Menikmati Sop Buntut di Resto Hotel Gammara

by Penulis Palontaraq | Sabtu, Agu 31, 2019 | 83 views
Meet up di Resto Gammara Hotel. (foto: ist/palontaraq)

Meet up di Resto Gammara Hotel. (foto: ist/palontaraq)

Laporan: Etta Adil *)

Tulisan sebelumnya:  Mie Rampok dan Sensasi Makan ala Tahanan

PALONTARAQ.ID – Untuk pertama kalinya menjejakkan kaki di Gammara Hotel, Jl. H.M. Daeng Patompo, di kawasan Metro Tanjung Bunga Makassar atas kesepakatan dan keinginan teman-teman dari ICT Watch dan Lembaga Donor Oxfam untuk Meet up di hotel bintang 4 tersebut.

Saat teman dari Oxfam menawarkan untuk dinner. Mata saya tertumbuk pada menu Sop Buntut, diantara sekian banyak menu yang ditawarkan pelayan di de’Malino Restaurant, tempat kami diskusi dan bercanda terkait kegiatan yang akan kami laksanakan di beberapa daerah.

Sebagai penikmat wisata kuliner, saya merasa perlu mencoba Sop Buntut ala sajian Hotel. Apakah akan berbeda cita rasanya dengan penyajian ala Restaurant atau Rumah Makan di luar Hotel.

Untuk alasan itu, saya merasa perlu mencicipinya Sop Buntut Hotel Gammara. Tentu juga karena alasan untuk menghangatkan tubuh dan sedikit meringankan influenza. Menurut saya, tak banyak chef yang menguasai keahlian mengolah dan memasak buntut sapi.

Menikmati Sop Buntut di Resto Gammara Hotel. (foto: ist/palontaraq)

Menikmati Sop Buntut di Resto Gammara Hotel. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula:  Pallubasa Serigala, Pallubasa Daging di Jalan Serigala

Jika kita searching tentang bahan umum yang harus ada dalam penyajian Sop Buntut, maka akan kita temukan bahan utama buntut sapi dan bahan-bahan lain seperti wortel, kentang, pala bubuk, kayu manis, cengkih, garam, merica putih bubuk, gula pasir, daun bawang, dan minyak untuk menumis.

Sop Buntut secara penyajian dan kenikmatan rasa di Resto Hotel Gammara, cukup memuaskan. Lebih nikmat lagi jika ditambahkan kecap manis dan sambel cabe hijau.  Saya menikmatinya dan tuntas mengobati penasaran terkait sop buntut Gammara Hotel, juga karena alasan harganya per porsi yang tak terlalu menguras isi dompet, Rp. 85 ribu bersama nasi panas. (*)

 

(* Etta Adil, Traveler Blogger, Relawan TIK (ICT Volunteer)

Like it? Share it!

Leave A Response