Tanggapan terhadap Ceramah Ustadz Riyadh Bajrey

by Penulis Palontaraq | Kamis, Jun 20, 2019 | 89 views
Ustadz Muhammad Arifin Badri

Ustadz Muhammad Arifin Badri. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Etta Adil

PALONTARAQ.ID – Ustadz Riyadh Bajrey bikin heboh. Ceramahnya memunculkan kontroversi di kalangan umat. Tak kurang dari Ustadz Maaher at-Thuwailibi membuat tulisan berjudul  Mengeritik Penguasa, Amal Saleh yang paling afdhal sebagai upaya, yang menurut Ustad Maaher, meluruskan pemikiran cabul Riyadh Bajery.

Dari Semarang, Dr. Muhammad Arifin Badri,Lc.,MA juga menanggapi ceramah dan statemen ekstrim dari ‘Ustadz’ Riyadh Bajery yang menurutnya lebih tepat dijuluki penceramah -hadaahullaah-

Lihat pula: Pemilu Amerika dan Islamophobia

Dalam khutbah Iedul Fitri 1440 H, Riyadh Bajery mengungkapkan hal-hal ekstrim berikut ini, yang pada akhirnya menjadi viral di sosial media dan perbincangan umat, yaitu:

1. Korban yang mati terbunuh dalam aksi unjuk rasa adalah bangkai jahiliyah.
2. Mempertanyakan bacaan shalawat para demonstran ditujukan kepada nabi siapa?
3. Anggapan bahwa tindakan para aparat terhadap para demonstran adalah bentuk jihad.

Dr. Muhammad Arifin Badri, Lc.,MA mengungkapkan bahwa Statement Riyadh Bajery diatas adalah sikap pribadi penceramah tersebut.

“Statemen di atas mencerminkan kecerobohan penceramah dan semangat yang terlalu besar yang tidak dibarengi oleh ilmu yang memadahi dan hikmah dalam dakwah. Seharusnya aparat maupun demonstran yang mayoritasnya adalah umat Islam, mengindahkan hukum syariat, saling menjaga diri dan nyawa saudaranya,” kata Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri yang lulusan S3 Jurusan Fiqih, Fakultas Syari’ah, Islamic University of Madinah Saudi Arabia, Tahun 2010.

Lihat pula: Persekongkolan Media Mainstream Memusuhi Ulama dan Umat Islam

Lebih lanjut Ustadz Muhammad Arifin Badri menyampaikan bahwa Perbedaan pilihan politik tidaklah cukup sebagai alasan untuk menumpahkan darah seorang muslim, walau hanya setetes.

“Demonstran adalah saudara kita dan aparat juga saudara kita. Darah seorang muslim sangatlah mahal, bahkan dunia beserta isinya terlalu remeh bila dibandingkan darah atau nyawa seorang muslim. Dalam kondisi kekacauan sesama muslim, seharusnya kita mendamaikan bukan malah menambah keruh suasana,” ungkapnya.

Ustadz Muhammad Arifin Badri juga memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa dirinya berlepas diri dari sikap sikap emosional semisal yang telah diungkapkan Ustadz Riyadh Bajrey dan berharap Semoga Allah Taala menyatukan ummat Islam di Indonesia.

Lihat pula: Umat Islam di Persimpangan Kerusuhan 22-23 Mei 2019

Tentang Ustadz Muhammad Arifin bin Badri

TEMPAT TANGAL LAHIR: Semarang,  5 Agustus 1975
STATUS: Menikah
RIWAYAT PENDIDIKAN
– Pesantren Islam Al Irsyad Salatiga Jawa Tengah, tahun 1995
– S1 Fakultas Syari’ah, Islamic University of Madinah, Saudi Arabia, thn: 1999.
– S2 Jurusan Fiqih, Fakultas Syari’ah, Islamic University of Madinah Saudi Arabia, tahun 2004.
– S3 Jurusan Fiqih, Fakultas Syari’ah, Islamic University of Madinah Saudi Arabia,  tahun 2010.

KARYA-KARYA ILMIAH
– Dzikir Ala Tasawuf (Pustaka Darul Ilmi).
– Kebangkitan Paham Abu Jahal, pustaka Darul Ilmi 2007.
– Sifat Perniagaan Nabi. Pustaka Darul Ilmi 2008
– Riba & Tinjauan Kritis Perbankan Syari’ah, Pustaka Darul Ilmi 2009.
– 12 Kiat Ngalap Berkah (Pustaka Darul Ilmi)
– Imunisasi Syari’at, Terobosan Inovatif Menangkal Berbagai Penyakit. Pustaka Darul Ilmi 2010 .

NARASUMBER SEMINAR
– Menjadi Pengusaha Muslim Sejati di Gedung BPPT Jakarta , pada 1 Agustus 2010.
– Melanjutkan Perjuangan Mewujudkan Perbankan Syari`ah, di gedung BPPT pada tanggal 20 November 2010
– Pengusaha Muslim Sejati, di Hotel Lombok Raya Mataram, pada 25 November 2010.
– Prinsip Dasar Ekonomi Syari’ah, di hotel Harmoni One Batam, pada 12 Desember 2010
– Mu’amalah Perniagaan Dan Notaris Dalam Perspektif Islam, di Hotel Grand Alia pada 16 Januari 2011
– Menjadi Pengusaha Muslim Sejati, di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru, pada 2 Februari 2011
– Alternatif Permodalan Dalam Islam, di Hotel Lombok Raya, Mataram pada 31 Maret 2011
– Seminar Sehari Meningkatkan Kinerja Dokter Muslim Dalam Era Kedokteran Modern: Peran Dokter Muslim, di Ruang Kuliah Ilmu Penyakit Dalam FKUI- RSCM, Jakarta, pada 16 April 2011.

Like it? Share it!

Leave A Response