekat. Jauh sebelum nama Indonesia muncul, Indonesia bernama Nusantara yang terkenal sebagai sumber rempah-rempah. Pada abad 17 masih ada 55 negara di Sulawesi Selatan, dengan begitu bangsa dan negara memiliki perbedaan, jauh sebelum bangsa Indonesia ada, sudah ada negara di dalamnya. Bangsa merupakan orang-orang yang memiliki kesamaan asal, bahasa, adat, sejarah, dan berpemerintahan sendiri. Dengan kata lain, bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan dalam wilayah tertentu di muka bumi. Sedangkan negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan. Adapula syarat-syarat negara ialah memiliki wilayah, memiliki pemerintahan, memiliki dasar negara serta pengakuan dari negara lain.
    2. Latar belakang Lahirnya Gerakan Pembaharuan Dunia Islam, Jamaluddin al-Afghani (1839-1897), Muhammad Abduh (1849-) dan Rasyid Ridla (1865-) adalah tokoh-tokoh utama dalam pembaharuan Islam. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu Turki adalah pintu masuk menuju Eropa. Dengan demikian mereka paling tahu apa perkembangan yang tengah berlangsung di Eropa. Oleh sebab itu, latar belakang dari (kesadaran) pembaharuan tsb karena kontak langsung yang terjadi antara masyarakat muslim (Ottoman) dengan masyarakat Nasrani (Eropa). Sehingga menghasilkan hipotesis bahwa umat islam harus berbenah. Dan kalangan umat Islam yang progresif kala itu menganggap bahwa Islam tengah berada pada masa kegelapannya.
    3. Tokoh-tokoh pembaharuan dunia islam dan pemikiran besarnya: a.Jamaluddin Al Afghani, Seorang tokoh dalam pembaharu dalam Islam yang penting beliau dilahirkan di As’adabad lebih tepatnya di Afganistan pada tahun 1839. Pemikirannya, Menurut Jamaluddin ilmu pengetahuan ialah ilmu yang bisa menguasai dunia. Dan beliau dikenal sebagai pejuang prinsip Egaliter yang dimaksud ialah harus ada persamaan antara laki-laki dan perempuan karena pada waktu itu perempuan dipandang sebelah mata. Menurut nya pula bahwasanya filsafat ialah ilmu yang sangat tinggi kedudukannya dari pada ilmu yang lain. b. Tahtawi, dilahirkan pada tahun 1801 di tahta lebih tepatnya berada pada Selatan kota Mesir. Pemikirannya Ialah mengenai tentang pendidikan karena dengan ratanya pendidikan laki laki dan perempuan baginya sangat berguna dan bermanfaat untuk membuka pembaharuan dalam Islam. Tahapan Menurut Tahtawi dalam pendidikan dibagi menjadi 3: pertama pendidikan dasar,yang kedua pendidikan menengah dan yang terakhir pendidikan tinggi. c. Muhammad Abduh dilahirkan pada tahun 1850 M di Mesir. Pemikirannya, Mengenai pendidikan sangat strategis dan sistematis. Ditujukan kepada universitas Al Azhar Yang man kurikulum nya harus dirubah karena ilmu pengetahuan yang umum itu sangat penting juga dan harus dipelajari dan dikuasai untuk menyampaikan bangsa bangsa barat dalam soal pemikiran. d. Rasyid Ridha dilahirkan pada tahun 1864 M atau pada bulan Jumadil ula 1282 H. Pemikirannya mengenai pendidikan ialah bahwasanya umat Islam dituntut untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan umum juga karena pada hakikatnya ilmu yang berasal dari barat tidak bertentangan dengan hukum Islam. Rasyid Ridha dalam sebuah lembaga mencampurkan kurikulum barat dan agama menjadi satu di lembaga tradisional nya.
    4. Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 M. Agama Islam dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (sekarang India).Para pedagang-pedagang dari negara tersebut singgah di kota-kota dekat pelabuhan selat malaka. Sambil berdagang, mereka menyebarkan Agama Islam. Berkembangnya Agama Islam terjadi beberapa cara, seperti perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.Diterimanya Agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu: 1. Ajarannya mudah diterima 2. Cara masuk Agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat 3. Islam memandang semua manusia memiliki derajat yang sama, tidak berkasta.
    5. Jalur masuknya islam ke Indonesia, Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.
    6. Strategi dakwah islam di indonesia dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan. Dalam perkembangan Islam di indonesia ada faktor yang mempengaruhinya, yaitu
    1. Melalui Perdagangan : Para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia dtg ke Indonesia sambil berdagang berupaya mencari simpati dari masyarakat. Mereka bergaul akrab dgn penduduk yg mendatanginya. Dari upaya itu, transaksi jual beli menjadi sangat menguntungkan. Setelah hubungan sosial – ekonomi lancar, mereka sedikit demi sedikit memperkenalkan nilai Islam ke penduduk.
    2. Melalui Proses Perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3. Melalui Ajaran Tasawuf : Sebelum Islam masuk, sebagian masyarakat telah memiliki dasar ajaran kebatinan. Kedatangan ahli tasawuf disambut dgn baik oleh masyarakat. Nah, byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    4. Melalui Kegiatan Pendidikan : Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.
    5. Melalui Sarana Kesenian : Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.
    7. Fase perkembangan islam di bangsa indonesia, fase pertama yakni adanya kontak komunitas Nusantara dengan para pedagang dan musafir dari Arab, Persia, Turki, Suriah, India, Pegu, Cina, dan bangsa-bangsa lainnya. Fase ini berlangsung pada awal abad Masehi hingga abad ke-3 sampai ke-9 Masehi. Fase kedua, akibat adanya perdagangan ini, para pedagang asing yang memeluk agama Islam mengadakan kontak dan bergaul dengan masyarakat lokal Nusantara. Fase ini berlangsung antara abad 9 hingga 11 Masehi. Fase ketiga, ialah tumbuhnya permukiman Muslim di Nusantara baik yang berada di wilayah pesisir maupun yang berada di pedalaman. Fase ini berlangsung antara abad 11 hingga 13 Masehi. Adapun bukti-bukti tersebut ditemukan di pesisir Sumatra, Jawa Timur, Ternate, dan Tidore. Sedangkan fase keempat, adalah fase tumbuhnya pusat-pusat kekuatan politik dan kesultanan Islam di Nusantara. Fase ini terjadi pada abad 13 hingga 16 Masehi. Kerajaan bercorak Islam yang tumbuh dan berkembang di sekitar fase ini mulai mengadakan hubungan dengan tradisi besar Eropa.
    8. Sejarah masuknya islam di sulawesi selatan, Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya  agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para  pedagang Muslim dari Arab, Parsia, India, Cina, dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gow, Somba Opu. Di Mangallekana, Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel. Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.

  9. 1. Perbedaan bangsa dan negara memiliki beberapa aspek. Pada Kongres Pemuda ke-II yang berlangsung 28 Oktober 1928 nama Indonesia mulai melekat. Jauh sebelum nama Indonesia muncul, Indonesia bernama Nusantara yang terkenal sebagai sumber rempah-rempah. Pada abad 17 masih ada 55 negara di Sulawesi Selatan, dengan begitu bangsa dan negara memiliki perbedaan, jauh sebelum bangsa Indonesia ada, sudah ada negara di dalamnya. Bangsa merupakan orang-orang yang memiliki kesamaan asal, bahasa, adat, sejarah, dan berpemerintahan sendiri. Dengan kata lain, bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan dalam wilayah tertentu di muka bumi. Sedangkan negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan. Adapula syarat-syarat negara ialah memiliki wilayah, memiliki pemerintahan, memiliki dasar negara serta pengakuan dari negara lain.
    2. Latar belakang Lahirnya Gerakan Pembaharuan Dunia Islam, Jamaluddin al-Afghani (1839-1897), Muhammad Abduh (1849-) dan Rasyid Ridla (1865-) adalah tokoh-tokoh utama dalam pembaharuan Islam. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu Turki adalah pintu masuk menuju Eropa. Dengan demikian mereka paling tahu apa perkembangan yang tengah berlangsung di Eropa. Oleh sebab itu, latar belakang dari (kesadaran) pembaharuan tsb karena kontak langsung yang terjadi antara masyarakat muslim (Ottoman) dengan masyarakat Nasrani (Eropa). Sehingga menghasilkan hipotesis bahwa umat islam harus berbenah. Dan kalangan umat Islam yang progresif kala itu menganggap bahwa Islam tengah berada pada masa kegelapannya.
    3. Tokoh-tokoh pembaharuan dunia islam dan pemikiran besarnya: a.Jamaluddin Al Afghani, Seorang tokoh dalam pembaharu dalam Islam yang penting beliau dilahirkan di As’adabad lebih tepatnya di Afganistan pada tahun 1839. Pemikirannya, Menurut Jamaluddin ilmu pengetahuan ialah ilmu yang bisa menguasai dunia. Dan beliau dikenal sebagai pejuang prinsip Egaliter yang dimaksud ialah harus ada persamaan antara laki-laki dan perempuan karena pada waktu itu perempuan dipandang sebelah mata. Menurut nya pula bahwasanya filsafat ialah ilmu yang sangat tinggi kedudukannya dari pada ilmu yang lain. b. Tahtawi, dilahirkan pada tahun 1801 di tahta lebih tepatnya berada pada Selatan kota Mesir. Pemikirannya Ialah mengenai tentang pendidikan karena dengan ratanya pendidikan laki laki dan perempuan baginya sangat berguna dan bermanfaat untuk membuka pembaharuan dalam Islam. Tahapan Menurut Tahtawi dalam pendidikan dibagi menjadi 3: pertama pendidikan dasar,yang kedua pendidikan menengah dan yang terakhir pendidikan tinggi. c. Muhammad Abduh dilahirkan pada tahun 1850 M di Mesir. Pemikirannya, Mengenai pendidikan sangat strategis dan sistematis. Ditujukan kepada universitas Al Azhar Yang man kurikulum nya harus dirubah karena ilmu pengetahuan yang umum itu sangat penting juga dan harus dipelajari dan dikuasai untuk menyampaikan bangsa bangsa barat dalam soal pemikiran. d. Rasyid Ridha dilahirkan pada tahun 1864 M atau pada bulan Jumadil ula 1282 H. Pemikirannya mengenai pendidikan ialah bahwasanya umat Islam dituntut untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan umum juga karena pada hakikatnya ilmu yang berasal dari barat tidak bertentangan dengan hukum Islam. Rasyid Ridha dalam sebuah lembaga mencampurkan kurikulum barat dan agama menjadi satu di lembaga tradisional nya.
    4. Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 M. Agama Islam dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (sekarang India).Para pedagang-pedagang dari negara tersebut singgah di kota-kota dekat pelabuhan selat malaka. Sambil berdagang, mereka menyebarkan Agama Islam. Berkembangnya Agama Islam terjadi beberapa cara, seperti perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.Diterimanya Agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu: 1. Ajarannya mudah diterima 2. Cara masuk Agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat 3. Islam memandang semua manusia memiliki derajat yang sama, tidak berkasta.
    5. Jalur masuknya islam ke Indonesia, Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.
    6. Strategi dakwah islam di indonesia dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan. Dalam perkembangan Islam di indonesia ada faktor yang mempengaruhinya, yaitu
    1. Melalui Perdagangan : Para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia dtg ke Indonesia sambil berdagang berupaya mencari simpati dari masyarakat. Mereka bergaul akrab dgn penduduk yg mendatanginya. Dari upaya itu, transaksi jual beli menjadi sangat menguntungkan. Setelah hubungan sosial – ekonomi lancar, mereka sedikit demi sedikit memperkenalkan nilai Islam ke penduduk.
    2. Melalui Proses Perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3. Melalui Ajaran Tasawuf : Sebelum Islam masuk, sebagian masyarakat telah memiliki dasar ajaran kebatinan. Kedatangan ahli tasawuf disambut dgn baik oleh masyarakat. Nah, byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    4. Melalui Kegiatan Pendidikan : Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.
    5. Melalui Sarana Kesenian : Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.
    7. Fase perkembangan islam di bangsa indonesia, fase pertama yakni adanya kontak komunitas Nusantara dengan para pedagang dan musafir dari Arab, Persia, Turki, Suriah, India, Pegu, Cina, dan bangsa-bangsa lainnya. Fase ini berlangsung pada awal abad Masehi hingga abad ke-3 sampai ke-9 Masehi. Fase kedua, akibat adanya perdagangan ini, para pedagang asing yang memeluk agama Islam mengadakan kontak dan bergaul dengan masyarakat lokal Nusantara. Fase ini berlangsung antara abad 9 hingga 11 Masehi. Fase ketiga, ialah tumbuhnya permukiman Muslim di Nusantara baik yang berada di wilayah pesisir maupun yang berada di pedalaman. Fase ini berlangsung antara abad 11 hingga 13 Masehi. Adapun bukti-bukti tersebut ditemukan di pesisir Sumatra, Jawa Timur, Ternate, dan Tidore. Sedangkan fase keempat, adalah fase tumbuhnya pusat-pusat kekuatan politik dan kesultanan Islam di Nusantara. Fase ini terjadi pada abad 13 hingga 16 Masehi. Kerajaan bercorak Islam yang tumbuh dan berkembang di sekitar fase ini mulai mengadakan hubungan dengan tradisi besar Eropa.
    8. Sejarah masuknya islam di sulawesi selatan, Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya  agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para  pedagang Muslim dari Arab, Parsia, India, Cina, dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gow, Somba Opu. Di Mangallekana, Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel. Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.

  10. St. Rahma nurfadilah
    XII. IPS

    1. NEGARA adalah sebuah wilayah atau daerah yang berada di permukaan bumi yang memiliki kekuasaan baik dalam bentuk politik, ekonomi, sosial, budaya, maupun militer.
    BANGSA merupakan kumpulan manusia yang terikat kesatuan dalam wilayah tertentu di muka bumi. Memiliki kesamaan asal, bahasa, adat, sejarah dan berpemerintahan sendiri.

    2. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka tlah jauh tertinggal dari bangsa eropa ( dalam hal ini di identifikasi dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuam dan teknologi. Kesadaran itu tumbuh saat masa senjaimperium ottoman di turki.

    3. -jamaluddin al afghani di as’adabah lebih tpatnya di afganistan
    – muhammad abduh di mesir
    – tahtawi di kota mesir
    -Qasim amin di kairo
    -thaha husein di izbat

    4. Sejarah masuknya islam ke indonesia dan proses penyebarannya berlangsung dalam waktu yang lama yaitu dari abad ke7 sampai abad ke13 masehi. Selama masa itu, para pedagang dari abad, gujarat, dan persia makin intensif menyebarkan islam di daerah yang mereka kunjungi terutama di daerah pusat perdagangan.

    5. Masuknya agama islam lewat pulau sumatra, ketika kerajaan sriwijaya berkuasa jalur utama penyebaran islam di indonesia adalah melalui jalur perdagangan selain jalur perdagangan juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.

    6. Ada 2 strategi (sembunyi-sembunyi dan terang – terangan)
    •SEMBUNYI – SEMBUNYI strategi dakwah yang di lakukan dan hnya di ketahui oleh kerabat terdekatnya seperti sahabat temannya para pengikut dan lain2.
    •TERANG – TERANGAN strategi dakwah yang di lakukan akhirnya di ketahui oleh masyarakat luas. Setelah mulai bnyak pengikutnya akhirnya dakwanya pun di ajarkan kepada masyarakat (mulai di perluaskan)

    7. •fase perdagangan
    • fase perkawinan
    •fase akulturasi budaya

    8. kronologis keberadaan islam sebagai bukti sejarah islam di sulsel masih membutuhkan pengkajian yang mendalam supaya sejarah lebih objektif. Kehadiran budaya islam pertama kali di kerajaan gowa jauh sebelum di terimanya agama islam sebagai agama resmi kerajaan agama islam di bawah oleh para pedagang muslim dari arab, rusia, india, cina, dan melayu ke ibu kita kerajaan gowa somba opu.

  11. 1. Bangsa merupakan suatu masyarakat dalam suatu daerah yang sama dan mereka tunduk kepada kedaulatan negaranya sebagai suatu kekuasaan tertinggi keluar dan kedalam. Sedangkan Negara merupakan organisasi kekuasaan yang dibentuk guna melaksanakan tugas-tugas tertentu. Negara juga bisa disebut sebagai sebuah wilayah atau daerah yang berada di permukaan bumi yang memiliki kekuasaan, baik dalam bentuk politik, ekonomi, sosial, budaya, maupun militer.
    2. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. latar belakang dari (kesadaran) pembaharuan tsb karena kontak langsung yang terjadi antara masyarakat muslim (Ottoman) dengan masyarakat Nasrani (Eropa).
    3.
    1.Muhammad bin Abdul Wahab
    Ia adalah pencetus aliran Wahabiyah yang berpusat di Arab Saudi. Tokoh kelahiran Nejd, Arab Saudi ini memfokuskan gagasan dan pemikirannya pada ajaran tauhid yang merupakan ajaran paling dasar dalam Islam. Beberapa idenya berpotensi memicu kekeliruan dan cenderung agak ekstrim dan kontroversial.
    – Hanya Al-Quran dan hadits yang merupakan sumber asli ajaran islam, bukan pendapat ulama.
    2. Syah Waliyullah
    Tokoh pembaharu ini berasal dari India. Syah Waliyullah mendapat ilmu dari madrasah milik orang tuanya dan kemudian mengajar juga di madrasah tersebut. Buah pemikiran yang paling menonjol adalah penerjemahan Al-Quran sesuai dengan bahasa masyarakat setempat.
    3.Al Tahtawi
    Tokoh pembaharu ini berasal dari Mesir. Al-Tahtawi yang menyelesaikan studinya di Al-Alzhar ini memiliki gagasan yang moderat dan dinamis. Beberapa idenya adalah sebagai berikut:
    – Perlunya mempelajari filsafat dan ilmu pengetahuan modern untuk menunjang syariat di kehidupan modern.
    4. Abad ke 7 Masehi merupakan awal kedatangan agama Islam. Pada masa ini, baru sebagian kecil penduduk yang bersedia menganutnya karena masih berada dalam kekuasaan raja-raja Hindu-Budha.
    Sejarah masuknya Islam ke Indonesia dan proses penyebarannya berlangsung dalam waktu yang lama yaitu dari abad ke 7 sampai abad ke 13 Masehi. Selama masa itu, para pedagang dari Arab, Gujarat, dan Persia makin intensif menyebarkan Islam di daerah yang mereka kunjung terutama di daerah pusat perdagangan. Di samping itu, para pedagang Indonesia yang sudah masuk Islam dan para Mubaligh Indonesia juga ikut berperan dalam penyebaran Islam di berbagai wilayah Indonesia. Akibatnya, pengaruh Islam di Indonesia makin bertambah luas di kalangan masyarakat terutama di daerah pantai.
    Pada akhir abad ke 12 Masehi, kekuasaan politik dan ekonomi Kerajaan Sriwijaya mulai merosot. Seiring dengan kemunduran pengaruh Sriwijaya, para pedagang Islam beserta para mubalighnya kian giat melakukan peran politik.
    Pada tahun 1500, Demak berdiri sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa. Berkembangnya kerajaan Demak sebagai kerajaan Islam ini kemudian disusul berdirinya Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon. Di luar Jawa juga banyak berkembang kerajaan yang bercorak Islam seperti Kesultanan Ternate, Kesultanan Gowa, dan kesultanan Banjar.
    Melalui kerajaan-kerajaan bercorak Islam itulah, agama Islam makin berkembang pesat dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Agama Islam tidak hanya dianut oleh penduduk di daerah pantai saja, tetapi sudah menyebar ke daerah-daerah pedalaman
    5. Indonesia merupakan bangsa terkenal sangat ramah terhadap bangsa lain. Hal ini menjadi salah satu faktor pendorong masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia hingga Islam menjadi agama mayoritas di Indonesia. Berikut adalah beberapa jalur diantaranya perdagangan, perkawinan, tasawuf,pendidikan, seni budaya, dan dakwah
    6. strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu
    > Dakwah Secara Sembunyi – Sembunyi => strategi dakwah yg dilakukan dan hanya diketahui oleh kerabat terdekatnya, seperti Sahabatnya, temannya, para pengikut, dan lainnya. Saat itu belum terlalu byk yg mengetahui ajaran dakwahnya.
    > Dakwah Secara Terang – Terangan => strategi dakwah yg dilakukan dan akhirnya diketahui oleh masyarakat luas. Setelah mulai byk pengikutnya, akhirnya dakwahnya pun diajarkan kepada masyarakat luas (mulai disebarluaskan)
    7. Fase Masuknya Islam Di Indonesia :
    – Fase perdagangan
    Islam masuk ke Indonesia melalui proses perdagangan di perkirakan abad ke-7 M sampai dengan abad ke-11 M, begitu pula perkembangan Islam.
    – Fase perkawinan
    Penyebaran agama Islam juga ditempuh melalui perkawinan. Karena mereka orang-orang kaya dan terhormat maka mereka memperistri orang-orang terhormat, raja-raja, pejabat-pejabat, dan sebagainya.
    – Fase Akulturasi Budaya
    Kurang lebih abad ke-12 M sampai dengan abad ke-14 M, cara akulturasi budaya ditempuh untuk memberi kesan adanya persesuaian dan agar masyarakat tidak merasa adanya keterpaksaan dalam memeluk agama Islam.
    8. Kronologis keberadaan Islam sebagai bukti sejarah, Islam di Sulsel masih membutuhkan pengkajian yang mendalam supaya sejarahnya lebih objektif. Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para pedagang Muslim dari Arab, Parsia, India, Cina, dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gow, Somba Opu.
    Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.
    Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar

  12. 1. Perbedaan bangsa dan negara memiliki beberapa aspek. Pada Kongres Pemuda ke-II yang berlangsung 28 Oktober 1928 nama Indonesia mulai melekat. Jauh sebelum nama Indonesia muncul, Indonesia bernama Nusantara yang terkenal sebagai sumber rempah-rempah. Pada abad 17 masih ada 55 negara di Sulawesi Selatan, dengan begitu bangsa dan negara memiliki perbedaan, jauh sebelum bangsa Indonesia ada, sudah ada negara di dalamnya. Bangsa merupakan orang-orang yang memiliki kesamaan asal, bahasa, adat, sejarah, dan berpemerintahan sendiri. Dengan kata lain, bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan dalam wilayah tertentu di muka bumi. Sedangkan negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan. Adapula syarat-syarat negara ialah memiliki wilayah, memiliki pemerintahan, memiliki dasar negara serta pengakuan dari negara lain.
    2. Latar belakang Lahirnya Gerakan Pembaharuan Dunia Islam, Jamaluddin al-Afghani (1839-1897), Muhammad Abduh (1849-) dan Rasyid Ridla (1865-) adalah tokoh-tokoh utama dalam pembaharuan Islam. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu Turki adalah pintu masuk menuju Eropa. Dengan demikian mereka paling tahu apa perkembangan yang tengah berlangsung di Eropa. Oleh sebab itu, latar belakang dari (kesadaran) pembaharuan tsb karena kontak langsung yang terjadi antara masyarakat muslim (Ottoman) dengan masyarakat Nasrani (Eropa). Sehingga menghasilkan hipotesis bahwa umat islam harus berbenah. Dan kalangan umat Islam yang progresif kala itu menganggap bahwa Islam tengah berada pada masa kegelapannya.
    3. Tokoh-tokoh pembaharuan dunia islam dan pemikiran besarnya: a.Jamaluddin Al Afghani, Seorang tokoh dalam pembaharu dalam Islam yang penting beliau dilahirkan di As’adabad lebih tepatnya di Afganistan pada tahun 1839. Pemikirannya, Menurut Jamaluddin ilmu pengetahuan ialah ilmu yang bisa menguasai dunia. Dan beliau dikenal sebagai pejuang prinsip Egaliter yang dimaksud ialah harus ada persamaan antara laki-laki dan perempuan karena pada waktu itu perempuan dipandang sebelah mata. Menurut nya pula bahwasanya filsafat ialah ilmu yang sangat tinggi kedudukannya dari pada ilmu yang lain. b. Tahtawi, dilahirkan pada tahun 1801 di tahta lebih tepatnya berada pada Selatan kota Mesir. Pemikirannya Ialah mengenai tentang pendidikan karena dengan ratanya pendidikan laki laki dan perempuan baginya sangat berguna dan bermanfaat untuk membuka pembaharuan dalam Islam. Tahapan Menurut Tahtawi dalam pendidikan dibagi menjadi 3: pertama pendidikan dasar,yang kedua pendidikan menengah dan yang terakhir pendidikan tinggi. c. Muhammad Abduh dilahirkan pada tahun 1850 M di Mesir. Pemikirannya, Mengenai pendidikan sangat strategis dan sistematis. Ditujukan kepada universitas Al Azhar Yang man kurikulum nya harus dirubah karena ilmu pengetahuan yang umum itu sangat penting juga dan harus dipelajari dan dikuasai untuk menyampaikan bangsa bangsa barat dalam soal pemikiran. d. Rasyid Ridha dilahirkan pada tahun 1864 M atau pada bulan Jumadil ula 1282 H. Pemikirannya mengenai pendidikan ialah bahwasanya umat Islam dituntut untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan umum juga karena pada hakikatnya ilmu yang berasal dari barat tidak bertentangan dengan hukum Islam. Rasyid Ridha dalam sebuah lembaga mencampurkan kurikulum barat dan agama menjadi satu di lembaga tradisional nya.
    4. Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 M. Agama Islam dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (sekarang India).Para pedagang-pedagang dari negara tersebut singgah di kota-kota dekat pelabuhan selat malaka. Sambil berdagang, mereka menyebarkan Agama Islam. Berkembangnya Agama Islam terjadi beberapa cara, seperti perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.Diterimanya Agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu: 1. Ajarannya mudah diterima 2. Cara masuk Agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat 3. Islam memandang semua manusia memiliki derajat yang sama, tidak berkasta.
    5. Jalur masuknya islam ke Indonesia, Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.
    6. Strategi dakwah islam di indonesia dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan. Dalam perkembangan Islam di indonesia ada faktor yang mempengaruhinya, yaitu
    1. Melalui Perdagangan : Para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia dtg ke Indonesia sambil berdagang berupaya mencari simpati dari masyarakat. Mereka bergaul akrab dgn penduduk yg mendatanginya. Dari upaya itu, transaksi jual beli menjadi sangat menguntungkan. Setelah hubungan sosial – ekonomi lancar, mereka sedikit demi sedikit memperkenalkan nilai Islam ke penduduk.
    2. Melalui Proses Perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3. Melalui Ajaran Tasawuf : Sebelum Islam masuk, sebagian masyarakat telah memiliki dasar ajaran kebatinan. Kedatangan ahli tasawuf disambut dgn baik oleh masyarakat. Nah, byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    4. Melalui Kegiatan Pendidikan : Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.
    5. Melalui Sarana Kesenian : Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.
    7. Fase perkembangan islam di bangsa indonesia, fase pertama yakni adanya kontak komunitas Nusantara dengan para pedagang dan musafir dari Arab, Persia, Turki, Suriah, India, Pegu, Cina, dan bangsa-bangsa lainnya. Fase ini berlangsung pada awal abad Masehi hingga abad ke-3 sampai ke-9 Masehi. Fase kedua, akibat adanya perdagangan ini, para pedagang asing yang memeluk agama Islam mengadakan kontak dan bergaul dengan masyarakat lokal Nusantara. Fase ini berlangsung antara abad 9 hingga 11 Masehi. Fase ketiga, ialah tumbuhnya permukiman Muslim di Nusantara baik yang berada di wilayah pesisir maupun yang berada di pedalaman. Fase ini berlangsung antara abad 11 hingga 13 Masehi. Adapun bukti-bukti tersebut ditemukan di pesisir Sumatra, Jawa Timur, Ternate, dan Tidore. Sedangkan fase keempat, adalah fase tumbuhnya pusat-pusat kekuatan politik dan kesultanan Islam di Nusantara. Fase ini terjadi pada abad 13 hingga 16 Masehi. Kerajaan bercorak Islam yang tumbuh dan berkembang di sekitar fase ini mulai mengadakan hubungan dengan tradisi besar Eropa.
    8. Sejarah masuknya islam di sulawesi selatan, Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya  agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para  pedagang Muslim dari Arab, Parsia, India, Cina, dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gow, Somba Opu. Di Mangallekana, Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel. Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.

  13. 1.Perbedaan bangsa dan negara memiliki beberapa aspek. Pada Kongres Pemuda ke-II yang berlangsung 28 Oktober 1928 nama Indonesia mulai melekat. Jauh sebelum nama Indonesia muncul, Indonesia bernama Nusantara yang terkenal sebagai sumber rempah-rempah. Pada abad 17 masih ada 55 negara di Sulawesi Selatan, dengan begitu bangsa dan negara memiliki perbedaan, jauh sebelum bangsa Indonesia ada, sudah ada negara di dalamnya. Bangsa merupakan orang-orang yang memiliki kesamaan asal, bahasa, adat, sejarah, dan berpemerintahan sendiri. Dengan kata lain, bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan dalam wilayah tertentu di muka bumi. Sedangkan negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan. Adapula syarat-syarat negara ialah memiliki wilayah, memiliki pemerintahan, memiliki dasar negara serta pengakuan dari negara lain.
    2.Latar belakang Lahirnya Gerakan Pembaharuan Dunia Islam, Jamaluddin al-Afghani (1839-1897), Muhammad Abduh (1849-) dan Rasyid Ridla (1865-) adalah tokoh-tokoh utama dalam pembaharuan Islam. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu Turki adalah pintu masuk menuju Eropa. Dengan demikian mereka paling tahu apa perkembangan yang tengah berlangsung di Eropa. Oleh sebab itu, latar belakang dari (kesadaran) pembaharuan tsb karena kontak langsung yang terjadi antara masyarakat muslim (Ottoman) dengan masyarakat Nasrani (Eropa). Sehingga menghasilkan hipotesis bahwa umat islam harus berbenah. Dan kalangan umat Islam yang progresif kala itu menganggap bahwa Islam tengah berada pada masa kegelapannya.
    3. Tokoh-tokoh pembaharuan dunia islam dan pemikiran besarnya: a.Jamaluddin Al Afghani, Seorang tokoh dalam pembaharu dalam Islam yang penting beliau dilahirkan di As’adabad lebih tepatnya di Afganistan pada tahun 1839. Pemikirannya, Menurut Jamaluddin ilmu pengetahuan ialah ilmu yang bisa menguasai dunia. Dan beliau dikenal sebagai pejuang prinsip Egaliter yang dimaksud ialah harus ada persamaan antara laki-laki dan perempuan karena pada waktu itu perempuan dipandang sebelah mata. Menurut nya pula bahwasanya filsafat ialah ilmu yang sangat tinggi kedudukannya dari pada ilmu yang lain. b. Tahtawi, dilahirkan pada tahun 1801 di tahta lebih tepatnya berada pada Selatan kota Mesir. Pemikirannya Ialah mengenai tentang pendidikan karena dengan ratanya pendidikan laki laki dan perempuan baginya sangat berguna dan bermanfaat untuk membuka pembaharuan dalam Islam. Tahapan Menurut Tahtawi dalam pendidikan dibagi menjadi 3: pertama pendidikan dasar,yang kedua pendidikan menengah dan yang terakhir pendidikan tinggi. c. Muhammad Abduh dilahirkan pada tahun 1850 M di Mesir. Pemikirannya, Mengenai pendidikan sangat strategis dan sistematis. Ditujukan kepada universitas Al Azhar Yang man kurikulum nya harus dirubah karena ilmu pengetahuan yang umum itu sangat penting juga dan harus dipelajari dan dikuasai untuk menyampaikan bangsa bangsa barat dalam soal pemikiran. d. Rasyid Ridha dilahirkan pada tahun 1864 M atau pada bulan Jumadil ula 1282 H. Pemikirannya mengenai pendidikan ialah bahwasanya umat Islam dituntut untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan umum juga karena pada hakikatnya ilmu yang berasal dari barat tidak bertentangan dengan hukum Islam. Rasyid Ridha dalam sebuah lembaga mencampurkan kurikulum barat dan agama menjadi satu di lembaga tradisional nya.
    4. Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 M. Agama Islam dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (sekarang India).Para pedagang-pedagang dari negara tersebut singgah di kota-kota dekat pelabuhan selat malaka. Sambil berdagang, mereka menyebarkan Agama Islam. Berkembangnya Agama Islam terjadi beberapa cara, seperti perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.Diterimanya Agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu: 1. Ajarannya mudah diterima 2. Cara masuk Agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat 3. Islam memandang semua manusia memiliki derajat yang sama, tidak berkasta.
    5. Jalur masuknya islam ke Indonesia, Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.
    6. Strategi dakwah islam di indonesia dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan. Dalam perkembangan Islam di indonesia ada faktor yang mempengaruhinya, yaitu
    1. Melalui Perdagangan : Para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia dtg ke Indonesia sambil berdagang berupaya mencari simpati dari masyarakat. Mereka bergaul akrab dgn penduduk yg mendatanginya. Dari upaya itu, transaksi jual beli menjadi sangat menguntungkan. Setelah hubungan sosial – ekonomi lancar, mereka sedikit demi sedikit memperkenalkan nilai Islam ke penduduk.
    2. Melalui Proses Perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3. Melalui Ajaran Tasawuf : Sebelum Islam masuk, sebagian masyarakat telah memiliki dasar ajaran kebatinan. Kedatangan ahli tasawuf disambut dgn baik oleh masyarakat. Nah, byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    4. Melalui Kegiatan Pendidikan : Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.
    5. Melalui Sarana Kesenian : Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.
    7. Fase perkembangan islam di bangsa indonesia, fase pertama yakni adanya kontak komunitas Nusantara dengan para pedagang dan musafir dari Arab, Persia, Turki, Suriah, India, Pegu, Cina, dan bangsa-bangsa lainnya. Fase ini berlangsung pada awal abad Masehi hingga abad ke-3 sampai ke-9 Masehi. Fase kedua, akibat adanya perdagangan ini, para pedagang asing yang memeluk agama Islam mengadakan kontak dan bergaul dengan masyarakat lokal Nusantara. Fase ini berlangsung antara abad 9 hingga 11 Masehi. Fase ketiga, ialah tumbuhnya permukiman Muslim di Nusantara baik yang berada di wilayah pesisir maupun yang berada di pedalaman. Fase ini berlangsung antara abad 11 hingga 13 Masehi. Adapun bukti-bukti tersebut ditemukan di pesisir Sumatra, Jawa Timur, Ternate, dan Tidore. Sedangkan fase keempat, adalah fase tumbuhnya pusat-pusat kekuatan politik dan kesultanan Islam di Nusantara. Fase ini terjadi pada abad 13 hingga 16 Masehi. Kerajaan bercorak Islam yang tumbuh dan berkembang di sekitar fase ini mulai mengadakan hubungan dengan tradisi besar Eropa.
    8. Sejarah masuknya islam di sulawesi selatan, Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya  agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para  pedagang Muslim dari Arab, Parsia, India, Cina, dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gow, Somba Opu. Di Mangallekana, Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel. Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.

  14. 1.perbedaan bangsa dan negara memiliki beberapa aspek.pada kongres pemuda ke-1. Perbedaan bangsa dan negara memiliki beberapa aspek. Pada Kongres Pemuda ke-II yang berlangsung 28 Oktober 1928 nama Indonesia mulai melekat. Jauh sebelum nama Indonesia muncul, Indonesia bernama Nusantara yang terkenal sebagai sumber rempah-rempah. Pada abad 17 masih ada 55 negara di Sulawesi Selatan, dengan begitu bangsa dan negara memiliki perbedaan, jauh sebelum bangsa Indonesia ada, sudah ada negara di dalamnya. Bangsa merupakan orang-orang yang memiliki kesamaan asal, bahasa, adat, sejarah, dan berpemerintahan sendiri. Dengan kata lain, bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan dalam wilayah tertentu di muka bumi. Sedangkan negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan. Adapula syarat-syarat negara ialah memiliki wilayah, memiliki pemerintahan, memiliki dasar negara serta pengakuan dari negara lain.
    2.Latar belakang Lahirnya Gerakan Pembaharuan Dunia Islam, Jamaluddin al-Afghani (1839-1897), Muhammad Abduh (1849-) dan Rasyid Ridla (1865-) adalah tokoh-tokoh utama dalam pembaharuan Islam. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu Turki adalah pintu masuk menuju Eropa. Dengan demikian mereka paling tahu apa perkembangan yang tengah berlangsung di Eropa. Oleh sebab itu, latar belakang dari (kesadaran) pembaharuan tsb karena kontak langsung yang terjadi antara masyarakat muslim (Ottoman) dengan masyarakat Nasrani (Eropa). Sehingga menghasilkan hipotesis bahwa umat islam harus berbenah. Dan kalangan umat Islam yang progresif kala itu menganggap bahwa Islam tengah berada pada masa kegelapannya.
    3.Tokoh-tokoh pembaharuan dunia islam dan pemikiran besarnya: a.Jamaluddin Al Afghani, Seorang tokoh dalam pembaharu dalam Islam yang penting beliau dilahirkan di As’adabad lebih tepatnya di Afganistan pada tahun 1839. Pemikirannya, Menurut Jamaluddin ilmu pengetahuan ialah ilmu yang bisa menguasai dunia. Dan beliau dikenal sebagai pejuang prinsip Egaliter yang dimaksud ialah harus ada persamaan antara laki-laki dan perempuan karena pada waktu itu perempuan dipandang sebelah mata. Menurut nya pula bahwasanya filsafat ialah ilmu yang sangat tinggi kedudukannya dari pada ilmu yang lain. b. Tahtawi, dilahirkan pada tahun 1801 di tahta lebih tepatnya berada pada Selatan kota Mesir. Pemikirannya Ialah mengenai tentang pendidikan karena dengan ratanya pendidikan laki laki dan perempuan baginya sangat berguna dan bermanfaat untuk membuka pembaharuan dalam Islam. Tahapan Menurut Tahtawi dalam pendidikan dibagi menjadi 3: pertama pendidikan dasar,yang kedua pendidikan menengah dan yang terakhir pendidikan tinggi. c. Muhammad Abduh dilahirkan pada tahun 1850 M di Mesir. Pemikirannya, Mengenai pendidikan sangat strategis dan sistematis. Ditujukan kepada universitas Al Azhar Yang man kurikulum nya harus dirubah karena ilmu pengetahuan yang umum itu sangat penting juga dan harus dipelajari dan dikuasai untuk menyampaikan bangsa bangsa barat dalam soal pemikiran. d. Rasyid Ridha dilahirkan pada tahun 1864 M atau pada bulan Jumadil ula 1282 H. Pemikirannya mengenai pendidikan ialah bahwasanya umat Islam dituntut untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan umum juga karena pada hakikatnya ilmu yang berasal dari barat tidak bertentangan dengan hukum Islam. Rasyid Ridha dalam sebuah lembaga mencampurkan kurikulum barat dan agama menjadi satu di lembaga tradisional nya.
    4.Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 M. Agama Islam dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (sekarang India).Para pedagang-pedagang dari negara tersebut singgah di kota-kota dekat pelabuhan selat malaka. Sambil berdagang, mereka menyebarkan Agama Islam. Berkembangnya Agama Islam terjadi beberapa cara, seperti perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.Diterimanya Agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu: 1. Ajarannya mudah diterima 2. Cara masuk Agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat 3. Islam memandang semua manusia memiliki derajat yang sama, tidak berkasta.
    5.Jalur masuknya islam ke Indonesia, Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.

    1. Melalui Perdagangan : Para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia dtg ke Indonesia sambil berdagang berupaya mencari simpati dari masyarakat. Mereka bergaul akrab dgn penduduk yg mendatanginya. Dari upaya itu, transaksi jual beli menjadi sangat menguntungkan. Setelah hubungan sosial – ekonomi lancar, mereka sedikit demi sedikit memperkenalkan nilai Islam ke penduduk.
    2. Melalui Proses Perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3. Melalui Ajaran Tasawuf : Sebelum Islam masuk, sebagian masyarakat telah memiliki dasar ajaran kebatinan. Kedatangan ahli tasawuf disambut dgn baik oleh masyarakat. Nah, byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    4. Melalui Kegiatan Pendidikan : Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.
    5. Melalui Sarana Kesenian : Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.
    6.Strategi dakwah islam di indonesia dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan. Dalam perkembangan Islam di indonesia ada faktor yang mempengaruhinya, yaitu
    7.Fase perkembangan islam di bangsa indonesia, fase pertama yakni adanya kontak komunitas Nusantara dengan para pedagang dan musafir dari Arab, Persia, Turki, Suriah, India, Pegu, Cina, dan bangsa-bangsa lainnya. Fase ini berlangsung pada awal abad Masehi hingga abad ke-3 sampai ke-9 Masehi. Fase kedua, akibat adanya perdagangan ini, para pedagang asing yang memeluk agama Islam mengadakan kontak dan bergaul dengan masyarakat lokal Nusantara. Fase ini berlangsung antara abad 9 hingga 11 Masehi. Fase ketiga, ialah tumbuhnya permukiman Muslim di Nusantara baik yang berada di wilayah pesisir maupun yang berada di pedalaman. Fase ini berlangsung antara abad 11 hingga 13 Masehi. Adapun bukti-bukti tersebut ditemukan di pesisir Sumatra, Jawa Timur, Ternate, dan Tidore. Sedangkan fase keempat, adalah fase tumbuhnya pusat-pusat kekuatan politik dan kesultanan Islam di Nusantara. Fase ini terjadi pada abad 13 hingga 16 Masehi. Kerajaan bercorak Islam yang tumbuh dan berkembang di sekitar fase ini mulai mengadakan hubungan dengan tradisi besar Eropa.
    8.Sejarah masuknya islam di sulawesi selatan, Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya  agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para  pedagang Muslim dari Arab, Parsia, India, Cina, dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gow, Somba Opu. Di Mangallekana, Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel. Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.

  15. Satriani safri
    XII IPS

    1. Perbedaan bangsa dan negara memiliki beberapa aspek. Pada Kongres Pemuda ke-II yang berlangsung 28 Oktober 1928 nama Indonesia mulai melekat. Jauh sebelum nama Indonesia muncul, Indonesia bernama Nusantara yang terkenal sebagai sumber rempah-rempah. Pada abad 17 masih ada 55 negara di Sulawesi Selatan, dengan begitu bangsa dan negara memiliki perbedaan, jauh sebelum bangsa Indonesia ada, sudah ada negara di dalamnya. Bangsa merupakan orang-orang yang memiliki kesamaan asal, bahasa, adat, sejarah, dan berpemerintahan sendiri. Dengan kata lain, bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan dalam wilayah tertentu di muka bumi. Sedangkan negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan. Adapula syarat-syarat negara ialah memiliki wilayah, memiliki pemerintahan, memiliki dasar negara serta pengakuan dari negara lain.
    2. Latar belakang Lahirnya Gerakan Pembaharuan Dunia Islam, Jamaluddin al-Afghani (1839-1897), Muhammad Abduh (1849-) dan Rasyid Ridla (1865-) adalah tokoh-tokoh utama dalam pembaharuan Islam. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu Turki adalah pintu masuk menuju Eropa. Dengan demikian mereka paling tahu apa perkembangan yang tengah berlangsung di Eropa. Oleh sebab itu, latar belakang dari (kesadaran) pembaharuan tsb karena kontak langsung yang terjadi antara masyarakat muslim (Ottoman) dengan masyarakat Nasrani (Eropa). Sehingga menghasilkan hipotesis bahwa umat islam harus berbenah. Dan kalangan umat Islam yang progresif kala itu menganggap bahwa Islam tengah berada pada masa kegelapannya.
    3. Tokoh-tokoh pembaharuan dunia islam dan pemikiran besarnya: a.Jamaluddin Al Afghani, Seorang tokoh dalam pembaharu dalam Islam yang penting beliau dilahirkan di As’adabad lebih tepatnya di Afganistan pada tahun 1839. Pemikirannya, Menurut Jamaluddin ilmu pengetahuan ialah ilmu yang bisa menguasai dunia. Dan beliau dikenal sebagai pejuang prinsip Egaliter yang dimaksud ialah harus ada persamaan antara laki-laki dan perempuan karena pada waktu itu perempuan dipandang sebelah mata. Menurut nya pula bahwasanya filsafat ialah ilmu yang sangat tinggi kedudukannya dari pada ilmu yang lain. b. Tahtawi, dilahirkan pada tahun 1801 di tahta lebih tepatnya berada pada Selatan kota Mesir. Pemikirannya Ialah mengenai tentang pendidikan karena dengan ratanya pendidikan laki laki dan perempuan baginya sangat berguna dan bermanfaat untuk membuka pembaharuan dalam Islam. Tahapan Menurut Tahtawi dalam pendidikan dibagi menjadi 3: pertama pendidikan dasar,yang kedua pendidikan menengah dan yang terakhir pendidikan tinggi. c. Muhammad Abduh dilahirkan pada tahun 1850 M di Mesir. Pemikirannya, Mengenai pendidikan sangat strategis dan sistematis. Ditujukan kepada universitas Al Azhar Yang man kurikulum nya harus dirubah karena ilmu pengetahuan yang umum itu sangat penting juga dan harus dipelajari dan dikuasai untuk menyampaikan bangsa bangsa barat dalam soal pemikiran. d. Rasyid Ridha dilahirkan pada tahun 1864 M atau pada bulan Jumadil ula 1282 H. Pemikirannya mengenai pendidikan ialah bahwasanya umat Islam dituntut untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan umum juga karena pada hakikatnya ilmu yang berasal dari barat tidak bertentangan dengan hukum Islam. Rasyid Ridha dalam sebuah lembaga mencampurkan kurikulum barat dan agama menjadi satu di lembaga tradisional nya.
    4. Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 M. Agama Islam dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (sekarang India).Para pedagang-pedagang dari negara tersebut singgah di kota-kota dekat pelabuhan selat malaka. Sambil berdagang, mereka menyebarkan Agama Islam. Berkembangnya Agama Islam terjadi beberapa cara, seperti perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.Diterimanya Agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu: 1. Ajarannya mudah diterima 2. Cara masuk Agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat 3. Islam memandang semua manusia memiliki derajat yang sama, tidak berkasta.
    5. Jalur masuknya islam ke Indonesia, Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.
    6. Strategi dakwah islam di indonesia dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan. Dalam perkembangan Islam di indonesia ada faktor yang mempengaruhinya, yaitu
    1. Melalui Perdagangan : Para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia dtg ke Indonesia sambil berdagang berupaya mencari simpati dari masyarakat. Mereka bergaul akrab dgn penduduk yg mendatanginya. Dari upaya itu, transaksi jual beli menjadi sangat menguntungkan. Setelah hubungan sosial – ekonomi lancar, mereka sedikit demi sedikit memperkenalkan nilai Islam ke penduduk.
    2. Melalui Proses Perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3. Melalui Ajaran Tasawuf : Sebelum Islam masuk, sebagian masyarakat telah memiliki dasar ajaran kebatinan. Kedatangan ahli tasawuf disambut dgn baik oleh masyarakat. Nah, byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    4. Melalui Kegiatan Pendidikan : Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.
    5. Melalui Sarana Kesenian : Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.
    7. Fase perkembangan islam di bangsa indonesia, fase pertama yakni adanya kontak komunitas Nusantara dengan para pedagang dan musafir dari Arab, Persia, Turki, Suriah, India, Pegu, Cina, dan bangsa-bangsa lainnya. Fase ini berlangsung pada awal abad Masehi hingga abad ke-3 sampai ke-9 Masehi. Fase kedua, akibat adanya perdagangan ini, para pedagang asing yang memeluk agama Islam mengadakan kontak dan bergaul dengan masyarakat lokal Nusantara. Fase ini berlangsung antara abad 9 hingga 11 Masehi. Fase ketiga, ialah tumbuhnya permukiman Muslim di Nusantara baik yang berada di wilayah pesisir maupun yang berada di pedalaman. Fase ini berlangsung antara abad 11 hingga 13 Masehi. Adapun bukti-bukti tersebut ditemukan di pesisir Sumatra, Jawa Timur, Ternate, dan Tidore. Sedangkan fase keempat, adalah fase tumbuhnya pusat-pusat kekuatan politik dan kesultanan Islam di Nusantara. Fase ini terjadi pada abad 13 hingga 16 Masehi. Kerajaan bercorak Islam yang tumbuh dan berkembang di sekitar fase ini mulai mengadakan hubungan dengan tradisi besar Eropa.
    8. Sejarah masuknya islam di sulawesi selatan, Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya  agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para  pedagang Muslim dari Arab, Parsia, India, Cina, dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gow, Somba Opu. Di Mangallekana, Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel. Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.

  16. 1. Perbedaan bangsa dan negara memiliki beberapa aspek. Pada Kongres Pemuda ke-II yang berlangsung 28 Oktober 1928 nama Indonesia mulai melekat. Jauh sebelum nama Indonesia muncul, Indonesia bernama Nusantara yang terkenal sebagai sumber rempah-rempah. Pada abad 17 masih ada 55 negara di Sulawesi Selatan, dengan begitu bangsa dan negara memiliki perbedaan, jauh sebelum bangsa Indonesia ada, sudah ada negara di dalamnya. Bangsa merupakan orang-orang yang memiliki kesamaan asal, bahasa, adat, sejarah, dan berpemerintahan sendiri. Dengan kata lain, bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan dalam wilayah tertentu di muka bumi. Sedangkan negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan. Adapula syarat-syarat negara ialah memiliki wilayah, memiliki pemerintahan, memiliki dasar negara serta pengakuan dari negara lain.
    2. Latar belakang Lahirnya Gerakan Pembaharuan Dunia Islam, Jamaluddin al-Afghani (1839-1897), Muhammad Abduh (1849-) dan Rasyid Ridla (1865-) adalah tokoh-tokoh utama dalam pembaharuan Islam. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu Turki adalah pintu masuk menuju Eropa. Dengan demikian mereka paling tahu apa perkembangan yang tengah berlangsung di Eropa. Oleh sebab itu, latar belakang dari (kesadaran) pembaharuan tsb karena kontak langsung yang terjadi antara masyarakat muslim (Ottoman) dengan masyarakat Nasrani (Eropa). Sehingga menghasilkan hipotesis bahwa umat islam harus berbenah. Dan kalangan umat Islam yang progresif kala itu menganggap bahwa Islam tengah berada pada masa kegelapannya.
    3. Tokoh-tokoh pembaharuan dunia islam dan pemikiran besarnya: a.Jamaluddin Al Afghani, Seorang tokoh dalam pembaharu dalam Islam yang penting beliau dilahirkan di As’adabad lebih tepatnya di Afganistan pada tahun 1839. Pemikirannya, Menurut Jamaluddin ilmu pengetahuan ialah ilmu yang bisa menguasai dunia. Dan beliau dikenal sebagai pejuang prinsip Egaliter yang dimaksud ialah harus ada persamaan antara laki-laki dan perempuan karena pada waktu itu perempuan dipandang sebelah mata. Menurut nya pula bahwasanya filsafat ialah ilmu yang sangat tinggi kedudukannya dari pada ilmu yang lain. b. Tahtawi, dilahirkan pada tahun 1801 di tahta lebih tepatnya berada pada Selatan kota Mesir. Pemikirannya Ialah mengenai tentang pendidikan karena dengan ratanya pendidikan laki laki dan perempuan baginya sangat berguna dan bermanfaat untuk membuka pembaharuan dalam Islam. Tahapan Menurut Tahtawi dalam pendidikan dibagi menjadi 3: pertama pendidikan dasar,yang kedua pendidikan menengah dan yang terakhir pendidikan tinggi. c. Muhammad Abduh dilahirkan pada tahun 1850 M di Mesir. Pemikirannya, Mengenai pendidikan sangat strategis dan sistematis. Ditujukan kepada universitas Al Azhar Yang man kurikulum nya harus dirubah karena ilmu pengetahuan yang umum itu sangat penting juga dan harus dipelajari dan dikuasai untuk menyampaikan bangsa bangsa barat dalam soal pemikiran. d. Rasyid Ridha dilahirkan pada tahun 1864 M atau pada bulan Jumadil ula 1282 H. Pemikirannya mengenai pendidikan ialah bahwasanya umat Islam dituntut untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan umum juga karena pada hakikatnya ilmu yang berasal dari barat tidak bertentangan dengan hukum Islam. Rasyid Ridha dalam sebuah lembaga mencampurkan kurikulum barat dan agama menjadi satu di lembaga tradisional nya.
    4. Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 M. Agama Islam dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (sekarang India).Para pedagang-pedagang dari negara tersebut singgah di kota-kota dekat pelabuhan selat malaka. Sambil berdagang, mereka menyebarkan Agama Islam. Berkembangnya Agama Islam terjadi beberapa cara, seperti perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.Diterimanya Agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu: 1. Ajarannya mudah diterima 2. Cara masuk Agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat 3. Islam memandang semua manusia memiliki derajat yang sama, tidak berkasta.
    5. Jalur masuknya islam ke Indonesia, Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.
    6. Strategi dakwah islam di indonesia dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan. Dalam perkembangan Islam di indonesia ada faktor yang mempengaruhinya, yaitu
    1. Melalui Perdagangan : Para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia dtg ke Indonesia sambil berdagang berupaya mencari simpati dari masyarakat. Mereka bergaul akrab dgn penduduk yg mendatanginya. Dari upaya itu, transaksi jual beli menjadi sangat menguntungkan. Setelah hubungan sosial – ekonomi lancar, mereka sedikit demi sedikit memperkenalkan nilai Islam ke penduduk.
    2. Melalui Proses Perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3. Melalui Ajaran Tasawuf : Sebelum Islam masuk, sebagian masyarakat telah memiliki dasar ajaran kebatinan. Kedatangan ahli tasawuf disambut dgn baik oleh masyarakat. Nah, byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    4. Melalui Kegiatan Pendidikan : Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.
    5. Melalui Sarana Kesenian : Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.
    7. Fase perkembangan islam di bangsa indonesia, fase pertama yakni adanya kontak komunitas Nusantara dengan para pedagang dan musafir dari Arab, Persia, Turki, Suriah, India, Pegu, Cina, dan bangsa-bangsa lainnya. Fase ini berlangsung pada awal abad Masehi hingga abad ke-3 sampai ke-9 Masehi. Fase kedua, akibat adanya perdagangan ini, para pedagang asing yang memeluk agama Islam mengadakan kontak dan bergaul dengan masyarakat lokal Nusantara. Fase ini berlangsung antara abad 9 hingga 11 Masehi. Fase ketiga, ialah tumbuhnya permukiman Muslim di Nusantara baik yang berada di wilayah pesisir maupun yang berada di pedalaman. Fase ini berlangsung antara abad 11 hingga 13 Masehi. Adapun bukti-bukti tersebut ditemukan di pesisir Sumatra, Jawa Timur, Ternate, dan Tidore. Sedangkan fase keempat, adalah fase tumbuhnya pusat-pusat kekuatan politik dan kesultanan Islam di Nusantara. Fase ini terjadi pada abad 13 hingga 16 Masehi. Kerajaan bercorak Islam yang tumbuh dan berkembang di sekitar fase ini mulai mengadakan hubungan dengan tradisi besar Eropa.
    8. Sejarah masuknya islam di sulawesi selatan, Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya  agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para  pedagang Muslim dari Arab, Parsia, India, Cina, dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gow, Somba Opu. Di Mangallekana, Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel. Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.

  17. Aliyah hidayah madjid
    Xii ips

    1.bangsa adalah orang-orang yang memiliki kesamaan keturunan, asal, sejarah, dan bahasa. Sementara itu, negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan.
    Suatu bangsa akan memberikan kebebasan kepada seluruh anggota. Dengan kata lain, bisa memberi kebebasan tanpa mengikat dan mengatur secara penuh. Sedangkan, sifat negara terhadap anggota masyarakatnya adalah memikat dan memaksa. Perbedaan bangsa dan negara memiliki beberapa aspek. Pada Kongres Pemuda ke-II yang berlangsung 28 Oktober 1928 nama Indonesia mulai melekat. Jauh sebelum nama Indonesia muncul, Indonesia bernama Nusantara yang terkenal sebagai sumber rempah-rempah. Pada abad 17 masih ada 55 negara di Sulawesi Selatan, dengan begitu bangsa dan negara memiliki perbedaan, jauh sebelum bangsa Indonesia ada, sudah ada negara di dalamnya. Adapula syarat-syarat negara ialah memiliki wilayah, memiliki pemerintahan, memiliki dasar negara serta pengakuan dari negara lain
    2. Gerakan pembaharuan dalam Islam, yang oleh beberapa pakar disebut juga gerakan modernisasi atau gerakan reformasi Islam, adalah gerakan yang dilakukan untuk menyesuaikan ajaran Islam dengan tatanan dunia baru yang diakibatkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.
    Dengan pembaharuan itu para pemimpin Islam berharap agar umat Islam terbebas dari ketertinggalan, bahkan dapat mencapai kemajuan yang setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia. dari keadaan yang kurang maju atau kurang berkembang ke arah yang lebih baik, dengan harapan akan tercapai kehidupan masyarakat yang lebih maju, berkembang, dan Makmur. Latar belakang Lahirnya Gerakan Pembaharuan Dunia Islam, Jamaluddin al-Afghani (1839-1897), Muhammad Abduh (1849-) dan Rasyid Ridla (1865-) adalah tokoh-tokoh utama dalam pembaharuan Islam.
    3.Tokoh-tokoh pembaharuan dunia islam dan pemikiran besarnya: a.Jamaluddin Al Afghani, Seorang tokoh dalam pembaharu dalam Islam yang penting beliau dilahirkan di As’adabad lebih tepatnya di Afganistan pada tahun 1839. Pemikirannya, Menurut Jamaluddin ilmu pengetahuan ialah ilmu yang bisa menguasai dunia. Dan beliau dikenal sebagai pejuang prinsip Egaliter yang dimaksud ialah harus ada persamaan antara laki-laki dan perempuan karena pada waktu itu perempuan dipandang sebelah mata. Menurut nya pula bahwasanya filsafat ialah ilmu yang sangat tinggi kedudukannya dari pada ilmu yang lain. b. Tahtawi, dilahirkan pada tahun 1801 di tahta lebih tepatnya berada pada Selatan kota Mesir. Pemikirannya Ialah mengenai tentang pendidikan karena dengan ratanya pendidikan laki laki dan perempuan baginya sangat berguna dan bermanfaat untuk membuka pembaharuan dalam Islam. Tahapan Menurut Tahtawi dalam pendidikan dibagi menjadi 3: pertama pendidikan dasar,yang kedua pendidikan menengah dan yang terakhir pendidikan tinggi. c. Muhammad Abduh dilahirkan pada tahun 1850 M di Mesir. Pemikirannya, Mengenai pendidikan sangat strategis dan sistematis. Ditujukan kepada universitas Al Azhar Yang man kurikulum nya harus dirubah karena ilmu pengetahuan yang umum itu sangat penting juga dan harus dipelajari dan dikuasai untuk menyampaikan bangsa bangsa barat dalam soal pemikiran. d. Rasyid Ridha dilahirkan pada tahun 1864 M atau pada bulan Jumadil ula 1282 H. Pemikirannya mengenai pendidikan ialah bahwasanya umat Islam dituntut untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan umum juga karena pada hakikatnya ilmu yang berasal dari barat tidak bertentangan dengan hukum Islam. Rasyid Ridha dalam sebuah lembaga mencampurkan kurikulum barat dan agama menjadi satu di lembaga tradisional nya.
    4. Masuknya islam di indonesia dan proses penyebarannya berlangsung dalam waktu lama yaitu dari abad 7-13 masehi selama itu pedagang dari arab,gujarat dan persia .makin intensif menyebarkan Islam di daerah yang mereka kunjung terutama di daerah pusat perdagangan
    5.Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan.
    Selain perdagangan Jalur-jalur masuknya Islam ke Indonesia,yaitu
    perdagangan,perkawinan,tasawuf,pendidikan,seni budaya,dakwah
    6. Strategi dakwah islam di indonesia dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan. Dalam perkembangan Islam di indonesia ada faktor yang mempengaruhinya, yaitu
    1. Melalui Perdagangan : Para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia dtg ke Indonesia sambil berdagang berupaya mencari simpati dari masyarakat. Mereka bergaul akrab dgn penduduk yg mendatanginya. Dari upaya itu, transaksi jual beli menjadi sangat menguntungkan. Setelah hubungan sosial – ekonomi lancar, mereka sedikit demi sedikit memperkenalkan nilai Islam ke penduduk.
    2. Melalui Proses Perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3. Melalui Ajaran Tasawuf : Sebelum Islam masuk, sebagian masyarakat telah memiliki dasar ajaran kebatinan. Kedatangan ahli tasawuf disambut dgn baik oleh masyarakat. Nah, byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    4. Melalui Kegiatan Pendidikan : Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.
    5. Melalui Sarana Kesenian : Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.
    7. fase pertama yakni adanya kontak komunitas Nusantara dengan para pedagang dan musafir dari Arab, Persia, Turki, Suriah, India, Pegu, Cina, dan bangsa-bangsa lainnya. Fase ini berlangsung pada awal abad Masehi hingga abad ke-3 sampai ke-9 Masehi.
    Fase kedua, akibat adanya perdagangan ini, para pedagang asing yang memeluk agama Islam mengadakan kontak dan bergaul dengan masyarakat lokal Nusantara. Fase ini berlangsung antara abad 9 hingga 11 Masehi. Fase ketiga, ialah tumbuhnya permukiman Muslim di Nusantara baik yang berada di wilayah pesisir maupun yang berada di pedalaman. Fase ini berlangsung antara abad 11 hingga 13 Masehi. Adapun bukti-bukti tersebut ditemukan di pesisir Sumatra, Jawa Timur, Ternate, dan Tidore. Sedangkan fase keempat, adalah fase tumbuhnya pusat-pusat kekuatan politik dan kesultanan Islam di Nusantara. Fase ini terjadi pada abad 13 hingga 16 Masehi. Kerajaan bercorak Islam yang tumbuh dan berkembang di sekitar fase ini mulai mengadakan hubungan dengan tradisi besar Eropa.
    8. Islam berkembang pesat di Sulawesi Selatan. Selain dengan jalan damai, Islam juga pernah disebarkan melalui peperangan dengan raja-raja Bugis yang menolak Islam.
    Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel.
    Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.
    Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.
    Pusat-pusat dakwah yang dibangun oleh Kerajaan Goa inilah yang melanjutkan perjalanan ke wilayah lain sampai ke Kerajaan Bugis, Wajo Sopeng, Sidenreng, Tanette, Luwu dan Paloppo.

  18. Tyas rifqah nabila
    XII IPA

    1. Perbedaan bangsa dan negara memiliki beberapa aspek. Pada Kongres Pemuda ke-II yang berlangsung 28 Oktober 1928 nama Indonesia mulai melekat. Jauh sebelum nama Indonesia muncul, Indonesia bernama Nusantara yang terkenal sebagai sumber rempah-rempah. Pada abad 17 masih ada 55 negara di Sulawesi Selatan, dengan begitu bangsa dan negara memiliki perbedaan, jauh sebelum bangsa Indonesia ada, sudah ada negara di dalamnya. Bangsa merupakan orang-orang yang memiliki kesamaan asal, bahasa, adat, sejarah, dan berpemerintahan sendiri. Dengan kata lain, bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan dalam wilayah tertentu di muka bumi. Sedangkan negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan. Adapula syarat-syarat negara ialah memiliki wilayah, memiliki pemerintahan, memiliki dasar negara serta pengakuan dari negara lain.
    2. Latar belakang Lahirnya Gerakan Pembaharuan Dunia Islam, Jamaluddin al-Afghani (1839-1897), Muhammad Abduh (1849-) dan Rasyid Ridla (1865-) adalah tokoh-tokoh utama dalam pembaharuan Islam. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu Turki adalah pintu masuk menuju Eropa. Dengan demikian mereka paling tahu apa perkembangan yang tengah berlangsung di Eropa. Oleh sebab itu, latar belakang dari (kesadaran) pembaharuan tsb karena kontak langsung yang terjadi antara masyarakat muslim (Ottoman) dengan masyarakat Nasrani (Eropa). Sehingga menghasilkan hipotesis bahwa umat islam harus berbenah. Dan kalangan umat Islam yang progresif kala itu menganggap bahwa Islam tengah berada pada masa kegelapannya.
    3. Tokoh-tokoh pembaharuan dunia islam dan pemikiran besarnya: a.Jamaluddin Al Afghani, Seorang tokoh dalam pembaharu dalam Islam yang penting beliau dilahirkan di As’adabad lebih tepatnya di Afganistan pada tahun 1839. Pemikirannya, Menurut Jamaluddin ilmu pengetahuan ialah ilmu yang bisa menguasai dunia. Dan beliau dikenal sebagai pejuang prinsip Egaliter yang dimaksud ialah harus ada persamaan antara laki-laki dan perempuan karena pada waktu itu perempuan dipandang sebelah mata. Menurut nya pula bahwasanya filsafat ialah ilmu yang sangat tinggi kedudukannya dari pada ilmu yang lain. b. Tahtawi, dilahirkan pada tahun 1801 di tahta lebih tepatnya berada pada Selatan kota Mesir. Pemikirannya Ialah mengenai tentang pendidikan karena dengan ratanya pendidikan laki laki dan perempuan baginya sangat berguna dan bermanfaat untuk membuka pembaharuan dalam Islam. Tahapan Menurut Tahtawi dalam pendidikan dibagi menjadi 3: pertama pendidikan dasar,yang kedua pendidikan menengah dan yang terakhir pendidikan tinggi. c. Muhammad Abduh dilahirkan pada tahun 1850 M di Mesir. Pemikirannya, Mengenai pendidikan sangat strategis dan sistematis. Ditujukan kepada universitas Al Azhar Yang man kurikulum nya harus dirubah karena ilmu pengetahuan yang umum itu sangat penting juga dan harus dipelajari dan dikuasai untuk menyampaikan bangsa bangsa barat dalam soal pemikiran. d. Rasyid Ridha dilahirkan pada tahun 1864 M atau pada bulan Jumadil ula 1282 H. Pemikirannya mengenai pendidikan ialah bahwasanya umat Islam dituntut untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan umum juga karena pada hakikatnya ilmu yang berasal dari barat tidak bertentangan dengan hukum Islam. Rasyid Ridha dalam sebuah lembaga mencampurkan kurikulum barat dan agama menjadi satu di lembaga tradisional nya.
    4. Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 M. Agama Islam dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (sekarang India).Para pedagang-pedagang dari negara tersebut singgah di kota-kota dekat pelabuhan selat malaka. Sambil berdagang, mereka menyebarkan Agama Islam. Berkembangnya Agama Islam terjadi beberapa cara, seperti perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.Diterimanya Agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu: 1. Ajarannya mudah diterima 2. Cara masuk Agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat 3. Islam memandang semua manusia memiliki derajat yang sama, tidak berkasta.
    5. Jalur masuknya islam ke Indonesia, Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.
    6. Strategi dakwah islam di indonesia dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan. Dalam perkembangan Islam di indonesia ada faktor yang mempengaruhinya, yaitu
    1. Melalui Perdagangan : Para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia dtg ke Indonesia sambil berdagang berupaya mencari simpati dari masyarakat. Mereka bergaul akrab dgn penduduk yg mendatanginya. Dari upaya itu, transaksi jual beli menjadi sangat menguntungkan. Setelah hubungan sosial – ekonomi lancar, mereka sedikit demi sedikit memperkenalkan nilai Islam ke penduduk.
    2. Melalui Proses Perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3. Melalui Ajaran Tasawuf : Sebelum Islam masuk, sebagian masyarakat telah memiliki dasar ajaran kebatinan. Kedatangan ahli tasawuf disambut dgn baik oleh masyarakat. Nah, byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    4. Melalui Kegiatan Pendidikan : Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.
    5. Melalui Sarana Kesenian : Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.
    7. Fase perkembangan islam di bangsa indonesia, fase pertama yakni adanya kontak komunitas Nusantara dengan para pedagang dan musafir dari Arab, Persia, Turki, Suriah, India, Pegu, Cina, dan bangsa-bangsa lainnya. Fase ini berlangsung pada awal abad Masehi hingga abad ke-3 sampai ke-9 Masehi. Fase kedua, akibat adanya perdagangan ini, para pedagang asing yang memeluk agama Islam mengadakan kontak dan bergaul dengan masyarakat lokal Nusantara. Fase ini berlangsung antara abad 9 hingga 11 Masehi. Fase ketiga, ialah tumbuhnya permukiman Muslim di Nusantara baik yang berada di wilayah pesisir maupun yang berada di pedalaman. Fase ini berlangsung antara abad 11 hingga 13 Masehi. Adapun bukti-bukti tersebut ditemukan di pesisir Sumatra, Jawa Timur, Ternate, dan Tidore. Sedangkan fase keempat, adalah fase tumbuhnya pusat-pusat kekuatan politik dan kesultanan Islam di Nusantara. Fase ini terjadi pada abad 13 hingga 16 Masehi. Kerajaan bercorak Islam yang tumbuh dan berkembang di sekitar fase ini mulai mengadakan hubungan dengan tradisi besar Eropa.
    8. Sejarah masuknya islam di sulawesi selatan, Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya  agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para  pedagang Muslim dari Arab, Parsia, India, Cina, dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gow, Somba Opu. Di Mangallekana, Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel. Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.

  19. 1. Perbedaan bangsa dan negara memiliki beberapa aspek. Pada Kongres Pemuda ke-II yang berlangsung 28 Oktober 1928 nama Indonesia mulai melekat. Jauh sebelum nama Indonesia muncul, Indonesia bernama Nusantara yang terkenal sebagai sumber rempah-rempah. Pada abad 17 masih ada 55 negara di Sulawesi Selatan, dengan begitu bangsa dan negara memiliki perbedaan, jauh sebelum bangsa Indonesia ada, sudah ada negara di dalamnya. Bangsa merupakan orang-orang yang memiliki kesamaan asal, bahasa, adat, sejarah, dan berpemerintahan sendiri. Dengan kata lain, bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan dalam wilayah tertentu di muka bumi. Sedangkan negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan. Adapula syarat-syarat negara ialah memiliki wilayah, memiliki pemerintahan, memiliki dasar negara serta pengakuan dari negara lain.
    2. Latar belakang Lahirnya Gerakan Pembaharuan Dunia Islam, Jamaluddin al-Afghani (1839-1897), Muhammad Abduh (1849-) dan Rasyid Ridla (1865-) adalah tokoh-tokoh utama dalam pembaharuan Islam. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu Turki adalah pintu masuk menuju Eropa. Dengan demikian mereka paling tahu apa perkembangan yang tengah berlangsung di Eropa. Oleh sebab itu, latar belakang dari (kesadaran) pembaharuan tsb karena kontak langsung yang terjadi antara masyarakat muslim (Ottoman) dengan masyarakat Nasrani (Eropa). Sehingga menghasilkan hipotesis bahwa umat islam harus berbenah. Dan kalangan umat Islam yang progresif kala itu menganggap bahwa Islam tengah berada pada masa kegelapannya.
    3. Tokoh-tokoh pembaharuan dunia islam dan pemikiran besarnya: a.Jamaluddin Al Afghani, Seorang tokoh dalam pembaharu dalam Islam yang penting beliau dilahirkan di As’adabad lebih tepatnya di Afganistan pada tahun 1839. Pemikirannya, Menurut Jamaluddin ilmu pengetahuan ialah ilmu yang bisa menguasai dunia. Dan beliau dikenal sebagai pejuang prinsip Egaliter yang dimaksud ialah harus ada persamaan antara laki-laki dan perempuan karena pada waktu itu perempuan dipandang sebelah mata. Menurut nya pula bahwasanya filsafat ialah ilmu yang sangat tinggi kedudukannya dari pada ilmu yang lain. b. Tahtawi, dilahirkan pada tahun 1801 di tahta lebih tepatnya berada pada Selatan kota Mesir. Pemikirannya Ialah mengenai tentang pendidikan karena dengan ratanya pendidikan laki laki dan perempuan baginya sangat berguna dan bermanfaat untuk membuka pembaharuan dalam Islam. Tahapan Menurut Tahtawi dalam pendidikan dibagi menjadi 3: pertama pendidikan dasar,yang kedua pendidikan menengah dan yang terakhir pendidikan tinggi. c. Muhammad Abduh dilahirkan pada tahun 1850 M di Mesir. Pemikirannya, Mengenai pendidikan sangat strategis dan sistematis. Ditujukan kepada universitas Al Azhar Yang man kurikulum nya harus dirubah karena ilmu pengetahuan yang umum itu sangat penting juga dan harus dipelajari dan dikuasai untuk menyampaikan bangsa bangsa barat dalam soal pemikiran. d. Rasyid Ridha dilahirkan pada tahun 1864 M atau pada bulan Jumadil ula 1282 H. Pemikirannya mengenai pendidikan ialah bahwasanya umat Islam dituntut untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan umum juga karena pada hakikatnya ilmu yang berasal dari barat tidak bertentangan dengan hukum Islam. Rasyid Ridha dalam sebuah lembaga mencampurkan kurikulum barat dan agama menjadi satu di lembaga tradisional nya.
    4. Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 M. Agama Islam dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (sekarang India).Para pedagang-pedagang dari negara tersebut singgah di kota-kota dekat pelabuhan selat malaka. Sambil berdagang, mereka menyebarkan Agama Islam. Berkembangnya Agama Islam terjadi beberapa cara, seperti perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.Diterimanya Agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu: 1. Ajarannya mudah diterima 2. Cara masuk Agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat 3. Islam memandang semua manusia memiliki derajat yang sama, tidak berkasta.
    5. Jalur masuknya islam ke Indonesia, Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.
    6. Strategi dakwah islam di indonesia dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan. Dalam perkembangan Islam di indonesia ada faktor yang mempengaruhinya, yaitu
    1. Melalui Perdagangan : Para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia dtg ke Indonesia sambil berdagang berupaya mencari simpati dari masyarakat. Mereka bergaul akrab dgn penduduk yg mendatanginya. Dari upaya itu, transaksi jual beli menjadi sangat menguntungkan. Setelah hubungan sosial – ekonomi lancar, mereka sedikit demi sedikit memperkenalkan nilai Islam ke penduduk.
    2. Melalui Proses Perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3. Melalui Ajaran Tasawuf : Sebelum Islam masuk, sebagian masyarakat telah memiliki dasar ajaran kebatinan. Kedatangan ahli tasawuf disambut dgn baik oleh masyarakat. Nah, byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    4. Melalui Kegiatan Pendidikan : Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.
    5. Melalui Sarana Kesenian : Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.
    7. Fase perkembangan islam di bangsa indonesia, fase pertama yakni adanya kontak komunitas Nusantara dengan para pedagang dan musafir dari Arab, Persia, Turki, Suriah, India, Pegu, Cina, dan bangsa-bangsa lainnya. Fase ini berlangsung pada awal abad Masehi hingga abad ke-3 sampai ke-9 Masehi. Fase kedua, akibat adanya perdagangan ini, para pedagang asing yang memeluk agama Islam mengadakan kontak dan bergaul dengan masyarakat lokal Nusantara. Fase ini berlangsung antara abad 9 hingga 11 Masehi. Fase ketiga, ialah tumbuhnya permukiman Muslim di Nusantara baik yang berada di wilayah pesisir maupun yang berada di pedalaman. Fase ini berlangsung antara abad 11 hingga 13 Masehi. Adapun bukti-bukti tersebut ditemukan di pesisir Sumatra, Jawa Timur, Ternate, dan Tidore. Sedangkan fase keempat, adalah fase tumbuhnya pusat-pusat kekuatan politik dan kesultanan Islam di Nusantara. Fase ini terjadi pada abad 13 hingga 16 Masehi. Kerajaan bercorak Islam yang tumbuh dan berkembang di sekitar fase ini mulai mengadakan hubungan dengan tradisi besar Eropa.
    8. Sejarah masuknya islam di sulawesi selatan, Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya  agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para  pedagang Muslim dari Arab, Parsia, India, Cina, dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gow, Somba Opu. Di Mangallekana, Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel. Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.

  20. Alyah Ayswarahayu
    XII. IPS

    1. Negara adalah alat dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan-hubungan manusia dalam masyarakat dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat.
    bangsa adalah suatu masyarakat dalam suatu daerah yang sama dan mereka tunduk kepada kedaulatan negaranya sebagai suatu kekuasaan tertinggi yang ada pada negara nya.
    2. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa, dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu Turki adalah pintu masuk menuju Eropa.
    3. Muhammad bin Abdul Wahab
     Ia adalah pencetus aliran Wahabiyah yang berpusat di Arab Saudi. Tokoh kelahiran Nejd, Arab Saudi ini memfokuskan gagasan dan pemikirannya pada ajaran tauhid yang merupakan ajaran paling dasar dalam Islam. 
    Syah Waliyullah
       Tokoh pembaharu ini berasal dari India. Syah Waliyullah mendapat ilmu dari madrasah milik orang tuanya dan kemudian mengajar juga di madrasah tersebut. Buah pemikiran yang paling menonjol adalah penerjemahan Al-Quran sesuai dengan bahasa masyarakat setempat.
    .Al tahtawi
    Tokoh pembaharu ini berasal dari Mesir. Al-Tahtawi yang menyelesaikan studinya di Al-Alzhar ini memiliki gagasan yang moderat dan dinamis. Beberapa idenya adalah sebagai berikut:
    – Perlunya mempelajari filsafat dan ilmu pengetahuan modern untuk menunjang syariat di kehidupan modern.
    – Pendidikan harus bersifat setara dan universal, baik bagi laki-laki maupun perempuan.
    – Islam bukan hanya mengajarkan fokus ke kehidupan akhirat namun juga dunia.
    4. Sejarah masuknya Islam ke nusantara (indonesia) awalnya dibuktikan dari seorang pengelana Venesia bernama Marco Polo.
    proses menyebarnya agama Islam di Nusantara (sekarang Indonesia). Islam dibawa ke Nusantara oleh pedagang dari Gujarat, India selama abad ke-11, meskipun Muslim telah mendatangi Nusantara sebelumnya.
    5. Melalui jalur perdagangan , Tidak hanya melakukan perdagangan saja, para pedagang muslim yang berasal dari Arab, Gujarat dan Persia itu pun juga mendakwahkan ajaran Islam kepada penduduk sekitar
    6. Dakwah Secara Sembunyi – Sembunyi
    Dakwah Secara Terang – Terangan
    7. Fase perdagangan
    Islam masuk ke Indonesia melalui proses perdagangan di perkirakan abad ke-7 M sampai dengan abad ke-11 M, begitu pula perkembangan Islam.
    Fase perkawinan
    Penyebaran agama Islam juga ditempuh melalui perkawinan. Cara ini ditempuh oleh para penyebar sekitar abad ke-11 M sampai dengan abad ke-13 M. Para pedagang Gujarat, Benggala, Arab, dan sebagainya kawin di Indonesia. Karena mereka orang-orang kaya dan terhormat maka mereka memperistri orang-orang terhormat, raja-raja, pejabat-pejabat, dan sebagainya.
    Fase Akulturasi Budaya
    Kurang lebih abad ke-12 M sampai dengan abad ke-14 M, cara akulturasi budaya ditempuh untuk memberi kesan adanya persesuaian dan agar masyarakat tidak merasa adanya keterpaksaan dalam memeluk agama Islam.
    8. Portugis pertama kali memasuki Sulawesi Selatan tahun 1540 M, mereka menemukan telah banyak orang Islam di Gowa ibukota Kerajaan Makassar.
    Pada masa raja Gowa ke-10 Tunipalangga (1546 – 1565), raja ini memberi izin kepada orang-orang Melayu untuk menetap di Mangalekana (Somba Opu). Raja Gowa ke-12 Tunijallo’ telah mendirikan masjid bagi muslimin di tempat itu.
    Islamisasi di Sulawesi Selatan selanjutnya dihubungkan dengan kedatangan dan peranan tiga orang ulama asal Minangkabau, secara khusus dikirim oleh Sultan dari Kerajaan Aceh. Ketiga ulama itu : Abdul Makmur Khatib Tunggal (Datuk ri Bandang), Khatib Sulaiman (Datuk Patimang) dan Abdul Jawab Khatib Bungsu (Datuk Tiro).

  21. 1.bangsa adalah orang” yang memiliki kesamaan keturunan,asal,sejarah dan bahasa
    sedangkan negara adalah suatu kelompok yang menduduki daerah atau wilayah tertentu yang membentuk organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan.
    2.untuk menyesuaikan ajaran Islam dengan tatanan dunia baru yang diakibatkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
    8.masuknya agama Islam di Sulawesi Selatan.sebelum Islam menjadi agama di wilayah itu.daerah itu diislamkan hanya setelah raja Gowa sendiri beserta para penasehat terdekat nya pada tahun 1605

  22. 1. Perbedaan bangsa dan negara memiliki beberapa aspek. Pada Kongres Pemuda ke-II yang berlangsung 28 Oktober 1928 nama Indonesia mulai melekat. Jauh sebelum nama Indonesia muncul, Indonesia bernama Nusantara yang terkenal sebagai sumber rempah-rempah. Pada abad 17 masih ada 55 negara di Sulawesi Selatan, dengan begitu bangsa dan negara memiliki perbedaan, jauh sebelum bangsa Indonesia ada, sudah ada negara di dalamnya. Bangsa merupakan orang-orang yang memiliki kesamaan asal, bahasa, adat, sejarah, dan berpemerintahan sendiri. Dengan kata lain, bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan dalam wilayah tertentu di muka bumi. Sedangkan negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan. Adapula syarat-syarat negara ialah memiliki wilayah, memiliki pemerintahan, memiliki dasar negara serta pengakuan dari negara lain.
    2. Latar belakang Lahirnya Gerakan Pembaharuan Dunia Islam, Jamaluddin al-Afghani (1839-1897), Muhammad Abduh (1849-) dan Rasyid Ridla (1865-) adalah tokoh-tokoh utama dalam pembaharuan Islam. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu Turki adalah pintu masuk menuju Eropa. Dengan demikian mereka paling tahu apa perkembangan yang tengah berlangsung di Eropa. Oleh sebab itu, latar belakang dari (kesadaran) pembaharuan tsb karena kontak langsung yang terjadi antara masyarakat muslim (Ottoman) dengan masyarakat Nasrani (Eropa). Sehingga menghasilkan hipotesis bahwa umat islam harus berbenah. Dan kalangan umat Islam yang progresif kala itu menganggap bahwa Islam tengah berada pada masa kegelapannya.
    3. Tokoh-tokoh pembaharuan dunia islam dan pemikiran besarnya: a.Jamaluddin Al Afghani, Seorang tokoh dalam pembaharu dalam Islam yang penting beliau dilahirkan di As’adabad lebih tepatnya di Afganistan pada tahun 1839. Pemikirannya, Menurut Jamaluddin ilmu pengetahuan ialah ilmu yang bisa menguasai dunia. Dan beliau dikenal sebagai pejuang prinsip Egaliter yang dimaksud ialah harus ada persamaan antara laki-laki dan perempuan karena pada waktu itu perempuan dipandang sebelah mata. Menurut nya pula bahwasanya filsafat ialah ilmu yang sangat tinggi kedudukannya dari pada ilmu yang lain. b. Tahtawi, dilahirkan pada tahun 1801 di tahta lebih tepatnya berada pada Selatan kota Mesir. Pemikirannya Ialah mengenai tentang pendidikan karena dengan ratanya pendidikan laki laki dan perempuan baginya sangat berguna dan bermanfaat untuk membuka pembaharuan dalam Islam. Tahapan Menurut Tahtawi dalam pendidikan dibagi menjadi 3: pertama pendidikan dasar,yang kedua pendidikan menengah dan yang terakhir pendidikan tinggi. c. Muhammad Abduh dilahirkan pada tahun 1850 M di Mesir. Pemikirannya, Mengenai pendidikan sangat strategis dan sistematis. Ditujukan kepada universitas Al Azhar Yang man kurikulum nya harus dirubah karena ilmu pengetahuan yang umum itu sangat penting juga dan harus dipelajari dan dikuasai untuk menyampaikan bangsa bangsa barat dalam soal pemikiran. d. Rasyid Ridha dilahirkan pada tahun 1864 M atau pada bulan Jumadil ula 1282 H. Pemikirannya mengenai pendidikan ialah bahwasanya umat Islam dituntut untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan umum juga karena pada hakikatnya ilmu yang berasal dari barat tidak bertentangan dengan hukum Islam. Rasyid Ridha dalam sebuah lembaga mencampurkan kurikulum barat dan agama menjadi satu di lembaga tradisional nya.
    4. Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 M. Agama Islam dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (sekarang India).Para pedagang-pedagang dari negara tersebut singgah di kota-kota dekat pelabuhan selat malaka. Sambil berdagang, mereka menyebarkan Agama Islam. Berkembangnya Agama Islam terjadi beberapa cara, seperti perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.Diterimanya Agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu: 1. Ajarannya mudah diterima 2. Cara masuk Agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat 3. Islam memandang semua manusia memiliki derajat yang sama, tidak berkasta.
    5. Jalur masuknya islam ke Indonesia, Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.
    6. Strategi dakwah islam di indonesia dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan. Dalam perkembangan Islam di indonesia ada faktor yang mempengaruhinya, yaitu
    1. Melalui Perdagangan : Para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia dtg ke Indonesia sambil berdagang berupaya mencari simpati dari masyarakat. Mereka bergaul akrab dgn penduduk yg mendatanginya. Dari upaya itu, transaksi jual beli menjadi sangat menguntungkan. Setelah hubungan sosial – ekonomi lancar, mereka sedikit demi sedikit memperkenalkan nilai Islam ke penduduk.
    2. Melalui Proses Perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3. Melalui Ajaran Tasawuf : Sebelum Islam masuk, sebagian masyarakat telah memiliki dasar ajaran kebatinan. Kedatangan ahli tasawuf disambut dgn baik oleh masyarakat. Nah, byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    4. Melalui Kegiatan Pendidikan : Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.
    5. Melalui Sarana Kesenian : Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.
    7. Fase perkembangan islam di bangsa indonesia, fase pertama yakni adanya kontak komunitas Nusantara dengan para pedagang dan musafir dari Arab, Persia, Turki, Suriah, India, Pegu, Cina, dan bangsa-bangsa lainnya. Fase ini berlangsung pada awal abad Masehi hingga abad ke-3 sampai ke-9 Masehi. Fase kedua, akibat adanya perdagangan ini, para pedagang asing yang memeluk agama Islam mengadakan kontak dan bergaul dengan masyarakat lokal Nusantara. Fase ini berlangsung antara abad 9 hingga 11 Masehi. Fase ketiga, ialah tumbuhnya permukiman Muslim di Nusantara baik yang berada di wilayah pesisir maupun yang berada di pedalaman. Fase ini berlangsung antara abad 11 hingga 13 Masehi. Adapun bukti-bukti tersebut ditemukan di pesisir Sumatra, Jawa Timur, Ternate, dan Tidore. Sedangkan fase keempat, adalah fase tumbuhnya pusat-pusat kekuatan politik dan kesultanan Islam di Nusantara. Fase ini terjadi pada abad 13 hingga 16 Masehi. Kerajaan bercorak Islam yang tumbuh dan berkembang di sekitar fase ini mulai mengadakan hubungan dengan tradisi besar Eropa.
    8. Sejarah masuknya islam di sulawesi selatan, Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya  agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para  pedagang Muslim dari Arab, Parsia, India, Cina, dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gow, Somba Opu. Di Mangallekana, Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel. Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.

  23. 1. Perbedaan bangsa dan negara memiliki beberapa aspek. Pada Kongres Pemuda ke-II yang berlangsung 28 Oktober 1928 nama Indonesia mulai melekat. Jauh sebelum nama Indonesia muncul, Indonesia bernama Nusantara yang terkenal sebagai sumber rempah-rempah. Pada abad 17 masih ada 55 negara di Sulawesi Selatan, dengan begitu bangsa dan negara memiliki perbedaan, jauh sebelum bangsa Indonesia ada, sudah ada negara di dalamnya. Bangsa merupakan orang-orang yang memiliki kesamaan asal, bahasa, adat, sejarah, dan berpemerintahan sendiri. Dengan kata lain, bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan dalam wilayah tertentu di muka bumi. Sedangkan negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan. Adapula syarat-syarat negara ialah memiliki wilayah, memiliki pemerintahan, memiliki dasar negara serta pengakuan dari negara lain.
    2. Latar belakang Lahirnya Gerakan Pembaharuan Dunia Islam, Jamaluddin al-Afghani (1839-1897), Muhammad Abduh (1849-) dan Rasyid Ridla (1865-) adalah tokoh-tokoh utama dalam pembaharuan Islam. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu Turki adalah pintu masuk menuju Eropa. Dengan demikian mereka paling tahu apa perkembangan yang tengah berlangsung di Eropa. Oleh sebab itu, latar belakang dari (kesadaran) pembaharuan tsb karena kontak langsung yang terjadi antara masyarakat muslim (Ottoman) dengan masyarakat Nasrani (Eropa). Sehingga menghasilkan hipotesis bahwa umat islam harus berbenah. Dan kalangan umat Islam yang progresif kala itu menganggap bahwa Islam tengah berada pada masa kegelapannya.
    3. Tokoh-tokoh pembaharuan dunia islam dan pemikiran besarnya: a.Jamaluddin Al Afghani, Seorang tokoh dalam pembaharu dalam Islam yang penting beliau dilahirkan di As’adabad lebih tepatnya di Afganistan pada tahun 1839. Pemikirannya, Menurut Jamaluddin ilmu pengetahuan ialah ilmu yang bisa menguasai dunia. Dan beliau dikenal sebagai pejuang prinsip Egaliter yang dimaksud ialah harus ada persamaan antara laki-laki dan perempuan karena pada waktu itu perempuan dipandang sebelah mata. Menurut nya pula bahwasanya filsafat ialah ilmu yang sangat tinggi kedudukannya dari pada ilmu yang lain. b. Tahtawi, dilahirkan pada tahun 1801 di tahta lebih tepatnya berada pada Selatan kota Mesir. Pemikirannya Ialah mengenai tentang pendidikan karena dengan ratanya pendidikan laki laki dan perempuan baginya sangat berguna dan bermanfaat untuk membuka pembaharuan dalam Islam. Tahapan Menurut Tahtawi dalam pendidikan dibagi menjadi 3: pertama pendidikan dasar,yang kedua pendidikan menengah dan yang terakhir pendidikan tinggi. c. Muhammad Abduh dilahirkan pada tahun 1850 M di Mesir. Pemikirannya, Mengenai pendidikan sangat strategis dan sistematis. Ditujukan kepada universitas Al Azhar Yang man kurikulum nya harus dirubah karena ilmu pengetahuan yang umum itu sangat penting juga dan harus dipelajari dan dikuasai untuk menyampaikan bangsa bangsa barat dalam soal pemikiran. d. Rasyid Ridha dilahirkan pada tahun 1864 M atau pada bulan Jumadil ula 1282 H. Pemikirannya mengenai pendidikan ialah bahwasanya umat Islam dituntut untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan umum juga karena pada hakikatnya ilmu yang berasal dari barat tidak bertentangan dengan hukum Islam. Rasyid Ridha dalam sebuah lembaga mencampurkan kurikulum barat dan agama menjadi satu di lembaga tradisional nya.
    4. Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 M. Agama Islam dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (sekarang India).Para pedagang-pedagang dari negara tersebut singgah di kota-kota dekat pelabuhan selat malaka. Sambil berdagang, mereka menyebarkan Agama Islam. Berkembangnya Agama Islam terjadi beberapa cara, seperti perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.Diterimanya Agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu: 1. Ajarannya mudah diterima 2. Cara masuk Agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat 3. Islam memandang semua manusia memiliki derajat yang sama, tidak berkasta.
    5. Jalur masuknya islam ke Indonesia, Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.
    6. Strategi dakwah islam di indonesia dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan. Dalam perkembangan Islam di indonesia ada faktor yang mempengaruhinya, yaitu
    1. Melalui Perdagangan : Para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia dtg ke Indonesia sambil berdagang berupaya mencari simpati dari masyarakat. Mereka bergaul akrab dgn penduduk yg mendatanginya. Dari upaya itu, transaksi jual beli menjadi sangat menguntungkan. Setelah hubungan sosial – ekonomi lancar, mereka sedikit demi sedikit memperkenalkan nilai Islam ke penduduk.
    2. Melalui Proses Perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3. Melalui Ajaran Tasawuf : Sebelum Islam masuk, sebagian masyarakat telah memiliki dasar ajaran kebatinan. Kedatangan ahli tasawuf disambut dgn baik oleh masyarakat. Nah, byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    4. Melalui Kegiatan Pendidikan : Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.
    5. Melalui Sarana Kesenian : Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.
    7. Fase perkembangan islam di bangsa indonesia, fase pertama yakni adanya kontak komunitas Nusantara dengan para pedagang dan musafir dari Arab, Persia, Turki, Suriah, India, Pegu, Cina, dan bangsa-bangsa lainnya. Fase ini berlangsung pada awal abad Masehi hingga abad ke-3 sampai ke-9 Masehi. Fase kedua, akibat adanya perdagangan ini, para pedagang asing yang memeluk agama Islam mengadakan kontak dan bergaul dengan masyarakat lokal Nusantara. Fase ini berlangsung antara abad 9 hingga 11 Masehi. Fase ketiga, ialah tumbuhnya permukiman Muslim di Nusantara baik yang berada di wilayah pesisir maupun yang berada di pedalaman. Fase ini berlangsung antara abad 11 hingga 13 Masehi. Adapun bukti-bukti tersebut ditemukan di pesisir Sumatra, Jawa Timur, Ternate, dan Tidore. Sedangkan fase keempat, adalah fase tumbuhnya pusat-pusat kekuatan politik dan kesultanan Islam di Nusantara. Fase ini terjadi pada abad 13 hingga 16 Masehi. Kerajaan bercorak Islam yang tumbuh dan berkembang di sekitar fase ini mulai mengadakan hubungan dengan tradisi besar Eropa.
    8. Sejarah masuknya islam di sulawesi selatan, Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya  agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para  pedagang Muslim dari Arab, Parsia, India, Cina, dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gow, Somba Opu. Di Mangallekana, Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel. Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.

  24. 1. bangsa adalah orang-orang yang memiliki kesamaan keturunan, asal, sejarah, dan bahasa. Sementara itu, negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan.

    2.untuk menyusuaikan ajaran islam dengan tatanan dunia baru yg diakibatkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi

    3.tokoh awal pemikiran pembaharuan islam di mesir ia itu jamaluddin Al-afghani perpendapat bahwa muslim seharusnya bertindak secara rasional dan menerima gagasan yg di hasilkan oleh akal. Tokoh pembaharuan islam lainnya mustafa kemal ataturk.

    4.islam masuk ke indonesia sekitar abad-13 M. Islam masuk di bawah ole pedagang arab,persia dan gujarat. Para pedagang-pedagang dari negara tersebut singgah di tokoh² dekat pelabuhan selat malaka. Sambil bedagang meleka menyebarkan agama islam. Berkembangnya agama islam dengan cara berdagang, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.

    5. Indonesia merupakan bangsa yg sangat terkenal sangat ramah terhadap bangsa lain. Hal ini menjadi salah satu faktor pendorong masuk dan berkembangnya agama islam di indonesia hingga islam menjadi agama mayoritas di indonesia.

    6. Strategi dakwah islam di indonesia dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan. Dalam perkembangan Islam di indonesia ada faktor yang mempengaruhinya, yaitu
    1. Melalui Perdagangan : Para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia dtg ke Indonesia sambil berdagang berupaya mencari simpati dari masyarakat. Mereka bergaul akrab dgn penduduk yg mendatanginya. Dari upaya itu, transaksi jual beli menjadi sangat menguntungkan. Setelah hubungan sosial – ekonomi lancar, mereka sedikit demi sedikit memperkenalkan nilai Islam ke penduduk.
    2. Melalui Proses Perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3. Melalui Ajaran Tasawuf : Sebelum Islam masuk, sebagian masyarakat telah memiliki dasar ajaran kebatinan. Kedatangan ahli tasawuf disambut dgn baik oleh masyarakat. Nah, byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    4. Melalui Kegiatan Pendidikan : Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.
    5. Melalui Sarana Kesenian : Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.

    7. 7. fase pertama yakni adanya kontak komunitas Nusantara dengan para pedagang dan musafir dari Arab, Persia, Turki, Suriah, India, Pegu, Cina, dan bangsa-bangsa lainnya. Fase ini berlangsung pada awal abad Masehi hingga abad ke-3 sampai ke-9 Masehi.
    Fase kedua, akibat adanya perdagangan ini, para pedagang asing yang memeluk agama Islam mengadakan kontak dan bergaul dengan masyarakat lokal Nusantara. Fase ini berlangsung antara abad 9 hingga 11 Masehi. Fase ketiga, ialah tumbuhnya permukiman Muslim di Nusantara baik yang berada di wilayah pesisir maupun yang berada di pedalaman. Fase ini berlangsung antara abad 11 hingga 13 Masehi. Adapun bukti-bukti tersebut ditemukan di pesisir Sumatra, Jawa Timur, Ternate, dan Tidore. Sedangkan fase keempat, adalah fase tumbuhnya pusat-pusat kekuatan politik dan kesultanan Islam di Nusantara. Fase ini terjadi pada abad 13 hingga 16 Masehi. Kerajaan bercorak Islam yang tumbuh dan berkembang di sekitar fase ini mulai mengadakan hubungan dengan tradisi besar Eropa.

    8. Islam berkembang pesat di Sulawesi Selatan. Selain dengan jalan damai, Islam juga pernah disebarkan melalui peperangan dengan raja-raja Bugis yang menolak Islam.
    Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel.
    Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.
    Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.
    Pusat-pusat dakwah yang dibangun oleh Kerajaan Goa inilah yang melanjutkan perjalanan ke wilayah lain sampai ke Kerajaan Bugis, Wajo Sopeng, Sidenreng, Tanette, Luwu dan Paloppo.

  25. Nama : RAHMATIARAH
    Kelas : Xll ips

    1. • BANGSA merupakan orang orang yang memiliki kesamaan asal, bahasa, adat, sejarah, dan berpemerintahan sendiri dengan kata lain, Bangsa adalah kumpulan manusia yang terikat kesatuan dalam wilayah tertentu di muka bumi
    • NEGARA adalah sebuah wilayah atau daerah yanh berada di permukaan bumi yang memiliki kekuasaan baik dalam bentuk politik, ekonomi, sosial, budaya, maupun militer, adapun pelaksanaan kekuasaan tersebut di lakukan oleh pem.

    2. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka tlah jauh tertinggal dari bangsa eropa (dalm hal ini di identikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan & teknologi, kesadaran itu tumbuh saat masa senja impreum ottoman di turki

    3. – Jamaluddin Al Afghani lahir di As’abad lebih tepatnya di afganistan
    – Tahtawi lahir di Tahta lebih tepatnya di kota Mesir
    – Muhammad Abduh di Mesir
    – Qasim amir di Kairo
    – Thaha Husein di Izbat
    – Muhammad Iqbal di Sialkot

    4. Sejarah masuknya islam ke Indonesia & proses penyebarannya berlangsung dalam waktu yang lama yaitu dari abad ke-7 sampai abad ke-13 masehi. Selama masa itu, para pedagang dari arab, gujarat, dan persia makinintemsif menyebarkan islam di daerah yang mereka kunjungi terutama di daerah pusat perdgangan.

    5. Masuknya agama islam pertama kali ke indonesia lewat pulau sumatra, ketika kerajaan sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran islam di indonesiaadalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, mulai jalur perkawinan,jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.

    6. Ada dua strategi dakwah, yaitu secara. Bersembunyi sembunyi dan secara terang terangan
    •> Dakwah secara sembunyi bunyi =>
    Strategi dakwahyang di lakukan hanya diketahui oleh kerabat terdekatnya, seperti, sahabat, temanya, para pengikut, dan lainya, seblum itu sebelum terlau banyak yang mengetahui ajaran dakwahnya
    •> Dakwah secara terang terangan =>
    Strategi dakwah yang di lakukan dan akhirnya di ketahui oleh masyarakat luas. Setelah mulai banyak pengikutnya, akhirnya dakwahnya pun di ajarkan kepada masyarakat luas (mulai diperluaskan)

    7. Fase masuknya islam di Indonesia
    * Fase perdagangan
    * Fase perkawinan
    * Fase alkutrasi budaya

    8. Kronologis keberadaannya islam sebagi bukti sejarah, islam di sulsel masih membutuhkan pangkajian yang mendalam supayah sejararahnya lebih objektif, kehadiran budaya islam pertama kali di ketajaan gowa jauh sebelum di terima agama islam sebagai agama resmi kerajaan. Aga islam di bawah oleh pedagang muslim dari Arab, Rusia, India, Cina dan Melayu ke ibukota kerjaan Gowa Somba Opu

  26. Ulan azzahra
    XII IPA

    1).~bangsa adalah orang-orang yang memiliki kesamaan keturunan, asal, sejarah, dan bahasa.Selain itu, bangsa juga diikat oleh sebuah organisasi kekuasaan, yaitu negara beserta pemerintahannya,
    ~ Sementara itu, negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan.
    Sederhananya, negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan. Dalam suatu negara juga terdapat tujuan dan fungsinya, yang mana hal tersebut mencakup apa saja yang dilakukan oleh negara sebagai tujuannya.
    2).Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu Turki adalah pintu masuk menuju Eropa.
    3). Tokoh-tokoh pembaharuan dunia Islam;
    1. Muhammad bin Abdul Wahab
    Asal negara :Arab Saudi
    Pemikiran-pemikiran Muhammad bin Abd Wahhab yang mempunyai pengaruh pada perkembangan pemikiran pembaharuan di abad ke-19 antara lain seperti berikut:
    a. Hanya al-Qur’an dan hadislah yang merupakan sumber asli dari ajaran-ajaran Islam. Pendapat ulama tidak merupakan sumber.
    b. Taklid kepada ulama tidak dibenarkan.
    c. Pintu ijtihad terbuka dan tidak tertutup.
    2. Syah Waliyullah
    Asal negara: Delhi
    pemikirannya adalah sebagai berikut:
    a. Terjadinya perubahan sistem pemerintahan Islam dari sistem kekhalifahan menjadi sistem kerajaan.
    b. Sistem demokrasi yang ada dalam kekhalifahan diganti dengan sistem monarki absolut.
    c. Perpecahan di kalangan umat Islam yang disebabkan oleh berbagai pertentangan aliran dalam Islam.
    d. Adat istiadat dan ajaran bukan Islam masuk ke dalam keyakinan umat Islam.
    3. Muhammad Ali Pasya
    Asal negara : Kawala,yunani
    Ide dan gagasan Muhammad Ali Pasya yang sangat inovatif pada zamannya antar lain bahwa, untuk mendirikan sekolah-sekolah modern dan memasukkan ilmu-ilmu modern dan sains ke dalam kurikulum. Sekolah-sekolah inilah yang kemudian yang dikenal sebagai sekolah modern di Mesir pada khususnya dan dunia Islam pada umumnya.
    4.. Al-Tahtawi
    Asal negara: Tahta,mesir
    5. Jamaludin Al-Afgani
    Asal negara: Afghanistan
    6.Muhammad Abduh
    Asal negara: Mesir
    7.Rasyid Rida
    Asal negara:. Al-Qalamun,Suria
    8.Sayyid Ahmad Khan
    Asal negara: delhi
    9.Sultan Mahmud II
    Asal negara: Mesir
    10.Muhammad Iqbal
    Asal negara: Sialkot

    4).islam masuk ke Indonesia melalui para pedagang yang singgah di Sumatra utara pada abad ke 7 masehi atau sekitar 9 tahun setelah rosulullah ﷺ mengumumkan dakwah secara terbuka kepada kaum quraisy di mekkah.

    5).Jalur-jalur masuknya Islam ke Indonesia, antara lain:
    •perdagangan
    •perkawinan
    •tasawuf
    •pendidikan
    •seni budaya
    •dakwah

    6). dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi
    Dakwah secara sembunyi – sembunyi
    ~ strategi dakwah yg dilakukan dan hanya diketahui oleh kerabat terdekatnya, seperti Sahabatnya, temannya, para pengikut, dan lainnya. Saat itu belum terlalu byk yg mengetahui ajaran dakwahnya.dan
    secara terang – terangan
    ~strategi dakwah yg dilakukan dan akhirnya diketahui oleh masyarakat luas. Setelah mulai byk pengikutnya, akhirnya dakwahnya pun diajarkan kepada masyarakat luas (mulai disebarluaskan).

    7).Fase perkembangan islam diindonesia
    ~Masa Kesultanan
    ~Masa penjajahan
    ~Pergerakan dan organisasi islam

    8).
    Kronologis keberadaan Islam sebagai bukti sejarah, Islam di Sulsel masih membutuhkan pengkajian yang mendalam supaya sejarahnya lebih objektif. Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para pedagang Muslim dari Arab, Parsia, India, Cina, dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gow, Somba Opu.

    Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan, menurut Ensiklopedi Islam, melalui dua tahapan. Pertama, secara tidak resmi penyebaran Islam terjadi melalui jalur perdagangan. Banyak pedagang asal Sulawesi yang berdagang ke luar pulau dan bertemu dengan para saudagar Muslim. Lewat pertemuan itu, para saudagar Sulawesi memeluk Islam.

    Selain itu, banyak pula pedagang Muslim dari luar Sulawesi yang berniaga di wilayah itu. Mereka berdagang sambil melakukan syiar Islam. Dari proses ini, banyak penduduk setempat yang akhirnya tertarik untuk belajar agama Islam dan akhirnya menjadi Muslim.

  27. Izzatul jannah
    XII IPS

    1. Perbedaan bangsa dan negara memiliki beberapa aspek. Pada Kongres Pemuda ke-II yang berlangsung 28 Oktober 1928 nama Indonesia mulai melekat. Jauh sebelum nama Indonesia muncul, Indonesia bernama Nusantara yang terkenal sebagai sumber rempah-rempah. Pada abad 17 masih ada 55 negara di Sulawesi Selatan, dengan begitu bangsa dan negara memiliki perbedaan, jauh sebelum bangsa Indonesia ada, sudah ada negara di dalamnya. Bangsa merupakan orang-orang yang memiliki kesamaan asal, bahasa, adat, sejarah, dan berpemerintahan sendiri. Dengan kata lain, bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan dalam wilayah tertentu di muka bumi. Sedangkan negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan. Adapula syarat-syarat negara ialah memiliki wilayah, memiliki pemerintahan, memiliki dasar negara serta pengakuan dari negara lain.
    2. Latar belakang Lahirnya Gerakan Pembaharuan Dunia Islam, Jamaluddin al-Afghani (1839-1897), Muhammad Abduh (1849-) dan Rasyid Ridla (1865-) adalah tokoh-tokoh utama dalam pembaharuan Islam. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu Turki adalah pintu masuk menuju Eropa. Dengan demikian mereka paling tahu apa perkembangan yang tengah berlangsung di Eropa. Oleh sebab itu, latar belakang dari (kesadaran) pembaharuan tsb karena kontak langsung yang terjadi antara masyarakat muslim (Ottoman) dengan masyarakat Nasrani (Eropa). Sehingga menghasilkan hipotesis bahwa umat islam harus berbenah. Dan kalangan umat Islam yang progresif kala itu menganggap bahwa Islam tengah berada pada masa kegelapannya.
    3. Tokoh-tokoh pembaharuan dunia islam dan pemikiran besarnya: a.Jamaluddin Al Afghani, Seorang tokoh dalam pembaharu dalam Islam yang penting beliau dilahirkan di As’adabad lebih tepatnya di Afganistan pada tahun 1839. Pemikirannya, Menurut Jamaluddin ilmu pengetahuan ialah ilmu yang bisa menguasai dunia. Dan beliau dikenal sebagai pejuang prinsip Egaliter yang dimaksud ialah harus ada persamaan antara laki-laki dan perempuan karena pada waktu itu perempuan dipandang sebelah mata. Menurut nya pula bahwasanya filsafat ialah ilmu yang sangat tinggi kedudukannya dari pada ilmu yang lain. b. Tahtawi, dilahirkan pada tahun 1801 di tahta lebih tepatnya berada pada Selatan kota Mesir. Pemikirannya Ialah mengenai tentang pendidikan karena dengan ratanya pendidikan laki laki dan perempuan baginya sangat berguna dan bermanfaat untuk membuka pembaharuan dalam Islam. Tahapan Menurut Tahtawi dalam pendidikan dibagi menjadi 3: pertama pendidikan dasar,yang kedua pendidikan menengah dan yang terakhir pendidikan tinggi. c. Muhammad Abduh dilahirkan pada tahun 1850 M di Mesir. Pemikirannya, Mengenai pendidikan sangat strategis dan sistematis. Ditujukan kepada universitas Al Azhar Yang man kurikulum nya harus dirubah karena ilmu pengetahuan yang umum itu sangat penting juga dan harus dipelajari dan dikuasai untuk menyampaikan bangsa bangsa barat dalam soal pemikiran. d. Rasyid Ridha dilahirkan pada tahun 1864 M atau pada bulan Jumadil ula 1282 H. Pemikirannya mengenai pendidikan ialah bahwasanya umat Islam dituntut untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan umum juga karena pada hakikatnya ilmu yang berasal dari barat tidak bertentangan dengan hukum Islam. Rasyid Ridha dalam sebuah lembaga mencampurkan kurikulum barat dan agama menjadi satu di lembaga tradisional nya.
    4. Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 M. Agama Islam dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (sekarang India).Para pedagang-pedagang dari negara tersebut singgah di kota-kota dekat pelabuhan selat malaka. Sambil berdagang, mereka menyebarkan Agama Islam. Berkembangnya Agama Islam terjadi beberapa cara, seperti perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.Diterimanya Agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu: 1. Ajarannya mudah diterima 2. Cara masuk Agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat 3. Islam memandang semua manusia memiliki derajat yang sama, tidak berkasta.
    5. Jalur masuknya islam ke Indonesia, Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.
    6. Strategi dakwah islam di indonesia dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan. Dalam perkembangan Islam di indonesia ada faktor yang mempengaruhinya, yaitu
    1. Melalui Perdagangan : Para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia dtg ke Indonesia sambil berdagang berupaya mencari simpati dari masyarakat. Mereka bergaul akrab dgn penduduk yg mendatanginya. Dari upaya itu, transaksi jual beli menjadi sangat menguntungkan. Setelah hubungan sosial – ekonomi lancar, mereka sedikit demi sedikit memperkenalkan nilai Islam ke penduduk.
    2. Melalui Proses Perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3. Melalui Ajaran Tasawuf : Sebelum Islam masuk, sebagian masyarakat telah memiliki dasar ajaran kebatinan. Kedatangan ahli tasawuf disambut dgn baik oleh masyarakat. Nah, byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    4. Melalui Kegiatan Pendidikan : Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.
    5. Melalui Sarana Kesenian : Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.
    7. Fase perkembangan islam di bangsa indonesia, fase pertama yakni adanya kontak komunitas Nusantara dengan para pedagang dan musafir dari Arab, Persia, Turki, Suriah, India, Pegu, Cina, dan bangsa-bangsa lainnya. Fase ini berlangsung pada awal abad Masehi hingga abad ke-3 sampai ke-9 Masehi. Fase kedua, akibat adanya perdagangan ini, para pedagang asing yang memeluk agama Islam mengadakan kontak dan bergaul dengan masyarakat lokal Nusantara. Fase ini berlangsung antara abad 9 hingga 11 Masehi. Fase ketiga, ialah tumbuhnya permukiman Muslim di Nusantara baik yang berada di wilayah pesisir maupun yang berada di pedalaman. Fase ini berlangsung antara abad 11 hingga 13 Masehi. Adapun bukti-bukti tersebut ditemukan di pesisir Sumatra, Jawa Timur, Ternate, dan Tidore. Sedangkan fase keempat, adalah fase tumbuhnya pusat-pusat kekuatan politik dan kesultanan Islam di Nusantara. Fase ini terjadi pada abad 13 hingga 16 Masehi. Kerajaan bercorak Islam yang tumbuh dan berkembang di sekitar fase ini mulai mengadakan hubungan dengan tradisi besar Eropa.
    8. Sejarah masuknya islam di sulawesi selatan, Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya  agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para  pedagang Muslim dari Arab, Parsia, India, Cina, dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gow, Somba Opu. Di Mangallekana, Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel. Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.

  28. Gita Adzani Putri
    XII IPS

    1. Perbedaan bangsa dan negara memiliki beberapa aspek. Pada Kongres Pemuda ke-II yang berlangsung 28 Oktober 1928 nama Indonesia mulai melekat. Jauh sebelum nama Indonesia muncul, Indonesia bernama Nusantara yang terkenal sebagai sumber rempah-rempah. Pada abad 17 masih ada 55 negara di Sulawesi Selatan, dengan begitu bangsa dan negara memiliki perbedaan, jauh sebelum bangsa Indonesia ada, sudah ada negara di dalamnya. Bangsa merupakan orang-orang yang memiliki kesamaan asal, bahasa, adat, sejarah, dan berpemerintahan sendiri. Dengan kata lain, bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan dalam wilayah tertentu di muka bumi. Sedangkan negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan. Adapula syarat-syarat negara ialah memiliki wilayah, memiliki pemerintahan, memiliki dasar negara serta pengakuan dari negara lain.
    2. Latar belakang Lahirnya Gerakan Pembaharuan Dunia Islam, Jamaluddin al-Afghani (1839-1897), Muhammad Abduh (1849-) dan Rasyid Ridla (1865-) adalah tokoh-tokoh utama dalam pembaharuan Islam. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu Turki adalah pintu masuk menuju Eropa. Dengan demikian mereka paling tahu apa perkembangan yang tengah berlangsung di Eropa. Oleh sebab itu, latar belakang dari (kesadaran) pembaharuan tsb karena kontak langsung yang terjadi antara masyarakat muslim (Ottoman) dengan masyarakat Nasrani (Eropa). Sehingga menghasilkan hipotesis bahwa umat islam harus berbenah. Dan kalangan umat Islam yang progresif kala itu menganggap bahwa Islam tengah berada pada masa kegelapannya.
    3. Tokoh-tokoh pembaharuan dunia islam dan pemikiran besarnya: a.Jamaluddin Al Afghani, Seorang tokoh dalam pembaharu dalam Islam yang penting beliau dilahirkan di As’adabad lebih tepatnya di Afganistan pada tahun 1839. Pemikirannya, Menurut Jamaluddin ilmu pengetahuan ialah ilmu yang bisa menguasai dunia. Dan beliau dikenal sebagai pejuang prinsip Egaliter yang dimaksud ialah harus ada persamaan antara laki-laki dan perempuan karena pada waktu itu perempuan dipandang sebelah mata. Menurut nya pula bahwasanya filsafat ialah ilmu yang sangat tinggi kedudukannya dari pada ilmu yang lain. b. Tahtawi, dilahirkan pada tahun 1801 di tahta lebih tepatnya berada pada Selatan kota Mesir. Pemikirannya Ialah mengenai tentang pendidikan karena dengan ratanya pendidikan laki laki dan perempuan baginya sangat berguna dan bermanfaat untuk membuka pembaharuan dalam Islam. Tahapan Menurut Tahtawi dalam pendidikan dibagi menjadi 3: pertama pendidikan dasar,yang kedua pendidikan menengah dan yang terakhir pendidikan tinggi. c. Muhammad Abduh dilahirkan pada tahun 1850 M di Mesir. Pemikirannya, Mengenai pendidikan sangat strategis dan sistematis. Ditujukan kepada universitas Al Azhar Yang man kurikulum nya harus dirubah karena ilmu pengetahuan yang umum itu sangat penting juga dan harus dipelajari dan dikuasai untuk menyampaikan bangsa bangsa barat dalam soal pemikiran. d. Rasyid Ridha dilahirkan pada tahun 1864 M atau pada bulan Jumadil ula 1282 H. Pemikirannya mengenai pendidikan ialah bahwasanya umat Islam dituntut untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan umum juga karena pada hakikatnya ilmu yang berasal dari barat tidak bertentangan dengan hukum Islam. Rasyid Ridha dalam sebuah lembaga mencampurkan kurikulum barat dan agama menjadi satu di lembaga tradisional nya.
    4. Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 M. Agama Islam dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (sekarang India).Para pedagang-pedagang dari negara tersebut singgah di kota-kota dekat pelabuhan selat malaka. Sambil berdagang, mereka menyebarkan Agama Islam. Berkembangnya Agama Islam terjadi beberapa cara, seperti perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.Diterimanya Agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu: 1. Ajarannya mudah diterima 2. Cara masuk Agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat 3. Islam memandang semua manusia memiliki derajat yang sama, tidak berkasta.
    5. Jalur masuknya islam ke Indonesia, Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.
    6. Strategi dakwah islam di indonesia dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan. Dalam perkembangan Islam di indonesia ada faktor yang mempengaruhinya, yaitu
    1. Melalui Perdagangan : Para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia dtg ke Indonesia sambil berdagang berupaya mencari simpati dari masyarakat. Mereka bergaul akrab dgn penduduk yg mendatanginya. Dari upaya itu, transaksi jual beli menjadi sangat menguntungkan. Setelah hubungan sosial – ekonomi lancar, mereka sedikit demi sedikit memperkenalkan nilai Islam ke penduduk.
    2. Melalui Proses Perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3. Melalui Ajaran Tasawuf : Sebelum Islam masuk, sebagian masyarakat telah memiliki dasar ajaran kebatinan. Kedatangan ahli tasawuf disambut dgn baik oleh masyarakat. Nah, byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    4. Melalui Kegiatan Pendidikan : Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.
    5. Melalui Sarana Kesenian : Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.
    7. Fase perkembangan islam di bangsa indonesia, fase pertama yakni adanya kontak komunitas Nusantara dengan para pedagang dan musafir dari Arab, Persia, Turki, Suriah, India, Pegu, Cina, dan bangsa-bangsa lainnya. Fase ini berlangsung pada awal abad Masehi hingga abad ke-3 sampai ke-9 Masehi. Fase kedua, akibat adanya perdagangan ini, para pedagang asing yang memeluk agama Islam mengadakan kontak dan bergaul dengan masyarakat lokal Nusantara. Fase ini berlangsung antara abad 9 hingga 11 Masehi. Fase ketiga, ialah tumbuhnya permukiman Muslim di Nusantara baik yang berada di wilayah pesisir maupun yang berada di pedalaman. Fase ini berlangsung antara abad 11 hingga 13 Masehi. Adapun bukti-bukti tersebut ditemukan di pesisir Sumatra, Jawa Timur, Ternate, dan Tidore. Sedangkan fase keempat, adalah fase tumbuhnya pusat-pusat kekuatan politik dan kesultanan Islam di Nusantara. Fase ini terjadi pada abad 13 hingga 16 Masehi. Kerajaan bercorak Islam yang tumbuh dan berkembang di sekitar fase ini mulai mengadakan hubungan dengan tradisi besar Eropa.
    8. Sejarah masuknya islam di sulawesi selatan, Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya  agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para  pedagang Muslim dari Arab, Parsia, India, Cina, dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gow, Somba Opu. Di Mangallekana, Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel. Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.

  29. Putri yasmin salsabila
    XII IPA

    1.bangsa adalah orang-orang yang memiliki kesamaan keturunan, asal, sejarah, dan bahasa. dengan kata lain, bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan dal wilayah tertentu di muka bumi. Sementara itu, negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan.

    2. Pembaruan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki.

    3. 1. Syah Waliyullah
       Tokoh pembaharu ini berasal dari India. Syah Waliyullah mendapat ilmu dari madrasah milik orang tuanya dan kemudian mengajar juga di madrasah tersebut. Buah pemikiran yang paling menonjol adalah penerjemahan Al-Quran sesuai dengan bahasa masyarakat setempat. Hal ini didasarkan pada perlunya pemahaman yang menyeluruh mengenai Quran, bukan hanya membaca saja tanpa mengerti isinya.

    2.Al Tahtawi
    Tokoh pembaharu ini berasal dari Mesir. Al-Tahtawi yang menyelesaikan studinya di Al-Alzhar ini memiliki gagasan yang moderat dan dinamis. Beberapa idenya adalah sebagai berikut:
    – Perlunya mempelajari filsafat dan ilmu pengetahuan modern untuk menunjang syariat di kehidupan modern.
    – Pendidikan harus bersifat setara dan universal, baik bagi laki-laki maupun perempuan.
    3. Muhammad Iqbal
    Dilahirkan pada tahun 3 Dzulhijjah 1294 di sialkot. pendidikannyanpertama dimulai dari dari sejak kecil di lingkungan keluarganya sendiri atas pemikiran Muhammad Iqbal masalah kemunduran umat Islam sudah dapat diatasi dengan gagasannya yang tidak boleh mempunyai pemikiran yang beku dan pemikiran yang dunia yang sifatnya dinamis atau selalu berkembang sesuai dengan zamannya

    4. Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 M. Agama Islam dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (sekarang India).Para pedagang-pedagang dari negara tersebut singgah di kota-kota dekat pelabuhan selat malaka. Sambil berdagang, mereka menyebarkan Agama Islam. Berkembangnya Agama Islam terjadi beberapa cara, seperti perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.Diterimanya Agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu:
    1. Ajarannya mudah diterima
    2. Cara masuk Agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat
    3. Islam memandang semua manusia memiliki derajat yang sama, tidak berkasta.

    5. Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.

    6. ada 2 strategi, yaitu
    Dakwah Secara Sembunyi – Sembunyi strategi dakwah yg dilakukan dan hanya diketahui oleh kerabat terdekatnya.
    > Dakwah Secara Terang – Terangan strategi dakwah yg dilakukan dan akhirnya diketahui oleh masyarakat luas..yaitu :
    1. melalui perdagangan Dari upaya itu, transaksi jual beli menjadi sangat menguntungkan. Setelah hubungan sosial – ekonomi lancar, mereka sedikit demi sedikit memperkenalkan nilai Islam ke penduduk.
    2 melalui proses perkawinan: Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3.melalui ajaran tasawuf: byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    4.kegitan pendidikan: Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig.
    5. Melalui sarana kesenian: Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya.

    7. 1.Melalui fase kesenian: Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.
    2.melalui fase perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3.melalui fase jalur pendidikan: Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.

    8. Setelah menjadikan Islam agama resmi pada awal abad ke-17 M, Kesultanan Gowa memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di wilayah Sulawesi. 
    Kerajaan Gowa-Tallo berhasil menaklukkan beberapa kerajaan di Pulau Sulawesi. Salah satu tujuannya untuk melakukan Islamisasi.
    catatan raja-raja Gowa-Tallo pada masa pemerintahan Raja Gowa X (1546-1565), Tunipalangga, telah ditemukan sebuah perkampungan Muslim di Makassar, yang penduduknya terdiri dari pedagang Melayu yang berasal dari Campa, Patani, Johor, dan Minangkabau.
    Berdasarkan catatan itu pula, pada masa pemerintahan Tunijallo (1565-1590) telah didirikan sebuah masjid di Mangallekanna, tempat para pedagang itu bermukim. 
    Kehadiran para pedagang Muslim tersebut membawa pengaruh terhadap penduduk setempat. Di antara mereka ada yang tertarik dengan ajaran Islam. Berawal dari sinilah kemudian ajaran Islam berkembang luas di seluruh wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa-Tallo.
    Masuknya Islam ke Sulawesi Selatan, menurut Ensiklopedi Islam, melalui dua tahapan. Pertama, secara tidak resmi penyebaran Islam terjadi melalui jalur perdagangan. Banyak pedagang asal Sulawesi yang berdagang ke luar pulau dan bertemu dengan para saudagar Muslim. Lewat pertemuan itu, para saudagar Sulawesi memeluk Islam.

  30. 1. Perbedaan bangsa dan negara memiliki beberapa aspek. Pada Kongres Pemuda ke-II yang berlangsung 28 Oktober 1928 nama Indonesia mulai melekat. Jauh sebelum nama Indonesia muncul, Indonesia bernama Nusantara yang terkenal sebagai sumber rempah-rempah. Pada abad 17 masih ada 55 negara di Sulawesi Selatan, dengan begitu bangsa dan negara memiliki perbedaan, jauh sebelum bangsa Indonesia ada, sudah ada negara di dalamnya. Bangsa merupakan orang-orang yang memiliki kesamaan asal, bahasa, adat, sejarah, dan berpemerintahan sendiri. Dengan kata lain, bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan dalam wilayah tertentu di muka bumi. Sedangkan negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan. Adapula syarat-syarat negara ialah memiliki wilayah, memiliki pemerintahan, memiliki dasar negara serta pengakuan dari negara lain.
    2. Latar belakang Lahirnya Gerakan Pembaharuan Dunia Islam, Jamaluddin al-Afghani (1839-1897), Muhammad Abduh (1849-) dan Rasyid Ridla (1865-) adalah tokoh-tokoh utama dalam pembaharuan Islam. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu Turki adalah pintu masuk menuju Eropa. Dengan demikian mereka paling tahu apa perkembangan yang tengah berlangsung di Eropa. Oleh sebab itu, latar belakang dari (kesadaran) pembaharuan tsb karena kontak langsung yang terjadi antara masyarakat muslim (Ottoman) dengan masyarakat Nasrani (Eropa). Sehingga menghasilkan hipotesis bahwa umat islam harus berbenah. Dan kalangan umat Islam yang progresif kala itu menganggap bahwa Islam tengah berada pada masa kegelapannya.
    3. Tokoh-tokoh pembaharuan dunia islam dan pemikiran besarnya: a.Jamaluddin Al Afghani, Seorang tokoh dalam pembaharu dalam Islam yang penting beliau dilahirkan di As’adabad lebih tepatnya di Afganistan pada tahun 1839. Pemikirannya, Menurut Jamaluddin ilmu pengetahuan ialah ilmu yang bisa menguasai dunia. Dan beliau dikenal sebagai pejuang prinsip Egaliter yang dimaksud ialah harus ada persamaan antara laki-laki dan perempuan karena pada waktu itu perempuan dipandang sebelah mata. Menurut nya pula bahwasanya filsafat ialah ilmu yang sangat tinggi kedudukannya dari pada ilmu yang lain. b. Tahtawi, dilahirkan pada tahun 1801 di tahta lebih tepatnya berada pada Selatan kota Mesir. Pemikirannya Ialah mengenai tentang pendidikan karena dengan ratanya pendidikan laki laki dan perempuan baginya sangat berguna dan bermanfaat untuk membuka pembaharuan dalam Islam. Tahapan Menurut Tahtawi dalam pendidikan dibagi menjadi 3: pertama pendidikan dasar,yang kedua pendidikan menengah dan yang terakhir pendidikan tinggi. c. Muhammad Abduh dilahirkan pada tahun 1850 M di Mesir. Pemikirannya, Mengenai pendidikan sangat strategis dan sistematis. Ditujukan kepada universitas Al Azhar Yang man kurikulum nya harus dirubah karena ilmu pengetahuan yang umum itu sangat penting juga dan harus dipelajari dan dikuasai untuk menyampaikan bangsa bangsa barat dalam soal pemikiran. d. Rasyid Ridha dilahirkan pada tahun 1864 M atau pada bulan Jumadil ula 1282 H. Pemikirannya mengenai pendidikan ialah bahwasanya umat Islam dituntut untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan umum juga karena pada hakikatnya ilmu yang berasal dari barat tidak bertentangan dengan hukum Islam. Rasyid Ridha dalam sebuah lembaga mencampurkan kurikulum barat dan agama menjadi satu di lembaga tradisional nya.
    4. Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 M. Agama Islam dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (sekarang India).Para pedagang-pedagang dari negara tersebut singgah di kota-kota dekat pelabuhan selat malaka. Sambil berdagang, mereka menyebarkan Agama Islam. Berkembangnya Agama Islam terjadi beberapa cara, seperti perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.Diterimanya Agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu: 1. Ajarannya mudah diterima 2. Cara masuk Agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat 3. Islam memandang semua manusia memiliki derajat yang sama, tidak berkasta.
    5. Jalur masuknya islam ke Indonesia, Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.
    6. Strategi dakwah islam di indonesia dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan. Dalam perkembangan Islam di indonesia ada faktor yang mempengaruhinya, yaitu
    1. Melalui Perdagangan : Para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia dtg ke Indonesia sambil berdagang berupaya mencari simpati dari masyarakat. Mereka bergaul akrab dgn penduduk yg mendatanginya. Dari upaya itu, transaksi jual beli menjadi sangat menguntungkan. Setelah hubungan sosial – ekonomi lancar, mereka sedikit demi sedikit memperkenalkan nilai Islam ke penduduk.
    2. Melalui Proses Perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3. Melalui Ajaran Tasawuf : Sebelum Islam masuk, sebagian masyarakat telah memiliki dasar ajaran kebatinan. Kedatangan ahli tasawuf disambut dgn baik oleh masyarakat. Nah, byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    4. Melalui Kegiatan Pendidikan : Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.
    5. Melalui Sarana Kesenian : Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.
    7. Fase perkembangan islam di bangsa indonesia, fase pertama yakni adanya kontak komunitas Nusantara dengan para pedagang dan musafir dari Arab, Persia, Turki, Suriah, India, Pegu, Cina, dan bangsa-bangsa lainnya. Fase ini berlangsung pada awal abad Masehi hingga abad ke-3 sampai ke-9 Masehi. Fase kedua, akibat adanya perdagangan ini, para pedagang asing yang memeluk agama Islam mengadakan kontak dan bergaul dengan masyarakat lokal Nusantara. Fase ini berlangsung antara abad 9 hingga 11 Masehi. Fase ketiga, ialah tumbuhnya permukiman Muslim di Nusantara baik yang berada di wilayah pesisir maupun yang berada di pedalaman. Fase ini berlangsung antara abad 11 hingga 13 Masehi. Adapun bukti-bukti tersebut ditemukan di pesisir Sumatra, Jawa Timur, Ternate, dan Tidore. Sedangkan fase keempat, adalah fase tumbuhnya pusat-pusat kekuatan politik dan kesultanan Islam di Nusantara. Fase ini terjadi pada abad 13 hingga 16 Masehi. Kerajaan bercorak Islam yang tumbuh dan berkembang di sekitar fase ini mulai mengadakan hubungan dengan tradisi besar Eropa.
    8. Sejarah masuknya islam di sulawesi selatan, Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya  agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para  pedagang Muslim dari Arab, Parsia, India, Cina, dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gow, Somba Opu. Di Mangallekana, Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel. Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.

  31. 1. Perbedaan bangsa dan negara memiliki beberapa aspek. Pada Kongres Pemuda ke-II yang berlangsung 28 Oktober 1928 nama Indonesia mulai melekat. Jauh sebelum nama Indonesia muncul, Indonesia bernama Nusantara yang terkenal sebagai sumber rempah-rempah. Pada abad 17 masih ada 55 negara di Sulawesi Selatan, dengan begitu bangsa dan negara memiliki perbedaan, jauh sebelum bangsa Indonesia ada, sudah ada negara di dalamnya. Bangsa merupakan orang-orang yang memiliki kesamaan asal, bahasa, adat, sejarah, dan berpemerintahan sendiri. Dengan kata lain, bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan dalam wilayah tertentu di muka bumi. Sedangkan negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan. Adapula syarat-syarat negara ialah memiliki wilayah, memiliki pemerintahan, memiliki dasar negara serta pengakuan dari negara lain.
    2. Latar belakang Lahirnya Gerakan Pembaharuan Dunia Islam, Jamaluddin al-Afghani (1839-1897), Muhammad Abduh (1849-) dan Rasyid Ridla (1865-) adalah tokoh-tokoh utama dalam pembaharuan Islam. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu Turki adalah pintu masuk menuju Eropa. Dengan demikian mereka paling tahu apa perkembangan yang tengah berlangsung di Eropa. Oleh sebab itu, latar belakang dari (kesadaran) pembaharuan tsb karena kontak langsung yang terjadi antara masyarakat muslim (Ottoman) dengan masyarakat Nasrani (Eropa). Sehingga menghasilkan hipotesis bahwa umat islam harus berbenah. Dan kalangan umat Islam yang progresif kala itu menganggap bahwa Islam tengah berada pada masa kegelapannya.
    3. Tokoh-tokoh pembaharuan dunia islam dan pemikiran besarnya: a.Jamaluddin Al Afghani, Seorang tokoh dalam pembaharu dalam Islam yang penting beliau dilahirkan di As’adabad lebih tepatnya di Afganistan pada tahun 1839. Pemikirannya, Menurut Jamaluddin ilmu pengetahuan ialah ilmu yang bisa menguasai dunia. Dan beliau dikenal sebagai pejuang prinsip Egaliter yang dimaksud ialah harus ada persamaan antara laki-laki dan perempuan karena pada waktu itu perempuan dipandang sebelah mata. Menurut nya pula bahwasanya filsafat ialah ilmu yang sangat tinggi kedudukannya dari pada ilmu yang lain. b. Tahtawi, dilahirkan pada tahun 1801 di tahta lebih tepatnya berada pada Selatan kota Mesir. Pemikirannya Ialah mengenai tentang pendidikan karena dengan ratanya pendidikan laki laki dan perempuan baginya sangat berguna dan bermanfaat untuk membuka pembaharuan dalam Islam. Tahapan Menurut Tahtawi dalam pendidikan dibagi menjadi 3: pertama pendidikan dasar,yang kedua pendidikan menengah dan yang terakhir pendidikan tinggi. c. Muhammad Abduh dilahirkan pada tahun 1850 M di Mesir. Pemikirannya, Mengenai pendidikan sangat strategis dan sistematis. Ditujukan kepada universitas Al Azhar Yang man kurikulum nya harus dirubah karena ilmu pengetahuan yang umum itu sangat penting juga dan harus dipelajari dan dikuasai untuk menyampaikan bangsa bangsa barat dalam soal pemikiran. d. Rasyid Ridha dilahirkan pada tahun 1864 M atau pada bulan Jumadil ula 1282 H. Pemikirannya mengenai pendidikan ialah bahwasanya umat Islam dituntut untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan umum juga karena pada hakikatnya ilmu yang berasal dari barat tidak bertentangan dengan hukum Islam. Rasyid Ridha dalam sebuah lembaga mencampurkan kurikulum barat dan agama menjadi satu di lembaga tradisional nya.
    4. Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 M. Agama Islam dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (sekarang India).Para pedagang-pedagang dari negara tersebut singgah di kota-kota dekat pelabuhan selat malaka. Sambil berdagang, mereka menyebarkan Agama Islam. Berkembangnya Agama Islam terjadi beberapa cara, seperti perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.Diterimanya Agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu: 1. Ajarannya mudah diterima 2. Cara masuk Agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat 3. Islam memandang semua manusia memiliki derajat yang sama, tidak berkasta.
    5. Jalur masuknya islam ke Indonesia, Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.
    6. Strategi dakwah islam di indonesia dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan. Dalam perkembangan Islam di indonesia ada faktor yang mempengaruhinya, yaitu
    1. Melalui Perdagangan : Para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia dtg ke Indonesia sambil berdagang berupaya mencari simpati dari masyarakat. Mereka bergaul akrab dgn penduduk yg mendatanginya. Dari upaya itu, transaksi jual beli menjadi sangat menguntungkan. Setelah hubungan sosial – ekonomi lancar, mereka sedikit demi sedikit memperkenalkan nilai Islam ke penduduk.
    2. Melalui Proses Perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3. Melalui Ajaran Tasawuf : Sebelum Islam masuk, sebagian masyarakat telah memiliki dasar ajaran kebatinan. Kedatangan ahli tasawuf disambut dgn baik oleh masyarakat. Nah, byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    4. Melalui Kegiatan Pendidikan : Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.
    5. Melalui Sarana Kesenian : Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.
    7. Fase perkembangan islam di bangsa indonesia, fase pertama yakni adanya kontak komunitas Nusantara dengan para pedagang dan musafir dari Arab, Persia, Turki, Suriah, India, Pegu, Cina, dan bangsa-bangsa lainnya. Fase ini berlangsung pada awal abad Masehi hingga abad ke-3 sampai ke-9 Masehi. Fase kedua, akibat adanya perdagangan ini, para pedagang asing yang memeluk agama Islam mengadakan kontak dan bergaul dengan masyarakat lokal Nusantara. Fase ini berlangsung antara abad 9 hingga 11 Masehi. Fase ketiga, ialah tumbuhnya permukiman Muslim di Nusantara baik yang berada di wilayah pesisir maupun yang berada di pedalaman. Fase ini berlangsung antara abad 11 hingga 13 Masehi. Adapun bukti-bukti tersebut ditemukan di pesisir Sumatra, Jawa Timur, Ternate, dan Tidore. Sedangkan fase keempat, adalah fase tumbuhnya pusat-pusat kekuatan politik dan kesultanan Islam di Nusantara. Fase ini terjadi pada abad 13 hingga 16 Masehi. Kerajaan bercorak Islam yang tumbuh dan berkembang di sekitar fase ini mulai mengadakan hubungan dengan tradisi besar Eropa.
    8. Sejarah masuknya islam di sulawesi selatan, Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya  agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para  pedagang Muslim dari Arab, Parsia, India, Cina, dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gow, Somba Opu. Di Mangallekana, Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel. Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.

  32. 1.dalam kehidupan sehari hari tentu kita sudah tidk asing dengan istilah bngsa dan negara. Banyak orng yng menganggap bahwa istilah tersebut bisa saling menggantikan satu sama lain. Padahal, keduannya memiliki definisi dengan unsur unsur yang berbeda. Bangsa adalah orang orang yang memiliki kesamaan keturunan, asal, sejarah, dan bahasa. Sementara itu, negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi dibawah lembaga politik dan pemerintah. Selain itu, terdapat banyak perbedaan bangsa dan negara dalam beragam aspek. Sehingga, istilah bangsa dan negara tidak bisa dianggap sama.
    2.jamaluddin al-afghani(1939-1897), Muhammad abduh(1849) dan rasyid ridla (1865-) adalah Tokoh tokoh utama dalam pembaharuan islam. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa(dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu turki adalah pintu masuk menuju Eropa. Dengan demikian mereka paling tau apa perkembangan yang tengah berlangsung di Eropa. Oleh sebab itu, latar belakang dari kesadaran pembaharuan tersebut karena kontak langsung yang terjadi antara masyarakat muslim (Ottoman) dengan masyarakat nasrani (Eropa). Sehingga menghasilkan hipotesis bahwa umat islam harus berbenah. Dan kalangan umat islam harus berbenah. Dan kalangan umat islam yang progresif kala itu menganggap bahwa islam tengah berada pada masa kegelapannya.
    •3.
    1.muhammad bin Abdullah wahab
    Ia adalah pencetus aliran wahabiyah yang berpusat di Arab Saudi. Pemikirannya, hanya alquran dan Hadis yang merupakan sumber asli ajaran islam, bukan pendapat ulama.
    2.syah waliyullah
    Tokoh pembaharuan ini berasal dari India pemikirannya, penerjemahan alquran sesuai dengan bahasa masyarakat setempat.
    3.al tahtawi
    Tokoh pembaharuan ini berasal dari mesir. Pemikirannya, perlunya mempelajari filsafat dan ilmu pengetahuan modern untuk menunjang syariat dikehidupan modern.
    >4.islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke13 M Agama Islam dibawah oleh pedagang-pedagang dari negara tersebut sehingga di kota-kota dekat pelabuhan selatan malaka. Sambil berdagang, mereka menyebarkan agama Islam. Berkembangnya agama Islam terjadi beberapa cara, seperti perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan. Diterimanya agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu
    – ajarannya mudah diterima
    -cara masuk agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat syahadat
    -islam memandang semua manusia memiliki derajat yang sama, tidak berkasta
    5.masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat pulau Sumatera ketika kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam diindonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.
    6.- perdagangan. Pada tahap awal, saluran yang dipergunakan dalam proses islamisasi di Indonesia adalah perdagangan.
    -perkawinan. Dari aspek ekonomi, para pedagang Muslim memiliki status sosial ekonomi, yang lebih baik daripada kebanyakan penduduk pribumi
    -pendidikan
    -tasawuf
    -kesenian
    -politik
    7.-fase perdagangan
    -fase perkawinan
    -fase akulturasi budaya
    8.kronologis keberadaan islam sebagai bukti sejarah, islam di sulsel masih membutuhkan pengkajian yang mendalam supaya sejarahnya lebih objektif. Kehadiran budaya islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya agama Islam sebagai agama resmi Kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para pedagang Muslim dari Arab , parsia, india, cina,dan melayu keibu kota Kerajaan Gowa somba opu.

  33. 1. Perbedaan bangsa dan negara memiliki beberapa aspek. Pada Kongres Pemuda ke-II yang berlangsung 28 Oktober 1928 nama Indonesia mulai melekat. Jauh sebelum nama Indonesia muncul, Indonesia bernama Nusantara yang terkenal sebagai sumber rempah-rempah. Pada abad 17 masih ada 55 negara di Sulawesi Selatan, dengan begitu bangsa dan negara memiliki perbedaan, jauh sebelum bangsa Indonesia ada, sudah ada negara di dalamnya. Bangsa merupakan orang-orang yang memiliki kesamaan asal, bahasa, adat, sejarah, dan berpemerintahan sendiri. Dengan kata lain, bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan dalam wilayah tertentu di muka bumi. Sedangkan negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan. Adapula syarat-syarat negara ialah memiliki wilayah, memiliki pemerintahan, memiliki dasar negara serta pengakuan dari negara lain.
    2. Latar belakang Lahirnya Gerakan Pembaharuan Dunia Islam, Jamaluddin al-Afghani (1839-1897), Muhammad Abduh (1849-) dan Rasyid Ridla (1865-) adalah tokoh-tokoh utama dalam pembaharuan Islam. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu Turki adalah pintu masuk menuju Eropa. Dengan demikian mereka paling tahu apa perkembangan yang tengah berlangsung di Eropa. Oleh sebab itu, latar belakang dari (kesadaran) pembaharuan tsb karena kontak langsung yang terjadi antara masyarakat muslim (Ottoman) dengan masyarakat Nasrani (Eropa). Sehingga menghasilkan hipotesis bahwa umat islam harus berbenah. Dan kalangan umat Islam yang progresif kala itu menganggap bahwa Islam tengah berada pada masa kegelapannya.
    3. Tokoh-tokoh pembaharuan dunia islam dan pemikiran besarnya: a.Jamaluddin Al Afghani, Seorang tokoh dalam pembaharu dalam Islam yang penting beliau dilahirkan di As’adabad lebih tepatnya di Afganistan pada tahun 1839. Pemikirannya, Menurut Jamaluddin ilmu pengetahuan ialah ilmu yang bisa menguasai dunia. Dan beliau dikenal sebagai pejuang prinsip Egaliter yang dimaksud ialah harus ada persamaan antara laki-laki dan perempuan karena pada waktu itu perempuan dipandang sebelah mata. Menurut nya pula bahwasanya filsafat ialah ilmu yang sangat tinggi kedudukannya dari pada ilmu yang lain. b. Tahtawi, dilahirkan pada tahun 1801 di tahta lebih tepatnya berada pada Selatan kota Mesir. Pemikirannya Ialah mengenai tentang pendidikan karena dengan ratanya pendidikan laki laki dan perempuan baginya sangat berguna dan bermanfaat untuk membuka pembaharuan dalam Islam. Tahapan Menurut Tahtawi dalam pendidikan dibagi menjadi 3: pertama pendidikan dasar,yang kedua pendidikan menengah dan yang terakhir pendidikan tinggi. c. Muhammad Abduh dilahirkan pada tahun 1850 M di Mesir. Pemikirannya, Mengenai pendidikan sangat strategis dan sistematis. Ditujukan kepada universitas Al Azhar Yang man kurikulum nya harus dirubah karena ilmu pengetahuan yang umum itu sangat penting juga dan harus dipelajari dan dikuasai untuk menyampaikan bangsa bangsa barat dalam soal pemikiran. d. Rasyid Ridha dilahirkan pada tahun 1864 M atau pada bulan Jumadil ula 1282 H. Pemikirannya mengenai pendidikan ialah bahwasanya umat Islam dituntut untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan umum juga karena pada hakikatnya ilmu yang berasal dari barat tidak bertentangan dengan hukum Islam. Rasyid Ridha dalam sebuah lembaga mencampurkan kurikulum barat dan agama menjadi satu di lembaga tradisional nya.
    4. Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 M. Agama Islam dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (sekarang India).Para pedagang-pedagang dari negara tersebut singgah di kota-kota dekat pelabuhan selat malaka. Sambil berdagang, mereka menyebarkan Agama Islam. Berkembangnya Agama Islam terjadi beberapa cara, seperti perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.Diterimanya Agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu: 1. Ajarannya mudah diterima 2. Cara masuk Agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat 3. Islam memandang semua manusia memiliki derajat yang sama, tidak berkasta.
    5. Jalur masuknya islam ke Indonesia, Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.
    6. Strategi dakwah islam di indonesia dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan. Dalam perkembangan Islam di indonesia ada faktor yang mempengaruhinya, yaitu
    1. Melalui Perdagangan : Para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia dtg ke Indonesia sambil berdagang berupaya mencari simpati dari masyarakat. Mereka bergaul akrab dgn penduduk yg mendatanginya. Dari upaya itu, transaksi jual beli menjadi sangat menguntungkan. Setelah hubungan sosial – ekonomi lancar, mereka sedikit demi sedikit memperkenalkan nilai Islam ke penduduk.
    2. Melalui Proses Perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3. Melalui Ajaran Tasawuf : Sebelum Islam masuk, sebagian masyarakat telah memiliki dasar ajaran kebatinan. Kedatangan ahli tasawuf disambut dgn baik oleh masyarakat. Nah, byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    4. Melalui Kegiatan Pendidikan : Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.
    5. Melalui Sarana Kesenian : Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.
    7. Fase perkembangan islam di bangsa indonesia, fase pertama yakni adanya kontak komunitas Nusantara dengan para pedagang dan musafir dari Arab, Persia, Turki, Suriah, India, Pegu, Cina, dan bangsa-bangsa lainnya. Fase ini berlangsung pada awal abad Masehi hingga abad ke-3 sampai ke-9 Masehi. Fase kedua, akibat adanya perdagangan ini, para pedagang asing yang memeluk agama Islam mengadakan kontak dan bergaul dengan masyarakat lokal Nusantara. Fase ini berlangsung antara abad 9 hingga 11 Masehi. Fase ketiga, ialah tumbuhnya permukiman Muslim di Nusantara baik yang berada di wilayah pesisir maupun yang berada di pedalaman. Fase ini berlangsung antara abad 11 hingga 13 Masehi. Adapun bukti-bukti tersebut ditemukan di pesisir Sumatra, Jawa Timur, Ternate, dan Tidore. Sedangkan fase keempat, adalah fase tumbuhnya pusat-pusat kekuatan politik dan kesultanan Islam di Nusantara.
    8. Sejarah masuknya islam di sulawesi selatan, Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya  agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para  pedagang Muslim dari Arab, Parsia, India, Cina, dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gow, Somba Opu. Di Mangallekana, Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel. Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.

  34. 1. Perbedaan bangsa dan negara memiliki beberapa aspek. Pada Kongres Pemuda ke-II yang berlangsung 28 Oktober 1928 nama Indonesia mulai melekat. Jauh sebelum nama Indonesia muncul, Indonesia bernama Nusantara yang terkenal sebagai sumber rempah-rempah. Pada abad 17 masih ada 55 negara di Sulawesi Selatan, dengan begitu bangsa dan negara memiliki perbedaan, jauh sebelum bangsa Indonesia ada, sudah ada negara di dalamnya. Bangsa merupakan orang-orang yang memiliki kesamaan asal, bahasa, adat, sejarah, dan berpemerintahan sendiri. Dengan kata lain, bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan dalam wilayah tertentu di muka bumi. Sedangkan negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan. Adapula syarat-syarat negara ialah memiliki wilayah, memiliki pemerintahan, memiliki dasar negara serta pengakuan dari negara lain.
    2. Latar belakang Lahirnya Gerakan Pembaharuan Dunia Islam, Jamaluddin al-Afghani (1839-1897), Muhammad Abduh (1849-) dan Rasyid Ridla (1865-) adalah tokoh-tokoh utama dalam pembaharuan Islam. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu Turki adalah pintu masuk menuju Eropa. Dengan demikian mereka paling tahu apa perkembangan yang tengah berlangsung di Eropa. Oleh sebab itu, latar belakang dari (kesadaran) pembaharuan tsb karena kontak langsung yang terjadi antara masyarakat muslim (Ottoman) dengan masyarakat Nasrani (Eropa). Sehingga menghasilkan hipotesis bahwa umat islam harus berbenah. Dan kalangan umat Islam yang progresif kala itu menganggap bahwa Islam tengah berada pada masa kegelapannya.
    3. Tokoh-tokoh pembaharuan dunia islam dan pemikiran besarnya: a.Jamaluddin Al Afghani, Seorang tokoh dalam pembaharu dalam Islam yang penting beliau dilahirkan di As’adabad lebih tepatnya di Afganistan pada tahun 1839. Pemikirannya, Menurut Jamaluddin ilmu pengetahuan ialah ilmu yang bisa menguasai dunia. Dan beliau dikenal sebagai pejuang prinsip Egaliter yang dimaksud ialah harus ada persamaan antara laki-laki dan perempuan karena pada waktu itu perempuan dipandang sebelah mata. Menurut nya pula bahwasanya filsafat ialah ilmu yang sangat tinggi kedudukannya dari pada ilmu yang lain. b. Tahtawi, dilahirkan pada tahun 1801 di tahta lebih tepatnya berada pada Selatan kota Mesir. Pemikirannya Ialah mengenai tentang pendidikan karena dengan ratanya pendidikan laki laki dan perempuan baginya sangat berguna dan bermanfaat untuk membuka pembaharuan dalam Islam. Tahapan Menurut Tahtawi dalam pendidikan dibagi menjadi 3: pertama pendidikan dasar,yang kedua pendidikan menengah dan yang terakhir pendidikan tinggi. c. Muhammad Abduh dilahirkan pada tahun 1850 M di Mesir. Pemikirannya, Mengenai pendidikan sangat strategis dan sistematis. Ditujukan kepada universitas Al Azhar Yang man kurikulum nya harus dirubah karena ilmu pengetahuan yang umum itu sangat penting juga dan harus dipelajari dan dikuasai untuk menyampaikan bangsa bangsa barat dalam soal pemikiran. d. Rasyid Ridha dilahirkan pada tahun 1864 M atau pada bulan Jumadil ula 1282 H. Pemikirannya mengenai pendidikan ialah bahwasanya umat Islam dituntut untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan umum juga karena pada hakikatnya ilmu yang berasal dari barat tidak bertentangan dengan hukum Islam. Rasyid Ridha dalam sebuah lembaga mencampurkan kurikulum barat dan agama menjadi satu di lembaga tradisional nya.
    4. Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 M. Agama Islam dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (sekarang India).Para pedagang-pedagang dari negara tersebut singgah di kota-kota dekat pelabuhan selat malaka. Sambil berdagang, mereka menyebarkan Agama Islam. Berkembangnya Agama Islam terjadi beberapa cara, seperti perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.Diterimanya Agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu: 1. Ajarannya mudah diterima 2. Cara masuk Agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat 3. Islam memandang semua manusia memiliki derajat yang sama, tidak berkasta.
    5. Jalur masuknya islam ke Indonesia, Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.
    6. Strategi dakwah islam di indonesia dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan. Dalam perkembangan Islam di indonesia ada faktor yang mempengaruhinya, yaitu
    1. Melalui Perdagangan : Para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia dtg ke Indonesia sambil berdagang berupaya mencari simpati dari masyarakat. Mereka bergaul akrab dgn penduduk yg mendatanginya. Dari upaya itu, transaksi jual beli menjadi sangat menguntungkan. Setelah hubungan sosial – ekonomi lancar, mereka sedikit demi sedikit memperkenalkan nilai Islam ke penduduk.
    2. Melalui Proses Perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3. Melalui Ajaran Tasawuf : Sebelum Islam masuk, sebagian masyarakat telah memiliki dasar ajaran kebatinan. Kedatangan ahli tasawuf disambut dgn baik oleh masyarakat. Nah, byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    4. Melalui Kegiatan Pendidikan : Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.
    5. Melalui Sarana Kesenian : Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.
    7. Fase perkembangan islam di bangsa indonesia, fase pertama yakni adanya kontak komunitas Nusantara dengan para pedagang dan musafir dari Arab, Persia, Turki, Suriah, India, Pegu, Cina, dan bangsa-bangsa lainnya. Fase ini berlangsung pada awal abad Masehi hingga abad ke-3 sampai ke-9 Masehi. Fase kedua, akibat adanya perdagangan ini, para pedagang asing yang memeluk agama Islam mengadakan kontak dan bergaul dengan masyarakat lokal Nusantara. Fase ini berlangsung antara abad 9 hingga 11 Masehi. Fase ketiga, ialah tumbuhnya permukiman Muslim di Nusantara baik yang berada di wilayah pesisir maupun yang berada di pedalaman. Fase ini berlangsung antara abad 11 hingga 13 Masehi. Adapun bukti-bukti tersebut ditemukan di pesisir Sumatra, Jawa Timur, Ternate, dan Tidore. Sedangkan fase keempat, adalah fase tumbuhnya pusat-pusat kekuatan politik dan kesultanan Islam di Nusantara.
    8. Sejarah masuknya islam di sulawesi selatan, Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya  agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para  pedagang Muslim dari Arab, Parsia, India, Cina, dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gow, Somba Opu. Di Mangallekana, Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel. Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.

  35. 1. Perbedaan bangsa dan negara memiliki beberapa aspek. Pada Kongres Pemuda ke-II yang berlangsung 28 Oktober 1928 nama Indonesia mulai melekat. Jauh sebelum nama Indonesia muncul, Indonesia bernama Nusantara yang terkenal sebagai sumber rempah-rempah. Pada abad 17 masih ada 55 negara di Sulawesi Selatan, dengan begitu bangsa dan negara memiliki perbedaan, jauh sebelum bangsa Indonesia ada, sudah ada negara di dalamnya. Bangsa merupakan orang-orang yang memiliki kesamaan asal, bahasa, adat, sejarah, dan berpemerintahan sendiri. Dengan kata lain, bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan dalam wilayah tertentu di muka bumi. Sedangkan negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan pemerintahan. Adapula syarat-syarat negara ialah memiliki wilayah, memiliki pemerintahan, memiliki dasar negara serta pengakuan dari negara lain.
    2. Latar belakang Lahirnya Gerakan Pembaharuan Dunia Islam, Jamaluddin al-Afghani (1839-1897), Muhammad Abduh (1849-) dan Rasyid Ridla (1865-) adalah tokoh-tokoh utama dalam pembaharuan Islam. Pembaharuan itu muncul manakala umat islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa Eropa (dalam hal ini diidentikkan dengan umat nasrani) dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.Kesadaran itu tumbuh saat masa senja imperium Ottoman di Turki. Seperti kita tahu Turki adalah pintu masuk menuju Eropa. Dengan demikian mereka paling tahu apa perkembangan yang tengah berlangsung di Eropa. Oleh sebab itu, latar belakang dari (kesadaran) pembaharuan tsb karena kontak langsung yang terjadi antara masyarakat muslim (Ottoman) dengan masyarakat Nasrani (Eropa). Sehingga menghasilkan hipotesis bahwa umat islam harus berbenah. Dan kalangan umat Islam yang progresif kala itu menganggap bahwa Islam tengah berada pada masa kegelapannya.
    3. Tokoh-tokoh pembaharuan dunia islam dan pemikiran besarnya: a.Jamaluddin Al Afghani, Seorang tokoh dalam pembaharu dalam Islam yang penting beliau dilahirkan di As’adabad lebih tepatnya di Afganistan pada tahun 1839. Pemikirannya, Menurut Jamaluddin ilmu pengetahuan ialah ilmu yang bisa menguasai dunia. Dan beliau dikenal sebagai pejuang prinsip Egaliter yang dimaksud ialah harus ada persamaan antara laki-laki dan perempuan karena pada waktu itu perempuan dipandang sebelah mata. Menurut nya pula bahwasanya filsafat ialah ilmu yang sangat tinggi kedudukannya dari pada ilmu yang lain. b. Tahtawi, dilahirkan pada tahun 1801 di tahta lebih tepatnya berada pada Selatan kota Mesir. Pemikirannya Ialah mengenai tentang pendidikan karena dengan ratanya pendidikan laki laki dan perempuan baginya sangat berguna dan bermanfaat untuk membuka pembaharuan dalam Islam. Tahapan Menurut Tahtawi dalam pendidikan dibagi menjadi 3: pertama pendidikan dasar,yang kedua pendidikan menengah dan yang terakhir pendidikan tinggi. c. Muhammad Abduh dilahirkan pada tahun 1850 M di Mesir. Pemikirannya, Mengenai pendidikan sangat strategis dan sistematis. Ditujukan kepada universitas Al Azhar Yang man kurikulum nya harus dirubah karena ilmu pengetahuan yang umum itu sangat penting juga dan harus dipelajari dan dikuasai untuk menyampaikan bangsa bangsa barat dalam soal pemikiran. d. Rasyid Ridha dilahirkan pada tahun 1864 M atau pada bulan Jumadil ula 1282 H. Pemikirannya mengenai pendidikan ialah bahwasanya umat Islam dituntut untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan umum juga karena pada hakikatnya ilmu yang berasal dari barat tidak bertentangan dengan hukum Islam. Rasyid Ridha dalam sebuah lembaga mencampurkan kurikulum barat dan agama menjadi satu di lembaga tradisional nya.
    4. Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 M. Agama Islam dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (sekarang India).Para pedagang-pedagang dari negara tersebut singgah di kota-kota dekat pelabuhan selat malaka. Sambil berdagang, mereka menyebarkan Agama Islam. Berkembangnya Agama Islam terjadi beberapa cara, seperti perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.Diterimanya Agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu: 1. Ajarannya mudah diterima 2. Cara masuk Agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat 3. Islam memandang semua manusia memiliki derajat yang sama, tidak berkasta.
    5. Jalur masuknya islam ke Indonesia, Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.
    6. Strategi dakwah islam di indonesia dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan. Dalam perkembangan Islam di indonesia ada faktor yang mempengaruhinya, yaitu
    1. Melalui Perdagangan : Para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia dtg ke Indonesia sambil berdagang berupaya mencari simpati dari masyarakat. Mereka bergaul akrab dgn penduduk yg mendatanginya. Dari upaya itu, transaksi jual beli menjadi sangat menguntungkan. Setelah hubungan sosial – ekonomi lancar, mereka sedikit demi sedikit memperkenalkan nilai Islam ke penduduk.
    2. Melalui Proses Perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3. Melalui Ajaran Tasawuf : Sebelum Islam masuk, sebagian masyarakat telah memiliki dasar ajaran kebatinan. Kedatangan ahli tasawuf disambut dgn baik oleh masyarakat. Nah, byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    4. Melalui Kegiatan Pendidikan : Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.
    5. Melalui Sarana Kesenian : Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.
    7. Fase perkembangan islam di bangsa indonesia, fase pertama yakni adanya kontak komunitas Nusantara dengan para pedagang dan musafir dari Arab, Persia, Turki, Suriah, India, Pegu, Cina, dan bangsa-bangsa lainnya. Fase ini berlangsung pada awal abad Masehi hingga abad ke-3 sampai ke-9 Masehi. Fase kedua, akibat adanya perdagangan ini, para pedagang asing yang memeluk agama Islam mengadakan kontak dan bergaul dengan masyarakat lokal Nusantara. Fase ini berlangsung antara abad 9 hingga 11 Masehi. Fase ketiga, ialah tumbuhnya permukiman Muslim di Nusantara baik yang berada di wilayah pesisir maupun yang berada di pedalaman. Fase ini berlangsung antara abad 11 hingga 13 Masehi. Adapun bukti-bukti tersebut ditemukan di pesisir Sumatra, Jawa Timur, Ternate, dan Tidore. Sedangkan fase keempat, adalah fase tumbuhnya pusat-pusat kekuatan politik dan kesultanan Islam di Nusantara. Fase ini terjadi pada abad 13 hingga 16 Masehi. Kerajaan bercorak Islam yang tumbuh dan berkembang di sekitar fase ini mulai mengadakan hubungan dengan tradisi besar Eropa.
    8. Sejarah masuknya islam di sulawesi selatan, Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya  agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para  pedagang Muslim dari Arab, Parsia, India, Cina, dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gow, Somba Opu. Di Mangallekana, Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel. Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.

  36. جواب

    ا. Pada 28 oktober 1928 nama Indonesia belum melekat karena pada waktu ini juga Indonesia belum merdeka, jauh sebelum nama Indonesia Muncul, IndonesIa pada waktu itu di sebut Nusantara yang kaya akan Rempah- Rempah dan pada abad 17 masih ada 55 Negara di Sulawesi, bayagkan itu baru di Sulawesi . Degan begitu BANGSA dan NEGARA berbeda, Jauh sebelum bangsa Indonesia ada,sudah ada memang negara ( Kerajaan ) di dalamnya pada waktu itu Kerajaan sama hal degan Negara.
    Bagsa merupakan orang-orang yang memiliki kesamaan asal,budaya dan bahasa dan pemerintahan sendiri.Dengan kata lain,bagsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan dalam wilayah twrtentu di muka bumi.sedangkan negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang membentuk suatu organisasi di bawah lembaga politik dan Pemerintahan.
    Syarat- syarat Negara
    -Memiliki wilayah
    -Pemerintah
    -memiliki dasar pemerintah dan pengakuan dari negara lain.
    2.JAMALUDDIN AL-AFGHANI (1836-1897) ,Muhammad Abdul (1849) dan Rasid Ridla (1865) adalah toko-toko utama dalam pembaruan islam.pemabruan ini muncul manakala umat Islam sadar bahwa mereka telah jauh tertinggal dari bangsa eropa (dalam hal ini diidentikandengan umat Nasrani) dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.kesadaran ini tumbuh saat masa senja di turki ,degna demikian mereka paling tahu apa perkembangan yang tengah berlansung di erpoa oleh sebab itu latar belakang pembaharuan tersebut karen Kontak langsungyang terjadi antara masyarakat muslim dan Nasrani sehinggah menghasilkN hipotesis bahwaumat islam harus berbemah.dan kalangan umat islam yang progresif kala otu menganggap bahwa islam tengah berada pada masa kegelapanya.
    3.* Jamaluddin Al afghani di lahirkandi as’asadabad..
    Menurutny Ilmu pengetahuan bisa menguasai dunia dan ilmulah yang paling tinggi kedudukNy
    *Tahtawi di lahirkan 1801 di tahta (Selatan kota Mesir ) pemikiranya ialah mengenai pemdidikn karena dengan ratanya pendidikan lakii laki dan perempuan sangat berguna.
    4. Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-13 M. Agama Islam dibawa oleh pedagang Arab, Persia, dan Gujarat (sekarang India).Para pedagang-pedagang dari negara tersebut singgah di kota-kota dekat pelabuhan selat malaka. Sambil berdagang, mereka menyebarkan Agama Islam. Berkembangnya Agama Islam terjadi beberapa cara, seperti perdagangan, pernikahan, kesenian, dan pendidikan.Diterimanya Agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu: 1. Ajarannya mudah diterima 2. Cara masuk Agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat 3. Islam memandang semua manusia memiliki derajat yang sama, tidak berkasta.
    5. Jalur masuknya islam ke Indonesia, Masuknya agama Islam pertama kali di Indonesia lewat Pulau Sumatra, ketika Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Jalur utama penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Selain jalur perdagangan, juga melalui jalur perkawinan, jalur dakwah, pendidikan dan jalur kesenian.
    6. Strategi dakwah islam di indonesia dalam strategi dakwah yg dilakukan untuk menyebarkan ajaran Islam, ada 2 strategi, yaitu Strategi Dakwah secara sembunyi – sembunyi dan secara terang – terangan. Dalam perkembangan Islam di indonesia ada faktor yang mempengaruhinya, yaitu
    1. Melalui Perdagangan : Para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia dtg ke Indonesia sambil berdagang berupaya mencari simpati dari masyarakat. Mereka bergaul akrab dgn penduduk yg mendatanginya. Dari upaya itu, transaksi jual beli menjadi sangat menguntungkan. Setelah hubungan sosial – ekonomi lancar, mereka sedikit demi sedikit memperkenalkan nilai Islam ke penduduk.
    2. Melalui Proses Perkawinan : Dari perkawinan yg terjadi antara putri raja atau anak bangsawan lainnya, terbentuklah ikatan kekerabatan yg besar diantara kedua belah pihak. Islam mulai berkembang dalam lingkungan tersebut.
    3. Melalui Ajaran Tasawuf : Sebelum Islam masuk, sebagian masyarakat telah memiliki dasar ajaran kebatinan. Kedatangan ahli tasawuf disambut dgn baik oleh masyarakat. Nah, byk diantara penduduk yg tertarik dgn kesederhanaan dan kesaktian ahli tasawuf tersebut.
    4. Melalui Kegiatan Pendidikan : Islam pun mulai disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubalig. Para mubalig menyelenggarakan pesantren untuk membentuk kader yg kelak jadi ulama atau guru agama. Dgn demikian, semakin banyaklah penganut Islam.
    5. Melalui Sarana Kesenian : Cabang seni yg berpengaruh terhadap Islam adalah arsitektur, seni pahat, dan lainnya. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yg sangat suka seni. Ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik mempelajari Islam.
    7. Fase perkembangan islam di bangsa indonesia, fase pertama yakni adanya kontak komunitas Nusantara dengan para pedagang dan musafir dari Arab, Persia, Turki, Suriah, India, Pegu, Cina, dan bangsa-bangsa lainnya. Fase ini berlangsung pada awal abad Masehi hingga abad ke-3 sampai ke-9 Masehi. Fase kedua, akibat adanya perdagangan ini, para pedagang asing yang memeluk agama Islam mengadakan kontak dan bergaul dengan masyarakat lokal Nusantara. Fase ini berlangsung antara abad 9 hingga 11 Masehi. Fase ketiga, ialah tumbuhnya permukiman Muslim di Nusantara baik yang berada di wilayah pesisir maupun yang berada di pedalaman. Fase ini berlangsung antara abad 11 hingga 13 Masehi. Adapun bukti-bukti tersebut ditemukan di pesisir Sumatra, Jawa Timur, Ternate, dan Tidore. Sedangkan fase keempat, adalah fase tumbuhnya pusat-pusat kekuatan politik dan kesultanan Islam di Nusantara. Fase ini terjadi pada abad 13 hingga 16 Masehi. Kerajaan bercorak Islam yang tumbuh dan berkembang di sekitar fase ini mulai mengadakan hubungan dengan tradisi besar Eropa.
    8. Sejarah masuknya islam di sulawesi selatan, Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya  agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Agama Islam dibawa oleh para  pedagang Muslim dari Arab, Parsia, India, Cina, dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gow, Somba Opu. Di Mangallekana, Pada abad ke-15, yaitu pada masa pemerintahan Raja Gowa ke- 12 bernama I Monggorai Dg Mammeta Karaeng Bonto Langkasa Tunijallo (1565-1590) dialah yang memberikan fasilitas bagi para pedagang-pedagang Muslim untuk bermukim di sekitar istana kerajaan. Para pedagang juga diberi kemudahan untuk mendirikan masjid di Kampung Mangallekana. Ini merupakan masjid tertua yang pernah berdiri di Sulsel. Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi. Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT