Mengenal Ragam Metode Pembelajaran (2)

Ilustrasi foto by: Putri IMMIM

Ilustrasi foto by: Putri IMMIM

Oleh: Etta Adil

PADA dasarnya guru adalah seorang pendidik. Pendidik adalah orang dewasa dengan segala kapasitas dan kompetensi yang dimilikinya untuk dapat mengubah pola pikir dan psikis anak didiknya dari tidak tahu menjadi tahu serta mendewasakan anak didiknya.

Salah satu hal yang harus dilakukan oleh guru adalah dengan mengajar di kelas, maupun di luar kelas. Karena itu, seorang guru harus punya performance dan kecakapan yang baik dan menarik. Seorang guru dituntut untuk menguasai banyak metode pembelajaran, sesuai dengan kondisi anak didik dan lingkungan belajarnya.

Tulisan sebelumnya: Mengenal Ragam Metode Pembelajaran (1)

11. Metode Discovery

Metode discovery merupakan metode pengajaran modern yang dilakukan dengan cara mengembangkan cara belajar siswa menjadi lebih aktif, mandiri, dan pemahaman yang lebih baik.

Siswa mencari jawaban atas pertanyaannya sendiri, sehingga dapat diingat lebih baik.  Strategi ini dinamakan strategi penemuan. Siswa menjadi lebih aktif mencari, memahami, dan menemukan jawaban atau materi terkait.  Siswa juga mampu menganalisa pengetahuan yang diperolehnya kemudian ditransfer kepada masyarakat.

Ilustrasi foto by: Putri IMMIM

Ilustrasi foto by: Putri IMMIM

Kelebihan Metode Discovery, yaitu:

1. Mengembangkan kognitif siswa dan memperbanyak penguasaan ketrampilan.
2. Pengetahuan diperoleh dengan caranya sendiri sehingga menjadi lebih mandiri dan berfikir lebih luas.
3. Dapat menyesuaikan kemampuan siswa itu sendiri.
4. Mengarahkan siswa untuk dapat bergerak maju dan meningkatkan motivasi diri dalam belajar.
5. Meningkatkan rasa percaya diri melalui penemuan penemuannya.
6. Meningkatkan interaksi antara siswa dengan guru.

Kekurangan Metode Discovery,  yaitu:

1. Diperlukan persiapan mental dalam proses belajar ini.
2. Metode ini baik untuk kelas kecil.
3. Mengajarkan tentang penemuan, lebih mementingkan  pengertian daripada memperhatikan pengetahuan dari ketrampilan dan sikap.
4. Ide-ide mungkin sulit ditemukan.Tidak semua penemuan menjelaskan pemecahan terhadap masalah.

12. Metode Inquiry

Metode inquiry merupakan metode yang mampu membangun siswa untuk menyadari apa yang dia dapatkan selama belajar. Guru tetap memiliki peranan penting dalam metode ini yaitu dengan membuat design pengalaman belajar.

Inquiry memiliki arti memahami apa yang telah dilalui. Metode ini melibatkan intelektual dan menuntut siswa memahami apa yang mereka pelajari sebagai sesuatu yang berharga.

Ilustrasi foto by: Putri IMMIM

Ilustrasi foto by: Putri IMMIM

Strategi pelaksanaan Metode Inquiry ini yaitu:
1. Guru memberikan penjelasan materi yang diajarkan, kemudian memberikan tugas pada siswa untuk menjawab pertanyaan yang diajukan guru sebagai evaluasi pemahaman siswa.
2. Guru membantu memberikan jawaban yang mungkin sulit dan membingungkan bagi siswa.

Resitasi dilakukan pada akhir untuk mengevaluasi pemahaman siswa tentang apa yang sudah dipelajari. Kemudian siswa merangkum apa saja yang sudah dipelajari sebagai kesimpulan yang dapat dipertanggunjawabkan.

13. Mind Mapping

Mind mapping adalah metode belajar dengan menerapkan cara berfikir runtun terhadap suatu permasalahan bagaimana bisa terjadi sampai pada penyelesaiannya.

Pengajaran melalui mind mapping disajikan dalam bentuk skema yang memiliki hubungan sebab akibat dan saling berpengaruh.
Metode belajar dengan mind mapping ini mampu meningkatkan analisis dan berfikir kritis siswa sehingga memahami sesuatu secara keseluruhan dari awal sampai akhir.

Kelebihan Mind Mapping, antara lain:

1. Cara ini lebih efektif dan efisien.
2. Ide ide baru bisa muncul dengan menggambar diagram diagram.
3. Diagram yang terbentuk bisa menjadi alur berfikir yang efektif dan bermanfaat untuk hal lain.

Ilustrasi foto by: Putri IMMIM

Ilustrasi foto by: Putri IMMIM

Kekurangan dari model Mind Mapping, adalah:

1. Hanya siswa yang aktif yang mampu terlibat.
2. Memerlukan dasar dengan banyak membaca sebelum membuat mapping.
3. Beberapa detail informasi tidak masuk dalam mapping.
4. Orang lain mungkin tidak dapat memahami mind mapping yang dibuat oleh orang lain karena hanya berupa poin inti saja yang dituliskan.
5. Beberapa orang kesulitan merangkai panah atau alur mind mapping dengan rapi, dan seringkali mind mapping terkesan berantakan dan tidak dapat dipahami.

14. Role Playing/Berbagi peran

Metode pembelajaran dengan role playing yaitu dengan metode drama atau peran. Metode ini dengan melibatkan siswa dalam berakting sebagai suatu karakter dalam suatu situasi tertentu dan menunjukkan respon yang seharusnya dilakukan.

Pembelajaran melalui role playing ini melatih interaksi dan mengekspresikan diri secara nyata sebagai contoh atas kejadian yang sebenarnya. Hal ini juga bisa digunakan untuk latihan komunikasi yang baik, atau interaksi dengan orang lain atau klien.

Ilustrasi foto by: Putri IMMIM

Ilustrasi foto by: Putri IMMIM

Kelebihan Metode Role Playing: Siswa mampu mempraktikkan secara langsung, melatih rasa percaya diri di depan kelas serta lebih memahami materi.

Kekurangan dari metode role playing ini adalah:  Tidak semua siswa menyukai metode pembelajaran ini karena akan sulit diikuti untuk tipe siswa yang introvert.

15. Cooperative Script

Skrip kooperatif merupakan metode belajar dengan memasangkan siswa dan secara lisan menuntut siswa untuk mengutarakan intisari dari bagian materi yang disampaikan.

Pertama, guru membagi siswa untuk berpasangan, guru membagikan materi pada siswa dan membuat ringkasan, guru menentukan siapa yang akan menjadi pembicara dan pendengar.

Pembicara membacarakan ringkasannya sebaik mungkin dengan mengutarakan ide ide pokok materi, kemudian bertukar peran antara pembicara dan pendengar. Guru pada akhir sesi memberikan kesimpulan.

Ilustrasi foto by: PMI Pangkep

Ilustrasi foto by: PMI Pangkep

Kelebihan metode ini yaitu: Melatih kemampuan berbicara siswa dan juga kemampuan untuk mendengarkan.Partisipasi siswa menjadi aktif secara menyeluruh.Meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri.

Kekurangan metode ini, yaitu:Hanya bisa digunakan untuk mata pelajaran tertentu.Hanya dapat dilakukan menjadi dua grup dan berpasangan dua orang.

16. Debat

Debat merupakan metode pembelajaran dengan mengadu argumentadi antara dua pihak atau lebih baik perorangan maupun kelompok. Argumentasi yang dilakukan membahas tentang penyelesaian suatu permasalahan dan memberi keputusan terhadap masalah.

Debat pada umumnya dilakukan secara formal dengan bahasa bahasa formal dan cara cara tertentu yang sopan. Terdapat aturan dalam debat yang harus dipahamkan dengan baik kepada peserta didik.

Ilustrasi foto by: Putri IMMIM

Ilustrasi foto by: Putri IMMIM

Kelebihan metode pembelajaran ini, yaitu:

1. Melatih kemampuan berpendapat dan mempertahankan pendapat siswa.
2. Melatih kerja kelompok.
3. Menuntut siswa untuk mencari informasi yang kuat untuk argumentasinya.
4. Melatih rasa percaya diri dalam berpendapat.

Kekurangan dalam metode pembelajaran ini, adalah:

1. Seringkali justru berebut dalam memberikan pendapat.
2. Pendapat tidak memiliki intisari yang informatif dan hanya berisi sanggahan.
3. Adu argumen tidak menemukan titik penyelesaian.
4. Siswa yang tidak pandai berargumen akan cenderung pasif dan hanya orang orang tertentu saja yang aktif berbicara.

17. Metode Mengajar Beregu (Team Teaching Method)

Metode mengajar ini dilakukan oleh lebih dari satu pengajar, materi diberikan dengan jadwal yang berbeda oleh beberapa pengajar.
Soal ujian dibuat oleh beberapa pengajar dan disatukan. Pengajar membuat soal dengan menggunakan poin poin capaian yang sudah dibuat sehingga jelas.

Ilustrasi foto by: PMR Putri IMMIM

Ilustrasi foto by: PMR Putri IMMIM

18. Metode Mengajar Sesama Teman (Peer Teaching Method)

Metode mengajar ini dilakukan dengan cara berdiskusi, atau juga dengan presentasihasil diskusi. Kelompok menyampaikan materi hasil diskusi dan memberi kesempatan pada teman- temannya untuk bertanya. Kelompok menjawab setiap pertanyaan.

Ilustrasi foto by: PMR Putri IMMIM

Ilustrasi foto by: PMR Putri IMMIM

19. Metode Bagian (Teileren method)

Metode pengajaran ini dilakukan dengan memberikan materi sebagian-sebagian, misalnya belajar ayat. Pengajaran dimulai dari ayat per ayat yang kemudian disambung lagi dengan ayat lain.

Ilustrasi foto by: PMR Putri IMMIM

Ilustrasi foto by:  Putri IMMIM

20. Metode Global

Metode global ini mengajarkan pada siswa keseluruhan materi, kemudian siswa membuat resume tentang materi tersebut yang mereka serap dan diambil intisarinya.

Metode metode pembelajaran diatas bertujuan untuk menningkatkan pemahaman siswa dalam memperoleh indormasi atau pengetahuan dengan efisien dan efektif.

Metode pembelajaran masing masing memiliki kelebihan dan kekurangannya, sehingga tidak semua metode pembelajaran bisa diterapkan pada semua kelasa atau semua mata pelajaran.

Ilustrasi foto by: PMR Putri IMMIM

Ilustrasi foto by:  Putri IMMIM

Guru perlu mencocokkan metode pembelajaran mana yang sesuai untuk kelasnya dan seusuai dengan materi yang akan dilakukan agar siswa merasa tertarik dalam belajar dan memiliki pemahaman yang baik di akhir pembelajaran.

Metode pembelajaran yang baik a dalah yang mampu membuat siswa berperan aktif, memahami materi dengan mudah, dan mampu mengerjakan tugas atau praktikum dengan baik setelah diberikan materi.

Metode pembelajaran tertentu memiliki nilai tambah soft skill, meningkatkan rasa percaya diri, melatih kecakapan berpendapat dan berkomunikasi. Semua metode baik, namun metode konvensional seperti metode ceramah saat ini mulai dibatasi, karena siswa menjadi pasif dan bosan. (*)

 

 

Like it? Share it!

Leave A Response