Mengenal Ragam Metode Pembelajaran (1)

by Penulis Palontaraq | Minggu, Apr 21, 2019 | 47 views
Ilustrasi: Om Gendu (foto: ist/palontaraq)

Ilustrasi foto by: Om Gendu

Oleh:  Etta Adil 

SETIAP Proses belajar, dengan mempertimbangkan kondisi dan lingkungan anak didik memerlukan metode-metode pembelajaran yang jelas, efesien dan efektif  untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Metodologi pembelajaran merupakan cara dalam melakukan aktivitas antara pendidik dan peserta didik ketika berinteraksi dalam proses belajar.

Pendidik perlu mengetahui dan mempelajari metode pengajaran agar dapat menyampaian materi dan dimengerti dengan baik oleh peserta didik.

Metode pengajaran dipraktekkan pada saat mengajar dan dibuat semenarik mungkin agar peserta didik mendapat pengetahuan dengan efektif dan efisien.

Berikut ini metode metode pengajaran dalam proses belajar:

1. Metode Konvensional (Ceramah)

Metode pengajaran dengan cara berceramah atau menyampaikan informasi secara lisan kepada siswa. Metode ini merupakan metode yang paling praktis dan ekonomis, tidak membutuhkan banyak alat bantu.

Lihat juga: Rusdi Saleh: Mengajar adalah Kehormatan

Metode ini mampu digunakan untuk mengatasi kelangkaan literatur atau sumber rujukan informasi karena daya beli siswa yang diluar jangkauan. Namun metode ini juga memiliki beberapa kelemahan dan kelebihan.

Ilustrasi foto by: KI Pangkep

Ilustrasi foto by: KI Pangkep

Kelebihan Metode Konvensional (Ceramah) ini, antara lain:
1. Mendorong siswa untuk menjadi lebih fokus.
2. Guru dapat mengendalikan kelas secara penuh.
3. Guru dapat menyampaikan pelajaran yang luas.
4. Dapat diikuti oleh jumlah anak didik yang banyak.
5. Mudah dilaksanakan.

Kekurangan Metode Konvensional (Ceramah) ini, adalah:
1. Siswa menjadi pasif.
2. Proses belajar membosankan dan siswa mengantuk.
3. Terdapat unsur paksaan untuk mendengarkan.
4. Tidak menarik bagi “Siswa visual”, disukai oleh “siswa auditori”.
5. Evaluasi belajar sulit dikontrol, karena tidak ada poin pencapaian yang jelas.
6. Proses pengajaran menjadi verbalisme/berfokus pada pengertian kata-kata saja.

2. Metode Diskusi (Sharing)

Metode diskusi merupakan metode pengajaran yang erat hubungannya dengan belajar pemecahan masalah. Metode ini juga biasa dilakukan secara berkelompok atau diskusi kelompok.

Lihat juga:  Taare Zamen Par: Film Inspirasi Pendidikan

Kelebihan Metode Diskusi ini, antara lain:
1. Memberikan pemahaman pada anak didik bahwa setiap permasalahan pasti ada penyelesaiannya.
2. Siswa mampu berfikir kritis.
3. Mendorong siswa untuk dapat menyampaikan pendapatnya.
4. Mengambil satu atau lebih alternatif pemecahan masalah.
5. Mendorong siswa memberikan masukan untuk pemecahan masalah.
6. Siswa menjadi paham tentang toleransi pendapat dan juga mendengarkan orang lain.

Ilustrasi foto by: PMI Pangkep

Ilustrasi foto by: PMI Pangkep

Kekurangan Metode Diskusi ini, adalah:

1. Cocok digunakan untuk kelompok kecil.
2. Tema diskusi terbatas.
3. Dikuasai oleh orang orang yang suka berbicara.
4. Dibutuhkan penyampaian secara formal dalam berpendapat.

3. Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi digunakan pada pengajaran dengan proses yaitu menggunakan benda atau bahan ajar pada saat pengajaran. Bahan ajar akan memberikan pandangan secara nyata terhadap apa yang akan dipelajari, bisa juga melalui bentuk praktikum.

Metode demonstrasi ini memiliki manfaat antara lain siswa jadi lebih tertarik dengan apa yang diajarkan, siswa lebih fokus dan terarah pada materi, pengalaman terhadap pengajaran lebih diingat dengan baik oleh siswa.

Lihat juga:  Ciptakan Impian sebagai Motivasi Sukses

Kelebihan metode demonstrasi ini, antara lain:
1. Siswa bisa memahami secara lebih jelas tentang suatu proses atau cara kerja.
2. Penjelasan menjadi lebih mudah dimengerti.
3. Meminimalisir kesalahan dalam menyampaikan materi lisan, karena bukti konkret bisa dilihat.

Ilustrasi foto by: Putri IMMIM

Ilustrasi foto by: Putri IMMIM

Kekurangan dari metode demonstrasi ini, yaitu:
1. Apabila benda yang didemonstrasikan terlalu kecil, siswa kesulitan dalam mengamati.
2. Jumlah siswa yang terlalu banyak dapat menghalangi pandangan siswa secara merata.
3. Tidak semua materi bisa didemonstrasikan.
4. Memerlukan guru yang benar- benar paham, agar bisa mendemonstrasikan dengan baik.

4. Metode Ceramah Plus

Metode ceramah plus yaitu sistem pengajaran dengan menggunakan ceramah lisan dan disertai metode lainnya. Metode mengajar ini menggunakan lebih dari satu metode.

Lihat juga: Mendidiklah dengan Hati, Niscaya Guru juga Mendapatkan Hati

Misalnya Metode ceramah plus tanya jawab: Metode ini secara ideal disertai dengan penyampaian materi dari guru, pemberian peluang pada siswa untuk bertanya apa yang tidak dimengerti, dan pemberian tugas di akhir pengajaran.

Ilustrasi foto by: KI Pangkep

Ilustrasi foto by: KI Pangkep

Metode ceramah plus diskusi dan tugas: Metode ini dilakukan dengan memberikan materi secara lisan kemudian disertai dengan diskusi dan pemberian tugas di akhir sesi.

Metode ceramah plus demonstrasikan dan latihan: Metode ini merupakan gabungan dari penyampaian materi dengan memperagakan atau latihan atau percobaan.

5. Metode Resitasi

Metode resitasi merupakan metode mengajar dengan siswa diharuskan membuat resume tentang materi yang sudah disampaiakan guru, dengan menuliskannya pada kertas dan menggunakan bahasa sendiri.

Lihat juga:  Prinsip-prinsip Dasar Pembinaan Anak

Kelebihan metode resitasi, sebagai berikut:
1.  Siswa menjadi lebih ingat dengan materi, karena telah menuliskannya dengan resume.
2. Siswa menjadi lebih berani dalam mengambil inisiatif dan mampu bertanggungjawab.

Ilustrasi foto by: Agupena Pangkep

Ilustrasi foto by: Agupena Pangkep

Kekurangan metode resitasi, yaitu:
1. Hasil resume yang dilakukan terkadang hanya mencontek pada teman dan bukan hasil pikirannya sendiri.
2. Tugas bisa jadi dikerjakan oleh orang lain.
3. Susah mengevaluasi apakah siswa benar- benar memahami hasil tulisan resumenya sendiri.

6. Metode Percobaan

Metode percobaan merupakan metode pengajaran dengan menggunakan action berupa praktikum atau percobaan laboratorium. Masing masing siswa dengan ini mampu melihat proses dengan nyata dan belajar secara langsung, termasuk dalam hal ini kegiatan Bakti Sosial untuk melihat langsung kondisi sosial masyarakat.

Lihat juga: Ingin Sukses? Ikuti 5 Orang Hebat Sekelilingmu!

Kelebihan dari metode percobaan ini, yaitu:
1. Membuat siswa merasa bahwa materi yang dipelajari benar adanya dengan dibuktikan melalui percobaan.
2. Siswa dapat mengembangkan diri dengan mengadakan eksplorasi dengan percobaan percobaan.
3. Memotivasi  siswa berjiwa peneliti,  suka mencari tahu, mengembangkan keilmuan dan memberikan kesejahteraan pada masyarakat.

Ilustrasi foto by: Putri IMMIM.

Ilustrasi foto by: Putri IMMIM.

Kekurangan dari metode percobaan ini, yaitu:
1. Kekurangan alat seringkali menghambat siswa untuk dapat bereksperimen lebih.
2. Eksperimen dilakukan pada jam kelas yang terbatas, sehingga percobaan yang dapat dilakukan terbatas
3. Metode ini cocok untuk beberapa tipe pelajaran saja, seperti biologi, teknologi, dan lainnya.

7. Metode Karya Wisata

Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar dengan memanfaatkan lingkungan, lokasi, atau tempat-tempat yang memiliki sumber pengetahuan bagi siswa.

Ilustrasi foto by: Putri IMMIM

Ilustrasi foto by: Putri IMMIM

Metode mengajar ini dilakukan dengan pendampingan oleh guru ataupun orang tua jika usianya masih terlalu muda. Pendampingan dilakukan untuk menunjukkan sumber pengetahuan yang perlu dipahami oleh siswa. Metode karya wisata ini bisa dilakukan di tempat tempat sejarah, di alam, atau lainnya.

Lihat juga:  Mengapa Mesti Traveling? Ini 10 Alasannya!

Kelebihan metode karya wisata, antara lain:
1. Metode ini merupakan metode modern yang memanfaatkan interaksi dengan lingkungan nyata.
2. Bahan yang dipelajari ketika sekolah, bisa langsung dilihat secara nyata misalnya bangunan bersejarah.
3. Pengajaran dengan metode ini bisa merangsang siswa untuk lebih kreatif.
4. Metode pengajan ini sangat menyenangkan dan tidak jenuh.

Ilustrasi foto by: Putri IMMIM

Karya Wisata – Ilustrasi foto by: Putri IMMIM

Kekurangan metode karya wisata, antara lain:
1. Memerlukan perencanaan yang matang.
2. Memerlukan persiapan yang disetujui oleh banyak pihak.
3. Seringkali metode belajar ini lebih mengutamakan tujuan rekreasi daripada tujuan pembelajarannya.
4. Membutuhkan biaya yang cukup mahal.
5. Memerlukan pengawasan dari pihak guru dan orang tua.
6. Keselamatan dan perlindungan menjadi faktor penting.

8. Metode Latihan Keterampilan

Metode latihan keterampilan ini merupakan metode mengajar dengan melatih keterampilan siswa atau soft skill dengan cara membuat, merancang, atau memanfaatkan sesuatu.

Lihat juga: Prakarya Kuliner Latih Kemandirian Santriwati

Metode ini membutuhkan kreativitas siswa yang tinggi denganmemanfaatkan suatu bahan menjadi barang yang lebih berguna dan bermanfaat.

Ilustrasi foto by: Putri IMMIM

Ilustrasi foto by: Putri IMMIM

Kelebihan metode latihan ketrampilan ini, yaitu:
1. Melatih kecakapan motorik dan kognitif anak dengan penggunaan Alat dan Bahan yang ada menjadi ide yang lebih kreatif.
2. Melatih kreativitas seni siswa.
3. Melatih fokus, ketelitian, kecepatan dan ketepatan.

Kekurangan metode latihan ketrampilan, yaitu:
1. Siswa yang tidak memiliki minat akan kesulitan untuk menyesuaikan diri.
2. Menghambat bakat siswa yang lainnya, sehingga lebih baik disesuaikan dengan bakat masing- masing.
3. Waktu yang terlalu lama saat  latihan bisa menimbulkan kebosanan dan kehilangan minat siswa.

9. Metode Pemecahan Masalah (Problem Based Learning)

Metode Problem Based Learning (PBL) ini dilakukan dalam kelas kecil, siswa diberikan kasus untuk menstimulasi diskusi kelompok. Kemudian siswa mengutarakan hasil pencarian materi terkait kasus dan didiskusikan dalam kelompok.

Lihat juga: Bimbingan Pembelajaran Hidup sebagai Motivasi Pendidikan

Kelebihan metode problem based learning adalah:
1. Siswa menjadi lebih aktif dalam mencari materi atau informasi terkait kasus.
2. Siswa aktif dalam menyampaikan pendapat dan berdiskusi.
3. Suasana kelas tidak membosankan dan menyita fokus siswa.

Ilustrasi foto by: Putri IMMIM

Ilustrasi foto by: Putri IMMIM

Kekurangan metode problem based learning, yaitu:
1. Metode ini lebih tepat dilakukan dalam kelas kecil dengan jumlah siswa yang tidak terlalu banyak.
2. Perlu adanya trigger atau kasus pemicu yang baik agar diskusi dapat terarah sesuai tujuan pembelajaran.
3. Perlu adanya mentor atau pembimbing yang bertugas meluruskan alur diskusi.
4. Diskusi bisa berjalan panjang lebar pada satu topik bahasan dan memakan waktu lama.
5. Pendapat siswa mungkin sama atau mirip yang seharusnya sudah tidak perlu disampaikan lagi.

10. Metode Perancangan

Metode perancangan merupakan metode mengajar dengan merangsang siswa untuk mampu menciptakan atau membuat suatu proyek ayang akan dipraktekkan atau akan diteliti.

Kelebihan metode ini yaitu:
1. Membangun pola pikir kritis dan kreatif siswa sehingga lebih luas dan mampu memecahkan masalah.
2. Metode ini mengasah siswa untuk dapat mengintegrasikan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan secara terpadu dan berguna nyata dalam kehidupan sehari hari.

Ilustrasi foto by: Putri IMMIM

Ilustrasi foto by: Putri IMMIM

Kekurangan metode perancangan ini yaitu:
1. Kurikulum yang ada belum menunjang metode ini dan umumnya hanya bisa dipelajari/diperoleh ketika ada event perlombaan.
2. Dibutuhkan bimbingan dari guru yang khusus dalam melakukan perencanaan dan pelaksanaan
3. Membutuhkan fasilitas dan sumber yang mendukung pelaksanaan.

(*)

Bersambung….. 

 

 

 

Like it? Share it!

Leave A Response