Inspirasi dari Pos Penjaga

by Penjaga Putri IMMIM | Minggu, Mar 17, 2019 | 91 views
Pos jaga Putri IMMIM

Pos jaga Putri IMMIM (foto: ist/palontaraq)

KADANG  inspirasi itu datang di tempat yang tak biasa. Boleh jadi tempat itu dianggap biasa, namun cerita yang terekam di tempat itu bukanlah cerita-cerita yang biasa.

Ada banyak cerita yang lalu lalang di depan pos satpam ini, setiap hari, setiap pekan, setiap bulan, sepanjang tahun, sepanjang masa sekolah, namun tak ada seorangpun yang mencatat dan menuliskannya. Mungkin juga karena dianggap cerita itu tak penting, seperti anggapan tak pentingnya peran Orang-orang di pos ini berjaga saat yang lain sudah terlelap.

Bagiku, sangat penting untuk melihat sisi lain dari potret biasa untuk menyelami bahwa sesuatu itu sebenarnya unik, tak biasa, dan perlu menjadi pelajaran.  Seperti halnya potret pos satpam ini dan cerita yang tercipta disini.

Ada banyak wajah dengan 1001 cerita yang pernah melintas depan pos ini. Ada cemas. Ada bahagia. Ada tangis dan ada pula tawa. Ada wajah penuh rindu. Ada wajah penuh malu dan ada yang tersipu malu.

Lihat juga: Ikatlah Ilmu dengan Menulis

Di Pos jaga ini merekam suara berat penuh perintah. Di pos ini merekam suara tegas penuh wibawa. Di pos satpam ini juga merekam suara lembut meminta perhatian.  Pos jaga ini juga merekam wajah yang silih berganti, menaik-turunkan portal bagi kendaraan para guru yang menunaikan tugas pengabdian,

Pos jaga ini merekam segala karakter dan tingkah laku yang dari berbagai daerah, para santri yang mondok dari berbagai daerah, yang datang dengan semangat menuntut ilmu kepesantrenan, dan sosok satpam di pos ini dengan setia menjaganya sepanjang hari dan lanjut lagi sampai pagi, begitu seterusnya sampai mereka, ada yang lupa mandi dan sikat gigi.

Pada pagi hari, dari pos satpam dapat merekam jejak sekolah para santri.  Adakah yang mencatat masa remaja mereka dan perjuangannya  merebut pendidikan?  Adakah yang merekam jejak perjuangan mereka bertahan 6 tahun dalam masa pendidikan? Adakah yang merekam perjuangan mereka mengakrabkan diri dengan Alqur’an dan Hadits?

Lihat juga: Fadhilah Kecerdasan dari Membaca Al-qur’an

Dari pos satpam ini, terekam rindu kepada orang tua pada wajah-wajah cantik, polos dan lugu. Dari kejauhan terekam mereka berseragam sekolah bercumbu dengan buku serta tugas dari para guru, bertilawah, bernyanyi, dan terkadang merenung. Akh, yang merenung mungkin mereka rindu orang tuanya,  memikirkan saat bersama keluarga di rumah.

Santri Putri IMMIM (foto: ist/palontaraq)

Santri Putri IMMIM (foto: ist/palontaraq)

Pos Jaga Putri IMMIM. (foto: ist/palontaraq)

Pos Jaga Putri IMMIM. (foto: ist/palontaraq)

Dari pos satpam ini kadang terlihat ada yang merengut, kesal, jengkel, dan ada pula yang tak sanggup membahasakan masalahnya.  Adakah para santri itu kehabisan uang dan kiriman dari orang tua?  Ataukah mereka punya masalah dengan teman sekelasnya, ataukah mungkin dengan teman sekamarnya, ataukah mungkin dengan jasus dan seabrek sanksi lainnya? Akh, mereka wajah-wajah yang diuji dengan masalah untuk kemudian menjadi dewasa, menempa diri dalam penjara suci.

Lihat juga: Pesantren Putri IMMIM terima Pendaftaran Santriwati Baru 2019

Kenang-kenanglah kenanganmu di pos ini. Adakah yang memesan makanan lewat pos ini?  Adakah pengumuman yang harus didengar lewat pos ini? Adakah yang menanti pembesuk di pos ini? Adakah yang memainkan portal di depan pos ini? Adakah yang dapat marah di pos ini? Adakah yang mengambil kiriman dari kampung di pos ini?

Kenang-kenanglah kenanganmu melewati pos satpam ini. Adakah yang menua di pos ini, sepanjang tahun berjaga dan tak juga menemukan jodohnya? Adakah yang berpuluh tahun menjaga dan terjaga, sementara penghuni yang dijaganya sudah silih berganti, berganti baju dari anak sekolah menjadi anak kuliahan, dari santri menjadi guru, dari remaja menjadi orang tua.

Kenang-kenanglah kenanganmu meminta izin pada penjaga pos ini, entah ingin tes suara ataukah ingin mengumumkan sesuatu.  “Announcement for all student, dan sederet kata-kata yang sudah dihafalkan …. “, sekadar memperdengarkan bahwa sudah mahir berbahasa internasional, meski diri dikurung dalam lingkungan yang tak biasa.

Lihat juga: Ciptakan Impian sebagai Motivasi Sukses

Adakah yang merenungkan dan menata impian suksesnya di pos ini?  Adakah yang mengasah kemampuan Bahasa Arab di pos ini? Adakah yang memperdengarkan lagu “Tobat Maksiat” di Pos ini?  Adakah yang meminta dipikulkan galon air minumnya di pos ini?

inspirasi di pos penjaga

Inspirasi di pos penjaga (foto: ist/palontaraq)

Lihat juga: Kelebihan dan Keutamaan Menjadi Santri

Lain wajah lain cerita, ada yang senang dan ada pula yang bersuka cita, ada yang dibenci dan dimarahi di pos satpam ini, pada saat yang sama, ada pula yang hatinya berbunga-bunga, menanam rindu, entah pada siapa dan sejak kapan?

Ya, banyak pertanyaan di pos ini dan sudah banyak sekali, kejadian demi kejadian di pos ini menjadi sorotan dunia luar, dan bahkan dirapatkan di tingkat pemangku kepentingan sekolah.  Ya, Pos penjaga ini adalah batas demarkasi, duhai para penikmat penjara suci.  Bagi yang tak tenang, dan tak ingin ditenangkan, ujian bagi adab para penuntut ilmu.

Adakah yang melanggar aturan kampus di pos ini?  Nonkrong tanpa hak.  Adakah cinta bersemi di pos ini? Adakah yang jatuh hati dengan penjaga pos ini?  Coba tanyakan ke mereka: Putri IMMIM! (*)

 

Penulis: Penjaga Putri IMMIM

 

 

Like it? Share it!

Leave A Response