Update terakhir Serangan Teroris di Selandia Baru: 49 Meninggal

PM Selandia Baru, Jacinda Ardern. (foto: ist)

PM Selandia Baru, Jacinda Ardern. (foto: ist)

PALONTARAQ.ID – Hingga hari ini, Sabtu [16/3], sampai Pukul 05:58 waktu Selandia Baru sebagaimana dikutip Stuff.co.nz dan sumber video CBS News, tercatat ada 49 korban meninggal akibat penembakan teroris berkebangsaan Australia. Tersangka bernama Brenton Tarrant berusia 28 tahun

Tarrant menggunakan 5 senjata api saat menyerang jamaah Muslim di dua masjid, termasuk 2 di antaranya senjata semi-otomatis. Sadisnya, dia menayangkan secara live aksi penembakannya melalui Facebook. Dia telah berhasil diciduk oleh kepolisian Christchurch dan akan mulai menjalani persidangan hari ini, Sabtu (16/3/2019).

Lihat juga: Kominfo Imbau Tak Sebar Konten Video Pembunuhan Muslim di Selandia Baru

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern atas kejadian ini menjanjikan akan ada perubahan undang-undang kepemilikan senjata sebab sang teroris memiliki licence untuk memiliki senjata api. Ardern juga menyebut bahwa peristiwa ini sebagai hari paling gelap dalam Sejarah Selandia Baru dan menyebut peristiwa tersebut sebagai serangan teroris.

Organisasi Victim Support di Selandia Baru berhasil mengumpulkan donasi sebesar $ 869.538 [sekitar 8,5 milyar rupiah] untuk para korban serangan teroris di Christchurch, dan angka tersebut terus bertambah. Launchgood.com, web khusus crowdfunding untuk Muslim juga berhasil mengumpulkan $923.178 [sekitar 9 milyar rupiah] untuk korban.

Lihat juga: PP Muhammadiyah kutuk Tragedi Penembakan Muslim di Christchurch Selandia Baru

Sehari sebelumnya, aksi teroris sadis penembakan muslim yang akan shalat Jumat (15/3/2019) di dua masjid menyebabkan 49 orang, 41 orang meninggal di Masjid Deans Ave dan 7 lainnya di Masjid Linwood, serta satu orang meninggal ketika di rumah sakit. Pria berkebangsaan Australia, Brenton Tarrant berusia 28 tahun telah ditahan atas tuduhan melakukan aksi terorisme tersebut, dan dua lainnya masih diperiksa .

Aksi terorisme terhadap umat Islam di masjid ini merupakan peristiwa pembunuhan dengan korban terbanyak dalam Sejarah Selandia Baru. Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern langsung menyebut aksi brutal ini sebagai serangan teroris. “Orang-orang ini saya gambarkan memiliki pandangan ekstrimis yang sama sekali tidak memiliki tempat di Selandia Baru dan juga tidak memiliki tempat dimanapun dunia ini,” demikian ujarnya sebagaimana dikutip TVNZ, Guardian, Jumat (15/3/2019). (*)

 

 

Like it? Share it!

Leave A Response