Laporan: Madidi_EA
PALONTARAQ.ID, MAROS – Pimpinan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) bersilaturahmi dengan Bupati Maros, Dr. Andi Syafril Chaidir Syam, S.IP., M.H., di Kantor Bupati Maros, Selasa (20/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membahas perkembangan pendidikan pesantren, strategi rebranding, dan penguatan daya saing lembaga pendidikan Islam di tengah dinamika perkembangan dunia pesantren.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua YASDIC IMMIM Pangkep, Hj. Munjiyah Mayangsari Fachrul Islam, menyampaikan perkembangan terkini pendidikan di Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep yang saat ini tengah aktif melakukan rebranding. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pembenahan kelembagaan sekaligus memperkuat identitas dan keunggulan pesantren agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami juga, bersama Direktur Pendidikan, Prof. Musdalifah Muhammadun, sedang menata ulang kompetensi kompetitif sebagai pesantren putri yang diharapkan masyarakat bukan hanya sebagai pesantren, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keislaman (Islamic Center),” ungkapnya.
Menurutnya, proses rebranding tidak sekadar menyangkut pembaruan citra dan promosi lembaga, tetapi juga mencakup penguatan mutu pendidikan, pengembangan program unggulan, serta perluasan peran pesantren sebagai pusat pembinaan umat dan kegiatan keislaman.
Dengan demikian, Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep diharapkan mampu menghadirkan layanan pendidikan yang kompetitif sekaligus memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat.
Bupati Maros: IMMIM Harus Terus Berinovasi
Bupati Maros, Dr. Andi Syafril Chaidir Syam, yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Modern Putra IMMIM Makassar, menyambut baik upaya pembenahan dan pengembangan yang dilakukan oleh pengelola Pesantren Putri IMMIM Pangkep.
Ia berharap IMMIM tetap mampu memberikan kontribusi terbaik bagi umat dan dunia pendidikan, meskipun tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan pesantren saat ini semakin berat.
“Saat ini IMMIM tetap diharapkan memberikan kontribusi terbaiknya, baik bagi umat maupun dalam dunia pendidikan. Jadi, harus ada inovasi dan pengembangan dari apa yang menjadi keunggulannya selama ini, agar tetap relevan di tengah banyaknya wajah baru pesantren yang kini bermunculan dengan promosi yang sangat gencar,” ujarnya.
Pandangan tersebut menjadi pengingat bahwa keberlanjutan lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sejarah dan reputasi yang telah dibangun, tetapi juga oleh kemampuan untuk beradaptasi, berinovasi, serta menjawab ekspektasi masyarakat yang terus berkembang.
Sebagai alumni IMMIM, Bupati Maros juga menaruh harapan agar Nilai-nilai pendidikan dan tradisi keislaman yang selama ini menjadi kekuatan IMMIM tetap dipertahankan, seraya dikembangkan melalui program-program yang sesuai dengan tantangan zaman.
Memperkuat Identitas dan Daya Saing Pesantren
Silaturahmi ini sekaligus menegaskan pentingnya pembaruan strategi pengelolaan pesantren di tengah semakin beragamnya pilihan pendidikan Islam. Penguatan kompetensi lulusan, peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan program keagamaan, serta komunikasi publik yang efektif menjadi sejumlah aspek penting dalam membangun daya saing lembaga.
Bagi Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, agenda rebranding diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan identitas kelembagaan yang bertumpu pada mutu pendidikan, pembinaan karakter, pengembangan potensi santriwati, dan pelayanan keagamaan bagi masyarakat.
Orientasi pengembangan sebagai Islamic Center juga membuka ruang bagi pesantren untuk memperluas manfaatnya, tidak hanya bagi santriwati dan keluarga besar pesantren, tetapi juga bagi masyarakat sekitar melalui kegiatan dakwah, pembinaan keislaman, pendidikan, dan penguatan kehidupan sosial-keagamaan.
Dalam kunjungan silaturahmi tersebut, Ketua YASDIC IMMIM Pangkep didampingi oleh Muhammad Farid Wajdi, S.H.I., M.M., selaku Humas Pesantren, Dra Nurhudayah, selaku Kepala Sekolah Kepesantrenan/Pimpinan Kampus, serta Nur Hikmah, selaku Kepala Sekolah SMPS Pesantren Putri IMMIM.
Pertemuan ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat jejaring silaturahmi, bertukar pandangan, dan mendorong pengembangan pendidikan pesantren yang adaptif, kompetitif, serta tetap berakar pada nilai-nilai keislaman.
Dengan semangat pembaruan tersebut, Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep berupaya meneguhkan perannya sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya mencetak generasi berilmu dan berakhlak, tetapi juga hadir sebagai pusat kegiatan keislaman yang memberikan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat. (*)


