Beranda Edukasi Rusdi Saleh: Mengajar Adalah Kehormatan

Rusdi Saleh: Mengajar Adalah Kehormatan

Penulis bersama Rusdi Saleh (foto: ramlan palopo)
Penulis bersama Rusdi Saleh (foto: ramlan palopo)

Laporan:  Muhammad Farid Wajdi

PALONTARAQ.ID – TIDAK  semua pemuda berpikir dan tergerak hatinya untuk mengabdi di daerah terpencil, jauh dari hiruk pikuk perkotaan yang serba fasilitas dan kesenangan. Tapi tidak demikian halnya dengan Rusdi Saleh, Pemuda kelahiran Bogor 5 Juni 1986 berani menerima tantangan Yayasan Indonesia Mengajar untuk ditempatkan mengajar di daerah yang sangat terpencil, yaitu di Desa Tulang Bawang Barat, Propinsi Lampung.

Alumnus Jurusan Komunikasi Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (FEMA IPB) Tahun 2009 ini mengungkapkan bahwa awalnya tidak mengira bahwa akan ditempatkan mengajar murid-murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bangun Jaya 01 di Tulang Bawang Barat, Lampung.

“Ketika itu saya tidak tahu apakah dengan mengajar di daerah terpencil itu akan digaji atau tidak. Motivasi pertama saya semata-mata hanya untuk pengabdian dan berbuat yang terbaik buat masyarakat dan pendidikan, khususnya bagi mereka yang masih sangat terkebelakang. Di Tulang Bawang Barat, akses informasi, transportasi dan listrik masih sangat terbatas, kalau tidak mau dibilang kondisi jalan menuju desa itu sangat memprihatinkan,” ungkap Rusdi Saleh.

Inilah Foto-Foto Rusdi Saleh saat mengajar di SDN Bangun Jaya 01 Tulang Bawang Barat, Propinsi Lampung

 foto 1 (dok.pribadi rusdi saleh)

foto 1 (dok.pribadi rusdi saleh)

foto 2 (dok.pribadi rusdi saleh)
foto 2 (dok.pribadi rusdi saleh)

Rusdi Saleh yang juga mantan Ketua BEM FEMA IPB ini mengaku sangat termotivasi dengan sosok Prof Dr Anies Baswedan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap dunia pendidikan tanah air. Anies Baswedan adalah Rektor Universitas Paramadina sekaligus Inisiator dari Yayasan Indonesia Mengajar (YIM) yang mengirimkan pengajar-pengajar muda ke seluruh pelosok daerah terpencil di tanah air.

“Saya ikut program Indonesia Mengajar dalam Tahun 2010-2011. Dalam Setahun terdapat dua angkatan pengajar muda yang dikirim ke daerah-daerah terpencil. Saya termasuk Angkatan pertama dan ditempatkan Tulang Bawang Barat Lampung dan 50 orang lainnya juga ditempatkan di daerah-daerah yang sangat terpencil. Saya terima tantangan Indonesia Mengajar karena bagi saya, mengajar bukan lagi sebagai pengabdian tetapi sebuah kehormatan,” ujar Rusdi Saleh.

Dituturkannya saat hari pertama ditugaskan ke Tulang Bawang Barat, jalanan rusak berat dan butuh perjuangan keras untuk melewatinya karena kondisi medan yang begitu sulit.

“Selama disana (Tulang Bawang Barat Lampung), saya tinggal di rumah pak rahmat dan ibu sri. Pak Rahmat adalah Kepala Sekolah SDN Bangun Jaya 01 Tulang Bawang dan selama mengajar juga bertindak sebagai mentor. Dalam keseharian beliau adalah orang tua bagi saya. Begitupun dengan istrinya, Ibu Sri yang juga guru di sekolah itu, beliau adalah pasangan pendidik yang bersahaja”, ungkapnya.

foto 3 (dok.pribadi rusdi saleh)
foto 3 (dok.pribadi rusdi saleh)

foto 3 (dok.pribadi rusdi saleh)
foto 4 (dok.pribadi rusdi saleh)

Di Sekolah yang saya tempati hanya ada 7 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang harus mengajar 400 murid dan sekolahnya sendiri dibangun di era tahun ’90-an. Kondisi bangunan sekolah juga sudah sangat memprihatinkan,” tuturnya. Satu tahun mengikuti Program Indonesia Mengajar bagi Rusdi Saleh adalah masa terindah baginya.

“Saat perpisahan, kami semua bertangis-tangisan. Ada rasa haru yang sangat dalam seakan berat untuk berpisah. Di Tulang Bawang Barat itu, saya menemukan atmosfir baru pengabdian yang luar biasa dimana kami betul-betul berharga dan memberikan segala pikiran untuk memajukan sekolah itu. Saya jadi berat untuk berpisah dengan kepala sekolah dan para guru, masyarakat serta murid-murid,” tuturnya.

Diungkapkan oleh Rusdi Saleh bahwa Program Indonesia Mengajar yang pernah diikutinya terdapat dua angkatan dalam setahun. Tahun pertama sebanyak 51 dan 70 orang, tahun kedua 47 dan 70 orang pengajar muda. Saat ini, Bulan Mei 2013 ini sudah memasuki Angkatan ketujuh. Selepas dari Program Indonesia Mengajar, Rusdi Saleh juga menyempatkan diri mengajar selama empat bulan dalam tahun 2012 di Sekolah Alam Bogor.

Bagi Rusdi Saleh, pengalaman mengajar selama berada di Tulang Bawang Barat adalah kehormatan baginya dapat berbuat yang terbaik bagi masyarakat dan satu hal yang disyukurinya, Program Indonesia Mengajar membuatnya lebih dekat dengan Prof Dr Anies Baswedan yang dikaguminya.

“Saya sangat bersyukur kenal beliau, bahkan beliau menyempatkan hadir di pernikahan saya sebagai saksi pada November 2012 lalu. Beliaulah yang mengajarkan kepada saya bahwa mengajar bukanlah pengorbanan tetapi kehormatan yang harus dijaga,” ujarnya kepada penulis dalam Rakernas Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) di Hotel Oval Surabaya, beberapa waktu lalu. Kini Rusdi Saleh bekerja di PT Chelonind, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang Teknologi Informasi. (*)

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT