BerandaEdukasiKitab Kuning yang Wajib dipelajari Santri dan Ustadz

Kitab Kuning yang Wajib dipelajari Santri dan Ustadz

Oleh: Muhammad Farid Wajdi,S.H.i.,M.M.

PALONTARAQ.ID – Kitab Kuning adalah Kajian keilmuan atau literatur Islam yang ditulis dalam Bahasa Arab. Disebut “kitab kuning” karena warna kertas kuning. Di Pondok Pesantren, khususnya Pesantren Salaf, kitab kuning menjadi rujukan utama pengajian. Yang menarik, kitab kuning yang diajarkan telah memiliki umur hingga ratusan tahun namun tetap terjaga keasliannya.

Kitab Kuning disebut juga Kitab Turos (turots), mengkaji berbagai bidang keilmuan Islam, seperti: Al-Quran, Ulumul Quran, Tafsir, Hadits, Syarah Hadits, Ulumul Hadits, Mustolah Hadits, ‘Aqidah, Ilmu Kalam, Ushuluddin, Filsafat Agama, Fikih, Ushul Fiqih, Kaidah Fikih, Tarikh Islam, sirah Nabi, biografi ulama, ilmu lughah, nahwu sharaf (shorof), balaghah, mantiq, kamus, dan lain sebagainya.

Sebenarnya ada sekitar 200 judul kitab yang dipelajari di Pondok Pesantren, baik oleh santri maupun ustadz, namun yang perlu diketahui dan wajib dipelajari hanya beberapa, tergantung juga kebijakan pondok pesantren yang bersangkutan serta kesiapan ustadz atau kyai yang mengajarkannya.

Berikut ini beberapa kitab kuning yang wajib dipelajari seorang santri atau referensi dasar ustadz atau kyai mengajar kitab kuning di Pesantren.

1. Kitab Al-Ajurumiyyah

Kitab Al-Ajurumiyyah karya Syekh Sonhaji ini merupakan salah satu kitab dasar yang mempelajari Nahwu, ilmu tentang anatomi dan bentuk kata dalam Bahasa Arab. Kitab ini disusun secara sistematis dan diolah dengan bahasa yang mudah dipahami.

Kitab Al-Ajurumiyyah. (foto: ist/palontaraq)
Kitab Al-Ajurumiyyah. (foto: ist/palontaraq)

Setiap santri yang menginginkan belajar kitab kuning wajib belajar dan memahami kitab Al-Ajurumiyah sebagai kitab yang memuat pedoman dasar belajar Ilmu Nahwu. Untuk tingkatan berikutnya bisa mempelajari: Kitab Imrithi, Mutamimah, dan yang paling tinggi adalah Kitab Alfiyah.

2. Kitab Amtsilah At-Tashrifiyah

Jika nahwu adalah bapaknya, maka shorof ibunya. Begitulah hubungan kesinambungan antara dua jenis ilmu tata bahasa Arab ini. Ibaratnya pasangan, nahwu-shorof tak dapat dipisahkan dalam mempelajari kitab kuning.

Salah satu kitab paling dasar dalam belajar Ilmu shorof adalah Kitab Amtsilah Tashrifiyah yang disusun Ulama Indonesia, KH. Ma’shum ‘Aly dari Jombang. Kitab ini terbilang mudah dihafalkan, disusun secara rapi dan bisa dilagukan dengan indah.

Shorof adalah ilmu perubahan kata, mirip “Tenses” dalam Bahasa Inggris, namun pada bahasa Arab perubahan kata juga meliputi perubahan dari kata kerja menjadi kata benda.

Ngaji Kitab Kuning. (foto: ist/*)
Ngaji Kitab Kuning. (foto: ist/*)

Selain dua kitab yang telah disebutkan, Pesantren Indonesia juga menggunakan kitab Alkawakibuddurriyah, Syarah Dahlan, Al Awamil, al Kailani, Matan al Bina’, Almaksud, Al Amsilatul Jadidah, Tsamaratul Janiah, dan Qawaidul Lughatul Arabiyyah dan al-Mutammimah.

3. Kitab Mushtholah Al-hadits

Kitab Mushtholah Al-Hadits adalah kitab dasar dalam mempelajari Ilmu Hadits, dari macam-macam hadits, kriteria hadits, syarat orang yang berhak meriwayatkan hadits dan lain-lain dapat dijadikan bukti kevalidan suatu matan hadits.

Matan (konten) hadits adalah hal yang wajib dipelajari dan dipahami sebagai syarat menerapkan fiqh syariat, begitu pula seluk beluk hadits agar kita terlepas dari hadits-hadits lemah dan palsu.

Kitab Musthalah Hadits. (foto: ist/*)
Kitab Musthalah Hadits. (foto: ist/*)

Penyusunan Kitab Mushtholah Al-Hadits oleh Al-Qodhi Abu Muhammad Ar-Romahurmuzi ini tak lepas dari kasus-kasus hadits palsu pada jaman setelah sahabat nabi. Khalifah Umar bin Abdul Aziz memerintahkan penulisan kitab ini sebagai rujukan untuk generasinya dan generasi selanjutnya.

4. Kitab Arba’in Nawawi

Kitab Hadits Arba’in An-Nawawi adalah referensi dasar di Pesantren dalam mempelajari kedudukan dan matan hadits. Kitab karangan Abu Zakariya Yahya bin Syaraf bin Murri Al Nizami An-Nawawi ini membahas 42 hadits yang disebut “Hadits Arba’in (Hadits 40).

Kitab Syarah Arbain An-Nawawi. (foto: ist/*)
Kitab Syarah Arbain An-Nawawi. (foto: ist/*)

Karya “An-Nawawi” lainnya adalah Riyadhus Sholihin, Al-Adzkar, Minhajut Tholibin, Syarh Muslim, dan lain-lain. Muatan tema yang dihimpun dalam Kitab Arba’in Nawawi ini meliputi Dasar-dasar Agama, Hukum, Muamalah, dan Akhlak.

6. Kitab Husnul Hamidiyah dan Aqidatul Awam

Kitab Husnul Hamidiyah merupakan Kitab Tauhid Dasar, biasanya diajarkan pada tingkat Tsanawiyah dan Aliyah (Sekolah Menengah), berisi tentang definisi Ilmu Tauhid, Hakikat Iman dan Islam, Pembatal keislaman, Tiga hukum akli: wajib, mustahil, dan jaiz, serta Rukun iman.

Sedangkan Kitab Aqidatul Awam merupakan kitab Aqidah, untuk memahamkan Aqidah yang benar (salimul ‘aqidah) agar benar dalam menjalankan Syariat Islam. Kitab karya Syaikh Ahmad Marzuqi Al-Maliki berisi 57 bait nadzom, disusun atas perintah Rasulullah SAW yang mendatangi sang pengarang melalui mimpinya.

7. Kitab Ta’limul Muta’alim, Riyadus Shalihin dan Ihya Ulumuddin

Kitab Adab dan Akhlak para Penuntut Ilmu yang paling populer di Pesantren adalah Kitab Ta’limul-Muta’alim, disusun oleh Syaikh Burhanuddin Az-Zarnuji. Kitab ini berisi pengajaran akhlak, etika, dan tasawuf untuk menumbuhkan sikap sopan sesuai norma agama dan syariat.

Kitab Ta'limul Muta'allim. (foto: ist/*)
Kitab Ta’limul Muta’allim. (foto: ist/*)

Kitab Ta’limul Muta’allim merangkum berbagai akhlak dan etika yang wajib diterapkan seorang muslim dalam menuntut ilmu, juga membahas tentang relasi guru dan murid hingga hal teknis lainnya seperti kurikulum dan proses belajar mengajar.

Selain Ta’limul Muta’allim, kitab sejenisnya adalah Kitab Riyadhus Shalihin karya An-Nawawi yang berarti taman orang-orang shaleh ini disusun oleh Imam Nawawi dalam rangka menyusun berbagai hadits shahih seputar adab serta pelatihan jiwa dan hati.
Kitab lainnya yang sejenis adalah Kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali dan Kitab Adabul ‘alim wal Muta’alim karya Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari.

Kitab Ta’limul Muta’allim membahas mulai dari perkara dasar seperti tauhid, tazkiyatun nafs, zuhud, qana’ah, dan pertaubatan hingga hal yang lebih teknis seperti kewajiban seorang Muslim. Juga dibahas Prinsip-prinsip kebersihan jiwa dalam beragama, ketakwaan, kezuhudan, merawat qalbu dan kecintaan kepada Allah dan membumikan keikhlasan.

8.Kitab At-Taqrib

Setelah mempelajari Dasar-dasar Al-Qur’an dan Hadits beserta tafsir dan penerapannya, maka seorang santri dengan Kitab At-Taqrib ini dianggap akan lebih mantap dan percaya diri mempelajari Ilmu Fiqh, baik Ushul Fiqh maupun Fiqh terapan.

Kitab Taqrib (Kitab Ushul Fiqh) yang dikarang oleh Al-Qodhi Abu Syuja’ Ahmad bin Husain bin Ahmad Al-Ashfahaniy adalah kitab fiqh yang menjadi rujukan pertama dalam mempelajari ilmu fiqh, memuat fiqh-fiqh dasar dari banyak situasi dan persoalan hukum Islam.

Kitab “At-Taqrib” ini biasa menjadi rujukan untuk kitab fiqh lanjutannya. Kitab At-Taqrib diperinci pada kitab selanjutnya yang masih satu seri: Fathul Qarib, Tausyaikh, dan Fathul Mu’in yang berfungsi sebagai kitab yang mendetailkan fikih dan ketentuan (syarah) dari Kitab At-Taqrib.

9. Tafsir Al-Jalalain dan Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Al-Qur’an menjadi salah satu pokok bahasan yang mesti dipahami di Pondok Pesantren. Para santri dituntut tak hanya menguasai cara membaca yang benar (tajwid), terjemahan dan maknanya, tapi juga memahami Asbabun Nuzul (Sebab-sebab turunnya Ayat).

Kitab Riyadush Shalihin dan Tafsir Jalalain. (foto: ist/palontaraq)
Kitab Riyadush Shalihin dan Tafsir Jalalain. (foto: ist/palontaraq)

Penamaan “Tafsir Jalalain” ini mengacu pada nama penyusunnya, Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaludin As-Suyuthi. Kitab klasik Tafsir ini disusun dalam rentang tahun 1459-1505, terhimpun dalam satu jilid dengan penjelasannya yang mudah dipahami.

Selain Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir juga merupakan tafsir populer di Pondok Pesantren. Kitab karya Ismail bin Katsir ini terhimpun dalam 10 Jilid, metodenya dengan ayat Alquran untuk menafsirkan ayat Al-Qur’an lainnya.

Jika tak diperoleh barulah menggunakan penafsiran dari hadits, pendapat sahabat, hingga pendapat para tabi’in. Para santri yang ingin mendapatkan pengetahuan lebih, juga bisa membaca Kitab Fada’il Al-Qur’an yang berisi sejarah Al-Qur’an dengan ringkas.

10. Kitab As-Sa’aadah Fii At Tauhid Al Ilahiyah

Kitab ini merupakan kitab kedua dari rangkaian kitab Tauhid karangan Abdur Rahim Manaf, yang diperuntukkan bagi pelajar pesantren Thawalib, Padang Panjang, Sumatera Barat. Buku asli dari kitab ini ditulis pada Tahun 1924 dalam bahasa Arab.

Konten buku ini menurut Direktori Karya Ulama Nusantara Kementerian Agama adalah Iman, Islam, Aqal, Sifat Wajib, Sifat Mustahil pada Allah, Kerasulan Nabi Muhammad, Tugas Rasul, Sifat Wajib, Sifat Mustahil pada Rasul, Jumlah Rasul, Kelahiran Nabi Muhammad, Mukjizatnya, Sifat Sam’iyat, keyakinan Siratalmustaqim, Syafa’at,Syurga, Neraka, Malaikat, Kitab-kitab Allah, Qadha dan Qadar.

Demikianlah sekilas penjelasan tentang Kitab-kitab kuning yang umum dipelajari di Pondok Pesantren, khususnya di Pesantren Salaf. Semoga bermanfaat adanya.

Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, S.H.i., M.M., Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT