Digital Ditjen Kebudayaan Kemendikbud gelar Diskusi Online "Digital Heritage"

Ditjen Kebudayaan Kemendikbud gelar Diskusi Online “Digital Heritage”

-

- Advertisment -

Diskusi Online "Digital Heritage"
Diskusi Online “Digital Heritage”

Laporan: M. Farid W Makkulau

Related Post: Kompleks Candi Borobudur dan Lingkungan Simbolistik sekitarnya

PALONTARAQ.ID – Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar Diskusi Online tentang “Digital Heritage” dengan Narasumber Bramantara, ST.,MA, Pengkaji Balai Konservasi Borobudur dipandu oleh Pemantik Diskusi, Panggah Ardiyansah, seorang Educator di Balai Konservasi Borobudur.

Diskusi Online dilakukan dengan menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meeting, berlangsung Jumat (17/4/2020) dari Pukul 10.00-11.00 WIB, diikuti 98 peserta yang merupakan akademisi dan pemerhati budaya dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Pemantik Diskusi, Panggah, menyebutkan bahwa Diskusi Online ini selain dapat diikuti via aplikasi zoom, juga dapat diikuti live di Instagram di akun @konservasiborobudur.

Menyimak Penjelasan Brahmantara terkait Digitalisasi Konservasi Borobudur. (foto: ist/palontaraq)
Menyimak Penjelasan Brahmantara terkait Digitalisasi Konservasi Borobudur. (foto: ist/palontaraq)

Apa yang sebenarnya dimaksud “Digital Heritage”? Bramantara menguraikannya secara online via aplikasi zoom dengan baik dan cukup jelas, dan bahkan disertai dengan ilustrasi, dengan mencontohkan digitalisasi konservasi Candi Borobudur.

Lihat pula: Wisata Sejarah ke Candi Borobudur

Digital Heritage dipahami sebagai bentuk representasi warisan budaya di dunia digital. Semuanya dimungkinkan karena perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Dengan perkembangan TIK tersebut, suatu warisan budaya, termasuk didalamnya warisan budaya tak benda yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai warisan dunia (world heritage) dapat divisualkan secara digital dan membuatnya jadi lebih mudah dipahami.

Menyimak Penjelasan Brahmantara terkait Digitalisasi Konservasi Borobudur. (foto: ist/palontaraq)
Menyimak Penjelasan Brahmantara terkait Digitalisasi Konservasi Borobudur. (foto: ist/palontaraq)

“Produk digital yang dihasilkan mempunyai kontribusi dalam menghasilkan sistem informasi dan database cagar budaya khususnya di Indonesia. Yang ada saat ini dan sudah dilakukan adalah Digitalisasi Konservasi Borobudur” ujar Brahmantara seraya memperlihatkan beberapa file digital dari fragmen candi.

Lihat pula: Cagar Budaya Indonesia: Rawat atau Musnah?

Brahmantara berharap digitalisasi warisan budaya tetap dilanjutkan, selain karena menjadi kebutuhan, juga dapat memberikan kontribusi dalam tugas pelestarian melalui identifikasi, perlindungan, perawatan, penyajian dan pewarisan Nilai-nilai penting warisan budaya. (*)

 

M. Farid W Makkulau, Pemerhati Sejarah Budaya asal Sulawesi Selatan, mengikuti Diskusi Online “Digital Heritage” via Zoom Cloud Meeting dengan Akun/ID Zoom: Immim Pangkep. Penulis dapat dihubungi via email: palontaraq@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Turunkan Tensi dengan Teh Bunga Rosella

  Oleh: Muhammad Farid Wajdi Tulisan sebelumnya: Tips Membuat Minuman Herba Penurun Tensi dan Rematik PALONTARAQ.ID - Kenal dengan Rosela? Bukan,...

Kisah Heroik Kapten Ruslan Buton Selamatkan Korban Penyanderaan

  Oleh: Ir. H Soetrisno T. Sudrjo PALONTARAQ.ID - Peristiwa itu terjadi sekira Tahun 2004 silam di tempat tinggal kami Jalan...

Ponpes Putri IMMIM siap Terapkan ‘New Normal’

PALONTARAQ.ID - Hasil Rapat Pimpinan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep, Jumat (29/5/2020) memutuskan tanggal 15 Juli sekolah dibuka...

Sekolah buka lagi?

Oleh: Ahmad Hadiwijaya, Dokter Anak/Korlap Relawan Covid-19 ALPUKAT PALONTARAQ.ID - Satu persatu fasilitas umum dibuka dan diaktifkan. Diawali dengan pembukaan...

Dua Perupa asal Pangkep Komentari Patung Sultan Hasanuddin

  Laporan: Etta Adil PALONTARAQ.ID - Patung Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin yang sosok dan karakter wajahnya berbeda-beda bertebaran di beberapa titik...

Khutbah Idul Fitri 1441 H: Pemimpin yang Menyengsarakan Rakyat

Oleh: Ustadz Miftahul Ihsan, Lc إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ...

Must read

Ponpes Putri IMMIM siap Terapkan ‘New Normal’

PALONTARAQ.ID - Hasil Rapat Pimpinan Pondok Pesantren Modern Putri...

Kisah Heroik Kapten Ruslan Buton Selamatkan Korban Penyanderaan

  Oleh: Ir. H Soetrisno T. Sudrjo PALONTARAQ.ID - Peristiwa itu...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you